PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
CIANG NAN SUANG SIA


__ADS_3

"Saudara Feng, kebetulan kamu datang, mari silahkan bergabung.."


Yue Feng tersenyum muram dan memberi hormat kesemuanya.


Semua yang hadir bangkit berdiri memberi hormat kearah Yue Feng.


Kecuali pasangan pendekar berpakaian mentereng itu, mereka hanya menoleh kearah Yue Feng.


Lalu membalas salam dari Yue Feng dengan mengangguk kecil saja.


Dari sikap mereka, jelas mereka tidak terlalu menganggap penting kehadiran Yue Feng di sana.


Yue Feng tidak terlalu menanggapi sikap arogan dan kesombongan pasangan itu.


Dengan santai dan tenang, dia ikut duduk bergabung di sana.


Setelah Yue Feng ikut duduk, dan pelayan selesai menyuguhkan teh buat Yue Feng.


Pai Wang yang merasa tidak enak hati buru buru berkata,


"Saudara Yue, ini saya perkenalkan, mereka berdua ini adalah Ciang Nan Suang Sia (Sepasang pendekar Ciang Nan), yang namanya sangat terkenal di wilayah selatan.."


"Ini adalah nyonya Li Se Mei dan Ini adalah suaminya Hung Si Yi."


Yue Feng kembali mengangkat kedua tangannya menjura kearah mereka sambil tersenyum dan berkata,


"Senang berkenalan dengan tuan Hung dan nyonya Li..aku yang muda bernama Yue Feng.."


Kedua orang itu membalas mengangkat tangan mereka dengan setengah hati.


Pai Wang kembali sambil tersenyum berkata,


"Saudara ku Yue Feng ini adalah ketua perguruan Xu San Pai dari puncak gunung Xu.."


"Maaf saudara Feng, bukankah Xu San Pai telah bubar ? setelah kematian Yi Han Tao Se..?"


ucap Hung Si Yi, pura pura bodoh.


Sebelum Yue Feng sempat berkata, malah istrinya Hung Si Yi yang berkata,


"Suami ku kamu mulai pikun.."


"Bukankah belasan tahun lalu, partai ini sudah di bangkitkan lagi oleh murid wanita Xu San yang berhasil lolos dari kehancuran.."


"Saudara Yue Feng ini pastilah suami beruntung dari murid wanita itu lah..'


"Dasar pikun.."


Mulutnya menyindir dan memaki suaminya, padahal siapapun tahu Wanita itu sedang menyindir Yue Feng.


Secara tidak langsung dia ingin mengatakan, Yue Feng adalah pria yang hidup mengandalkan wanita.


Sedangkan wanitanya adalah murid yang melarikan diri sewaktu Xu San di hancurkan.


Lalu memanfaatkan ketenaran nama Xu San, untuk membuat perguruan di sana.


Mereka berani meremehkan Yue Feng, karena dunia luar hampir tidak ada yang tahu kemampuan Yue Feng.

__ADS_1


Yue Feng lebih banyak fokus mengurus internal Xu San, dia jarang berkecimpung di dunia persilatan.


Setelah menikah dan kembali ke Xu San, dia hanya menghabiskan waktunya di sisi istrinya, membantu mengurus Xu San dan menjaga anak istrinya.


Hal ini membuat orang jarang ada yang tahu kemampuan nya.


Kecuali Xiong Pa dari partai dunia dan ketiga muridnya, secara tidak sengaja mereka pernah menelan pil pahit dari Yue Feng.


Tapi mereka berempat sudah almarhum, sehingga kejadian itu tidak ada yang tahu.


Jadi wajar saja dunia persilatan tidak ada yang mengenali Yue Feng.


Yue Feng hanya tersenyum sabar menanggapi sikap kedua orang yang sombong itu.


Berbeda dengan sikap suaminya, Ye Hong Yi yang memilki pembawaan keras dan pantang mengalah.


Kebetulan dia yang baru saja tiba menyusul suaminya, mendengar ucapan menghina kedua orang itu.


Sambil melangkah masuk kedalam ruangan dia berkata,


"Kami memang orang gunung yang tak bernama.."


"Bukan seperti pasangan kucing dan anjing yang namanya sudah terkenal di seantero jagad sebagai pemakan kotoran.."


"Makanya begitu masuk aku langsung mencium bau kotoran.."


"Hi..hi..hi .bau sekali.."


ucap Ye Hong Yi sambil pura pura menutup hidung nya.


Pemuda tampan di belakang Ciang Nan Suang Sia sangat marah, ketika mendengar Hong Yi datang datang langsung menghina kedua orang tua nya.


"Dasar ****** berani kamu menghina orang tua ku, rasakan.."


ucap pemuda itu.


Tiba-tiba dia langsung mencabut pedangnya, untuk di tusukan kearah wajah Ye Hong Yi.


"Tringgg...!"


Pedang nya di sentil oleh Ye Hong Yi sehingga melenceng arahnya.


Sebelum pemuda itu menyadarinya, Yue Hong Yi yang menggunakan langkah ajaib.


Sudah tiba di hadapannya, tanpa sempat dia berbuat sesuatu.


"Plakkkk..! Plakkkk..! Plakkkk..!"


Langsung terdengar bunyi nyaring meledak di wajahnya.


"Ahhhh,..! Brukkkk..!"


Pemuda sial itu langsung terlempar menjerit kesakitan jatuh terduduk di atas lantai.


Melihat anaknya di perlakukan seperti itu, tentu saja Li Si Mei tidak terima.


Dengan wajah geram, dia langsung mencabut pedangnya, menyerang kearah Ye Hong Yi dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Di sini sempit, jangan merusak perabot tuan rumah..!"


"Bila ingin bertarung kita keluar sana..!"


ucap Ye Hong Yi, sambil menotolkan kakinya diatas lantai.


Tubuhnya melayang ringan terbang keluar dari dalam ruangan seperti seekor burung merah.


Li Si Mei yang serangannya tidak menemui sasaran, sambil berdecak kesal.


Dia segera terbang menyusul keluar, Hung Si Yi yang khawatir dengan keselamatan istrinya.


Dia langsung bergerak menyusul keluar.


Yue Feng yang merasa tidak enak dia segera memberi hormat kearah Pai Wang dan berkata,


"Saudara Wang maafkan sikap istri ku yang keras, sekali lagi maaf.."


Setelah memberi hormat tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya.


Yue Feng dengan langkah lebar langsung melangkah keluar dari dalam ruangan.


Sampai di luar sana, dia sedikit kaget melihat istrinya terdesak hebat, oleh kerjasama tarian pedang berpasangan Ciang Nan Suang Sia.


Ye Hong Yi awalnya saat bertarung satu lawan satu, dia bisa menghadapi Li Si Mei dengan sangat mudah.


Berkali kali serangan pedang Li Si Mei berhasil di sentil nya, dengan tenaga sakti Qian Kun Im Yang Sen Kung, di padu dengan jurus sentilan jari maut.


Sehingga pedang di tangan Li Si Mei selalu menemui tempat kosong.


Bahkan dengan langkah ajaibnya, telapak tangan Ye Hong Yi kembali memakan korban.


Kali ini korbannya adalah induknya,


"Plakkkk.."


Tamparan keras itu, membuat Li Si Mei terpental mundur, menabrak kearah suaminya, yang baru datang menyusul.


Hung Si Yi dengan sigap menangkap pundak istrinya dan membantu nya agar bisa berdiri dengan stabil.


Setelah itu tanpa perlu di minta, Hung Si Yi langsung ikut bergabung dengan istrinya menyerang Ye Hong Yi.


Satu lawan satu mereka jelas bukan lawan Ye Hong Yi.


Tapi setelah mereka bergabung dan memainkan jurus rahasia pedang berpasangan mereka.


Ye Hong Yi menjadi terdesak hebat, dia tidak mampu membalas,hanya bisa main mundur


Ye Hong Yi yang terlalu bersemangat ingin membicarakan hubungan anaknya dengan putri Pai Wang.


Dia sampai kelupaan membawa pedang merah nya, yang tertinggal di kamar Nan Thian.


Sehingga di saat terdesak seperti ini dia tidak bisa memainkan jurus yang di ajarkan oleh Fei Yang.


Tarian pedang Naga es dan Phoenix Api.


Yue Feng yang melihat situasi seperti itu dia segera melayang kedepan, menghadang di depan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2