
Li Sun yang kaget melihat Zi Zi yang sudah 1/2 jalan hampir kembali kesisi nya.
Tiba-tiba tertarik mundur kembali ke sisi Yue Feng.
Dia langsung menggerakkan sepasang tangannya hendak menarik Zi Zi kembali ke sisinya.
Tapi pergerakan nya terpaksa harus di hentikan, karena datangnya serangan dua cahaya emas yang melesat cepat kearah nya.
Li Sun yang tidak ingin konyol di terjang oleh serangan dua cahaya emas yang melesat ke arah nya.
Dia terpaksa membatalkan gerakannya untuk menarik Zi Zi kembali.
Dia mengalihkan Kekuatan nya untuk menangkis dua cahaya emas, yang setelah dekat adalah bayangan dua ekor naga emas.
"Blaaarrr...!!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara, atas pertemuan kekuatan,
"Kebijaksanaan Buddha Tiada Tara.."
VS
"Naga Langit kembali ke leluhur.."
Li Sun yang kurang siap menerima serangan dadakan itu.
Tubuhnya terpental puluhan tombak kebelakang.
"Brakkkk...!"
"Brakkkk...!"
"Brakkkk...!"
Menghancurkan apapun yang menghadang di belakangnya.
Tapi karena dia terlindungi oleh pancaran Cahaya kebijaksanaan Buddha Tiada Tara.
Li Sun dalam keadaan baik baik saja, tidak mengalami luka sedikitpun.
Sebaliknya dia sudah menghimpun energi besar nya, bersiap menyerang balik dengan senjata Cakra Emas nya, yang di kelilingi oleh Cahaya Swastika.
Dua Naga Emas yang berhasil memaksa Li Sun terpental mundur kebelakang.
Mereka bergerak kembali menyerang Li Sun dengan kekuatan dan kecepatan yang 4 kali lipat jauh lebih dahsyat.
"Booommm...!"
Kembali terjadi ledakan di udara,
saat Cakra Emas yang di lapisi bayangan Swastika, bertemu dengan serangan Naga Emas.
Sekali ini Li Sun tidak lagi terpental, dengan gerakan tenang. dia berhasil menghancurkan serangan dua bayangan Naga emas itu.
Cakra Emas dan cahaya Swastika terus bergerak menerjang kearah Yue Feng.
Di tempat lain Yue Feng setelah berhasil menarik Zi Zi kembali kesisi istrinya.
"Kalian berdua cepat kembali ke puncak Gunung Xuan Wu..!"
"Murid murid Xu San sekalian dengar perintah, segera mundur menjauhi Xu San..!"
"Semakin jauh semakin baik..!"
__ADS_1
pesan Yue Feng kesemuanya,
Selagi Li Sun sedang sibuk menghadapi serangan Naga emasnya.
Selesai berpesan, Yue Feng harus kembali bersiap menghadapi serangan balasan dari Li Sun.
Dia tidak lagi sempat mengawasi pergerakan istrinya Zi Zi dan semua murid murid Xu San yang hadir di sana.
Mendengar pesan suaminya, Hong Yi Langsung menarik tangan Zi Zi yang masih kebingungan.
Melesat kearah puncak gunung Xuan Wu.
Tapi setengah jalan kemudian berbalik Zi Zi lah yang menarik Hong Yi menghilang kearah puncak Xuan Wu, dengan ilmu langkah ajaib Wu Ying 72 Pian Pu , ilmu andalan leluhurnya Wu Song.
Sedangkan murid murid Xu San mereka dengan sigap dalam kelompok kelompok kecil, segera membubarkan diri dari tempat itu.
Mereka tidak kembali kepuncak, melainkan membubarkan diri mencari tempat persembunyian mencari selamat sendiri sendiri.
Mereka paham maksud Yue Feng, mereka juga sudah melihat musuh kemungkinan besar jauh lebih kuat dari guru mereka.
Makanya guru mereka mengeluarkan perintah seperti itu ke mereka.
Yue Feng sendiri yang bergerak menahan serangan dari Li Sun.
Dia langsung melepaskan jurus
"Tapak Naga langit meradang..!!"
Terlihat 18 Naga emas melesat menerjang kearah Li Sun.
Li Sun terlihat sibuk memainkan Cakra Emas nya yang di kelilingi bayangan Swastika emas menangkis kesana kemari Naga naga emas yang terus menyerangnya tiada henti dari 28 arah berbeda.
Masing masing selalu mengarah ke titik tik meridian berbahaya di seluruh tubuhnya.
Dia otomatis akan terluka parah, kesulitan memainkan ilmu tapak Buddha nya lagi.
"Booommm..!"
Dalam suatu hentakan dahsyat, perpaduan jurus.
"Buddha Menghentak Jagad.."
Dengan,
"Lentera Buddha menerangi Jagad.
18 Naga emas berhasil di pentalkan oleh kekuatan cahaya bola petir hitam keemasan, yang keluar dari tubuh Li Sun.
Lalu muncul ribuan lentera Buddha dengan dudukan bunga teratai, melesat kesegala arah menghalau 18 Naga emas yang terpental untuk kembali mendekat.
Setiap Naga Emas yang berusaha mendekat, mereka akan di kurung oleh cahaya lentera Buddha yang mengelilinginya.
Menekan dan meredam kemarahan Naga Emas itu dengan pancaran Kekuatan sinar lentera Buddha.
Naga emas itu satu persatu terkurung tidak berkutik, akhirnya satu persatu sirna.
Setelah menghancurkan serangan 18 Naga emas, lentera lentera itu kini bergerak mengurung Yue Feng.
Yue Feng sendiri membentuk kubah perisai pelindung dengan energi 9 matahari dan Kekebalan Ih Jin Jing.
Membuat seluruh tubuhnya kebal, menghisap kekuatan alam, untuk mengisi kekuatan secara berkesinambungan tidak putus putus.
Lentera Buddha satu persatu menabrak dan mencoba menghancurkan kubah pelindung Yue Feng.
__ADS_1
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
Melihat lentera Buddha yang di lepaskan nya kurang efektif.
Li Sun menggantinya dengan jurus yang berikutnya.
"Menyambut Cahaya Buddha dari surga barat. "
Terlihat dari langit barat melayang turun Sesosok Buddha berwajah seram, memancarkan cahaya hitam keemasan.
Di tangan bayangan Buddha berwajah menyeramkan itu, menggenggam sebilah pedang yang di bagian ujung gagang pedang nya, di hiasi 8 mutiara sarira.
Bayangan Buddha itu kemudian menebaskan pedang sarira di tangan nya kearah Kubah perisai diri yang Yue Feng ciptakan.
Terlihat cahaya hitam keemasan berbentuk lingkaran spiral melesat keluar dari pedang sarira, langsung menghantam kubah perisai energi 9 matahari.
"Booommm ..!"
terjadi ledakan dahsyat, saat serangan pedang Sarira menghantam perisai pelindung diri Yue Feng.
Yue Feng sendiri terlihat terpental puluhan tombak, saat menahan ledakan benturan dahsyat tersebut.
Melihat hal ini Li Sun dan bayangan Buddha di belakangnya Bergerak mengejarnya dan kembali menyarangkan serangan mereka berulang kali.
"Booommm...!!" "Booommm...!!"
"Booommm...!!" "Booommm...!!"
"Booommm...!!" "Booommm...!!"
"Booommm...!!" "Booommm...!!"
"Booommm...!!" "Booommm...!!"
Ledakan serangan terjadi berulang ulang tanpa henti, terus mendesak Yue Feng, yang selalu terpental dan di permainkan seperti sebutir bola cahaya kemerahan.
Yue Feng di dalam perisai pelindung nya terus berusaha mati matian mengempos semangat dan seluruh kekuatan nya memaksa diri untuk terus bertahan .
Menghadapi ledakan goncangan dahsyat dari kekuatan benturan dahsyat yang tiada jeda itu.
Seluruh baju yang di kenakan oleh Yue Feng telah hancur berkeping-keping.
Keringat membasahi seluruh tubuh dan wajahnya.
Urat urat hijau menonjol terlihat menghiasi seluruh wajah dan tubuh nya.
Dia terlihat sudah sangat menderita dan tersiksa oleh serangan Li Sun.
Tapi dia masih terus berusaha bertahan.
Saat ini bagi dia selain bertahan mati matian, dia tidak punya pilihan lain.
Membalas menyerang, itu berarti membuka pertahanan, itu sangat beresiko.
Tidak membalas menyerang, terus bertahan cepat lambat dia pasti akan hancur.
Tanpa di sadari oleh Yue Feng, dia dan Li Sun sudah berpindah arena pertarungan hingga ke halaman depan pintu masuk perguruan Xu San Pai.
__ADS_1