PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEPUTUSAN IBU SURI


__ADS_3

Li Yung buru buru bangun berlutut di hadapan Fei Yang dan berkata,


"Aku tidak tahu kemana ayah, kami mengambil jalan yang berbeda.."


"Adik Yang demi hubungan baik masa kecil kita, kakak mohon pada mu ampunilah kakak.."


"kakak tahu, kakak telah bersalah pada mu, kamu adalah orang besar dan berjiwa besar,.kamu pasti tidak akan berhitung hitungan dengan orang kecil seperti kakak mu ini.."


Fei Yang menghela nafas panjang, lalu berkata,


"Masalah ini akan di putuskan oleh nenek, untuk sementara kakak bersabarlah menunggu keputusan di penjara."


"pengawal,..! tangkap dan tahan dia kirim ke penjara,! perlakukan dia dengan baik,! sambil menunggu putusan..!"


Mendengar keputusan Fei Yang, Li Yung menyembah nyembah kearah Fei Yang dan berkata,


"Terimakasih,.. terimakasih,..terimakasih,.. adik Yang, Budi besar mu hari ini, selamanya kakak tidak akan pernah lupa.."


Li Yung kemudian diseret pergi dari sana, untuk di jebloskan kedalam penjara.


"Tiaw Siung antarkan aku pergi melihat di mana posisi terakhir Li Yuan Hao.."


ucap Fei Yang sambil membelai leher burung kesayangannya.


Kim Tiaw mengepakkan sayapnya, lalu terbang keangkasa membawa Fei Yang pergi lihat di mana posisi terakhir Li Yuan Hao.


Kim Tiaw mendarat diatas sebuah batu besar di dekat Li Yuan Hao terjatuh kedalam lubang celah sempit.


Dia tidak bisa menunjukkan hingga ketempat itu, karena tubuhnya tidak muat untuk turun ketempat itu.


Fei Yang sendiri yang melayang ringan kebawah sana, Fei Yang melakukan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan lubang sempit itu.


"Apa disini lokasi jatuhnya,..!?"


tanya Fei Yang ke Kim Tiaw,.sambil menunjuk lubang di hadapannya.


Kim Tiaw mengangguk cepat,.Fei Yang mencoba masuk kedalam lubang tersebut, dengan menggunakan tehnik meringankan tubuh mengendarai awan, Fei Yang coba turun ke bawah untuk melakukan pengecekan.


Seluruh tempat di bawah lubang itu, sangatlah gelap, Fei Yang terus melayang ringan turun kebawah.


Fei Yang harus menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya baru berhasil tiba di dasar jurang.


Fei Yang terus melakukan pencarian jasad Li Yuan Hao di bawah sana.


Tapi yang tidak berhasil menemukan apapun selain sebuah aliran sungai bawah tanah yang berarus deras dan terus menembus ke bawah tanah.


Fei Yang hanya bisa terbang kembali naik keatas lubang, untuk sementara dia hanya bisa anggap Li Yuan Hao jatuh kedalam sungai berarus deras di bawah jurang dan terseret arus sungai bawah tanah, mati hidup belum ada kejelasan..

__ADS_1


Fei Yang kembali ke punggung Kim Tiaw, yang membawanya kembali ke Istana.


Saat Fei Yang memasuki ruang sidang istana, di sana sudah terlihat hadir Raja Li Yuan Ming Ratu Sabrina, Ibu Suri Halima, Perdana menteri Li Cing, Panglima Li Dan.


Serta deretan menteri sipil yang berbaris rapi di sisi kanan dan deretan jendral dan pejabat militer berderet di sebelah kiri.


Dengan santai berjalan melewati deretan menteri sipil dan pejabat militer.


Saat tiba di hadapan Li Yuan Ming Fei Yang baru memberi hormat dan berkata,


"Lapor ayah, paman Li Yuan Hao tidak berhasil di tangkap, beliau terjatuh kedalam jurang sempit."


"Ananda sudah melakukan pemeriksaan ke bawah."


"Kemungkinan paman Li Yuan Hao terjatuh kedalam sungai bawah tanah, terseret arus menghilang tidak di ketahui keberadaannya.."


"Saat ini kita hanya berhasil menangkap kakak Li Yung, yang kini sudah ada dipenjara, menunggu keputusan sidang."


ucap Fei Yang memberi penjelasan,


Lalu dia kembali memberi hormat kemudian mundur, bergabung di sebelah Li Dan.


Melihat Fei Yang berdiri di sebelahnya, Li Dan pun berkata,


"Adik Yang.. menurut mu keputusan apa yang akan di ambil buat ayah dan anak itu..?"


"Aku kurang tahu, yang jelas keputusan ini akan di putuskan oleh nenek.."


Mendengar jawaban Fei Yang, Li Dan hanya bisa menghela nafas kecewa.


Ayahnya meski setia dan akrab dengan raja Li Yuan Ming, ayahnya tetap lahir dari seorang dayang istana.


Dengan kata lain ayahnya adalah anak hasil selingkuhan raja terdahulu dengan selingkuhannya.


Dari awal pun Ibu Suri Halima sudah menyimpan rasa tidak suka terhadap nenek kandung dan ayah kandungnya.


Kini timbul masalah seperti ini, dari putra kandung dan cucu kandungnya.


Keputusan apa yang akan di ambil Li Dan sudah tidak berharap banyak, hatinya sudah tawar separuh.


Bila ayahnya dan ke 30 pengawal setianya tidak mendapatkan keadilan, Li Dan di dalam hati sudah mengambil keputusan akan meletakkan jabatannya.


Pensiun muda dan membawa istrinya meninggalkan Xi Xia, mencari tempat yang tenang dan sepi di daerah Utara sana, memulai penghidupan baru dengan bebas dan lepas.


Ibu Suri Halima berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan maju kedepan dan berkata,


"Atas persetujuan cucu ku yang berjasa menangkap Li Yuan Hao dan Li Yung.

__ADS_1


Dan persetujuan putra ku raja Li Yuan Ming yang berwenang.."


"Maka hari ini aku yang maju memberikan putusan, karena ini masih menyangkut masalah internal keluarga kerajaan.."


",Berdasarkan pertimbangan Li Yuan Hao telah tiada, Li Yung adalah putra pertamanya."


"Maka dengan ini aku memutuskan, akan memberikan Li Yung kesempatan bertobat, dengan menjalani hukuman penjara selama setahun."


Begitu keputusan Ibu Suri di keluarkan, para pejabat sipil langsung mengangguk anggukkan kepala mereka tanda setuju.


Sedangkan para pejabat militer langsung terlihat berkasak kusuk sendiri.


Mereka terlihat kurang setuju dan kurang puas dengan putusan Ibu Suri.


Li Dan sendiri menengadahkan wajahnya menatap langit langit sambil tersenyum kesal.


Melihat para pejabat militer banyak yang berkasak kusuk kurang puas, Ibu Suri menoleh kearah Li Dan dan berkata,


"Dan er cucu ku, sebagai panglima tertinggi kerajaan, apa kamu punya pendapat ? atau keberatan atas putusan hukuman ini..?"


Li Dan menghela nafas berulang kali mengusir rasa kecewanya, setelah itu dia baru maju kehadapan Ibu Suri dan berkata,


"Li Dan tidak punya pendapat Yang Mulia Ibu Suri Halima."


"sebagai pejabat militer dan abdi negara yang setia kepada raja.."


"Apapun keputusan yang di putuskan, Li Dan tidak punya hak mengkritik ataupun bertanya.."


"Li Dan hanya bisa menerima dan menjalankannya."


ucap Li Dan sambil menyapukan tatapan matanya kearah para pejabat militer.


Semua pejabat militer langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata serentak,


"Kami semua setuju dengan pendapat panglima.."


Ratu Sabrina yang berdiri di sebelah Raja Li Yuan Ming, meski tidak berkata apa-apa,.tapi dia menatap kearah Ibu Suri dengan tatapan kurang setuju.


Sebaliknya dia menatap kearah Li Dan dengan tatapan mata penuh kagum dan bangga.


Ibu Suri kembali melanjutkan berkata,


"Karena semua sudah setuju, maka begitulah keputusannya.."


Setelah itu dia pun hendak mundur kembali ketempat duduknya.


"Ibu tunggu,..!!"

__ADS_1


teriak ratu Sabrina tiba-tiba.


__ADS_2