
Fei Yang langsung meninggalkan acara prosesi sembahyang, dia mempercayakan urusan di sana pada perdana menteri Li.
Dia yakin perdana menteri Li bisa mengatur semuanya, membantu memberi laporan ke ayah ibunya, mempersiapkan segala sesuatunya, segera mengungsi kekota Xing Ping di ujung barat sana.
Dengan terbang sebentar saja Fei Yang sudah tiba di depan pintu gerbang penjara kota yang di jaga ketat.
Para prajurit penjaga di sana sempat di kagetkan dengan kemunculan Fei Yang yang tiba-tiba.
Tapi begitu melihat yang datang adalah pangeran kebanggaan mereka.
Prajurit penjaga itu segera menjatuhkan diri berlutut menyembah Fei Yang dan berkata,
"Panjang umur Yang Mulia pangeran..!"
"Kalian semua berdiri lah, jangan banyak peradatan.."
"Tolong salah satu di antara kalian antarkan saya menemui tahanan pangeran Agoda.."
Para prajurit penjaga itu segera berdiri, salah satu di antara mereka dengan penuh hormat segera membawa Fei Yang menuju ke dalam.
Dia langsung mengantar Fei Yang menuju kamar tahanan Pangeran Agoda, yang terletak di penjara bawah tanah.
Setelah menuruni tangga panjang, akhirnya mereka tiba di kamar penjara yang di tuju.
Prajurit penjaga di sana, segera membuka pintu kamar tahanan, membiarkan Fei Yang masuk kedalam kamar tahanan, yang tertutup rapat tersebut.
Fei Yang melihat pangeran Agoda duduk termenung lesu bersandarkan tembok, dia tidak terlalu memperdulikan kehadiran dirinya.
Fei Yang menghampiri meja mengambil tempat duduk, menuang secawan air putih meminumnya dengan santai baru berkata,
"Pangeran Agoda,.. aku ada penawaran untuk mu, apakah kamu tertarik mendengarkan nya ?"
Agoda tersenyum sinis dan berkata,
"Apa aku masih punya hak menolaknya, katakan saja cepat,.."
"Tak perlu berputar-putar,.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Begini aku ingin menawari mu dua pilihan.."
"Pertama kamu ikut bertempur bersama ku melawan Song.."
"Kedua kamu tanda tangani surat perjanjian potong 10 kota mu untuk kami, sebagai syarat melepaskan mu kembali. ke Liao Dong."
"Bagaimana kamu tertarik dengan yang mana..?"
tanya Fei Yang santai.
"Ha,..ha,..ha,..!"
Agoda tiba-tiba tertawa keras dan berkata,
"Kamu pikir aku anak umur 3 tahun,? aku tidak tertarik dengan tawaran mu.."
"Mau potong mau sayat terserah, bila aku mengedipkan mata, nama ku bukan Agoda.."
__ADS_1
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
"Sayang sekali, raja Sabutai yang besar memiliki seorang putra yang berpikiran sempit dan pesimis.."
"Terserah padamu, kamu boleh tunggu Li Yuan Zuo kemari, lihat apa yang akan dia lakukan pada mu dan pasukan mu.."
ucap Fei Yang santai, sambil berdiri dari duduknya dan hendak berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Mendengar ucapan Fei Yang Agoda sedikit terpancing, dia pun berkata,
"Tunggu,..!"
Fei Yang pun menghentikan langkahnya, menoleh kearah Agoda.
"Terus terang saja, tawaran mu yang kedua, aku sama sekali tidak tertarik, lebih baik kami semua mati, daripada harus menyerahkan tanah milik leluhur kami..!"
"Kamu ceritakan saja tawaran pertama mu, bila cocok aku akan mempertimbangkan nya.."
ucap Agoda tidak ingin di rendahkan, meski dia kini berstatus tahanan..
Fei Yang tersenyum tenang, dia tidak terpancing, juga tidak merendah untuk memohon bantuan Agoda.
Dia berkata dengan datar,
"Percaya atau tidak terserah pada mu.."
"Tawaran ku adalah bila kamu setuju, aku sendiri akan memimpin pasukan kami merebut kota Lan Zhou yang di rebut oleh Song."
"Sedangkan kamu aku tidak akan mengatur mencampuri cara dan strategi mu menyerang.."
"Aku hanya meminta mu, melakukan serangkaian serangan dadakan, ke kerajaan Song."
"Seberapa banyak yang kamu bisa kuasai, itu adalah hak dan rejeki mu.."
"Aku tidak akan meminta bagian dari mu ."
ucap Fei Yang santai.
Mendengar tawaran Fei Yang, sepasang mata Agoda berkilat girang.
Tapi di mulut dia berkata,
"Beri waktu aku berpikir, nanti aku akan memberimu jawaban.."
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Bukan aku tidak mau memberi mu waktu berpikir, tapi situasi saat ini sangat mendesak.."
"Bila setuju, kamu boleh ikut dengan ku sekarang.."
"Bila ragu, kamu boleh berpikir pelan pelan di sini, tapi aku tiada waktu menunggu mu.."
"Agoda kamu kamu jadi mengingatkan aku kepada Yuan Shao,..di jaman tiga negara ."
ucap Fei Yang sambil melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
Agoda tercenung mendengar sindiran Fei Yang.
__ADS_1
Tentu saja dia pernah mendengar dan membaca buku sejarah tentang siapa Yuan Shao.
Yuan Shao di jaman tiga negara adalah penguasa daerah Utara yang memimpin 600.000 pasukan untuk menyerang Cao Cao yang hanya punya 40.000 pasukan.
Yuan Shao adalah pemimpin yang selalu ragu ragu bertindak, terlambat bertindak, terlalu banyak pertimbangan, sehingga berulang kali melewatkan kesempatan terbaik mengalahkan Cao Cao.
Akhirnya dia di kalahkan Cao Cao dan mati mengenaskan.
Begitu tersadar, Agoda segera bangun mengejar Fei Yang dan berkata,
"Pangeran tunggu..!"
"Baiklah aku dan sisa pasukan ku, siap mendengarkan pengaturan mu.."
ucap Agoda penuh semangat.
Di saat bersamaan Li Dan juga baru hadir di sana.
Fei Yang menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Agoda.
Fei Yang mengacungkan jempol nya kearah Agoda dan berkata,
"Bagus pangeran Agoda, akhirnya kamu memahami satu hal dalam dunia politik dan bernegara.."
"Apa itu ?"
tanya Agoda sedikit penasaran.
"Tidak ada musuh yang benar benar abadi.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum.
Agoda mengangguk dan berkata,
"Kamu benar pangeran,.. yang menguntungkan adalah teman yang merugikan adalah musuh.."
Fei Yang mengangguk, lalu berkata.
"Kalian berdua ikut dengan ku, mari kita bicarakan di dalam sana.."
Fei Yang berjalan paling depan masuk kembali kedalam kamar tahanan Agoda.
Fei Yang menggelar sebuah peta diatas meja di dalam kamar tersebut.
Setelah itu terlihat dia mulai sibuk menunjuk kesana-kemari memberi instruksi dan menjelaskan strategi nya.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga pun keluar dari gedung penjara kota.
Fei Yang Li Dan dan Agoda mengambil jalan yang berbeda.
Li Dan pergi membantu istrinya menyiapkan peledak dan patung jerami.
Agoda pergi membebaskan dan memimpin 200.000 pasukan Liao yang tersisa, langsung berangkat menuju selatan menggunakan jalan kecil dengan tujuan Tai Yuan Da Ming dan langsung ke jantung pertahanan Song Kai Feng.
Sedangkan Fei Yang sendiri dia sudah terbang bersama Kim Tiaw untuk menyelidiki situasi pasukan kerajaan Song yang telah berhasil menduduki kota Lan Zhou, kota paling ujung selatan dari kerajaan Xi Xia.
Tidak perlu waktu lama Fei Yang sudah melihat barisan pasukan Song yang berbaris seperti ular panjang, mengambil jalan besar sedang bergerak meninggalkan Lan Zhou.
__ADS_1
Fei Yang sengaja meminta Kim Tiaw terbang setinggi mungkin, menghindari pergerakannya di ketahui, oleh Li Yuan Zuo yang memiliki kemampuan tidak kalah darinya.