
Dari kejauhan sudah terlihat sebuah puncak gunung yang ketinggiannya menembus awan.
Kim Tiaw mempercepat terbangnya, semakin dekat ke puncak gunung,. salju yang turun dan angin yang berhembus semakin kencang.
Pergerakan Kim Tiaw pun menjadi lebih lambat, karena tenaga angin dorongan yang datang semakin kencang.
Akhirnya Kim Tiaw tidak sanggup mencapai puncak, dia berbelok turun di lereng, yang paling dekat dengan puncak.
Fei Yang mengerti kemampuan tunggangannya.
Fei Yang pun bergerak berlompatan ringan untuk mencapai puncak gunung itu.
Berkat ilmu meringankan tubuhnya yang sempurna, Fei Yang akhirnya berhasil mendekati puncak Thian San.
Tapi langkah Fei Yang harus terhenti sebelum berhasil mencapai puncak.
Karena sebuah bangunan perguruan Thian San Pai menghalangi langkahnya.
Di depan pintu gerbang untuk memasuki perguruan Thian San, terlihat beberapa murid sedang berjaga di depan pintu gerbang.
Melihat kedatangan Fei Yang mereka menatap kedatangan Fei Yang dengan heran.
Salah satu dari mereka maju dan memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,
"Maaf tuan, tempat ini adalah wilayah perguruan kami, harap tuan bisa putar arah, menjauhi wilayah suci perguruan kami."
Fei Yang membalas hormat kepada pendeta Tao yang masih muda itu, dan berkata.
"Aku datang kemari tidak bermaksud buruk.."
"Aku hanya ingin numpang lewat, untuk bisa mencapai puncak itu, guna mendapatkan teratai salju."
Ke 6 pendeta Tao yang lain berjalan menghampiri Fei Yang, salah satu dari mereka berkata,
"Puncak itu, adalah daerah larangan perguruan kami.."
"Bahkan kami sebagai murid perguruan ini pun dilarang naik kesana, apalagi orang luar.."
"Teratai salju adalah pusaka perguruan kami, anda tidak diijinkan untuk melihat apalagi mengambilnya."
"jadi sebaiknya anda segera tinggalkan tempat ini.."
"Silahkan,.!"
ucap salah satu dari ke 6 orang itu tegas.
Fei Yang tersenyum tenang dan berkata,
"Maaf, kalau begitu aku terpaksa menyinggung kalian.."
Sebelum ke 7 orang itu sempat menarik pedang mereka,
Tubuh mereka ber 7 telah di totok oleh Fei Yang.
__ADS_1
Sehingga mereka ber 7 hanya bisa berdiri diam seperti patung, melihat Fei Yang lewat di hadapan mereka.
Fei Yang berjalan santai melewati pintu gerbang pertama.
Saat tiba di pintu gerbang kedua, Fei Yang kembali di hadang oleh tujuh orang pendeta Tao.
Ke 7 pendeta itu langsung mencabut pedang mereka dan berkata,
"Siapa kamu ? apa tujuan kamu datang kemari..?"
Fei Yang sambil tersenyum berkata,
"Nama ku Fei Yang, aku datang kemari, karena ingin naik kepuncak Thian San mencari teratai salju.."
"jangan mimpi, puncak itu daerah terlarang sedangkan teratai salju adalah pusaka kami.."
"Kami tidak akan ijinkan kamu kesana."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Kenapa aku harus ijin sama kalian ?"
"Gunung ini apa kalian yang buat, bunga itu apa tumbuh di lubang ****** ketua kalian..?"
"Sehingga bisa kalian klaim pusaka kalian.."
"Keparat kamu berani menghina ketua kami, cari mampus..!'
"Rasakan ini,..!"
Fei Yang bersikap santai, ketika pedang sudah dekat dengan lehernya,.dia hanya menyentil nya sekali.
Pedang itu pun melenceng kesamping, hampir terlepas dari pegangan tangan pendeta Tao yang menyerang Fei Yang.
Sebelum pendeta Tao itu sadar apa yang terjadi, tubuhnya sudah terkena totokan jarak jauh, yang membuat pendeta Tao itu berdiri diam seperti patung.
Melihat hal tersebut, ke 6 orang lainnya langsung bergerak menyerang Fei Yang, dengan pedang di tangan mereka.
Tapi sebelum pedang mereka mengenai sasaran, Fei Yang sudah menyelinap di antara mereka, sambil melepaskan totokan ketubuh mereka.
Ke 7 orang itu kembali berubah menjadi patung, dan Fei Yang dengan santai kembali melewati gerbang kedua.
Tapi saat tiba di gerbang ke 3, disini Fei Yang langsung di kepung oleh 49 orang, yang membentuk formasi pedang Thian San.
Fei Yang tidak ambil pusing dengan formasi mereka, dia langsung bergerak cepat kesana kemari menotok mereka satu persatu.
Tapi sekali ini tidaklah semudah di gerbang pertama dan kedua, bukan karena jumlah mereka banyak.
Tapi karena mereka sangat teratur dan kompak satu diserang, yang lain akan datang membantu sekaligus memberikan ancaman.
Fei Yang terpaksa berulang kali harus menemui kegagalan.
Fei Yang merubah cara bersilat nya, Fei Yang mencoba menggunakan energi pedang dengan dukungan tenaga sakti level 1.
__ADS_1
Fei Yang tidak ingin mengambil nyawa, orang orang yang menghadangnya ini.
Karena diantara mereka tidak ada masalah ataupun dendam.
Fei Yang hanya penasaran dengan formasi Thian San yang rapi.
Bila dia ingin serius, mungkin satu jurus saja, orang ini akan jadi debu atau jadi patung es.
Energi pedang muncul mengelilingi Fei Yang, saat Fei Yang menunjuk kearah mereka, energi pedangnya langsung melesat kearah para pendeta itu.
Para pendeta itu dengan kompak membentuk sebuah perisai pelindung, berbentuk diagram segi tujuh. Untuk menahan serangan energi pedang Fei Yang.
Energi pedang Fei Yang tertahan di sana, kemudian berhasil mereka runtuhkan.
Melihat hal itu, Fei Yang menambah tenaganya ke level dua.
Energi pedang yang sempat runtuh, tiba-tiba bangkit kembali, memberikan tekanan ulang yang lebih kuat, hingga perisai itu hancur pecah berantakan.
Tubuh ke 49 pendeta itu langsung terpental kocar kacir.
Selagi mereka semua sedang terpental jatuh tumpang tindih. Fei Yang sudah terbang melewati mereka, terus melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Setelah melewati gerbang pintu ketiga, Fei Yang pun tiba di sebuah halaman gedung yang luas.
Disana ada 7 Pendeta tua sedang duduk bermeditasi di hadapan seorang kakek pendeta Tao, yang berambut alis dan jenggot putih semua nya.
Kehadiran Fei Yang di sana membuat ke 7 orang pendeta berjenggot hitam itu membuka mata mereka, menatap tajam kearah Fei Yang.
"Anak muda kemampuan mu tidak rendah, kenapa kamu tidak gunakan menolong orang, malah kamu gunakan untuk membuat onar di sini..?"
ucap salah satu dari ke 7 orang itu.
Fei Yang sambil tersenyum tenang berkata,
"Aku tidak datang untuk berbuat onar, aku hanya numpang lewat untuk menuju puncak sana, karena aku membutuhkan teratai salju.."
"Adalah kalian yang menghalangi perjalanan ku, sehingga timbul keributan seperti sekarang ini.."
"Kurang ajar, ini adalah alasan yang sangat tidak masuk akal dan ingin ngajak ribut..!"
teriak salah satu Pendeta berwajah merah marah..
"Kau anggap apa tempat kami ini ? ingin masuk dan keluar seenak hati mu..!"
Fei Yang tidak menanggapi kemarahan pendeta itu, sebaliknya dengan tenang dia berkata,
"Tak perlu marah marah, coba kamu jawab dulu pertanyaan ku ini."
"Mana yang lebih dulu ada, gunung ini atau perguruan ini..?"
Pendeta muka merah yang tidak sadar dirinya sedang di pancing oleh Fei Yang, dia langsung berkata,
"Bocah tengik jangan menguji kesabaran ku, dengan pertanyaan pertanyaan konyol mu itu."
__ADS_1
"Tentu saja adalah gunung ini lebih dulu, anak kecil juga tahu hal itu.."