PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PETUNJUK DARI KIM KIM


__ADS_3

Pada timpukan nya yang keempat, sebutir buah persik akhirnya terjatuh dari atas pohon menggelinding tidak jauh dari pohonnya.


Harimau Api seperti menyeringai memamerkan taringnya yang panjang dan runcing.


Dia terlihat bersikap siaga, akan menerkam bila Nan Thian berani maju mengambil buah itu.


Nan Thian menghela nafas kecewa.


Dia lalu kembali mencoba menimpuk buah yang lain.


Setelah berulang kali menemui kegagalan, Nan Thian akhirnya menemukan tehnik melempar secara otodidak.


Semakin lama timpukan nya semakin tepat jarang meleset, selalu berhasil menjatuhkan buah yang di incarnya.


Tapi sayangnya, buah buah itu pada tergeletak tidak jauh dari pohon yang sedang di jaga oleh harimau api itu.


Karena lapar dan tidak punya pilihan lain, Nan Thian menjadi nekad.


Dia menerjang maju menghampiri buah yang berserakan di atas tanah.


Seiring Nan Thian bergerak Harimau api juga ikut bergerak menerkam sambil menyemburkan api nya


"Wussss...!"


Sambaran Api yang di semburkan oleh Harimau api, berhasil menyambar sebagian pundak dan ujung rambut Nan Thian.


Tapi Nan Thian juga berhasil mengambil beberapa butir buah persik dengan gerakan ajaibnya.


Dengan gerakan ajaib tersebut, Nan Thian berhasil menghindari terkaman Harimau Api, sekaligus berhasil menyambar beberapa buah persik di dekatnya.


Saat Nan Thian melakukan gerakan yang sangat cepat itu, dia terlihat menyosor maju dengan posisi lutut menempel di atas tanah.


Di mana posisi tubuhnya terlihat berbaring kebelakang, sehingga terkaman Harimau api, lagi lagi menemui tempat kosong, lewat diatasnya.


Tapi semburan api nya tak terelakkan, menyambar sebagian bahu dan ujung rambut Nan Thian.


Tapi Nan Thian tidak terlalu ambil perduli, dia langsung melompat berdiri, lalu berlari secepat mungkin memanjat keatas pohon persik di hadapannya.


Sebelum Harimau api sempat berbalik dan mengejarnya.


Karena Nan Thian bergerak maju berlawanan arah dengan pergerakan Harimau api, mereka menjadi bertukar posisi.


Nan Thian mendekati kearah pohon persik, sedangkan Harimau api mendekati kearah kolam air terjun.


Harimau Api begitu mendarat, melihat dirinya lagi lagi tertipu oleh licinnya Nan Thian.


Sambil mengaum penuh kemarahan, hingga menggertarkan seluruh tempat itu.


"Groowaaarrrrrrr...!"


Harimau Api segera membalik melakukan pengejaran kearah Nan Thian, yang sedang berlarian menuju pohon persik.


Nan Thian menang starting, dia sudah tiba di bawah pohon dan sedang berusaha memanjat keatas.

__ADS_1


Sewaktu harimau api mulai bergerak mengejarnya.


Tapi karena harimau api berlari dengan melakukan lompatan jauh.


Dalam 2 kali lompatan saja dia sudah tiba di bawah pohon dan pada lompatan ketiga dia berusaha terbang menyusul keatas pohon.


Menggunakan sepasang kaki depan nya, berusaha menangkap kaki Nan Thian.


Untungnya Nan Thian berhasil menyelamatkan kakinya dari cakar harimau api yang tajam seperti silet.


Harimau api yang tidak puas, berulang kali menyemburkan api keatas.


Tapi semua sia sia, Nan Thian sudah naik ke bagian atas dahan pohon, sudah cukup jauh dari jangkauan nya.


Nan Thian yang berhasil duduk di bagian aman sebuah dahan pohon yang besar dan kuat.


Dia tersenyum kearah harimau api, penuh ejekan, dengan santai dan cuek, Nan Thian makan beberapa buah persik ditangannya.


Bijinya dia tumpukkan kearah wajah Harimau api yang sedang menantinya di bawah sana.


"Groowaaarrrrrrr...!"


Harimau api di bawah sana, hanya bisa menghindar dan menepis timpukkan biji persik, yang di lemparkan oleh Nan Thian sambil mengeluarkan suara raungan penuh kemarahan.


Tapi Nan Thian justru sambil tersenyum, dia sengaja terus menimpuk, mempermainkan Harimau api, yang terlihat terus meraung raung penuh kemarahan di bawah sana.


Tapi beberapa waktu kemudian, harimau api akhirnya memilih menjauhi batas jangkauan timpukkan biji buah persik Nan Thian.


Tapi meski mundur menjauh, dia belum sepenuhnya pergi, masih berbaring di dalam semak belukar.


Nan Thian tahu itu, Nan Thian diam diam kagum dengan kecerdikan dan kegigihan harimau tersebut.


Nan Thian setelah mengisi perutnya dengan kenyang, dia mencoba tidur di salah satu cabang dahan pohon besar di atas sana.


Nan Thian cukup lama tertidur di sana, hingga dia kembali terbangun oleh nyeri yang mendera bagian dalam perutnya.


"Aduhhh,..!"


keluh Nan Thian sambil memegangi perutnya yang terasa melilit.


"Kenapa ini perut ku ? kenapa begitu sakit ? apa buah ini beracun..?"


tanya Nan Thian pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Kim Kim kembali bersuara, dia membantah ucapan Nan Thian.


"Kakak salah, perut kakak sakit, tidak ada hubungannya dengan buah itu.."


"Perut kakak sakit adalah akibat hadiah makanan dari mantan terindah kakak itu ."


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Kamu tak perlu menyindir ku lagi, aku sudah menderita dengan penyakit ini.."

__ADS_1


"Bukannya kasih solusi malah menyindir.."


"Siapa suruh, kamu memang pantas menerimanya, karena kebodohan mu sendiri.."


"Nikmati saja pahit getirnya cinta mu, yang sebesar dunia sedalam lautan itu.."


ucap Kim Kim sedikit kesal, tapi dia sebenarnya juga khawatir.


"Air kolam itu bisa menetralisir rasa sakit mu, dan menenangkan racun di dalam tubuh mu.."


"Buah persik ini juga bisa membantu membersihkan racun di dalam tubuh mu, sedikit demi sedikit keluar lewat kotoran mu.."


"Saat ini yang harus kakak lakukan adalah cari tempat buat buang kotoran."


"Setelah nya baru pikirkan cara untuk kembali kedalam kolam sana, untuk berendam.."


ucap Kim Kim memberi petunjuk.


Nan Thian terlihat bingung, dia mau buang kotoran di mana pikirnya.


Masa dia harus buang kotoran dari atas pohon ini, tanpa di bersihkan.


Nan Thian yang kebingungan hanya bisa mengumpat harimau api yang terus mempersulit dirinya.


Sekali lagi rasa mules hebat kembali menderanya, hingga wajah Nan Thian terlihat pucat dengan keringat dingin sebesar jagung membasahi keningnya.


Nan Thian akhirnya tidak bisa tahan lagi, tanpa pikir panjang lagi.


Dia langsung melepaskan celananya,


"Proottt,..! preettt..! Putttt,...!


"Brottt,..! Brottt,..! Brottt,..! "


"Ahhhhh...!"


Nan Thian akhirnya menghela nafas lega, tak ada pilihan lain, Nan Thian mengambil dedaunan di sekitarnya untuk membersihkan diri nya.


Di tempat lain Harimau api yang melihat aksi Nan Thian, diatas pohon sana.


Dia akhirnya memilih meninggalkan tempat itu kembali kedalam hutan.


Nan Thian yang bisa melihat nya dengan jelas dari atas pohon.


Dengan buru buru Nan Thian mengenakan kembali celananya, lalu bergerak menuruni pohon.


Dia kemudian berlari seperti di kejar setan kembali lagi masuk berendam di dalam kolam air terjun.


Di mana air kolam itu terasa dingin menusuk hingga kedalam tulang.


Nan Thian sampai mengigil dengan gigi bergemerutukkan di buatnya.


Tapi justru itu, Nan Thian merasa sakit di perutnya mereda, tenaga dalam nya yang buyar sedikit demi sedikit mulai berkumpul.

__ADS_1


Kim Kim juga terlihat mulai bisa sedikit menggeliat geliat di dalam Dan Thian nya.


__ADS_2