
Melihat Li Sun semakin nekad tidak ada cara lain, Nan Thian membalas memberikan Tebasan tanpa wujud nya.
Li Sun yang tidak melihat ada kekuatan apapun yang datang menerjangnya.
Tapi dia bisa merasakan adanya energi maha dahsyat sedang meluncur kearahnya.
Dia buru buru bersiap siap meningkatkan kekuatannya hingga maximal, untuk meningkatkan daya tekan serangan nya.
"Booommm...!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara yang sekali lagi menimbulkan cincin bias yang jauh lebih kuat menyebar kesegala arah.
Lautan di bawah sana pun ikut meledak, gelombang laut pun membumbung keangkasa, mencapai ketinggian 30 Depa.
Lautan terlihat mengamuk hebat di bawah sana seperti sedang di aduk aduk oleh benturan benturan yang terus terjadi.
Awan gelap pun memenuhi angkasa, petir sambar menyambar di udara.
Angin yang berhembus semakin lama semakin kencang dan deras.
Lama lama mulai berputar putar membentuk pusaran kecil kecil mengepung tempat tersebut.
Melihat perubahan alam yang sepertinya ikut marah akan pertarungan Nan Thian dan Li Sun yang menggetarkan langit dan bumi.
Kim Kim buru buru terbang semakin menjauh.
Zi Zi terpaksa mengikuti Kim Kim.
Dia terlihat semakin cemas menatap kearah pertarungan Nan Thian dan Li Sun.
"Booommm...!!"
Terjadi ledakan 2 kali lipat lebih dahsyat ketimbang sebelumnya.
Saat golok api dan pedang es bertemu langsung dengan pedang Mestika Panca warna.
Li Sun dan Nan Thian sama sama tertahan di udara.
Li Sun memaksa terus mendorong pedang es dan golok api nya menekan Nan Thian.
Sedangkan Nan Thian berusaha menahan tekanan Li Sun dengan pedang panca warna nya.
"Sun Er sadarlah hentikan semua ini.."
bujuk Nan Thian sekali lagi, berusaha membujuk Li Sun agar mau menghentikan pertarungan mereka.
"Mengapa tidak kau saja yang menjauh dari kehidupan kami..!?"
bentak Li Sun kembali, sambil meningkatkan kekuatan daya dorongnya.
Nan Thian menghela nafas panjang, lalu dia menghentakkan tenaga gabungan energi pancawarna, energi Inti api dan Inti es surgawi.
"Bannggg...!"
__ADS_1
Tubuh Li Sun terpental mundur, oleh tenaga raksasa Nan Thian yang merupakan gabungan 3 energi dahsyat.
Saat Li Sun terpental, Nan Thian bisa saja memberinya tebasan pedang susulan menghabisinya.
Tapi hal itu tidak Nan Thian lakukan, Nan Thian tidak tega melakukan nya.
Di dalam salah paham ini ada kerumitan yang sulit di jelaskan, harus di selesaikan dengan hati hati.
Dia harus bisa menahlukkan Li Sun, bukan membunuhnya.
Li Sun yang kembali terpental ke angkasa, dia langsung bersiap melepaskan jurus ke 9 nya.
"Semua Buddha Kembali Ke Asal.."
Dari berbagai penjuru muncul bayangan Buddha kecil kecil yang jumlahnya mencapai jutaan.
Semuanya melesat bergabung kedalam bayangan Buddha raksasa di belakang Li Sun
Setelah semuanya menyatu, Buddha raksasa mendorongkan sepasang telapak tangannya kearah Nan Thian.
Jutaan Buddha kini melesat semuanya meluncur kearah Nan Thian bagaikan kawanan lebah.
Nan Thian memutar pedangnya membentuk lingkaran lingkaran besar hingga kecil yang memancarkan cahaya Panca warna.
Untuk menghisap semua bayangan Buddha yang datang, masuk kedalam pusaran pedang nya.
Lalu dengan energi Inti api dan inti es surgawi, Nan Thian memusnahkan semua bayangan budda yang tersedot kedalam kekuatan pusaranya.
Setelah berhasil memusnahkan semua bayangan Buddha yang menyerang nya.
Li Sun yang sedang meluncur datang dengan pedang es dan golok api di tangan.
Sekali lagi dia di buat terpental ke udara, pedang es dan golok api, yang di gunakan untuk menahan serangan tersebut, sekali ini di buat terpental hingga terlepas dari pegangan tangannya.
Tubuh Li Sun kembali terdorong mundur keangkasa, sambil melayang mundur di udara.
Li Sun mulai membentuk mudra dengan tangan nya dalam berbagai posisi, sambil memainkan satu persatu jurus pertama hingga jurus ke 9.
Senjata Golok api dan pedang es yang terlepas dari pegangan tangannya, terjatuh kedalam laut.
Kini melesat kembali kearah Li Sun, bergabung kembali dengan senjata lain.
Sembilan senjata Buddha terlihat berputaran di udara, tepat diatas kepala Li Sun.
Ke 9 senjata itu menyatu membentuk sebuah pedang gabungan.
Pedang gabungan senjata Buddha itu kini berada dalam pegangan tangan Li Sun.
Bayangan Buddha raksasa kembali muncul di belakang Li Sun.
Bayangan arahat kecil terlihat mengelilingi dan menghadap kearah bayangan Buddha raksasa.
Satu persatu melesat bergabung dengan bayangan Buddha raksasa, menyatu di sana.
__ADS_1
Saat Li Sun bergerak dengan pedang gabungan senjata Buddha meluncur kearah Nan Thian.
Bayangan Buddha raksasa pun meluncur membayanginya, dengan sepuluh tangan menggenggam 10 senjata Buddha, termasuk senjata gabungan.
Setelah dekat Li Sun langsung menggerakkan pedang gabungan senjata Buddha nya.
Memberikan satu Tebasan dari atas kebawah dengan segenap kekuatan nya.
Bayangan Buddha juga ikut menyerang Nan Thian dengan 10 senjata di tangan nya.
Nan Thian sendiri setelah menghela nafas panjang, dia melepaskan jurus kedua nya.
"Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.."
Seberkas sinar panca warna membelah apapun yang di lewatinya.
Langsung melesat menyambut semua serangan yang datang kearahnya.
Di tengah jalan cahaya panca warna membelah diri menjadi 12 cahaya.
Cahaya utama menyambut Li Sun, sedangkan 10 cahaya lainnya menyambut serangan 10 senjata Buddha, sisa satu cahaya terakhir melesat deras kearah kening bayangan Buddha raksasa.
Satu persatu bayangan senjata Buddha di hancurkan, termasuk Buddha raksasa juga ikut di hancurkan oleh cahaya panca warna.
Terakhir tersisa Li Sun pun ikut di hancurkan oleh cahaya Panca warna.
Pedang gabungan 9 senjata Buddha buyar, kembali ke bentuk semula.
Masing masing melayang berputaran di udara, kemudian langsung melayang masuk menyatu kedalam tubuh Li Sun.
Li Sun sekali lagi terpental ke belakang bagaikan layang layang putus.
Tapi energi pedang panca warna tidak berhenti mengejarnya.
Sementara itu Nan Thian sendiri terlihat sedang berusaha mati matian membelokkan arah serangan nya.
Li Sun memilki perasaan fana, yang belum hilang, masih melekat menguasai hati dan pikirannya.
Energi pedang pancawarna tidak akan berhenti mengejarnya sebelum menemui sasaran.
Inilah keunikan jurus kedua ini, bahkan dewa dan iblis sekalipun tidak akan bisa lolos dari serangan ini, bila dia masih terikat perasaan keduniawian.
Melihat serangan energi pedang pancawarna terus mengejarnya, Li Sun terpaksa mengerahkan kekuatan 9 senjata Buddha, untuk melindungi dirinya.
"Booommm...!!!"
Dua kekuatan dahsyat kembali bertemu di udara.
Ledakan bias cincin energi sekali lagi kembali menyebar kesegala penjuru.
Laut terbuka, langit merekah, sambaran petir dahsyat menyambar nyambar di angkasa.
Angin tornado raksasa muncul dari 8 arah mengepung seluruh tempat itu.
__ADS_1
Kim Kim yang di tunggangi oleh Zi Zi pun ikut terseret kedalam salah satu arus pusaran angin tornado.
Kim Kim berjuang mati matian berusaha keluar dari arus pusaran angin tersebut.