
Setiap tebasan merah dan biru lewat ratusan pasukan topeng setan pasti musnah.
Tidak sampai sepeminum teh, seluruh pasukan Topeng hitam yang berjumlah 5000 personil.
Kini hanya tersisa 500 orang.
Mereka yang tersisa, kini melemparkan senjata, melepas topeng, mereka berlutut di atas tanah.
Menyembah nyembah ke arah Fei Yang yang sedang melayang di udara, memohon pengampunan.
"Ta Sia ampunilah nyawa kami,..! kami tahu salah,..! Kami berjanji akan bertobat...!"
"Ta Sia mohon belas kasihan anda, ampunilah kami...!!"
teriak seluruh pasukan bertopeng yang menyerah, ketakutan.
Melihat hal ini Fei Yang pun menyimpan kedua pedangnya, lalu melayang turun dari udara mendarat ringan di hadapan Li Yuan Hao.
"Paman apa kabar ?"
ucap Fei Yang sambil tersenyum mengejek.
"Kamu,..!
kamu Fei Yang,..bagaimana kamu masih bisa hidup ?"
tanya Li Yuan Hao kaget.
Lalu Li Yuan Hao menoleh kearah putra nya dan berkata,
"Yung er,.. mengapa bisa begini ?"
Li Yung menggelengkan kepalanya dengan wajah pucat dan bergumam.
"Mustahil,..ini mustahil.."
"Tidak mungkin,..kamu pasti bukan Fei Yang, Fei Yang sudah mampus di tangan ku 10 tahun yang lalu.."
ucap Li Yung, bingung kaget dan terlihat sulit percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Fei Yang ikut menoleh kearah Li Yung dan berkata,
"Kakak sepupu gimana kabar mu ? aku masih belum sempat berterima kasih dengan tikaman pedang mu dari arah belakang itu.."
Sambil tersenyum mengejek, Fei Yang lalu mengalihkan pandangannya kearah Li Yuan Hao dan berkata,
"Paman menyerahlah, sebelum semuanya terlambat.."
Li Yuan Hao mengeluarkan suara tertawa keras,
"Ha,...ha,...ha,...!!
"Bocah ku katakan pada mu, menang jadi raja kalah binasa.."
"Aku sudah lama mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan ini, jadi aku tidak akan menyesal.."
__ADS_1
"Mau potong mau iris terserah pada mu, aku tidak akan mengeluh."
"Silahkan saja, tapi ingat satu hal.."
"Bila aku tidak kembali ke ibu kota dalam waktu satu bulan, 300.000 pasukan perbatasan ku akan meratakan ibu kota..Yin Chuan dan Lan Chou."
Dari sisi timur pasukan Liao Dong juga akan bergerak membantu meratakan kerajaan Xi Xia.
Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,
"Baiklah bila itu keputusan paman aku tidak akan banyak bicara lagi.."
"Aku sudah berjanji pada nenek, biar nanti semua di putuskan oleh nenek."
Fei Yang menyentil kan jarinya dua kali kearah Li Yuan Hao, dan Li Yung.
Kedua orang itu langsung mematung di tempat, senjata di tangan mereka pun jatuh tergeletak di atas tanah.
"Kau,..!!
teriak Li Yuan Hao kaget, karena tiba-tiba seluruh tubuhnya kehilangan tenaga dan tidak bisa di gerakkan..
Fei Yang memberi kode kepada pasukan yang berdiri di belakang ibunya dan berkata,
"Ringkus dan ikat mereka semua dengan erat, jebloskan ke penjara untuk sementara waktu."
Para pasukan itu mengerti dengan di pimpin oleh Watobi dan Toba Chen, mereka segera maju meringkus pasukan bertopeng yang menyerah dan meringkus Li Yuan Hao dan putranya.
Fei Yang sambil tersenyum lebar berjalan menghampiri ibunya dan berkata,
Ratu Sabrina tersenyum lebar dan berkata,
"Akan lebih luar biasa lagi, bila kamu tidak ikut campur tangan.."
"Biarkan aku menghabisinya dalam pertempuran satu lawan satu.."
Fei Yang tertawa dan berkata,
"Tidak perlu ibu, sisakan saja tenaga ibu untuk melawan ayah malam ini..."
Ratu Sabrina wajah nya langsung merah dan berkata,
"Bicara gak pernah benar, apa ****** mu sudah gatal ingin di rotan ?"
Fei Yang pun tertawa dan maju menggandeng tangan ibunya dan berkata,
"Ibu jangan marah, Fei Yang cuma bercanda."
"Ayo kita kembali temui ayah."
Ratu Sabrina mengangguk, lalu dia menoleh kearah Watobi dan Toba Chen, lalu berkata.
"Watobi, Toba Chen kalian ikut dengan kami kembali ke kediaman gubernur.."
"Di sana sudah di siapkan jamuan buat kalian.."
__ADS_1
Kedua Jendral itu saling pandang dan tersenyum gembira.
Lalu mereka berdua segera memberi hormat kearah Ratu Sabrina dan berkata,
"Terimakasih banyak ratu. ."
Sesaat kemudian rombongan yang di pimpin oleh ratu Sabrina pun, Bergerak memasuki gerbang kota.
Di dalam gerbang kota, terlihat pasukan Li Yuan Hao yang sudah menyerah sedang berbaris tertib.
Menerima ransum makanan, minuman dan pakaian hangat.
Sedangkan yang terluka langsung mendapatkan perawatan di pos pos kesehatan darurat, yang di didirikan tidak jauh dari balik tembok kota.
Watobi dan Toba Chen tersenyum gembira dan mereka merasa sangat terharu dengan perlakuan yang di berikan oleh rakyat Lan Chou untuk mereka.
Di dalam hati mereka sedikit menyesal telah mengikuti hasutan Li Yuan Hao dan memilih menghianati raja Li Yuan Ming yang baik dan menyayangi rakyatnya.
Di dalam ruangan perjamuan di mana sudah berkumpul semua para pendukung raja Li Yuan Ming.
Di sana di adakan pesta perjamuan yang sangat meriah yang di pimpin langsung oleh Pang Hui selaku tuan rumah dan ketua panitia acara.
Acara berlangsung dengan gembira dan meriah.
Di bagian paling atas terlihat Raja Li Yuan Ming, Ratu Sabrina, Ibu Suri Halima, Fei Yang Sian Sian dan Li Cing.
Mereka duduk diatas sana sebagai tamu kehormatan, ditengah acara Raja Li Yuan Ming berdiri dari duduknya dan berkata,
"Para hadirin sekalian, di kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya dari saya kepada kalian semuanya."
"Pertama kepada putra saya Fei Yang, kedua kepada istri saya Ratu Sabrina, ketiga kepada gubernur Pang Hui, keempat Jendral Bu San dan Bi Son, kelima kepada jendral Watobi dan Toba Chen, keenam kepada seluruh pejabat dan pasukan kerajaan Xi Xia dan rakyat Xi Xia yang telah ikut berperan aktif dalam mendukung mengatasi konflik yang di timbulkan oleh Li Yuan Hao."
"Tanpa ada dukungan dari kalian semuanya, tidak akan ada kemenangan dan kegembiraan seperti saat ini.."
"Setelah ini, saya harap seterusnya kita bisa tetap kompak dan bersatu seperti ini, demi kejayaan kerajaan Xi Xia.."
"Terimakasih semuanya.."
ucap Raja Li Yuan Hao sambil memberi hormat kepada semua yang hadir di sana.
Tepuk tangan pun memenuhi ruangan tersebut.
Raja Li Yuan Ming menunggu hingga suasana mereda baru berkata,
"Besok pagi kami akan kembali ke Ibukota Yin Chuan dan kembali ke istana secepatnya, untuk menenangkan konflik internal ini.."
"Jadi di malam berbahagia ini, kami sekalian pamit.."
ucap Raja Li Yuan Ming, setelah itu dia pu bersulang ke semua yang hadir.
Setelah menghabiskan minuman di gelasnya, Li Yuan Ming kembali berkata,
"Putra ku,.. Fei Yang,.. apa kamu ada yang ingin di sampaikan..?'
Fei Yang pun berdiri dari duduknya, dia menatap ke Watobi dan Toba Chen lalu berkata,
__ADS_1