
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mereka semua adalah mahluk kahyangan yang di berikan oleh kaisar langit untuk melengkapi tempat ini.."
Mereka hanya cocok dengan Chi murni di tempat ini, di dunia luar mereka sulit menyesuaikan nya.
Di khawatirkan mereka kesulitan bernafas, menungganginya, akan menjadi sangat beresiko.
Lagipula mereka semua belum di jinakkan, mahluk kahyangan bila kita tidak memilki kemampuan di atas mereka, mereka juga tidak akan bersedia nurut dengan kita.
Nan Thian mengangguk pelan, dia terlihat larut dalam pikiran nya sendiri.
Fei Yang menepuk pundak Nan Thian dan berkata,
"Ilmu keluarga bibi mu, aku tidak bisa bocorkan.."
"Tapi kamu tenang saja, ilmu paman mu sendiri, juga sudah cukup banyak, aku akan ajarkan semua pada mu.."
"Seperti cara menghimpun dan mengendalikan tenaga es dan api semesta, ilmu Qian Kun Im Yang Sen Kung dan 32 langkah ajaib, ilmu membuat perisai kuno, Ilmu terbang di udara tanpa bayangan, ilmu tapak dan pedang Naga es Phoenix api, serta yang terakhir ilmu pedang tanpa nama."
"Semua Itu adalah ilmu yang tidak mudah di pelajari.."
ucap Fei Yang serius.
Nan Thian tidak banyak bertanya, dia hanya mengangguk pelan.
Fei Yang mengambil nafas sejenak, sebelum melanjutkan,
"Contoh mudah nya saja, tarian pedang Naga es dan Phoenix Api, ibu mu sendiri hanya menguasai 3 jurus saja, padahal aslinya ada 10 jurus.."
"Rajin rajin lah berlatih, semua itu pasti akan membawa manfaat untuk mu "
"Di tempat ini lain tidak ada tapi waktu lah yang banyak, beberapa tahun kamu berlatih matangkan semua ilmu mu di sini.."
"Aku yakin, suatu hari bila waktunya tiba, kamu pasti akan bisa keluar dengan kemampuan mu sendiri dari tempat ini "
ucap Fei Yang sambil tersenyum lembut.
Nan Thian mengangguk dan berkata,
" Aku berjanji akan melatih semuanya dengan baik."
Fei Yang mengangguk sambil tersenyum lembut, lalu Fei Yang dari dalam cincinnya, mengeluarkan 4 buah kitab kuno, dan memberikannya ke Nan Thian.
Dia berkata,
"Thian Er, di sini ada empat kitab, kamu kuasai dan pelajari dulu sendiri.."
__ADS_1
"Nanti bila kamu ada yang kurang mengerti, paman baru akan berikan petunjuk.."
Nan Thian menerimanya dengan hati hati dan berkata terima kasih paman.
Fei Yang tersenyum lembut dan berkata,
"Bukan masalah, kamu pelajari saja dulu, paman mau kebelakang menyiapkan makan siang dulu.."
Setelah Fei Yang berlalu, Nan Thian mulai mencoba melihat kitab pertama di tangannya.
"Im Yang Sen Kung Hu Ti..."
gumam Nan Thian pelan.
Lalu dia mulai duduk bersila, mengikuti isi kitab di hadapannya.
Pada bab bab awal semua berjalan mudah, karena dasarnya Nan Thian pernah menghafal dan mempelajarinya dari ibunya.
Tapi saat memasuki bagian tengah, Nan Thian mulai menemukan banyak kekurangan dan ketidak lengkapnya.
Cara menghimpun dan melatih Qian Kun I'm Yang Sen Kung ajaran ibunya.
Di mana banyak nadi yang di lompat, mengambil jalan memutar.
Sedangkan pada dirinya, karena 361 titik Meridian di dalam tubuhnya sudah di buka semua oleh Kim Kim.
Nan Thian mulai merasakan adanya hawa panas dari bumi dan hawa dingin dari langit, yang terus menerus mengalir deras memasuki tubuhnya tanpa batas.
Dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung, semua energi itu, berhasil di serap dan di kendalikan di dalam tubuhnya Nan Thian dengan baik.
Ledakan kekuatan terus bertambah di dalam tubuh Nan Thian.
Nan Thian sangat gembira dan semakin bersemangat untuk berlatih.
Dia terus berlatih hingga lupa waktu, kekuatannya dalam waktu singkat sudah naik beberapa kali lipat.
Nan Thian berpikir dalam hati, alangkah dangkalnya penguasaan dan pengetahuannya.
Pantas saja, dia selalu harus andalkan Kim Kim, di setiap pertarungan, saat berhadapan dengan lawan berat.
Padahal dengan menguasai salah satu ilmu pengendalian ini, yang baru saja berjalan setengah nya.
Nan Thian yakin bila kini bertemu kembali dengan Qi Lian Lao Koai, kakek rambut hijau dan rambut putih.
Dia tidak perlu khawatir lagi, dia yakin dia masih mampu mengimbangi mereka.
Nan Thian yang terlalu tekun berlatih sampai melupakan perutnya yang belum di isi dari pagi.
__ADS_1
Demi praktis, dia hanya menyentil kan hawa sakti di jari tangannya, untuk memetik buah persik yang tumbuh di atasnya.
Setelah itu sambil membaca kitab dari Fei Yang, Nan Thian makan buah persik dengan santai.
Buah itu sangat berkhasiat membantu meningkatkan kekuatan Nan Thian.
Hawa Chi yang di hasilkan oleh buah itu sangat murni dan mudah di olah.
Buah itu mengandung unsur Yang yang kuat, untuk penyeimbang nya, Nan Thian minum air telaga yang dia tampung di kantung air minumnya.
Sedangkan matanya dan pikirannya terus fokus pada tulisan tulisan kecil di dalam kitab yang di pegang di tangan nya.
Fei Yang yang melihat keadaan Nan Thian dari kejauhan sana.
Dia tersenyum puas.
Fei Yang menemukan Nan Thian memilki semangat kecerdasan dan bakat yang sangat mirip dengan dirinya dulu.
Setelah mengurus makan minum Xue Lian, Fei Yang diam diam mengantarkan makanan buat Nan Thian.
Semua dia letakkan tidak jauh dari Nan Thian, Fei Yang tidak mau memanggil dan menganggu konsentrasi Nan Thian, yang sedang asyik berlatih.
Hari hari terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa Nan Thian sudah menghabiskan waktu satu bulan berlatih.
Kini kitab Im Yang Sen Kung dan kitab penghimpun tenaga api dan es semesta, milik Yi Han dan Wu TI Sin Tong.
Semua sudah rampung Nan Thian pelajari.
Kini Nan Thian mulai memperdalam ilmu Tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api.
Jurus demi jurus, dia dalami dan pelajari.
Fei Yang juga diam diam mengawasinya, bila ada yang kurang ataupun salah, Fei Yang akan menunjukkan letak kesalahannya, lalu membantu memperbaiki nya.
Begitupula dengan ilmu bawaan Nan Thian 8 Tapak Naga Langit, Fei Yang yang menguasai ilmu tehnik dasar pengetahuan ilmu silat.
Dia dengan mudah bisa melihat di mana titik lemah ilmu tersebut, Fei Yang membantu Nan Thian menyempurnakan nya.
Dia juga membantu memberi petunjuk, agar Nan Thian bisa melepaskan Naga es dan Naga Api yang di gabung, dalam jurus 8 tapak Naga langit.
Dalam satu bulan tapi Nan Thian sudah bertransformasi seperti seorang yang terlahir kembali dan berganti tulang.
Dia berhasil menyempurnakan berbagai kekurangan nya, dalam latihan selama ini.
Terkadang Nan Thian juga terlibat adu tanding dengan Fei Yang, meski Fei Yang belum pulih.
Tapi Nan Thian tetap belum mampu menandingi paman nya.
__ADS_1