PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
DEWA ER LANG SEN YANG TERDESAK HEBAT


__ADS_3

Er Lang Sen menghilang dari posisinya, menghilang menjadi setitik cahaya keemasan.


Saat muncul lagi dia dengan Tombak cagak tiganya, sudah meluncur deras dari atas kebawah.


"Wusss..!"


Serangan itu seolah-olah ingin membelah tubuh Raja Iblis Asura menjadi dua bagian.


Tebasan dahsyat itu saat di lepaskan, membuat gunung dan langit bergetar hebat.


Tapi Raja Iblis Asura tersenyum tenang, dia hanya mengulurkan tangannya menahan.


Datangnya mata tombak cagak tiga yang meluncur deras kearah nya.


"Cepp..!"


Tombak bermata tiga yang meluncur deras, tertahan oleh telapak tangan Raja iblis Asura, tak bergeming di sana.


Maju tidak bisa mundur juga tidak bisa, mata tombak tertahan dalam telapak tangan Raja iblis Asura.


Raja Iblis Asura tersenyum mengejek dan berkata,


"Pergilah panggil paman mu saja yang kemari.."


Raja Iblis Asura mendorong mata tombak di dalam genggaman tangannya kebelakang.


"Wutttt,..! Dessss..!"


Sambil melepaskan sebuah tendangan ke perut Er Lang Sen.


Tubuh Er Lang Sen terpental jauh menabrak pohon batu apa saja yang ada di belakangnya.


"Btakkk..! Brukkk..! Blaarrr..!"


Tubuh Er Lang Sen baru berhenti bergerak, setelah menabrak dinding tebing gunung.


Tabrakan keras itu membuat dinding tebing melesak kedalam, berbetuk tubuh Er Lang Sen.


Er Lang Sen mengeleng gelengkan kepalanya, yang terasa pusing, dia juga terlihat memukul mukul samping kepalanya.


Agar pandangannya yang terasa nanar sedikit berbayang..bisa kembali normal.


Setelah pandangan nya terasa kembali normal, rasa pusingnya hilang sepenuhnya.


Yang Jian menendang tebing di belakangnya, lagi lagi dia menghilang dari posisinya.


Saat muncul lagi, dia berubah menjadi 12 orang, mengepung Raja Iblis Asura, dengan berbagai posisi serangan di arahkan ke seluruh tubuh Iblis Asura.


Raja Iblis Asura cukup kagum dengan kekebalan tubuh, yang di miliki oleh Dewa Er Lang Sen.


Semua menjadi masuk akal, bila raja iblis Asura tahu, Er Lang Sen sebagai murid guru Bodhi.


Tentu saja dia juga menguasai ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen, sama seperti yang di miliki oleh Sun Wu Kong dan Lu Fan.


Makanya setelah terlempar berulang kali, dia tetap baik baik saja, tidak terlihat terluka sama sekali.


Raja Iblis Asura dengan tenang menggunakan kedua tangannya yang mengeluarkan kabut merah kehitaman.


Menangkis semua serangan yang datang, sepasang tangannya seolah olah berubah menjadi puluhan.


Dengan cepat mematahkan semua serangan dari Er Lang Sen.


"Plakkkk,! Plakkkk,! Plakkkk,!"


Plakkkk,! Plakkkk,! Plakkkk,!"


Plakkkk,! Plakkkk,! Plakkkk,!"

__ADS_1


Plakkkk,! Plakkkk,! Plakkkk,!"


Sambil menangkis, dia kembali melancarkan serangan balik yang cepat dan tepat sasaran.


"Blukkkkk,..! Blukkkk..! Blukkkkk,..!"


Blukkkkk,..! Blukkkk..! Blukkkkk,..!"


"Dessss...!"


"Brakkk...!"


Tubuh Er Lang Sen kembali terlempar seperti layangan putus, menabrak tebing dinding di belakangnya.


Tebing itu bergetar hebat batu batu gunung sebesar perut kerbau berguguran kebawah.


Er Lang Sen terkubur di balik tumpukan batu yang meluruk kebawah.


Sambil mengeluarkan teriakan keras menggetarkan sekitarnya.


"Arggghhh,..!


Er Lang Sen meledakkan batu batu yang mengubur dirinya.


"Blaarrrr..!"


Er Lang Sen terlihat melesat terbang keluar dari balik debu dan pasir yang berhamburan.


Sambil melayang di udara, dia membaca mantra, hingga mulutnya berkomat kamit.


Mata di keningnya tiba tiba terbuka, mengeluarkan laser merah menerjang kearah Raja Iblis Asura.


"Sreeet..!"


"Cesss..!"


"Cesss..!"


"Cesss..!"


Apapun yang di lewati oleh cahaya itu akan meledak dan terbelah.


Raja Iblis Asura, terbang kesana kemari menghindar sambil mengamati daya kekuatan serangan laser merah tersebut.


Sesaat kemudian sambil tersenyum dia mengeluarkan golok cahaya merah di tangan.


Lalu dia mencoba menangkis mengalihkan serangan itu menjauh dari nya


Setelah beberapa kali tangkisan berhasil mengalihkan serangan laser Er Lang Sen.


Raja Iblis Asura, menggunakan goloknya ditebaskan dari atas kebawah.


Sebuah cahaya merah melesat membelah tembakan laser merah dari mata di dahi Er Lang Sen.


Cahaya merah itu setelah membelah laser merah Er Lang Sen, dia terus mengejar kearah Er Lang Sen.


Melihat hal ini, Er Lang Sen pun menggunakan Tombak cagak tiga nya di putar bagai kitiran menangkis serangan yang datang.


"Blaarrrr...!"


Terdengar ledakan dahsyat, tubuh Er Lang Sen kembali terpental menabrak bekas reruntuhan tebing.


Kali ini bukan batu tebing lagi yang berguguran, tabrakan yang menimbulkan ledakan hebat itu.


Sekali ini membuat tebing itu ambruk kebawah menimbulkan gempa dahsyat di lembah tersebut.


Batu pasir tanah debu, berhamburan ke udara, menutupi jarak pandang mata yang melihatnya.

__ADS_1


Tapi Raja Iblis Asura bukan orang biasa, dia bisa melihat dengan jelas posisi Er Lang Sen yang sedang terkubur di bawah.


Er Lang Sen terlihat berada dalam keadaan tertelungkup di atas tanah, tidak bergerak.


Terkubur di bawah lapisan batu batu besar yang berlapis lapis.


"Hanya segitu saja kemampuan mu, berani kemari seorang diri, dasar idiot.."


"Sampai matipun kamu tidak sadar telah di korbankan oleh paman mu yang keji dan licik itu.."


"Mengapa bukan dia saja yang datang, agar cepat beres.."


ucap Raja' Iblis Asura sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu berani mengirim orang datang mengusik ku.."


"Kamu lihat saja, bagaimana aku memporak porandakan istana mu.."


ucap Raja Iblis Asura hendak melesat keatas.


Tapi gerakannya terhenti,.saat dia melihat tubuh Er Lang Sen sudah menghilang dari reruntuhan batu tebing.


Dia tiba tiba merasa ada yang sedang menusuknya dari arah belakang..


Tanpa menoleh Raja Iblis Asura, memutar golok merahnya, melakukan tangkisan kebelakang.


"Tranggg...!" Tranggg...!"


Tranggg...!" Tranggg...!"


Tranggg...!" Tranggg...!"


Tangkisan beruntun di lepaskan untuk menangkis serangan mata tombak yang bertubi tubi datangnya.


Begitu serangan tersebut , berhasil ditangkis, saat Raja Iblis Asura hendak memberikan serangan balasan.


Er Lang Sen sudah berubah menjadi kabut putih.


Tebasan Raja Iblis Asura tidak berhasil menyentuhnya.


Kabut putih berpindah posisi, lalu kembali berubah menjadi Er Lang Sen,


Di mana dewa Er Lang Sen kembali menyerang dengan tusukan tombak secara bertubi-tubi .


Kemanapun golok merah menebas, dia hanya mengenai kabut transparan.


Raja Iblis Asura tersenyum sinis dan berkata,


"Kamu pikir permainan.anak kecil ini akan menyulitkan ku.."


"Jangan mimpi.."


Raja iblis Asura memutar mutar goloknya, memunculkan pusaran angin yang menghisap apapun disana.


Termasuk kabut putih, yang merupakan penyamaran Er Lang Sen, ikut tersedot masuk kedalam pusaran.


Terombang ambing di dalam pusaran, yang terus menyeretnya masuk ketengah arus pusaran..


Perlahan lahan pusaran itu mengeluarkan cahaya merah, mulai membakar semua yang berada di dalam pusaran tersebut.


Perlahan-lahan Er Lang Sen mulai muncul sebagai wujud aslinya.


Dia berusaha meronta untuk bisa lepas dari pusaran tersebut.


Tapi seluruh tubuhnya seolah olah terkunci oleh arus pusaran tersebut.


Selagi Er Lang Sen sedang berusaha berjuang melepaskan diri dari kurungan hawa panas yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Dari atas langit meluncur turun seorang pemuda, yang seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan.


__ADS_2