PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
RAHASIA MULAI TERKUAK


__ADS_3

Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Baiklah mari kita kesana.."


Saat mereka hendak pergi, tiba tiba Siau Yen dan Siu Lian muncul di sana dan berkata,


"Nan Thian ke ke ingin pergi makan enak, kenapa kami tidak di ajak..?"


Melihat kedatangan Siau Yen Siu Lian, bahkan tidak lama kemudian Zi Zi juga ikut muncul.


Hanya Sun er dan Siau Hei yang tidak terlihat.


Akhirnya Nan Thian menoleh kearah Xue Xue dan berkata, dengan sedikit tidak enak hati.


"Apa teman teman ku boleh ikut ?"


Xue Xue menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Bukan masalah bila mereka mau, aku tadi memang ada masak cukup banyak.."


Nan Thian tersenyum tidak enak hati dan berkata,


"Maaf Siau Semei kami jadi merepotkan mu.."


"Ahh tidak apa-apa, teman Nan Thian Sexiong, aku sudah menganggapnya sebagai teman ku juga.."


"Baiklah, sekali lagi terimakasih.."


ucap Nan Thian sungkan.


Nan Thian kemudian menatap Zi Zi dan berkata,


"Bibi kecil, paman kecil tidak di ajak..?"


"Dia tidak mau, katanya lebih suka berlatih di kamar.."


"Hmm baiklah kita berangkat,.."


ucap Nan Thian sambil bergerak mengikuti Xue Xue yang kini berjalan di depan.


Tidak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di tempat kediaman Xue Xue dan Hung Ping Chi.


Di halaman depan kamar Xue Xue dan Hung Ping Chi, sama seperti tempat Nan Thian.


Ada sebuah meja dan beberapa kursi tersedia di sana, bedanya adalah meja di sini di penuhi berbagai jenis makanan yang terlihat sederhana.


Tapi sangat wangi dan menggugah selera.


"Maaf hanya masakan sederhana ini yang ada, di Hua San tidak ada yang makan makanan bernyawa.."


"Jadi tidak ada bahan itu tersedia.."


ucap Xue Xue mengingatkan dengan suara lembut.


"Tidak apa-apa, Siau Semei, terimakasih banyak.."


ucap Nan Thian sambil mengangguk mengerti situasi.


"Kalian silahkan saja tak perlu sungkan, aku mau kedalam jemput Ping Chi dulu.."


ucap Xue Xue sambil tersenyum ramah.


Lalu dia masuk kedalam kamar nya, untuk mengajak suaminya.


Saat Xue Xue masuk kedalam kamar, Siau Yen buru buru menggunakan tusuk konde perak nya.


Untuk mencoba semua masakan yang tersaji diatas meja, bahkan minuman yang tersedia pun di coba nya.


Setelah melihat hasilnya negatif, dia pun berkata pelan,


"Aman ternyata."


ucap Siau Yen sambil menatap Zi Zi dan Siu Lian, layaknya detektif investigasi.


Nan Thian hanya geleng gelengkan kepalanya dan berkata,


"Kalian terlalu banyak berpikir, dia bukan orang lain.."


",Dia adik seperguruan ku, mana mungkin seperti itu.."


"Sudah simpan barang nya, jangan sampai terlihat gak enak nanti jadinya.."


tegur Nan Thian..


Siau Yen Siu Lian dan Zi Zi mengangkat dua jari keatas,. dan berkata,


"Sudah aman sekarang, kami jadi jauh lebih tenang sekarang.."


"Kakak Nan lanjutkan saja, kami tidak akan menganggu.."


ucap Siu Lian cepat.


Lalu dia segera menarik tangan Siau Yen dan Zi Zi meninggalkan tempat itu, sebelum sebelum Xue Xue muncul.


Sesaat kemudian hanya Xue Xue seorang yang muncul dari kamarnya.


Sambil tersenyum pahit, Xue Xue berkata,


"Ping Chi sedang tidak ingin keluar, maaf ya Nan Thian Sexiong, harap maklum."


Nan Thian tersenyum lembut dan berkata,


"Bukan masalah aku mengerti.."


Xue Xue melihat kesekitarnya dan berkata,


"Mana teman teman mu yang lain..?"


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Mereka sudah kembali ke kamar tidak jadi ikut makan.."


"Kenapa apa masakan nya tidak sesuai selera, maaf aku.."


ucap Xue Xue menyesal.


"Siau Semei berpikir kemana,? bukan bukan itu, mereka hanya iseng ikut kemari."


"Untuk melihat hasil kreasi masakan mu.."


"Setelah puas melihat lihat, dan mencicipinya sedikit, mereka masing-masing sudah kembali ke kamarnya.."


Ucap Nan Thian menjelaskan nya, sedikit berbohong agar tidak menimbulkan suasana tidak enak.


Xue Xue mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu kita saja yang makan dan minum bersama.."


"Meski baru beberapa bulan tapi rasanya kok sudah lama kita tidak makan minum dan ngobrol bersama.."


ucap Xue Xue mendahului Nan Thian menuju meja yang penuh dengan kreasi masakan nya.


Setelah duduk dia langsung menyumpitkan masakan ke mangkuk Nan Thian dan berkata,


"Ini ciciplah Nan Thian Sexiong, ini adalah masakan favorit mu.."

__ADS_1


Nan Thian sempat melemparkan tatapan mesra, tapi hanya sekilas.


Dia buru buru menundukkan kepalanya dan menikmati masakan kesukaan nya dulu.


Xue Xue yang sempat melihat tatapan mata mesra dari Nan Thian.


Dia hanya bisa tersenyum pahit di dalam hati, sambil menduga duga apakah benar Nan Thian Sexiong nya, pelaku yang mencelakai suaminya.


Xue Xue meski di hadapan Ping Chi menyatakan dirinya akan membalas dendam ke Nan Thian.


Tapi pada kenyataannya dia tidak mungkin tega turun tangan ke Nan Thian.


Saat menyiapkan masakan dan minuman, dia sempat kepikiran untuk menaruh racun yang di berikan oleh Ping Chi padanya.


Tapi dia pada akhirnya tidak jadi mengesekusinya, selain belum yakin Nan Thian pelakunya.


Di hatinya selalu ada rasa bersalah dan berhutang terhadap Nan Thian.


Da tidak tega turun tangan melukai Nan Thian Sexiong nya.


"Ini Nan Thian Sexiong, di coba.."


Kalau ini makanan kesukaan Ping Chi suami ku.."


"Gimana rasanya cocok..?"


ucap Xue Xue sambil memperhatikan reaksi Nan Thian.


Nan Thian tetap memakannya dan berkata,


"Enak,.. masih boleh.."


"Ping Chi Setie sungguh beruntung.."


"Ayo kamu juga makan jangan jadi penonton, aku sendirian mana habis.."


ucap Nan Thian sambil menyumpitkan masakan yang dia tahu persis itu masakan kesukaan Xue Xue.


Xue Xue menatap Nan Thian sekilas, lalu menunduk dan memakan masakan, yang di pilihkan oleh Nan Thian untuk nya.


Sambil makan dia berkata pelan,


"Nan Thian Sexiong kamu masih ingat ini masakan kesukaan ku..?"


Nan Thian tersenyum sedih, menoleh kearah lain dari berkata,


"Ada hal yang meski kamu ingin melupakan nya, tapi justru tidak bisa kamu lupakan.."


"Begitulah hidup.."


Xue Xue terdiam di tempat, dia lalu meletakkan mangkuk dan sumpitnya di atas meja.


Dia menatap Nan Thian dengan serius dan berkata,


"Nan Thian Sexiong aku bangga dan sangat menghargai kamu masih mengingat setiap detil tentang ku..'


"Tapi kamu harus tahu jelas, posisi ku dan posisi mu sudah tidak mungkin.."


"Mengapa kamu tidak mencoba melihat kedepan, jangan terus terbelenggu oleh masa lalu.."


"Dimana hanya membawa penderitaan bagi mu.."


ucap Xue Xue sambil menatap Nan Thian dengan serius.


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Teori itu aku tahu, tapi prakteknya tidak mudah.."


"Tapi aku akan berusaha, kamu tidak perlu khawatir.."


Menegak nya langsung hingga habis.


Setelah itu dia pun berdiri dari duduknya dan berkata,


"Terimakasih atas jamuannya, hari sudah malam, sebaiknya masuklah, temani Ping Chi Setie di dalam sana.."


"Saat ini adalah saat dia paling memerlukan dukungan dari mu.."


"Aku pernah melewati nya, jadi aku tahu.."


Selesai berkata, Nan Thian langsung membalikkan badannya berniat meninggalkan tempat tersebut.


"Nan Thian Sexiong Tunggu..!"


ucap Xue Xue sambil ikut berdiri.


Nan Thian terpaksa menahan langkahnya, menoleh sedikit dan berkata pelan,


"Ya, Semei.."


"Nan Thian sebegitu sulit kah kamu melupakan ku..?"


"Sebenarnya apa yang masih kamu harapkan dari ku..?"


"Aku menghianati mu, meninggalkan mu, berselingkuh dari mu.."


"Bahkan aku kini sudah menjadi istrinya dan sedang mengandung anak nya.."


"Begitu banyak kekurangan ku, mengapa kamu masih..?"


ucap Xue Xue sedih.


Nan Thian tersenyum sedih, lalu dia membalikkan badannya.


Menatap Xue Xue dan berkata,


"Cinta tidak perlu alasan.."


"Kamu tahu itu, kamu yang dulu pernah mengatakan nya pada ku.."


"Jadi kini ku kembalikan pada mu, apakah aku perlu alasan..?"


"Tidak Xue Xue aku tidak perlu alasan.."


ucap Nan Thian sambil menatap Xue Xue dengan lembut.


Xue Xue hanya bisa terdiam di sana, sulit berkata-kata, hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan airmata jatuh membasahi wajahnya.


Sesaat kemudian sambil tersenyum pahit dan menghela nafas panjang, Nan Thian kembali berkata,


"Jangankan semua yang kamu katakan seperti diatas.."


"Bahkan bila kamu kini bersama nya, tidak merasa bahagia.."


"Aku siap.."


"Tidak Nan Thian Sexiong..!"


"Itu terlalu menjijikkan, aku tidak mungkin sudi melakukan nya..!"


bentak Xue Xue tiba tiba.


Xue Xue kini menatap Nan Thian dengan serius dan berkata,


"Nan Thian Sexiong katakan dengan jujur, apakah semua yang terjadi dengan suami ku adalah ulah mu..!?"

__ADS_1


Nan Thian sedikit terkesiap oleh pertanyaan Xue Xue, tadinya dia masih sempat berpikir.


Xue Xue hidupnya tidak bahagia, bersama Ping Chi, mungkin Xue Xue sedang berpikir untuk kembali kesisi nya


Meski ini adalah sikap yang sangat tidak baik dari Xue Xue dan menunjukkan sifat egois dan tidak setia nya.


Tapi bila itu terjadi, Nan Thian tidak akan menolaknya.


Demi cinta, dia siap mengabaikan semua nya.


Dia akan menerima Xue Xue kembali ke sisinya, menjaganya membantu mengurus merawat anaknya hingga besar.


Setelah segala kesulitan Xue Xue teratasi, anaknya sudah besar bisa menjaganya.


Nan Thian baru akan pergi menjauh, mencari tempat sepi, seperti leluhur Xu San, Yi Han Tao Se.


Nan Thian akan mengikuti jalan yang diambil oleh Yi Han Tao Se, melepaskan keduniawian dan meninggalkan ke fana an.


Kini setelah mendengar pertanyaan Xue Xue, sadarlah Nan Thian.


Apa yang sedang terjadi, mengapa Xue Xue bisa mengundangnya kemari, makan bersama dan berbicara banyak.


Ternyata inilah inti dari semuanya, Xue Xue sedang mencurigainya dan ingin menyelidikinya.


Nan Thian tersenyum sedih dan berkata,


"Apakah di mata mu, aku serendah itu..?"


Xue Xue menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku tidak tahu, harusnya kamu yang lebih tahu.."


"Karena perasaan cinta bisa membuat orang berbuat hal tidak masuk akal dan tidak memerlukan alasan..bukan begitu..Nan Thian Sexiong.?"


Ucap Xue Xue sambil menatap Nan Thian dengan tajam.


Nan Thian tersenyum sedih dan berkata,


"Bila menurut mu seperti itu, dan kamu meyakininya."


"Maka lakukan saja.."


"Aku tidak akan berkata apapun lagi.."


Nan Thian membentangkan kedua tangannya sambil tersenyum penuh kekecewaan.


Xue Xue yang sudah mencabut pedangnya terlihat ragu ragu oleh sikap Nan Thian.


Tiba-tiba Nan Thian mendengar suara raungan kesakitan Kim Kim dalam pikiran nya.


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Aduh sakit sekali,..Keparat kamu makan apa tadi..?"


",Ahhhhh,..! kamu Keparat benar benar mencelakai ku kali ini, karena wanita orang itu..!"


"Kamu benar benar dungu tiada dua..!"


"Arggggghhh sakit.. Ahhhh,..sakit sekali.."


"Kim Kim kamu kenapa ? kenapa bisa begini..?"


tanya Nan Thian di dalam pikirannya bingung..


"Kamu tanya pada ku, Arggghh,..! Sakit...!"


'Harusnya kamu tanya ke sundal itu, apa yang dia berikan di makan minum mu tadi.."


"Siau Yen tadi bukannya sudah memeriksanya tidak ada apa apa.."


ucap Nan Thian bingung.


"Aku juga berpikir begitu, makanya aku biarkan kamu makan.."


"Kelihatannya sundal mu itu sangat cerdik, bila racunnya di hasil masakan di pisah dengan racun di minuman, maka tidak beracun."


"Bila di campur racun baru bekerja.."


Mendengar penjelasan Kim Kim Nan Thian baru sadar.


Nan Thian buru buru mencoba mengerahkan hawa sakti nya, untuk mengusir hawa racun yang masuk kedalam seluruh tubuhnya.


Tapi celaka nya, hawa yang dia kumpulkan selalu buyar tak te Tu arahnya.


Setelah mencoba berulang kali Nan Thian mulai panik.


Apalagi saat melihat sahabat baiknya, kini kembali berubah menjadi Naga emas kecil.


Menggeliat geliat lemah dalam Dan Tian nya yang lautan nya mulai mengering.


Di luar sana Nan Thian menatap tajam kearah makanan dan minuman diatas meja dan berkata,


" Xue Xue apa kamu benar benar begitu menginginkan nyawa ku.."


"Hingga harus meracuni ku, dengan cara seperti ini..?"


Xue Xue terbelalak kaget mendengar ucapan Nan Thian, dia buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tadi nya ya, tapi pada akhirnya aku tidak.."


Tiba-tiba dari dalam kamar Terdengar suara langkah dua orang berjalan keluar dari dalam kamar.


Dia adalah Hung Ping Chi sendiri dan Qi Lian San Lao Koai.


Xue Xue menoleh kaget kearah Hung Ping Chi dan berkata,


"Suami ku kamu,.. apa yang terjadi..?"


"Kenapa kaget..? tidak usah kaget."


"Aku katakan sebenarnya pada mu, aku sebenarnya tidak apa-apa.."


"Guru ku inilah yang membuat ku seperti itu, dia pula yang menyembuhkan ku.."


"Semua ini adalah sandiwara untuk tujuan ini.."


Xue Xue terlihat sulit percaya, sambil menggelengkan kepalanya, dia berkata,


"Suami ku mengapa kamu lakukan hal yang menyakiti langit mencelakai orang seperti ini..?"


"Apa salahnya Nan Thian Sexiong pada mu, sehingga kamu tega seperti ini..?"


tanya Xue Xue yang terlihat kecewa dan sulit percaya.


"Kesalahan nya banyak, siapa suruh dia adalah putra nya Yue Feng Keparat yang mencelakai kedua orang tua ku..!?"


"Siapa suruh, dia adalah orang yang membuat mu, tubuh dan mulut bersama ku, tapi hati dan pikiran mu hanya untuk nya.."


Xue Xue terlihat sangat terpukul dengan pengakuan Hung Ping Chi.


Airmata nya terlihat bercucuran tanpa henti, dengan suara sedih, penuh penyesalan dan kekecewaan yang bercampur aduk.


Xue Xue menatap Hung Ping Chi dan berkata,


"Katakan padaku,.. apa kamu dari awal mendekati ku hanya ingin menyakitinya..?"

__ADS_1


"Kamu sebenarnya tidak pernah menyukai dan mencintai ku..?'


__ADS_2