
Fei Yang sambil tertawa lalu menurunkan Wei Wen.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau menemani ku.."
"Aku rasa Siau Cui pasti tidak berkeberatan bukan ?"
ucap Fei Yang sambil tersenyum menggoda Siau Cui yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.
Siau Cui tidak berani menjawab, tapi dari senyumnya dan wajahnya yang tersipu malu.
Jelas dia tidak akan menolak dan tidak akan berkeberatan, bila di beri kesempatan itu.
Wei Wen melotot kearah pelayan nya dan berkata,
"Mulai sekarang kamu tidak boleh berhubungan dengan nya, biar bibi Nai Ma saja yang menggantikan tugas mu.."
Bibi Nai Ma adalah pelayan tua yang merawat dan menjaga Wei Wen sejak kecil.
Usianya sudah menginjak kepala 6, gigi bagian depan tinggal satu itupun sudah goyang.
Siau Cui sambil berusaha menahan tawa berkata,
"Baik tuan putri, setelah itu dia buru-buru mengundurkan diri, pergi mencari bibi Nai Ma buat Fei Yang."
Setelah Siau Cui pergi, Wei Wen langsung menoleh kearah Fei Yang yang cengar cengir bersiap siap untuk kabur dari nya.
"Kau berani menggoda pelayan ku di depan ku, cari mati mati ya,..?"
teriak Wei Wen sambil mencoba mengejar Fei Yang yang kabur melarikan diri.
Tidak terasa Fei Yang sudah tinggal selama satu bulan lebih di kediaman Wen Wen.
Kaisar Zhao Kuang Yi sendiri sudah mendapatkan laporan dari Fei Yang , mengenai kesiapan orang tuanya, untuk datang melakukan lamaran.
Perjalanan Xi Xia ke Kai Feng tidaklah dekat, apalagi rombongan itu datang membawa mahar pernikahan.
Sehingga perjalanan mereka menjadi lebih lambat.
Menurut perhitungan perjalanan seperti itu paling cepat, di perlukan waktu satu bulan perjalanan mungkin lebih.
Hari ini adalah hari perkiraan Fei Yang dan Wei Wen bahwa rombongan orang tuanya akan tiba .
Wei Wen sudah menyiapkan tempat kediaman khusus dan pesta penyambutan yang meriah.
__ADS_1
Seluruh istananya terlihat sibuk, Wei Wen sendiri juga terlihat sibuk .
Sebaliknya Fei Yang bersikap tenang tenang saja, Fei Yang sendiri sudah menugaskan Kim Tiaw sahabatnya, untuk memantau keamanan kedua orang tua nya.
Selain itu dia juga merasa jauh lebih tenang, karena yang bertugas mengawal kedatangan orang tuanya, adalah Li Dan dan Lan Yi beserta pasukan terbaik mereka.
Hal ini sudah Fei Yang atur sebelum dia pamit meninggalkan Xi Xia sebulan yang lalu.
Di tengah kesibukan para pelayan di kediaman Wei Wen, di kediaman Kaisar Zhao Kuang Yi sendiri, juga terjadi kesibukan yang tidak kalah dengan kediaman Wei Wen.
Karena Kaisar Zhao Kuang Yi dan permaisuri Yin, juga harus melakukan persiapan selayaknya untuk menyambut kedatangan calon besan nya.
Dengan pernikahan ini hubungan kedua negara akan menjadi dekat, kerjasama politik mereka akan semakin erat.
Sehingga kelak Kerajaan Song akan bisa lebih tenang dan fokus untuk menahlukkan kerajaan Liao yang akhir-akhir ini menjadi lemah.
Wei Wen sendiri juga sedang sibuk di dandan di dalam kamarnya oleh puluhan pelayan.
Fei Yang sendiri yang sudah berpakaian rapi layaknya pengantin pria, hanya duduk duduk santai di taman yang terletak tidak jauh dari kamar Wei Wen.
Di saat Fei Yang sedang bersantai itulah, tiba tiba di atas langit terdengar teriakan keras Kim Tiaw yang berputar-putar di udara seperti sedang kalut.
Fei Yang tentu sangat kaget, Kim Tiaw di tugaskan mengawasi keamanan kedua orang tua nya.
Dengan hati ketar ketir tanpa sempat berpikir panjang ataupun berpikir untuk mengabari Wei Wen.
Fei Yang langsung terbang keangkasa, membiarkan Kim Tiaw membawanya pergi.
Wei Wen yang begitu mendengar suara ribut ribut di luar.
Dia segera berlari keluar meninggalkan pelayan yang sedang merias dirinya.
Sampai di depan kamar, melihat Fei Yang sudah tidak berada di tempat, hanya ada teh nya yang masih mengepulkan asap panas di atas meja.
Wei Wen segera memanggil pelayan yang bertugas di luar kamar dan bertanya kepada mereka.
"Apa yang terjadi,.? kemana perginya suami ku..?"
"Maaf tuan putri, tadi aku melihat tuan besar melayang keudara, kemudian di bawa pergi oleh seekor rajawali emas yang sangat besar..'
"Kemana pergi dan apa alasannya, kami belum sempat bertanya, tuan besar sudah menghilang.."
ucap salah satu pelayan memberikan penjelasan sesuai dengan yang dia ketahui, tanpa menambah ataupun menguranginya.
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang terjadi pada rombongan orang tua kakak Yang..?"
"Semoga saja jangan terjadi sesuatu,.. ini adalah pertanda yang sangat tidak baik untuk pernikahan kami.."
ucap Wei Wen sambil saling meremas kedua telapak tangannya sendiri, dia terlihat sangat cemas.
Dia sudah kehilangan mood untuk berias, dia langsung membubarkan semua tukang riasnya.
Wei Wen berdiri cemas di dekat meja kursi santai tempat Fei Yang minum teh tadi.
Sepasang matanya yang indah,.terus menatap cemas kearah langit menanti nanti dengan penuh kecemasan.
Dia hanya bisa berdoa kepada langit, agar semuanya bisa kembali dalam keadaan selamat dan baik baik saja.
Sementara itu Fei Yang yang duduk di punggung Kim Tiaw terlihat gelisah, dia menepuk pelan leher. Kim Tiaw dan berkata,
"Tiaw Siung tolong cepatlah bantu aku temukan mereka.."
Kim Tiaw menjawab dengan pekik nyaring, tapi kecepatan nya sudah maximal, tidak bisa di percepat lagi.
Sebenarnya Fei Yang terbang sendiri bisa jauh lebih cepat, tapi tanpa petunjuk arah dari Kim Tiaw,.dia akan kehilangan arah.
Akhirnya sepasang matanya yang tajam, dapat melihat apa yang sedang terjadi pada rombongan orang tuanya.
Ibunya terlihat sedang memangku ayahnya yang kelihatannya terluka, di samping itu juga terlihat neneknya yang sedang terbaring lemah, dalam pelukan perdana menteri Li.
Melihat kondisi mereka jantung Fei Yang, serasa di remas remas.
Di tempat lain, dia juga melihat Yue Feng sahabatnya di bantu oleh Hong Yi, sedang bertarung mati matian menghadapi musuh besarnya Ming Wang.
Di sisi lain juga terlihat pertarungan yang berat sebelah, antara Li Dan dan Lan Yi melawan Xu Da.
Kedua musuh abadi, yang sudah lama di cari carinya, kini malah muncul di sini.
Di hari bahagianya, mereka muncul untuk kembali melukai orang yang di kasihnya.
Di saat bersamaan pasukan kerajaan Xi Xia, juga terlihat mati matian bertarung, menghadapi kepungan pasukan yang jumlahnya beberapa kali lipat dari pasukan Xi Xia.
Mayat mayat pasukan Xi Xia yang gagah berani itu terlihat sudah bergelimpangan di mana mana.
Meski mereka lebih terlatih dan gagah perkasa, tapi menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak dan sangat teratur dan kompak dalam formasinya.
Pasukan Xi Xia tetap berada di bawah angin.
__ADS_1