
Teringat hal itu, wajahnya semakin merah hingga menjalar keleher dan telinga nya yang putih halus seperti salju.
"Aihh...!!"
teriak Fei Yang kaget, karena hampir saja dia terkena serangan gadis itu.
Setelah mendengar teriakkan Fei Yang, gadis itu bukannya menghentikan serangannya.
Dia malah semakin menjadi jadi menambah serangan nya mengepung Fei Yang.
Energi pedang bercahaya lembayung mengelilingi kemana pun Fei Yang bergerak.
Fei Yang tidak berani banyak bicara lagi, dia merasakan sekali energi kekuatan gadis itu sangat kuat.
Dengan langkah ajaib yang di ajarkan oleh Li Sian Sian, Fei Yang bergerak kesana kemari di padu dengan ilmu meringankan tubuh meniti diatas daun.
Meski terlihat pontang panting , tapi sejauh ini, dia masih selalu berhasil menghindari serangan yang terus mengejarnya tanpa henti.
Bila kepepet Fei Yang akan membuat mantra lingkaran kuno untuk menangkis nya.
Pertempuran mereka dari arah kolam air terjun kecil berair jernih nan indah, beralih ke Lapangan rumput hijau pendek.
Yang terlihat seperti beludru tebal nan lembut
Melihat Fei Yang selalu berhasil menahan serangan nya, gadis itu semakin kesal.
Tiba tiba tubuh nya melesat menjadi bayangan cahaya, yang sangat cepat mengelilingi Fei Yang.
Dia juga membelah diri menjadi tujuh bayangan.
Di saat Fei Yang sedang bingung, sebuah totokan jari halus masuk menekan tengkuk Fei Yang
Gerakan itu datang begitu cepat dan tiba-tiba, tanpa menimbulkan pergesekan udara, sehingga Fei Yang sebelum sempat bereaksi, dia sudah terkena totokan yang di lepaskan oleh gadis baju putih itu.
Sebelum tenaga sakti didalam tubuh Fei Yang sempat bereaksi, Fei Yang sudah jatuh roboh tak bergerak.
Pusat syarafnya sudah terkunci oleh jari maut gadis baju putih itu.
"Ahh..!"
jerit Fei Yang kaget, sebelum tubuhnya terdiam tidak bisa di gerakkan.
Gadis itu kini berdiri di hadapan Fei Yang dan berkata dengan suara dingin.
"Katakan siapa nama mu,..? apa yang kamu lakukan di bawah sana tadi..?"
Fei Yang merasa telinganya di masuki suara yang sangat dingin, hingga otaknya pun terasa dingin dan membeku.
Dengan suara gemetar Fei Yang berkata,
"Nona.. aku tidak bermaksud tidak sopan,.. aku.. hanya kebetulan... muncul di bawah sana.."
"Nama ku Fei Yang,.. aku murid Xu San.. yang sedang melarikan diri, dari kejaran dua orang iblis Hei Mo San."
ucap Fei Yang berusaha memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Murid Xu San...? apa guru mu tidak memberitahu pada mu, hutan bambu adalah wilayah terlarang ?"
"Hu..hutan bambu..larangan..!"
ucap Fei Yang dengan sepasang mata terbelalak, dia tidak menyangka.
Dirinya bisa nyasar sampai ketempat ini, selama ini dia selalu penasaran dengan wilayah ini.
Kini tanpa di duga duga, dia dalam pelarian hidup mati, malah tanpa sengaja terdampar di tempat ini..
"Jadi No..nona adalah pemilik tempat ini ? si.. siapa nona sebenarnya.."
"Kalau itu kamu tidak perlu tahu, itu bukan urusan mu.."
ucap gadis baju putih itu dingin.
"Lebih baik kamu mengkhawatirkan nasib mu,. setelah pelanggaran yang kamu lakukan di tempat ku.."
Fei Yang terdiam menelan ludahnya sendiri,
"mampus aku.'
batin Fei Yang.
Baru saja berhasil meloloskan diri, kini kembali terjatuh kedalam tangan gadis dingin ini, nasibku benar benar sial.
Kini aku hanya bisa menunggu apa yang akan di lakukan gadis dingin ini pada ku.
pikir Fei Yang dalam hati, sambil terus menatap gadis dingin, yang ada di hadapannya.
Dia tentu adalah gadis paling cantik yang pernah dia temui selama ini.
Meski Ye Hong Yi dan Pai Lan Yi juga termasuk gadis gadis yang sangat cantik.
Tapi bila di bandingkan dengan gadis ini, mereka berdua masih bukan tandingan gadis ini.
Gadis itu seperti menyadari tatapan mata Fei Yang.
Wajahnya kembali merah dan dia kembali berkata dengan suara dingin nya yang khas,
"Apa yang kamu lihat, percaya tidak aku akan mencongkel keluar kedua biji mata mu, buat di makan semut..'
Mendengar ucapan tersebut, Fei Yang buru buru memejamkan sepasang matanya., dan berkata dengan gugup.
"Tidak ada,.. aku tidak melihat apa-apa.."
Melihat reaksi Fei Yang, gadis itu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.
Saat dia tersenyum, benar saja dugaan Fei Yang, gadis itu bila tersenyum sangatlah cantik.
Bahkan cahaya mentari pagi sekalipun kalah bersinar di bandingkan cahaya kecantikan gadis itu saat tersenyum.
Tapi senyum itu sangat singkat, kini sudah dia tarik kembali kewajah nya yang kaku dan dingin.
__ADS_1
"Ku beritahukan pada mu, orang yang berani melangkahkan kakinya masuk ketempat ini.. hukuman nya adalah potong sepasang kaki.."
ucap gadis itu datar tanpa perasaan.
Fei Yang kembali membuka matanya, dia menatap gadis itu dengan wajah pucat.
Bila sepasang kakinya dipotong, kelak sehebat apa pun ilmunya, dia tetaplah akan menjadi seorang cacat.
Tanpa memperdulikan reaksi Fei Yang gadis itu kembali berkata,
"Karena kamu datang sudah langsung melihat ku mandi ."
"Maka aku akan menambahinya dengan mencongkel sepasang mata, dan memotong lidah mu."
"Agar kamu tidak bisa bercerita kesiapapun aib itu."
ucap gadis itu dingin..
"Byuur ...!!"
terdengar bunyi air dari dalam kolam, sesaat kemudian terlihat dua sosok yang melompat keluar dari dalam air, lalu kedua orang itu dengan ringan terbang mengambang di atas air, seperti sehelai daun.
"Serahkan bocah itu pada ku, kamu boleh kembali ketempat pertapaan mu.."
"Di sini bukan urusan mu.."
ucap Ming Wang tidak kalah dingin.
Terlihat seluruh tubuh nya memancarkan nafsu membunuh yang sangat pekat.
Gadis itu membalikkan badannya menghadap kearah Ming Wang dan Xu Da.
Sambil menunjuk dengan jari telunjuknya yang runcing dan halus, seputih salju dia lalu berkata,
"Siapa kalian berdua ? berani mati datang mengacau di sini.?"
Ming Wang tertawa keras, kemudian berkata,
"Bocah betina bau popok, ku katakan sekali lagi.."
"Jangan ikut campur menyingkirlah dari sini.."
Kini Fei Yang semakin gugup melihat kehadiran Ming Wang dan Xu Da di tempat itu.
"Ahh mampus aku sekali ini, dalam kondisi tertotok begini, aku bisa apa..? sekali ini benar-benar tamat sudah riwayat ku."
Batin Fei Yang ketar ketir.
Fei Yang buru buru memejamkan matanya, dia berusaha mencoba menggunakan ilmu nya untuk melepaskan totokan, ilmu ini pernah dia pelajari dari buku di tempat meditasi Li Sian Sian.
Fei Yang mengerahkan ketiga tenaga sakti nya, mencoba menembus jalan darah pusat syaraf di bagian tengkuknya.
Sementara itu, baik Gadis baju putih maupun Ming Wang, mereka berdua kini sudah melayang di udara saling serang.
Gadis itu mengerahkan cahaya pedang lembayung melesat, untuk menyambut bola api raksasa yang dilepaskan oleh Ming Wang kearahnya.
__ADS_1
Dua energi bertemu di udara menimbulkan ledakan cahaya, yang membentuk lingkaran,.lalu membias kesegala arah dengan mengeluarkan cahaya pelangi.
Tubuh Ming Wang terpental mundur, dengan kedua lengan di selimuti es.