
Charvaka menatap Fei Yang sejenak, kemudian berkata,
"Pendekar muda, sebenarnya halaman belakang kuil kami adalah tempat terlarang bagi siapapun."
"Di sana di jaga oleh 9 guru agung kuil kami.."
"Mereka masih terhitung paman guru kami, yang bertugas menjaga pusaka kuil peninggalan maha guru Budha Sakyamuni."
"Tapi berhubung kamu sudah berjasa besar terhadap kami semua, aku sendiri yang nanti akan mengantar mu kesana.."
"Tapi harap pendekar muda bersabar sejenak,.dua hari lagi kakak seperguruan ku, sudah keluar dari latihan tertutup nya."
"Bila kakak seperguruan ku keluar, aku akan segera membawa pendekar muda kesana."
"Yang bisa aku lakukan hanya bisa sampai di sana saja.."
"Sedangkan di ijinkan atau tidaknya itu tergantung dari keputusan ke 9 paman guru ku.."
ucap Lhama Charvaka hati hati.
Fei Yang segera bangun dari duduknya, lalu menjura dalam dalam kearah lhama Charvaka dan Chudamani.
"Di sini Fei Yang mengucapkan kepada guru senior berdua, terimakasih banyak,"
"Budi baik senior berdua Fei Yang akan selalu mengingatnya."
Charvaka dan Chudamani pun buru-buru membalas penghormatan dari Fei Yang.
"Pendekar muda terlalu sungkan, kami berdua jadi merasa malu dan tidak enak hati, Sancai.. Sancai..."
Charvaka, lalu menoleh kearah Kok Beng lhama dan berkata,
"Kok Beng, sebaiknya kamu aturkan tempat istirahat buat pendekar muda Fei Yang.."
Kok Beng lhama mengangguk hormat kearah Charvaka dan Chudamani.
Setelah itu dia memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,
"Pendekar muda, silahkan.."
Fei Yang membalas penghormatan Kok Beng lhama, lalu dia berjalan mengikuti Kok Beng lhama dari belakang.
Fei Yang menempati sebuah kamar sederhana tapi tenang, yang terletak di tengah-tengah komplek bangunan kuil halilintar,.
Kamar Fei Yang bersebelahan dengan kamar lhama Charvaka dan Chudamani, yang agak terpisah dari kamar anggota tingkatan biasa.
__ADS_1
Selama masa tunggu, Fei Yang hanya keluar dari kamarnya pagi dan sore hari untuk menghirup udara segar.
Selebihnya Fei Yang akan bersembunyi di kamar, untuk meneliti tehnik mengenali titik lemah ilmu silat, yang pernah di hadapi oleh nya, sesuai petunjuk dari kitab tanpa tanding.
Fei Yang setelah melewati beberapa pertempuran, tehnik pengenalan dasar ilmu silat dan titik lemah jurus lawan mengalami peningkatan sedikit demi sedikit.
Kini tehnik tersebut sudah mendekati 50%, tapi Fei Yang belum sanggup memecahkan rahasia ilmu golok Tan Sim Houw yang memiliki kekuatan mengerikan itu.
Dua hari masa tunggu Fei Yang akhirnya berlalu, Dalai lhama Chandeva akhirnya keluar dari ruang meditasi nya.
Dalai lhama Chandeva yang sudah mendapatkan penjelasan dari Charvaka dan Chudamani, kedua adik seperguruan nya itu.
Dia pun memutuskan mengundang Fei Yang untuk bertemu.
Sebelum Fei Yang di ijinkan dan di antar ke halaman belakang kuil, untuk bertemu dengan ke 9 paman gurunya.
Maka Fei Yang pun di undang dan di jemput oleh Kok Beng lhama untuk menghadap Dalai lhama Candreva.
Kok Beng lhama hanya mengantar Fei Yang sampai depan pintu kamar Dalai Lhama Candreva saja.
Setelah membantu mengetuk pintu, dan melaporkan kedatangan Fei Yang.
Kok Beng lhama kemudian mempersilahkan Fei Yang untuk masuk kedalam, setelah dia mendengar jawaban Dalai lhama Candreva dari dalam kamar.
Fei Yang memberi hormat kearah Kok Beng lhama, dan mengucapkan terima kasih, lalu dia pun mendorong pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan Dalai lhama Candreva.
Mereka bertiga tersenyum ramah menyambut kedatangan Fei Yang.
Fei Yang setelah memberi hormat kepada mereka bertiga, baru ikut duduk di hadapan mereka, dan berkata.
"Salam hormat ku,. Dalai lhama Candreva, biksu senior Charvaka dan biksu senior Chudamani.."
Mereka bertiga sambil tersenyum membalas penghormatan kepada Fei Yang.
"Pendekar muda aku sudah mendengar cerita tentang diri mu, dan tentang keinginan mu itu.."
"Aku pada dasarnya juga setuju, sama seperti kedua adik seperguruan ku Charvaka dan Chudamani."
"Tapi aku harus mengingatkan mu, ke 9 paman guru ku pasti akan merintangi mu, bila kamu tetap ingin naik kepuncak gunung Chomolungma,.kamu harus bisa melewati mereka ber 9."
"Kalaupun kamu bisa lewati mereka, kamu masih harus menghadapi Naga hitam, yang sangat jahat dan berbahaya itu.."
"Baru kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan.."
"Apa kamu sudah siap dan yakin pendekar muda ?'
__ADS_1
tanya Dalai Lhama Candreva kemudian.
Fei Yang menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Terimakasih nasehatnya Dalai lhama Candreva, tapi keputusan Fei Yang sudah bulat, Fei Yang tidak akan pernah Mundur sedikitpun.."
Dalai lhama Candreva menghela nafas panjang dan melanjutkan berkata,
"Baiklah,.. kalau begitu keputusan pendekar muda, aku hanya bisa mendoakan semoga pendekar muda berhasil memperoleh apa yang pendekar muda cari..'
"Adik Charvaka, tolong kamu bantu antarkan pendekar muda, ke halaman belakang kuil.."
"Jangan lupa ceritakan ke paman guru, jasa pendekar muda ini terhadap kuil kita."
"Agar para paman guru, bisa sedikit bersikap lunak padanya.."
ucap Dalaii lhama Candreva berpesan.
Charvaka mengangguk memberi hormat dan berkata,
"Baik kak..bila tidak ada hal lain, adik pamit permisi dulu."
Dalai lhama Candreva menganggukkan kepalanya, tanpa berkata apa-apa lagi, dia kembali memejamkan matanya, melanjutkan doa dan meditasi nya diikuti oleh Chudamani.
Charvaka kemudian meninggalkan ruangan tersebut bersama Fei Yang, mereka berdua bergerak menuju halaman belakang kuil halilintar, yang ternyata sangat luas sunyi dan sepi.
Di sana hanya terlihat 9 biksu tua berjubah kuning sederhana, yang sedang duduk diam bermeditasi seperti patung.
Mereka masing-masing duduk di bawah sebatang pohon bodhi tua yang besar dan rindang, meski sebagian besar daun di pohon tersebut tertutup bunga salju.
Tapi pohon pohon itu tetap terlihat kokoh dan kuat.
Tiba tiba terdengar suara mengelegar yang datang nya dari langit berkata,
"Charvaka apa kamu lupa dengan peraturan kuil kita, !? kenapa kamu membawa orang asing datang kemari..?!"
Suara itu datangnya berputar-putar seperti berasal dari langit, padahal aslinya suara itu pasti berasal dari salah satu dari 9 paman guru Charvaka, yang sedang duduk diam bermeditasi itu.
Tapi tidak ada satupun di antara mereka bersembilan, yang terlihat membuka mulutnya berbicara kepada Charvaka.
Mereka semua hanya duduk diam bermeditasi dengan sepasang mata terpejam, bahkan mereka tidak terlihat seperti orang yang masih bernapas.
Hal ini terlihat dari dada mereka yang tidak terlihat ada gerakan menarik atau membuang nafas sama sekali.
Charvaka langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan mereka, Fei Yang pun mengikutinya dari samping.
__ADS_1
"Maaf paman guru sekalian, Charvaka datang kemari tanpa di undang dan membawa orang luar.."
"Tapi Charvaka punya alasannya, mohon paman guru sekalian, Sudi memberikan kesempatan kepada Charvaka, untuk menjelaskan semuanya..'