
Yang Jian yang bisa merasakan ada jurus berbahaya dari atas langit akan mengancamnya.
Jauh berpuluh kali lipat dari kedahsyatan petir yang menyambar dirinya.
Dia segera mengarahkan sinar yang keluar dari dahinya, kini di arahkan ke atas langit.
Sinar itu membentuk sebatang pedang pelangi raksasa' menerjang keatas menyambut bahaya yang sedang menghampirinya.
Sedangkan kedua tangannya dia gunakan untuk di tangkupkan jadi satu, lalu di dorong kedepan.
49 pedang pelangi bergabung menjadi satu, dengan kekuatan jauh lebih besar, menghentakkan sinar pelangi menyeruak keluar, menghancurkan arus pusaran cahaya ungu.
Pedang tunggal itu langsung lurus menerjang kearah dada Fei Yang.
Fei Yang sedikit terkejut dengan kekuatan Yang Jian yang sulit di ukur.
Apapun gerakan jurus rahasianya, Yang Jian selalu bisa memecahkannya.
Tadinya Fei Yang mengira dengan kemampuannya saat ini, dia pasti akan mampu mengimbangi Yang Jian.
Tapi kenyataannya Yang Jian tetap selalu lebih unggul selangkah, dia masih kalah selangkah.
Sementara Fei Yang sedang melakukan analisa mencari solusi.
Pedang pelangi yang mengarah ke dada Fei Yang, tertahan oleh perisai Pat Kwa merah biru, yang berusaha menyerap dan menetralisir kekuatan cahaya pedang pelangi.
"Duarrr,...!!"
terjadi ledakan dahsyat yang mengguncang seluruh gunung Hoa.
Benturan dahsyat itu terjadi di udara antara pedang pelangi yang terbentuk dari sinar di dahi Yang Jian.
Dengan pedang ungu yang turun dari langit.
Akibat benturan tersebut, baik Yang Jian maupun Fei Yang sama sama terdorong mundur 3 langkah kebelakang.
Tabrakan keras itu tidak serta merta membuat kedua kekuatan dahsyat di udara itu sirna.
Melainkan mereka masih tetap saling dorong mendorong, di bawah kontrol Fei Yang dan Yang Jian dari jarak jauh.
Dimana mereka terus memberikan suplai energi kepada energi pedang mereka masing-masing.
Yang Jian tersenyum dingin melihat situasi tersebut.
Dia dengan gerakan cepat menghentakkan kakinya keatas tanah.
Sehingga sebuah energi pedang pelangi lain meluncur keluar dari dalam tanah menerjang ke bagian bawah tubuh Fei Yang.
__ADS_1
Untung pergerakan itu sudah terbaca oleh Fei Yang.
Sehingga Fei Yang sudah terbang ke udara duluan, jadi pedang pelangi yang menusuk keluar dari dalam tanah menemukan tempat kosong.
Bersamaan dengan hal itu Fei Yang juga membalas menghentakkan sebatang pedang energi berwarna biru putih, bergerak menyerang kearah Yang Jian.
Pedang separuh biru separuh putih yang mengeluarkan hawa panas dan dingin yang sangat dahsyat.
Tiba-tiba membelah diri menjadi 8, lalu mereka melesat menerjang kearah Yang Jian dari 8 arah mata angin.
Yang Jian yang bisa merasakan datangnya bahaya lain, sepasang lubang matanya yang kosong terbuka lebar.
Dengan suara teriakan keras, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya pelangi menahan serangan 8 arah itu.
Sementara itu di mana Fei Yang dan Yang Jian saling menekan mati matian, masing masing mengerahkan kekuatan terbaik mereka.
Di tempat lain di luar hutan Pinus, terlihat kejadian memilukan,.di mana terlihat anggota dari partai Shaolin, Wu Dang, Khong Tong, Kun Lun, Er Mei, Ching Lung Pang, dan Kay Pang.
Mereka sedang bertahan mati matian menghadapi serbuan ribuan pasukan bertopeng iblis yang sedang melakukan pengepungan terhadap mereka.
Korban berjatuhan di pihak Wu Dang Shaolin Khong Thong Kun Lun Er Mei Ching Lung Pang dan Kay Pang, karena ketua dan jagoan andalan mereka sedang tertahan di puncak Hoa San.
Sedangkan di pihak topeng iblis mereka di pimpin oleh seseorang yang setiap pukulannya bisa meledakkan petir dan listrik menyambar nyambar.
Selain itu dari tempat tersembunyi, juga ada yang melepaskan panah secara sembunyi sembunyi, menyerang Rombongan gabungan partai besar dunia persilatan itu.
Korban di pihak rombongan partai dunia persilatan, sudah mencapai hampir separuhnya.
Tapi pembantaian masih terus berlangsung, belum terlihat ada tanda tanda para pengepung menghentikan serangannya.
Kelihatannya mereka tidak akan berhenti sebelum semua rombongan partai besar dunia persilatan habis semuanya.
Sedangkan di sekitar sana 4 besar yang harusnya bisa menghentikan tragedi itu.
Mereka malah saling bertarung satu sama lainnya.
Chen Yu dan Du Gu Chiu Pai, sepertinya mendukung rombongan topeng setan.
Sedangkan Souw Ki Beng dan Huang Lao Xie mendukung rombongan partai besar dunia persilatan.
Bila Huang Lao Xie tidak kehilangan suling giok hijaunya, mungkin keadaan akan lain.
Sayangnya dia kini hanya bisa mengandalkan ilmu dia yang lain, karena suling Giok nya sudah di hancurkan oleh Fei Yang.
Mereka berempat seperti ayam keok yang sudah sama sama terluka, pertempurannya berjalan imbang, tidak ada yang bisa saling mengungguli yang lainnya.
"Hancurkan mereka semuanya cepat..!!"
__ADS_1
"Pisahkan mereka menjadi kelompok kecil kecil..!"
perintah manusia bertopeng yang mampu mengeluarkan pukulan petir.
Setelah berteriak, dia pun bergerak memecah rombongan itu, dengan menerobos dan membelah pertahanan berkelompok Rombongan dunia persilatan.
Meski berusaha bertahan mati matian agar tetap menjadi satu kelompok saling melindungi.
Rombongan dunia persilatan itu, bagaikan sekumpulan pasukan tanpa pemimpin.
Apalagi harus menghadapi orang hebat seperti si pukulan petir, semua usaha mereka menjadi sia sia.
Dalam sekejap saja, mereka sudah terpecah pecah menjadi rombongan kecil.
Sehingga lebih mudah di bantai oleh pasukan topeng iblis.
Di puncak gunung Hoa San sendiri Fei Yang dan Yang Jian yang masih belum menyadari kejadian di bawah sana.
Mereka masih terus saling menekan dengan sengit.
"Boooom,...!!!"
Terjadi ledakan keras di udara, energi pedang ungu dan pedang pelangi yang tidak kuat menahan tekanan yang begitu kuat.
Akhirnya meledak hancur berkeping-keping, terjadi bias energi yang membentuk cincin raksasa menyebar di angkasa sana.
Fei Yang terpental jatuh terduduk diatas tanah, ujung bibirnya mengalirkan darah segar.
Dalam posisi duduk dia masih berusaha mempertahankan perisai Pat Kwa biru merah dari serangan energi pedang pelangi.
Satu tangan mempertahankan posisi perisai.
Satu tangan lagi berusaha memecah perisai pelangi Yang Jian, dari 8 arah mata angin dengan energi pedang biru putih yang mengeluarkan cuaca extrim panas dan dingin.
Sedangkan Yang Jian yang posisinya tidak lebih baik dari Fei Yang, dia jatuh berlutut dengan kaki sebelah.
Dari ujung bibirnya juga terlihat mengalir darah segar, rambutnya awut awutan tertiup angin.
Sepasang matanya terbelalak mengerikan.
Sepasang tangan di tangkupkan berusaha menghancurkan perisai pelindung Fei Yang.
Sedangkan sinar dari keningnya dan tubuhnya berusaha melindungi diri dari serangan energi pedang Fei Yang dari delapan arah mata angin.
Masing masing sambil saling menekan dan bertahan, kembali bangkit berdiri, membenahi posisi kuda kuda mereka.
Dengan suara teriakan menggelegar,.. menguncang puncak gunung Hua.
__ADS_1
"Arghhhh,...!!!"
"Arghhhh,...!!!"