
Fei Yang menatap mereka bertiga dan berkata,
"Adakah di antara kalian, ada yang pernah mendengar tentang permasalahan putri Sheva dan Putri Bian yang pernah berkunjung ke istana..?"
Zhao Heng dan Duan Zhen Ming langsung menggelengkan kepalanya.
Tapi Wei Wen terdiam tidak menjawab.
"Adik Wen,..apa ada yang kamu ketahui,..?"
tanya Fei Yang sambil menatap kearah Wei Wen.
"Setahun yang lalu aku memang pernah mendengar tentang kedua putri itu masuk istana.."
"Tapi setelah nya, aku tidak pernah mendengarnya lagi.."
ucap Wei Wen sesuai dengan yang dia tahu..
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Persyaratan dari mereka adalah mereka akan menahan kalian bertiga.."
"Sebagai gantinya, mereka akan melepaskan seluruh pasukan kita kembali ke Tay Li.."
"Kalian bertiga akan di bebaskan, bila aku berhasil membawa kedua putri itu kembali ."
"Apa tidak ada cara lainnya ?"
tanya Zhao Heng menatap Fei Yang.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Ada,.. tapi aku hanya bisa menyelamatkan kalian bertiga."
"Seluruh pasukan kita akan mati di sini bersama mereka dalam pertempuran mati hidup..'
"Kedepannya mereka mungkin akan melakukan serangan habis habisan menahlukkan Tay Li, terus merangsek masuk menuju wilayah kerajaan Song."
"Hingga mereka tiba di ibukota Kai Feng."
Mendengar ucapan Fei Yang, Duan Zhen Ming terlihat cukup cemas dan khawatir.
Bila sesuai ucapan Fei Yang, yang paling pertama terimbas tentu adalah kerajaan ayahnya.
Zhao Heng menghela nafas panjang dan berkata,
"Kelihatannya memang hanya bisa seperti itu, tolong sampaikan saja ke mereka, kami bertiga siap menerima usulan mereka.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Semoga saja aku bisa secepatnya membawa mereka berdua kemari.."
"Sementara aku pergi menyampaikan kesediaan kalian,."
"Wei Wen kamu tolong bantu aku, buatkan peta lokasi, di mana kira kira, aku bisa menemukan keberadaan kedua putri itu.."
Wei Wen mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Aku akan coba gambarkan buat kakak,.tapi istana belakang itu benar benar sangat luas kak,"
"Jumlah wanita di sana mungkin ada ribuan orang, bila kakak ingin cepat, saran ku sih, kakak harus hubungi Kasim Wei."
"Hanya lewat orang itu kakak bisa dengan mudah temukan kedua putri yang kakak cari.."
"Tapi Kasim Wei sangat licin dan licik, kakak harus berhati-hati dengan nya."
Fei Yang mengangguk dan berkata, "terimakasih atas sarannya, aku akan secepat mungkin kembali membebaskan kalian."
"Aku pergi dulu,.."
ucap Fei Yang yang langsung menghilang dari hadapan mereka bertiga.
Fei Yang muncul di puncak tebing duduk santai di sana, menanti kedatangan Shanti Dewi.
Tapi yang di nanti belum tiba, yang muncul malah tiga tetua pelindung Shinta Dewi.
Mereka bertiga datang dengan pasukan mereka mengepung Fei Yang.
Salah satu di antara mereka bertiga membentak Fei Yang sambil melotot,
"Di mana putri kami !? katakan cepat,..!"
Fei Yang tersenyum santai dan berkata,
"Tak perlu kasar begitu, sebentar juga pulang sendiri, sabar aja.."
"Kau,..!"
teriak orang itu kesal sambil menunjuk wajah Fei Yang dengan telunjuknya.
"Bangsat mampuslah sana..!"
teriak orang itu marah sambil menyerang Fei Yang dengan sepasang cakarnya.
Tubuhnya melayang menerkam kearah Fei Yang.
Tapi yang di terkam menghilang, tahu tahu punggungnya merasa seperti di tindih Gunung.
Dia langsung jatuh tengkurap di atas tanah, tidak sanggup untuk bangun.
Bagaimana pun dia meronta meraung marah seperti seekor harimau, dia tetap saja tidak bisa menjauhkan Fei Yang yang duduk santai di punggungnya.
Melihat hal ini kedua rekannya yang lain langsung bergerak menyerang Fei Yang dari dua arah.
Orang pertama menyerang Fei Yang dengan bayangan seekor beruang merah di belakangnya menyertai gerakan serangannya.
Sambil mengeluarkan suara gerengan beruang.
Orang kedua menyerang Fei Yang dengan bayangan seekor gajah purba di belakangnya, mendukung dia menerjang kearah Fei Yang dengan sepasang tinju, yang mewakili sepasang gading besar bayangan gajah itu, yang terlihat ingin mencungkil Fei Yang.
Fei Yang yang sudah menduga dan membaca tehnik serangan kedua orang itu.
Dengan mudah dia menangkap dan menarik tangan orang kedua untuk di benturkan kearah serangan orang pertama.
Begitu terjadi benturan,. terpental lah orang pertama bagaikan layang layang putus.
__ADS_1
Orang kedua kemudian menyusul terbang kearah orang pertama, setelah tubuhnya juga di lontar oleh tangan Fei Yang.
Kedua orang itu jatuh tumpang tindih menabrak pasukan yang sedang mengepung tempat itu.
Saat kembali berdiri kedua orang itu langsung mencabut senjata mereka masing-masing dan berteriak,
"Pasukan serang,..!!"
Seluruh pasukan mereka langsung bersiap melepaskan serangan anak panah dan lemparan tombak kearah Fei Yang.
"Tiba-tiba terdengar suara teriakan Shinta Dewi,
"Hentikan,...!!"
Seluruh pasukan itu pun menahan serangan mereka.
Terlihat Shanti Dewi berjalan menghampiri tempat itu dengan langkah santai.
Fei Yang pun tersenyum lebar dan bangun dari punggung orang yang di duduki nya dan berkata,
"Kamu sudah datang bagus lah, mereka sudah setuju, menjadi tamu di tempat mu.."
"Sekarang saatnya aku membawa sisa pasukan ku, meninggalkan tempat ini.."
Shanti Dewi mengangguk sambil tersenyum manis dan berkata,
"Baiklah,.. aku menunggu kabar baik dari mu.."
"Tetua beruang api, tolong siapkan tali untuk pasukan di bawah sana ."
"Tetua harimau putih tolong jemput ketiga pimpinan mereka bawa ke markas utama, layani dengan baik.."
"Baik tuan putri,.."
jawab kedua tetua itu kompak tanpa membantah.
Mereka langsung bergerak membawa pasukan mereka untuk pergi menjalankan tugas.
Menjelang sore Fei Yang sudah memimpin pasukan gabungan meninggalkan tempat itu kembali ke kerajaan Tay Li.
Menjelang pagi mereka pun keluar dari dalam hutan selatan dan bergerak menuju kerajaan Tay Li.
Fei Yang langsung menemui raja Tay Li dan menjelaskan situasi yang terjadi.
Mendengar penjelasan Fei Yang, Duan Xiping sangat geram dan mengutuk perbuatan kaisar Song, Zhao Kuang Yi yang sangat tidak terpuji.
Fei Yang sendiri tidak berkata apa-apa, selain berjanji akan segera membantu menyelesaikan semua permasalahan dan tuntutan dari pihak kerajaan Pagan dan Champa.
Setelah berbasa-basi sejenak Fei Yang pun meninggalkan istana kerajaan Tay Li menggunakan Kim Tiaw
Langsung menuju Istana Kerajaan Song yang ada di ibukota Kai Feng.
Sepanjang perjalanan Fei Yang berpikir pantas saja Zhao Kuang Yi tidak bersedia mengirim pasukan menertibkan pemberontakan di daerah selatan.
Rupanya justru kelihatannya, dia yang sengaja memulai mencari gara gara.
Membiarkan pasukan kerajaan Pagan Champa Tay Li dan pasukan keluarga Guo di Xiang Yang berperang mati matian.
__ADS_1
Setelah itu dengan licik Zhao Kuang Yi baru akan tahlukkan mereka semuanya, dan memperluas kekuasaannya, tanpa perlu repot-repot harus berperang ke daerah selatan.