PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEHERANAN WEI WEN


__ADS_3

Karena di dalam sana tidak ada cahaya matahari, penerangan cuma andalkan puluhan mutiara malam sebesar kepalan tangan, yang tertanam di setiap sudut dinding dan langit langit gua.


Fei Yang jadi kurang tahu, apakah di luar sedang malam atau siang, sudah berapa hari dia dan Wei Wen berada di tempat itu.


Yang jelas adalah saat ini kondisinya sudah pulih sepenuhnya, dan di luar sana sudah tidak terdengar suara berisik dalam jangka waktu cukup lama.


Fei Yang hanya bisa menebak hari lewat perutnya yang lapar.


Sehari dua kali dia berhenti latihan buat makan, itulah dia anggap dan tandai sebagai satu hari.


Dan selama tujuh hari terakhir menurut perkiraan Fei Yang, pergerakan di luar sana sudah berhenti.


Fei Yang yang merasa segar dan kuat pun memutuskan hari ini, dia akan membuka gerbang gua, meninggalkan tempat persembunyian nya selama ini.


Fei Yang menatap Wei Wen yang sedang tidur di pangkuan nya, wajah terlihat begitu polos, cantik dan mempesona.


Fei Yang pun tersenyum sendiri, di dalam hati Fei Yang berpikir,


Gadis ini hanya manja keras kepala, sisanya dia semua masih termasuk cukup baik.


Meski mereka terkadang sering bertengkar dan kurang akur, tapi juga ada momen momen manis dan menyenangkan.


Seperti saat ini, Wei Wen setiap mau tidur pasti akan mencari dirinya dan tidur pulas di pangkuannya.


Seberapa marah dan kesal, bila sudah waktunya tidur, dia pasti akan kembali mencarinya.


Fei Yang sambil menggeleng gelengkan kepalanya sendiri melihat Wei Wen, dia pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum seorang diri.


Tiba-tiba Wei Wen membuka sebelah matanya, melihat kearah Fei Yang dan berkata,


"Kamu dari tadi terus menatap ku, sambil tersenyum senyum sendiri, apa yang sedang kamu pikirkan ?"


Fei Yang yang tertangkap basah oleh Wei Wen menjadi panik dan bingung.


Dalam gugupnya dia malah berkata,


"Tidak,.. tidak ada,.. aku hanya berpikir kamu,.. sangat manis,.."


"Ehh maksudku, kalau kamu sedang tidur jauh lebih baik, daripada saat terjaga.."


"Ehh bukan,..ahh tak tahulah,.."


"Kamu sudah bangun, aku mau pergi bereskan harta di sini, setelah itu kita bisa tinggalkan tempat ini.."


ucap Fei Yang langsung melompat berdiri dan hendak berjalan pergi.


"Dukk,..! Aduh,.. ! kepala ku.."


jerit Wei Wen kesakitan.


Karena panik dan grogi, Fei Yang Langsung bangun berdiri secara mendadak, otomatis kepala Wei Wen yang sedang tiduran di pangkuan nya, langsung jatuh mencium tanah.


Fei Yang menoleh melihat Wei Wen yang sedang kesakitan mengelus ngelus kepalanya.

__ADS_1


Fei Yang sambil meleletkan Lidahnya, langsung kabur.


Dia memilih kabur, sebelum gadis judes dan cerewet itu, sempat memarahi dan mengomelinya habis habisan.


"Kakak Yang,..awas kamu sialan,.. jangan kabur .!"


teriak Wei Wen kesal.


Tapi sebelum dia sempat mengejar, Fei Yang sudah menghilang di balik tumpukan harta, yang berserakan di sana.


Wei Wen sambil memegangi kepalanya, yang masih sedikit berdenyut, dia mengomel panjang pendek.


Tapi wajahnya dan bibirnya yang sedang mengomel justru terlihat bertolak belakang.


Wei Wen jelas jelas terlihat senang dan sedang menahan senyum.


Wei Wen yang teringat dengan ucapan panik Fei Yang, tidak tahu kenapa hatinya merasa sangat nyaman dan bahagia.


Dia tahu meski ucapan Fei Yang tadi sedikit berlepotan, karena panik, tapi itu adalah ucapan yang tulus dan jujur.


Fei Yang memuji nya manis dengan tulus, tentu saja dia sangat gembira.


Wei Wen memegangi wajahnya sendiri yang terasa panas, sambil tersenyum senang.


Perlahan lahan dia pun bangkit berdiri dan berjalan menyusul kearah Fei Yang menghilang tadi.


Tapi saat dia sampai kesana dan melihat apa yang sedang Fei Yang lakukan.


Mulutnya langsung ternganga lebar, sepasang matanya terbelalak indah menatap apa yang sedang Fei Yang lakukan.


Setiap kali tangannya yang di kibaskan, setumpuk harta Karun akan lenyap menghilang tidak tahu berpindah kemana.


Hal inilah yang membuat Wei Wen sangat terkejut.


Tadinya dia sedang berpikir, apa yang akan Fei Yang lakukan dengan tumpukan harta yang begitu banyak dan berlimpah itu.?


Apa maksud dari kata membereskan yang Fei Yang ucapkan tadi.?


Harta sebanyak itu bagaimana cara membereskannya,? emangnya mau di pindahkan kemana.?


Kini semua pertanyaan yang sempat terlintas di otaknya, satu persatu mulai ketemu jawabannya.


Wei Wen buru buru menghampiri Fei Yang, dia menepuk pundak Fei Yang dari arah belakang.


Saat Fei Yang menoleh, dia menunduk sambil berpindah ke.posisi lainnya.


Tapi saat dia kembali ingin menepuk pundak Fei Yang yang lainnya.


Tiba-tiba Fei Yang membalikkan badannya menangkap tangan nya dan berkata,


"Hayo mau bersembunyi di mana lagi kamu, gadis nakal.."


Wei Wen yang di kagetkan oleh Fei Yang, yang tiba tiba sudah menghadap kearah nya.

__ADS_1


"Aihh,..!"


dia langsung menjerit kaget, dan hampir terjatuh kebelakang.


Untungnya tangannya yang ingin menepuk bahu Fei Yang, di tangkap dan ditahan oleh Fei Yang.


Sehingga dia tidak sampai terjatuh kebelakang.


Sambil tersenyum malu-malu, Wei Wen berkata,


"Orang hanya ingin bercanda dengan mu, menghilangkan rasa sepi dan bosan.."


"Kakak tak mungkin begitu picik dan pemarah kan ?"


Fei Yang melepaskan tangan Wei Wen dan berkata,


"Aku cuma bercanda, senakal apapun kamu, aku juga tidak mungkin marah dengan mu.."


"Bukankah selama ini juga begitu..?"


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Fei Yang, senyum manis di wajah Wei Wen pun langsung mengembang.


Fei Yang sedikit terpesona dan melongo melihatnya, akhir akhir ini Fei Yang juga tidak tahu kenapa dengan perasaan nya sendiri.


Fei Yang diam diam merasa Wei Wen semakin hari terlihat semakin menarik, manis dan menyenangkan.


Begitu tersadar Fei Yang diam diam mengutuki pikirannya sendiri.


"Ada apa kamu Fei Yang ? jangan bilang kamu mulai menyukainya..?"


"Apa aku benar-benar mulai menyukai dan jatuh cinta pada gadis nakal dan manja ini..?"


Batin Fei Yang bertanya tanya pada dirinya sendiri.


"Ahh tidak,.. tidak,..tidak, .mana boleh seperti itu."


batin Fei Yang membantahnya.


"Bila kamu sampai memilih bersama nya, bagaimana dengan janji mu terhadap Xue Lian, ? sedangkan urusan mu dengan tunangan mu pun belum selesai.."


"Kamu sebaiknya jaga sikap dan jangan berpikiran macam macam.."


batin Fei Yang mengingatkan dirinya sendiri.


Kak, apa yang sedang kamu lakukan,? mengapa tumpukan harta itu pada hilang,? kakak pindahkan kemana harta harta itu,?"


tanya Wei Wen sambil menarik narik tangan Fei Yang dengan manja.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Lepaskan dulu tangan mu, anak gadis tidak boleh bersikap seperti ini.."

__ADS_1


"Apa kamu tidak di ajarkan di istana cara bersikap sebagai seorang putri .?"


__ADS_2