PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
NASIB YANG DI DAN SONG WAN


__ADS_3

Puluhan hawa pedang putih transparan dari setiap orang, melesat menerjang pasukan pengepung yang sedang porak poranda, di terjang jurus pertama tadi.


Hawa pedang dari gabungan mereka berempat yang mencapai hampir 50 bayangan.


Setiap menembus satu orang pasukan kerajaan Yuan.


Pasukan kerajaan Yuan itu, pasti akan langsung tewas di tempat.


Selesai menembus tubuh pasukan yang menghalangi jalannya.


Hawa pedang itu, akan berpindah ke prajurit yang lain begitu berulang-ulang.


Hingga melewati tubuh 10 orang Hawa pedang itu baru memudar dan lenyap dengan sendirinya.


Hawa pedang yang di lepaskan oleh Ye Hong dan Ye Ying adalah yang paling dahsyat.


Hawa pedang mereka bahkan mampu membunuh 3 komandan pasukan dan belasan prajurit.


Setelah hawa pedang kehilangan efektivitas, Mereka berempat kembali melepaskan tebasan jurus ketiga.


"Po Dao Shi.."


(Sikap menahlukkan golok )


Tadi serangan mereka menimbulkan lesatan hawa pedang, kini yang di Lesatkan adalah hawa golok.


Di mana tadi sebelumnya membentuk bayangan pedang yang bergerak melakukan tusukan cepat.


Kini berubah menjadi bayangan golok putih transparan yang ganas.


Menebas dan memotong apapun yang di lewatinya.


Korban di pihak pasukan kerajaan yang berjatuhan semakin banyak, barisan pengepungan mereka semakin kacau.


Formasi pertahanan mereka terkoyak koyak oleh hawa golok yang menebas apapun yang menghalangi jalannya.


Murid murid Hoa San Pai yang tadinya menjadi sasaran empuk kini mulai kembali bersemangat.


Mereka dengan leluasa bergerak membantai pasukan kerajaan Yuan yang pertahanan nya terbuka.


Pasukan pemanah kerajaan Yuan, berusaha melepaskan anak panah, kearah murid murid Hua San Pai, yang sedang melakukan pembantaian pada pasukan kerajaan Yuan.


Serangan anak panah ini cukup efektif untuk menghentikan pergerakan murid murid Hua San Pai.


Karena mereka terpaksa menggunakan pedang yang di gunakan untuk membantai.


Di rubah menjadi putaran pedang untuk menangkis anak panah yang datang.


Anak panah yang berhamburan datang nya bagaikan titik titik hujan.


Berhasil menahan dan membunuh cukup banyak murid murid Hoa San Pai.

__ADS_1


Melihat hal itu Ye Hong dan Ye Ying melanjutkan dengan jurus berikutnya.


"Po Qiang Shi.."


( Sikap menahlukkan tombak )


Begitu jurus di kerahkan, langsung terbentuk lah ratusan mata tombak putih transparan melayang di udara.


Oleh Ye Hong dan Ye Ying hawa mata tombak itu, semuanya mereka arahkan ke pasukan pemanah yang bersembunyi di atap dan tembok bangunan.


Pasukan pemanah Yuan satu persatu tewas, kini giliran pasukan pemanah lah, yang menjadi korban keganasan jurus rahasia Hua San Pai.


Setelah menghancurkan pasukan pemanah, mereka kembali membantu Thian Ming dan Ti Hu yang hanya menguasai 3 dari 9 jurus ilmu pedang rahasia Hua San Pai.


Meski hanya 3 jurus tapi sudah cukup merepotkan pertahanan pasukan kerajaan Yuan.


Melihat hal itu pangeran Mongke Khan akhirnya menoleh kearah


Kedua orang pelindungnya dan berkata.


"Paman Zee dan Paman Thian Tu, aku rasa kalian harus bantu turun tangan, sebelum pasukan elite kita di hancurkan.."


"Aku terpaksa mengandalkan kalian, karena Qi Lian Lao Koai dan muridnya, tidak tahu kenapa, sampai saat ini belum juga datang kemari.."


Kedua orang itu mengangguk pelan.


Thian Tu mengeluarkan sebatang suling hitam berbentuk ular kobra Hitam.


Begitu suling itu dia tiup, suara melengking tinggi rendah berkumandang keseluruh penjuru.


Semuanya berdatangan, anehnya binatang binatang beracun itu yang di bawah kontrol suara suling Thian Tu seperti bisa membedakan mana orang orang yang harus di serangnya.


Kini suasana murid murid Hua San Pai dan keempat orang pimpinan nya menjadi kacau balau.


Mereka tidak bisa lagi menyerang pasukan kerajaan Yuan, mereka harus fokus menghadapi serangan semua jenis binatang beracun.


Di mana binatang binatang beracun itu seperti sedang kerasukan.


Terus menerjang kearah mereka tanpa henti, seperti tidak takut mati oleh tebasan pedang murid murid dan 4 orang pemimpin mereka.


Meski Thian Ming, Ti Hu dan kedua paman gurunya berhasil bertahan dengan putaran pedang mereka.


Tapi ketidak beruntungan justru terjadi pada murid murid Hua San Pai yang banyak berguguran, tewas terkena gigitan binatang berbisa.


Di saat keadaan pihak Hua San Pai sedang kalut dan kacau.


Pei Wang Sien ( Raja Dewa Utara )


Zee, juga bergerak menyerang kearah Thian Ming, Ti Hu, Ye Hong dan Ye Ying.


Dari sepasang telapak tangan nya yang di dorong kan kearah keempat orang itu.

__ADS_1


Tidak terlihat ada yang aneh, bahkan angin berdesir pun tidak ada.


Tapi Keempat orang itu dan murid murid Hua San Pai yang berada di sekitar mereka.


Semuanya mematung membeku, bahkan hawa pedang yang di lepaskan keempat orang itu pun semuanya tertahan di udara membeku di sana .


Saat Zee menarik kembali kedua tangannya, sambil membuat gerakan tangan mengepal.


Seketika tubuh berikut hawa pedang yang membeku diudara, semuanya hancur menjadi pecahan butiran es.


Terjatuh keatas tanah, lalu menghilang tanpa bekas.


Selesai melakukan tugas nya, Zee sudah muncul kembali di belakang Mongke Khan.


Sedangkan Thian Tu dia juga menggunakan suara nada rendah, memaksa pasukan binatang berbisa nya bubar dari sana.


Aksi kedua orang itu, dalam sekejap mata telah menghancurkan seluruh perlawanan dari pihak Hua San Pai yang di bantu murid murid partai besar yang menjadi tamu Hua San Pai.


Seiring dengan berakhirnya perlawanan dari pihak Hua San Pai.


Di tempat lain nya, di mana Yang Di dan Song Wan yang bekerja sama mengeroyok Lei Mo juga sudah mencapai titik puncak.


Yang Di terlihat di kelilingi oleh 24 bayangan pedang tujuh warna, berputaran seperti mata bor melayang di depan tubuhnya.


Saat Yang Di mendorongkan sepasang jari telunjuk dan jari tengah nya kedepan.


Seluruh bayangan pedang yang berputaran di depan tubuhnya langsung melesat menerjang kearah Lei Mo.


Sedangkan dari Song Wan, dia juga melepaskan sebuah tebasan cahaya pedang berwarna merah.


Melesat membelah apapun yang di lewatinya menerjang kearah Lei Mo.


Lei Mo sendiri sambil tersenyum mengejek berkata,


"Cuma segini,.. kemampuan kalian berani keluar sesumbar .."


"Memalukan..."


Sambil berbicara Lei Mo sudah mendorong sepasang telapak tangannya yang mengeluarkan petir biru.


Melesat menyambut datangnya serangan yang berasal dari dua arah..


"Blaarrr..!"


"Blaarrr..!"


"Arggghh..!"


"Arggghh..!"


Begitu ledakan dahsyat terjadi di udara, hawa pedang dari Yang Di dan Song Wan langsung hancur luluh lantak di sambar energi petir Lei Mo.

__ADS_1


Energi Petir Iblis Asura level 3 terus bergerak menerjang pedang di tangan Yang Di dan Song Wan secara bersamaan.


Seketika kedua orang itu menjerit ngeri, tubuh mereka berdua kejang kejang sebelum akhirnya jatuh meringkuk berkelenjotan diatas tanah, seperti orang tersengat listrik.


__ADS_2