PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
HUJAN BERLALU LANGIT PUN KEMBALI CERAH


__ADS_3

Sambil tersenyum dingin, Fei Yang pun melayang mengikuti arah pergerakan bayangan dalam pikirannya.


Saat tiba di seberang danau, Fei Yang kembali memejamkan matanya.


Dia kembali mengendus mencari wangi menyengat, yang di tinggalkan oleh Jai Hwa Sian.


Jai Hwa Sian, yang terbiasa hidup bersih dan wangi, tanpa dia sadari wewangian inilah, yang membuat jejaknya ketahuan oleh Fei Yang.


Fei Yang kembali melihat bayangan Jai Hwa Sian, melesat kearah bagian pusar patung Buddha raksasa.


Sekali berkelebat Fei Yang sudah mendarat ringan di depan gua.


Fei Yang bisa mendengar dengan jelas suara dari dalam gua.


Dia mengenali itu adalah suara istrinya, dan suara seorang pria lain, yang dia yakini itu adalah Jai Hwa Sian.


Fei Yang langsung mengerahkan energi pelindung melindungi seluruh tubuhnya.


Sekeliling tubuh Fei Yang memancarkan 6 cahaya warna warni.


Saat Fei Yang hendak bergerak masuk kedalam gua.


Tiba-tiba dari dalam gua berlari keluar seorang gadis cantik, yang berteriak,


"Tuan tolong aku,! tolong selamatkan kami dari tangan penjahat itu.!"


Gadis itu ingin menubruk kedalam pelukan Fei Yang, tapi dia tertahan oleh cahaya pelindung tenaga sakti Fei Yang.


Fei Yang menyimpan energi nya, sehingga gadis itu, kini bisa masuk kedalam pelukannya.


"Kamu siapa ? apa yang terjadi di dalam sana..?"


tanya Fei Yang tenang.


"Aku putri walikota Tai Yuan Jamuha, penjahat itu di dalam sedang mencoba menodai kakak cantik itu.."


"Cepat kakak tolong kakak cantik itu, kasihan dia.."


Fei Yang mengangguk, lalu sambil membawa gadis itu di sisinya, dia melangkah pelan masuk kedalam gua yang gelap itu.


Baru masuk beberapa langkah, langsung terdengar suara.


"Singgg...!"


"Cresss...!"


"Ahhhh...!"


Sedetik kemudian sesosok tubuh terlempar keluar dari dalam gua, dengan tangan belepotan darah.


Meski telapak tangannya yang lain menutupi luka di telapak tangan yang terluka.


Tapi darah masih terus mengucur deras dari sela sela jarinya.


Wajahnya terlihat pucat menahan rasa nyeri di jarinya yang terpotong.


Saat dia hendak bergerak melarikan diri, dia baru sadar, tubuhnya terkunci di sana tidak bisa bergerak.


"Kamu tunggu di sana dengan sabar, nanti akan tiba giliran mu.."

__ADS_1


ucap Fei Yang dari dalam gua.


Hai Hai Jai Hwa Sian berpikir keras, dia tadi jelas sudah berubah menjadi putri walikota dan Fei Yang terlihat tidak menyadarinya.


Tapi mengapa tadi saat dia ingin menikam Fei Yang dari belakang, dengan belatinya.


Dia malah berakhir dengan jari terpotong oleh belatinya sendiri.


Yang paling aneh adalah, dia tidak merasa Fei Yang menyerangnya, tapi tahu tahu dia sudah tertotok oleh Fei Yang.


Ini sungguh tidak masuk akal pikir Hai Hai dengan perasaan cemas.


Dia cemas memikirkan, tidak tahu siksaan seperti apa yang akan di terima nya nanti.


Jai Hwa Sian sampai mati juga tidak akan menyangka, wewangian di tubuhnya lah yang membongkar identitasnya.


Fei Yang sangat waspada, dia tidak mungkin menarik energi pelindung nya tanpa maksud.


Dari awal kemunculannya, penyamaran Hai Hai sudah terbongkar.


Fei Yang hanya sengaja pura pura termakan muslihat untuk menjebaknya kembali.


Begitu dia bergerak, Fei Yang malah bergerak lebih cepat, merebut belatinya.


Memotong jarinya, menotok tubuhnya, lalu menendangnya keluar dari dalam gua.


Semua sudah dalam perhitungan Fei Yang, dengan cara ini Fei Yang akan lebih mudah meringkusnya hidup hidup.


Tanpa perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga.


Saat masuk kedalam gua, di mana Fei Yang melihat kondisi pakaian istrinya yang berantakan.


Fei Yang sudah bisa menebak hampir setengahnya, apa yang telah terjadi.


Fei Yang buru buru maju membenahi dan merapikan pakaian istrinya.


Setelah itu dia baru melepaskan totokan yang membelenggu tubuh Xue Lian.


Xue Lian langsung menubruk kedalam pelukan suaminya dan menangis sejadi-jadinya.


Semua perasaan yang tadinya, dia tahan tahan kini dia lepaskan semua nya.


"Kakak Yang,.. dia telah mengotori ku, aku tidak pantas lagi menjadi istri mu.."


ucap Xue Lian di sela isaknya tangis sedihnya.


Fei Yang membelai rambut istrinya dengan lembut dan berkata,


"Seberapa jauh dia mengotori mu, ceritakan pada ku, sejujurnya..?"


"Apakah hati mu ada terpengaruh atau tergoda oleh perbuatannya..?"


Dengan wajah merah padam menahan rasa malu, Xue Lian berbisik ketelinga Fei Yang.


"Dia mengotori ku dengan sepasang matanya, dia telah melihat semuanya.."


Fei Yang tubuhnya sedikit bergetar menahan emosinya.


Menyadari reaksi Fei Yang, Xue Lian pun terdiam, tidak berani melanjutkan nya.

__ADS_1


Xue Lian melepaskan pelukannya dan berkata,


"Sebaiknya tidak usah di lanjutkan, bila itu hanya menambah luka di hati mu.."


"Kita berpisah saja..aku tidak pantas untuk,..mmmphh ..!"


Sebelum ucapan nya selesai, Fei Yang sudah menutupi mulut Xue Lian dengan bibirnya.


Xue Lian yang hendak pergi, jadi tertahan dan terisak dengan airmata bercucuran dalam pelukan suaminya.


Sesaat kemudian Fei Yang melepaskan ciumannya, sambil menatap Xue Lian dengan wajah serius.


Dia berkata,


"Jangan pernah tinggalkan aku, ku mohon pada mu..'


"Aku hanya penasaran dan ingin tahu, tapi itu tidak akan merubah Keputusan ku, untuk hidup bersama mu selamanya."


"Asalkan dia tidak mengotori hati dan perasaan mu pada ku, bagi ku itu sudah lebih dari cukup."


"Sekalipun dia dan kamu telah melakukan nya, bahkan bila kami hamil karena nya,..aku.."


ucapan Fei Yang terhenti, karena mulutnya telah di tahan oleh jari jari halus Xue Lian.


Xue Lian menatap Fei Yang dengan serius, dia lalu menggelengkan kepalanya dan berkata pelan,


"Tidak sampai sejauh yang kamu bayangkan.."


Xue Lian kembali memeluk suaminya dan berbisik halus ditelinga suaminya.


Dia menceritakan semua yang di alaminya, dari awal hingga akhir, tanpa ada yang ditutup tutupi.


Fei Yang yang wajahnya terlihat tegang sebelumnya, perlahan-lahan terlihat lega dan akhirnya dia mulai bisa kembali tersenyum normal.


Sambil membelai punggung istrinya, Fei Yang berkata,


"Jadi hanya karena itu, karena kamu menyangka dia adalah aku, terus kamu merasa bersalah dan merasa telah menghianati hubungan kita..?"


Xue Lian mengangguk pelan, dalam pelukan Fei Yang.


Fei Yang menunduk menciumi kening dan pipinya istrinya dengan mesra, lalu berkata.


"Kamu benar, aku yang telah berpikir terlalu jauh, maafkan aku.."


Xue Lian mengangguk sambil tersenyum gembira, dia lalu membalas dengan memberikan ciuman ringan di bibir Fei Yang.


Setelah itu Xue Lian menatap Fei Yang dan berkata


"Di mana bajingan itu sekarang..?"


Sambil tersenyum Fei Yang berkata,


"Dia bisa kemana,? selain dengan setia menunggu mu di luar.."


"Kenapa kangen dengan lidahnya atau jari saktinya..?"


"Dia cukup tampan untuk di jadikan yang ke,...aduh...!"


jerit Fei Yang kesakitan.

__ADS_1


Karena olok olok nya, telah berbuah hasil, Xue Lian menghadiahinya cengkraman gemas di pinggang..


__ADS_2