PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
DATUK UTARA SOUW KI BENG.


__ADS_3

Li Cu tahu jelas kemampuan Fei Yang, tigak biksu senior saja dengan begitu mudah di kalahkan nya.


Apalagi Siaw Hong, Siaw Hong jelas hanya keras kepala dan terlalu memaksakan diri.


Siaw Hong tersenyum lembut dan melepaskan pegangan tangan Li Cu.


"Cu er mundurlah menjauh jangan khawatir.."


Selesai berkata, Siaw Hong langsung berbalik menghadap kearah Fei Yang dan berkata


"Adik Yang,.. hati hati...!"


Siaw Hong menyilangkan kedua tangannya lurus kedepan menghimpun energinya.


Seluruh tubuhnya di kelilingi cahaya merah keemasan, dua ekor naga emas mengeluarkan suara raungan dahsyat, berputaran di sekitar tubuh Siaw Hong.


"Rooaaarrrrrrr,...!!"


Sebelum akhirnya meluncur menerjang kearah Fei Yang dengan kekuatan penuh dan rahang terpentang lebar.


Fei Yang yang sudah membaca serangan Siaw Hong, dia sudah menghilang dari posisinya, sebelum kedua naga itu melesat kearahnya.


Fei Yang muncul tepat diatas kepala Siaw Hong, sambil melepaskan pukulan yang mengeluarkan cahaya emas.


Cahaya emas itu membentuk wujud seekor Naga emas yang jauh lebih besar dan kuat ketimbang serangan Siau Hong tadi.


Naga emas itu meluncur deras dari angkasa menuju kebawah, Siaw Hong yang kaget dengan serangan Fei Yang, yang bisa meniru jurus keduanya Fei Lung Cai Thian dengan begitu sempurna.


Dengan terburu-buru Siaw Hong menjejakkan kedua kakinya keatas tanah tubuhnya melayang ke atas udara.


"Deesss,..!


"Wusss,..!"


"Boooom,..!"


tanah Tempak Siaw Hong berpijak meledak terkena sambaran pukulan Fei Yang.


Tanah batu berhamburan membentuk sebuah lubang mirip kawah kecil.


Siaw Hong berhasil meloloskan diri dengan menggunakan jurus ke 7 nya Tu Ru Qi Lai ( Mendadak naik keatas langit.)


Setelah itu, dia langsung membalas dengan menggunakan sepasang tapak tangannya, untuk melakukan serangkaian pukulan kearah Fei Yang.


Secara silih berganti kedua tapak tangannya, melepaskan pukulan yang mengeluarkan cahaya emas.


""Wusss,..!"


"Wusss,..!"


"Wusss,..!"


"Wusss,..!"


Itu adalah jurus Ketiga nya Lung Zhan Yu Ye ( Naga Bertempur di alam liar ).


Cahaya emas yang berseliweran menyerang Fei Yang, begitu tidak mengenai sasaran, cahaya itu akan berkumpul menjadi satu, perlahan-lahan membentuk seekor naga emas.

__ADS_1


Naga emas itu mengeluarkan suara raungan marah, meliuk liuk di udara, lalu menerkam kearah Fei Yang.


"Rooaaarrrrrrr,..!"


Fei Yang tidak menghindar ataupun menangkis, dia malah merentangkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan.


Membuka dadanya lebar lebar menyambut terkaman bayangan naga emas masuk ke dadanya.


Energi itu di serapnya, tubuh Fei Yang mengeluarkan cahaya gemilang di udara .


Lalu dia melepaskan serangan dengan mendorongkan kedua telapak tangannya kedepan.


Dengan jurus ke 14 Shi Cheng Liu Lung ( Bertempur mengendarai 6 Naga.).


Enam ekor Naga Emas mengepung Siaw Hong dari enam arah, mereka bergerak mengejar kemanapun Siaw Hong menghindar.


Pergerakan mereka di kendalikan oleh Fei Yang dari jarak jauh, bahkan saat ditangkis, bukan naga itu yang terpental, Siaw Hong lah yang terpental mundur.


Siaw Hong benar benar bingung, mengapa Fei Yang bisa menguasai jurus yang belum dia mainkan dengan begitu sempurna, seolah olah dia sedang menghadapi penciptanya langsung.


Siaw Hong tidak mengetahui, itulah keunikan penguasaan tehnik dasar ilmu silat, dari kitab tanding.


Jurus apapun sekali lihat saja, orang yang telah menguasai tehnik itu dengan sempurna.


Dia akan langsung mendapatkan gambaran, semua kemungkinan, dan peluang, yang akan di gunakan oleh jurus itu


Semua kelemahan jurus itu juga terpampang secara jelas dan lengkap di otak orang yang menguasai tehnik kitab tanpa tanding tersebut.


Fei Yang tentu tidak mengetahui nama jurus dan menguasai teori dari jurus itu.


Dia hanya tahu menggunakan perkembangan jurus itu sesuai situasi dan kondisi yang dia hadapi.


Siaw Hong yang mati matian berusaha melepaskan diri dari kepungan enam cahaya naga emas itu.


Akhirnya seluruh tubuhnya terkunci, di lilit oleh enam Naga emas itu.


Sebuah cahaya transparan melesat membentur beberapa jalan darah di tubuh Siaw Hong.


Siaw Hong pun terkulai lemah, tidak bisa meronta maupun bergerak lagi.


Keenam Naga emas sudah ditarik kembali oleh Fei Yang.


Tubuh Siaw Hong yang terkulai lemas, jatuh mendarat ringan berkumpul dengan yang lain nya.


Semua di bawah kendali tenaga tidak kasat mata, yang Fei Yang kendalikan dengan tangannya.


Fei Yang kembali mendarat ringan di atas tanah menghadap kearah Chen Yu dan berkata,


"Aku di urutan ke 8 apa kamu mau mencobanya atau minggat dari hadapan ku,..!"


Fei Yang agak sedikit marah, pada Chen Yu karena dia mengira Chen Yu lah yang menggunakan cara licik melukai Hoa San Lao Lao.


Chen Yu tersenyum canggung, sambil menjura kearah Fei Yang, dia berkata,


"Mohon pengajarannya,.."


Lalu dia mulai memasang gayanya bersiap melepaskan serangannya.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat tubuhnya , terbang kesana kemari mengelilingi Fei Yang, sambil melepaskan tembakan sinar merahnya mengurung Fei Yang.


Fei Yang tersenyum dingin matanya melirik sekilas ke arah bayangan tubuh Chen Yu.


"Wusss,..!"


tubuh Fei Yang menghilang dari tempatnya, meski gerakan Fei Yang tidak secepat Hoa San Lao Lao, tapi dia masih bisa mengimbangi kecepatan Chen Yu.


Sebuah cahaya warna warni berkelebat cepat,


"Wuss,..!"


Dua buah jari telunjuk dan tengah terbang di udara, lalu jatuh tergeletak di atas tanah.


Di saat bersamaan terdengar suara jerit kesakitan Chen Yu.


"Arghhhh,..!"


Dia bergerak mundur sambil memegang ujung tangannya yang bercucuran darah.


Wajahnya terlihat pucat dan penuh keringat, dia berusaha menahan rasa nyeri di tangannya.


"Bagaimana masih mau di lanjutkan,..?"


tanya Fei Yang dingin.


"Bila tidak, cepat enyah dari hadapan ku,.."


ucap Fei Yang yang nadanya semakin dingin.


Sambil berusaha menahan rasa nyeri di tangannya, Chen Yu menjura kearah Fei Yang dan berkata,


"Terimakasih atas pengajarannya, Chen Yu akan mengingat pelajaran hari ini.."


Fei Yang yang mendengar nada ancaman dan ketidakpuasan, yang terkandung dalam kalimat sopan itu.


Sambil menjengek dingin, Fei Yang berkata,


"Benar kamu harus mengingatnya, lain kali kamu mungkin tidak akan seberuntung ini."


"Mungkin aku akan meminta mu meninggalkan kepala mu.."


Ucapan dingin Fei Yang membuat Chen Yu menelan ludahnya sendiri.


Jagoan Datuk selatan itu, segera berkelebat pergi dari sana tanpa banyak cakap lagi.


Fei Yang kini menoleh kearah lawannya yang hanya tersisa dua, "Kalian berdua tentu tidak datang dengan tujuan ingin jadi penonton bukan..?"


"Katakan saja,..apa yang kalian inginkan..?"


ucap Fei Yang tenang.


Kini dia mengalihkan perhatiannya ke Datuk timur dan Datuk Utara, sambil menunggu jawaban dari kedua orang itu.


Kakek Souw sambil tersenyum lebar berkata,


"Aku datang untuk menonton keramaian, sekaligus mencari lawan tanding menambah wawasan.."

__ADS_1


"Mari kita main main sejenak..."


ucap kakek Souw sambil memasang kuda kudanya.


__ADS_2