
Mendengar suara itu tidak tahu kenapa perasaan Fei Yang menjadi jauh lebih tenang.
Dengan menekan tanah di hadapannya, tubuhnya melayang mundur dalam posisi berlutut.
Saat sebuah energi sentilan jari dari Huang Lao Xie ingin menotok jalan darahnya.
Huang Lao Xie mulai merasakan ada perubahan perlawanan dari Sukma Fei Yang yang sedang di kontrolnya tadi.
Dengan mengikuti petunjuk suara lembut, yang terasa akrab dan sangat tidak asing itu.
Fei Yang berhasil melepaskan diri dari perasaan tertekannya.
Begitu terlepas Fei Yang langsung mengerahkan jurus Zhen Cing Cien Li (Menggetarkan Ribuan Li.)
Terdengar suara Auman..keras yang langsung ditujukan kearah Huang Lao Xie.
"Rooaaarrrrrrr,...!!"
Saking kerasnya Auman itu sampai membuat seluruh gunung bergetar hebat, tanah di sekitar pada merekah.
Posisi tebing timur tempat Huang Lao Xie berdiri terbelah.
Huang Lao Xie yang terbang ringan menjauhi tempat tersebut, rambutnya sampai berkibar kibar seperti di terpa badai.
Tapi meski terlihat Huang Lao Xie bergerak terbang meninggalkan posisinya, suling yang menempel di bibirnya belum berpindah.
Masih terus mengeluarkan suara yang berusaha menekan balik suara Auman dahsyat Fei Yang.
Alunan suara lembut itu membentuk energi tak kasat mata seperti pusaran yang semakin lama semakin besar, menelan apapun yang dilewatinya.
Fei Yang memberikan suara Auman yang berulang hingga tiga kali, akhirnya Huang Lao Xie terpaksa menghentikan tiupan suling nya.
Karena sulungnya mengalami retak-retak tidak bisa melanjutkan adu suara lagi.
Bila di paksakan suling giok nya pasti akan hancur.
Huang Lao Xie sangat menyayangkan dia hanya mewarisi ilmunya, tanpa mewarisi suling nya,
Bila tidak pertandingan ini pasti belum bisa di tentukan siapa menang siapa kalah.
Dia hanya kalah karena senjatanya kurang memadai.
Setelah menghentikan tiupan suling nya, Huang Lao Xie melesat terbang kearah Fei Yang, dengan suling di acungkan kedepan .
Seberkas energi yang berpusaran berbentuk transparan menerjang kearah Fei Yang.
Fei Yang yang sudah terlepas dari pengaruh suara suling, dia langsung bisa membaca arah gerak Huang Lao Xie.
Bila menghindar dia justru akan di kepung oleh serangan tidak ada putusnya.
Jurus itu terlihat seperti memaksa orang menghindar, padahal sebenarnya inti dari jurus itu adalah ingin orang menghindar.
__ADS_1
Semakin jauh orang itu menghindar akan semakin efektif lah tekanan dari jurus tersebut.
Tapi berhubung yang di hadapi adalah Fei Yang, yang bisa membaca arah gerakan lawan.
Dia bukannya menghindar, dia malah mendorongkan telapak tangannya membentuk serangan balasan tenaga gaib tanpa wujud, dengan kekuatan alam semesta tanpa batas.
Saat kedua energi bertemu di udara, terjadi ledakan dahsyat di sekitar lokasi benturan.
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
Menyusul benturan energi, kedua tapak tangan mereka juga menyusul ikut berbenturan di udara.
"Boommm,..!!"
Benturan telapak tangan itu membuat tubuh Huang Lao Xie terpental bagaikan layangan putus.
Dia harus berjungkir balik beberapa kali, sebelum bisa menetralisir kekuatan tenaga dorongan dari Fei Yang.
Sebelum langkahnya stabil Fei Yang sudah bergerak mengurungnya dengan hujan energi pedang merah biru.
Setiap suling nya berbenturan dengan energi pedang merah biru, Huang Lao Xie merasa tangannya tergetar hebat.
Telapak tangannya juga terasa perih, telapak tangannya asalnya melepuh kemudian pecah berdarah.
Sambil menangkis Huang Lao Xie terus menjejakkan kakinya diatas tanah terbang mundur menjauh.
Suling Huang Lao Xie yang tadinya retak akhirnya pecah hancur berantakan.
Saat Huang Lao Xie menggunakan suling giok itu, untuk menyambut serangan pedang sinar ungu yang datang secara dadakan.
Setelah kehilangan suling Giok nya, Huang Lao Xie, hanya bisa menggunakan ilmu sentilan jarinya, untuk menyambut serangan energi.pedang Fei Yang.
Membelokkan sasaran energi pedang Fei Yang agar tidak sampai mengenai dirinya.
Huang Lao Xie memiliki ilmu ringan tubuh cukup lumayan baik, tidak kalah dari Chen Yu.
Dia bisa menghilang dari muncul di tempat lain, menghindari serangan Fei Yang yang datangnya bagaikan hujan deras.
Fei Yang memerhatikan cara Huang Lao Xie menggunakan ilmu sentilannya, hampir mirip dengan totokan energi jarak jauh tanpa wujud.
Efeknya hampir sama, hanya cara memainkannya yang berbeda.
__ADS_1
Fei Yang menambah tenaga serangannya, sehingga Energi pedang merah biru, yang mengepung pergerakan Huang Lao Xie, Semakin bertambah banyak.
Huang Lao Xie yang semakin tertekan dan sulit bergerak akhirnya, dia menggunakan sepasang telapak tangannya melepaskan pukulan yang terlihat lemah gemulai.
Untuk meredam energi pedang yang datang menyerangnya.
Memanfaat tenaga serangan dari energi pedang Fei Yang, Huang Lao Xie, menggunakan energi tenaga kapasnya untuk membelokkan alur serangan
Sehingga energi pedang Fei Yang saling berbenturan sendiri pecah hancur berantakan.
Tidak melakukannya masih baik, begitu melakukan nya, energi pedang biru merah, yang saling berbenturan, kini bergabung membentuk sebatang energi pedang satu sisi merah satu sisi biru.
Melesat seperti mata bor mengincar Huang Lao Xie yang hanya bisa berusaha bergerak terbang mundur.
Fei Yang yang melakukan kontrol energi pedang jarak jauh, dia melakukan gerakan membuka sepasang telapak tangannya.
Sehingga energi pedang itu membelah diri menjadi 8, bergerak dari delapan mata angin mengepung pergerakan Huang Lao Xie.
"Aku menyerah anak muda,..!"
teriak Huang Lao Xie pasrah.
Energi kekuatan kalah, kecepatan kalah, pola jurus juga terbaca, pertarungan yang bila di lanjutkan hanya akan membuat dirinya mati konyol.
Tentu saja Huang Lao Xie sudah hambar ingin melanjutkan pertandingan tidak seimbang itu.
Begitu suara Huang Lao Xie keluar, semua ancaman yang mengurungnya lenyap seketika.
Dia terlihat berdiri dengan nafas memburu dan wajah pucat.
"Anak muda aku saat ini mengaku kalah, kelak bila sudah kutemukan pusaka suling hitam itu, aku baru akan kembali mencari mu.."
ucap Huang Lao Xie sambil menjejakkan kakinya keatas tanah.
Kemudian tubuhnya terbang melayang meninggalkan gunung Hoa.
"Anak muda kita berjumpa lagi..."
ucap sebuah suara yang tiba-tiba muncul di belakang Fei Yang.
Tentu saja Fei Yang sangat terkejut, kedatangan orang ini sama sekali tidak terdeteksi olehnya.
Bila orang ini tadi menyerangnya, bukan mustahil dia akan terluka bahkan tewas secara konyol.
Bila mendengar suaranya Fei Yang merasa seperti tidak asing, tapi kapan dan di mana pernah mendengarnya Fei Yang sudah lupa.
Satu hal yang Fei Yang yakini orang ini pasti bukan lawan yang mudah seperti keempat orang itu.
Ada kemungkinan kemampuannya tidak di bawah para biksu jagoan dari kuil Potala.
Siapa gerangan lawannya pikir Fei Yang menebak nebak dalam hati,
__ADS_1
Perlahan-lahan Fei Yang membalikkan badannya, untuk melihat dan memastikan.
Siapa orang muncul tiba-tiba di belakangnya itu.