PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERSIAP SIAP MENUJU XU SAN


__ADS_3

Zi Zi melempar sebuah botol. porselen kecil kedalam pangkuan Hong Yi.


"Bibi ini pil nirwana buatan tabib Hua, berikan pada paman, itu bisa menyelamatkan nyawa paman.."


"Bibi Zi Zi pergi dulu, Maafkan Zi Zi.."


"Tolong sampaikan pada kakak tampan Zi Zi sangat mencintainya.."


"Zi Zi akan selalu menanti kedatangan di pulau ikan.."


Ucap Zi Zi yang menggunakan ilmu penyampaian pesan suara.


Sehingga hanya Hong Yi yang mendengar nya.


Hong Yi sedang fokus menyalurkan tenaga sakti membantu mengendalikan hawa di dalam tubuh suaminya yang buyar.


Jadi dia tidak bisa menjawabnya, dia hanya mengangguk kecil menanggapi pesan suara dari Zi Zi.


Zi Zi sendiri tanpa menunggu respon dari Hong Yi, menghindari kecurigaan Li Sun.


Dia akhirnya menoleh kearah Li Sun dan berkata,


"Baiklah Sun ke ke, ayo kita pergi sekarang.."


Selesai berkata, Zi Zi langsung melesat meninggalkan tempat itu, dengan ilmu langkah ajaib nya.


Membuat Zi Zi bisa hilang muncul dengan sangat cepat meninggalkan puncak Xuan Wu.


"Tunggu adik Zi Zi..!'


teriak Li Sun panik, dia buru buru bergerak mengejar kearah Zi Zi menghilang.


Zi Zi sengaja melakukan hal itu, agar Li Sun cepat mengejar dirinya.


Tidak membuat onar lebih jauh lagi di tempat yang sudah hancur lebur itu.


Seandainya Hong Yi tidak keras kepala, mengikuti rencana awal Zi Zi tentu tidak akan terjadi kehancuran tragis ini.


Sayangnya semua telah terjadi, waktu tidak mungkin bisa di putar lagi.


Kini yang tersisa hanya rasa sesal dan bersalah, dia hanya bisa berharap suaminya cepat pulih kembali.


Putranya Nan Thian bisa segera kembali dan pergi membawa Zi Zi calon menantunya itu kembali.


Setelah keadaan Yue Feng sedikit lebih stabil, mulai bisa menggunakan hawa sakti mengobati luka dalam nya sendiri.


Hong Yi segera membuka tutup botol kecil itu, mengeluarkan sebutir pil berwarna pelangi, untuk di masukkan kedalam mulut suaminya.


"Kakak Feng telan lah, ini dari tabib Hua, ini bisa membantu mengobati luka dalam mu.."


bisik Hong Yi lembut.


Yue Feng dengan sepasang mata tertutup mengangguk kecil, dia mengunyah pil yang sangat wangi saat masuk.kedalam mulutnya.


Tapi saat di kunyah, rasa pahit yang luar biasa menyebar hingga ke tenggorokan nya.


Tapi Yue Feng tetap memaksa menelan semua nya.


Sementara Yue Feng sedang berkutat dengan luka dalamnya.


Ditempat lain Fei Yang yang pagi itu sedang menemani Xue Lian berjalan santai, berjemur, juga menghirup udara pagi yang segar.

__ADS_1


Mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan Fei Hsia yang wajahnya terlihat pucat pasi.


"Hsia mei kamu kenapa, kenapa terlihat cemas dan panik begitu..?"


"Apa yang sebenarnya terjadi..?"


tanya Xue Lian sambil tersenyum lembut.


"Zi Zi dan Li Sun tidak ada di pondoknya.."


ucap Fei Hsia terlihat khawatir.


"Mereka pasangan muda, mungkin keluar pergi jalan jalan ke kota di bawah kaki gunung.."


"Tak ada yang perlu di cemaskan.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum santai.


"Yang ke ke, ini tidak seperti yang kamu pikirkan,.."


"Ini berbeda.."


ucap Fei Hsia sambil menatap Kearah Fei Yang dengan serius.


"Apanya yang beda Hsia mei, jelaskan lah pelan pelan.."


ucap Xue Lian sambil menatap Fei Hsia dengan lebih serius.


"Ini sangat tidak wajar, pondok kosong, kotor berdebu tak terurus.."


"Yang lebih heran lagi, bahkan sisa makanan malam pengantin di biarkan membusuk begitu saja.."


"Jendela kamar juga hancur berantakan, seperti diterjang orang.."


ucap Fei Hsia menjelaskan dengan wajah khawatir.


Kini Xue Lian dan Fei Yang saling pandang dengan wajah sedikit khawatir.


"Yang ke ke coba gunakan cermin ajaib Wu Hui Lao Jen, untuk melacak keberadaan mereka berdua."


ucap Xue Lian.


Fei Yang tersenyum canggung dan berkata,


"Lian mei aku tidak tahu cara menggunakan nya.."


Xue Lian tersenyum dan berkata,


"Kamu ambil dulu kemari, nanti saya akan ajarkan cara penggunaannya.."


Fei Yang mengangguk pelan, tanpa banyak bantah, dia segera kembali ke pondoknya, untuk mencari barang yang di maksud.


Tak lama kemudian Fei Yang pun kembali kehadapan Xue Lian, sambil membawa sebuah cermin kuno yang sudah retak retak.


"Yang ke ke salurkan energi panca warna lima unsur.."


"Kerahkan pelan pelan dan hati hati, hingga cermin bersinar."


"Tahan di sana, fokuskan pikiran ke wajah Zi Zi secara bergantian dengan Li Sun.."


"Cermin akan tunjukkan di mana keberadaan mereka.."

__ADS_1


"Ya benar seperti itu.."


ucap Xue Lian gembira.


Perlahan lahan di cermin mulai muncul Zi Xi yang sedang melarikan diri dengan pakaian pengantinnya di tengah hujan lebat.


Kemudian Li Sun menyusulnya, memanggil manggil Zi Zi.


tapi Zi Zi sudah menghilang dari sana.


Sampai di sana, tiba tiba cermin di tangan Fei Yang hancur menjadi debu halus menghilang tertiup angin.


"Akhhhhh,.."


keluh Fei Yang kaget.


Xue Lian juga terlihat kecewa, karena Cermin cuma memutar kejadian di sana.


Tapi tidak menunjukkan di mana keberadaan kedua orang itu saat ini.


"Kemana kira kira tempat yang akan di tuju oleh Zi Zi dan Li Sun.?


tanya Fei Yang pada dirinya sendiri.


Wajahnya terlihat kebingungan, dia sedang berusaha berpikir keras kemana kedua orang itu pergi.


"Kemana Thian Er akan pergi, ke situlah, Zi Zi pasti akan pergi mencari nya.."


ucap Fei Hsia dengan wajah penuh sesal menatap kearah Fei Yang.


"Tapi kemana Thian Er akan pergi,. kita tidak tahu,..Zi Zi juga tidak mungkin tahu.."


ucap Fei Yang bingung.


"Rumah kediaman orang tua Thian Er, Zi Zi punya hubungan yang sangat dekat dengan Hong Yi.."


ucap Fei Hsia kembali.


Dia sejak kecil merawat Zi Zi sehingga dia sangat paham kepribadian muridnya, juga jalan pikiran murid yang sangat di sayangi nya itu.


Sebenarnya dalam hal perjodohan ini, dia sangat tidak setuju.


Dia sudah berulang kali mengemukakan pendapat nya ke Xue Lian.


Tapi Xue Lian juga tak berdaya mengubah keputusan Fei Yang, soal masalah itu.


Dia sendiri juga sudah pernah mencoba bicara langsung dengan Fei Yang.


Tapi dia juga tidak mampu merubah keputusannya.


"Xu San,.. Xuan Wu Feng,.. kamu benar Hsia mei,.."


"Kenapa aku tidak kepikiran,.."


ucap Fei Yang sambil memukul kepala nya sendiri.


"Kalian berdua bersiap siaplah, aku akan pergi panggil Fei Yung dan Fei Lung.."


"Kita akan segera berangkat ke Xu San.."


ucap Fei Yang sambil melangkah pergi mencari kedua putranya, yang biasanya jam segini keduanya sedang berlatih di dekat air terjun.

__ADS_1


"Baik Yang Ke ke, kita nanti gunakan burung bangau Dewata ku saja, biar praktis.."


ucap Fei Hsia sambil membantu Xue Lian kembali ke pondok nya.


__ADS_2