
Fei Yang menghadapi serangan yang dilepaskan oleh Ouwyang Li dengan tenang.
Dengan menggunakan langkah ajaib dan terbang di udara tanpa bayangan.
Fei Yang bergerak kesana kemari, sambil mendalami titik lemah senjata tongkat dan pukulan cahaya hijau 8 penjuru, yang di lepaskan oleh Ouwyang Li.
Setelah melakukan pengamatan beberapa waktu, sambil tersenyum, Fei Yang mulai melakukan serangan balik.
Fei Yang juga melepaskan pedang api dan es, yang berputar mengelilingi tubuhnya.
Fei Yang memainkan tehnik pengendalian pedang jarak jauh.
Sedangkan kedua telapak tangannya yang terisi tenaga api dan es semesta.
Kini menggunakan serangan tapak Naga es Phoenix api menyambut, dan menangkis titik lemah dari serangan 8 penjuru itu.
Satu persatu serangan yang di lakukan oleh Ouwyang Li terdeteksi, dan berhasil dipatahkan oleh Fei Yang lewat titik lemahnya.
Ouwyang Li kebingungan, baru saja dia melepaskan serangannya, jurusnya sudah di cegat dan dipatahkan oleh Fei Yang, sebelum sempat di kembangkan.
Akhirnya sepasang telapak tangan Fei Yang mendarat di dada kiri dan kanan Ouwyang Li.
Sedangkan tongkat Ouwyang Li berhasil di pangkas bagian mata kampaknya, oleh sepasang pedang Fei Yang.
Sehingga tongkat dan mata Kampak terpisah jadi dua bagian, jatuh keatas tanah.
Ouwyang Li dengan cerdik menggunakan ilmu ringan tubuhnya, mengikuti arah dorongan Fei Yang, sambil menarik kembali tongkat yang patah.
Lalu dia lontarkan kearah Fei Yang, tongkat meluncur cepat bagaikan mata anak panah terarah ke Fei Yang.
Hal ini adalah kecerdikan dari Ouwyang Li, yang mencoba mencegah Fei Yang mengejarnya, saat tubuhnya sedang terpental diudara.
Meski dia terlihat terpental jauh bagaikan layang layang putus, tapi sedikitpun dia tidak mengalami luka serius sama sekali.
Setelah menjauh dari Fei Yang, Ouwyang Li tiba-tiba mengeluarkan suara lengkingan tinggi.
Di tempat lain, burung aneh peliharaan Ouwyang Li yang berada di atas angin.
Berhasil menjatuhkan rajawali emas tergeletak di atas tanah, kedua cakar burung aneh itu, mencengkram dan menekan sepasang sayap rajawali emas hingga tidak bisa bergerak.
Rajawali Emas hanya bisa menghindari serangan paruh burung aneh, yang panjang dan runcing, dengan memiringkan kepalanya menghindari Patukan burung aneh itu, kekiri dan ke kanan.
Di saat kritis di mana leher, Rajawali Emas berhasil di kunci oleh burung aneh itu, dengan paruhnya yang besar dan tajam
__ADS_1
Saat itulah lengkingan nyaring Ouwyang Li dilepaskan, Burung aneh meski kesal dan kecewa.
Dia tidak berani menolak panggilan tuannya, Burung aneh segera mengepak ngepakkan sepasang sayap yang lebar, kemudian terbang meninggalkan lawannya yang sudah terlihat tak berdaya begitu saja.
Rajawali emas melompat bangun, dengan tubuh sempoyongan, kedua sayapnya terkatup rapat.
Dia tidak bisa merentang kan sepasang sayap nya, karena cedera di bagian sayap membuatnya tidak leluasa merentangkan sayap.
Ouwyang Li melayang duduk kembali di atas punggung burung aneh itu dan berteriak,
"Aku akan mengingat urusan hari ini, suatu hari aku pasti akan membalasnya.
Seiring dengan gema suaranya, Ouwyang Li dan burung anehnya, telah pergi jauh meninggalkan Fei Yang.
Fei Yang hanya menghela nafas panjang, dia dan pria itu tidak ada permusuhan sama sekali.
Tapi kini dia malah menambah daftar musuh baru bagi dirinya sendiri.
Fei Yang sedikit menyesal, tapi dia juga tidak berdaya, dia memang sangat membutuhkan kedua barang itu.
Setelah musuhnya pergi, Fei Yang pun teringat dengan sahabat barunya.
Fei Yang buru buru menghampiri sahabat barunya, yang terlihat mengalami luka cukup parah.
"Tiaw Siung,.. bagaimana keadaan mu ? sini coba aku lihat.."
Fei Yang mengoleskan salep luka di kedua bahu rajawali emas.
Akibat cedera yang di derita oleh rajawali emas, Fei Yang terpaksa menunda perjalanan nya.
Mereka berdua harus bermalam dan tidur di tengah gurun pasir, saat malam tiba, suhu di sana mengalami penurunan sangat cepat.
Udara sangat dingin menusuk tulang, tapi bagi Fei Yang hal itu bukan masalah, karena tenaga api semesta, bisa membantunya menghangatkan tubuh.
Sedangkan rajawali emas, terlindungi oleh bulu bulunya yang tebal.
Keesokan paginya keadaan rajawali emas sudah pulih kembali.
Tubuhnya beregenerasi dengan sangat cepat.
Karena tanpa di sadari,.mutiara kodok emas di dalam tubuhnya, justru telah membantu Rajawali Emas, untuk beregenerasi memulihkan luka nya dengan lebih cepat.
Melihat luka sahabatnya telah pulih sempurna, Fei Yang dengan gembira kembali melompat ke punggung sahabatnya.
__ADS_1
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda karena gangguan Ouwyang Li kemaren.
Rajawali emas membawa Fei Yang berputar putar beberapa kali di atas Padang gurun Gobi.
Tapi ular yang mereka cari tidak berhasil di temukan, mereka juga sulit menemukan jejaknya.
Karena pasir yang setelah di lalui, akan kembali seperti semula, tertutup oleh pasir pasir, yang terbawa oleh hembusan angin kencang.
Fei Yang dan Rajawali nya sudah menghabiskan waktu 3 hari melakukan pencarian, tapi hasilnya tetap nihil.
Jangankan ular Derik perak,.bahkan kalajengking biru dan ular Derik biasa sekalipun, tidak mereka temukan.
Rajawali Emas terus membawa Fei Yang berkeliling menulusuri Padang gurun yang sangat luas itu, hingga akhirnya mereka mendekati wilayah kaki gunung Altai.
Tiba-tiba Rajawali Emas mengeluarkan pekik nyaring penuh kegembiraan, lalu tubuhnya menukik cepat kebawah.
Fei Yang saat memfokuskan pandangannya, dia pun tersenyum gembira.
Karena akhirnya mereka berhasil menemukan sekumpulan kalajengking berwarna kebiruan, yang sedang berjalan kesana kemari mencari mangsa.
Rajawali emas terbang agak rendah melakukan penelusuran di sekitar sana.
Rajawali emas yakin tidak jauh dari sana, pasti ada ular Derik yang sedang mereka cari.
Baik Fei Yang maupun Rajawali Emas mereka sama-sama mengedarkan pandangannya, mencari cari keberadaan ular tersebut.
Akhirnya Fei Yang menemukan sebuah titik kecil, yang berkilauan tertimpa sinar matahari.
"Tiaw Siung, coba kita lihat kesebelah sana.."
ucap Fei Yang sambil menepuk lembut leher tunggangannya.
Rajawali emas menoleh kearah yang di tunjuk oleh Fei Yang, lalu dia pun melesat kearah tersebut dengan cepat.
Rajawali emas berputaran sekali diudara, sebelum meluncur deras mengarahkan sepasang cakarnya ingin mencengkram ular yang bersinar keperakan itu.
Ular yang merasakan ancaman berbahaya sedang mendekatinya, dia segera bergerak bersembunyi kedalam rumput.
Tapi bagaimana dia bersembunyi, dia tidak bisa bersembunyi dari sepasang mata rajawali emas yang tajam.
Fei Yang sendiri saat rajawali emas meluncur kebawah, agar tidak menghalangi gerakan sahabat nya menangkap mangsa.
Dia terbang meninggalkan punggung Rajawali Emas, melayang turun kebawah dengan ringan.
__ADS_1
Lalu dia mengamati pergerakan ular Derik perak dan pergerakan Rajawali emas.
Saat kedua cakar rajawali emas yang berkuku tajam hampir mencapai sasaran.