
Sen Kung Bao bersikap tenang menanggapi serangan hujan pedang es dan api dari langit.
Di memejamkan matanya mulutnya berkomat Kamit membaca mantra.
Sebatang kebutan muncul di tangan kanan sebuah botol labu bergambar Pat Kwa muncul di tangan kirinya.
Botol labu di tangannya dia lemparkan ke udara, dengan tutup terbuka.
Semua serangan Fei Yang dan Xue Lian tersedot masuk kedalam botol labu tersebut.
Botol labu itu bernama , Botol penghisap kekuatan semesta.
Botol ini Seng Kun Bao, dapatkan dari San Cing Kuan, istana tempat tinggal gurunya, Yu Se Thian Cun.
Dia mencuri beberapa benda sakti gurunya, sebelum melarikan diri ke bumi, bersembunyi di lembah kebahagian mencari perlindungan.
Sen Kung Bao adalah teman baik Ciang Ce Ya semasa kecil, dia di bawa dan di rekomendasikan oleh Ciang Ce Ya ke gurunya Yu Se Thian Cun untuk diterima sebagai murid.
Tapi Yu Se Thian Cun dari awal sudah membaca karakter Sen Kung Bao yang tidak lurus, tapi memiliki bakat dan kecerdasan tinggi
Dia sempat menolak menerimanya sebagai murid, tapi karena Sen Kung Bao memiliki tekad yang kuat pantang menyerah.
Setelah mengalami 11 kali penolakan, setiap penolakan, selalu berakhir dengan di hajar hingga babak belur oleh Yu Se Thian Cun.
Pada kunjungannya yang ke 12 kali dalam rangka pengajuan permintaan menjadi murid Yu Se Thian Cun.
Akhirnya hati Yu Se Thian Cun luluh, Sen Kung Bao di terima juga sebagai murid nya secara bersyarat.
Selama 3 tahun Sen Kung Bao menjalani kehidupan sebagai seorang pendeta di gunung Kun Lun, di bawah pengawasan ketat.
Satu saja pelanggaran, dia akan di usir dari perguruan.
Tapi Sen Kun Bao berhasil melewati ujian dan mewarisi cukup banyak ilmu gaib dari Yu Se Thian Cun.
Tapi ada beberapa ilmu, sengaja tidak di turunkan ke dia, tapi di turunkan secara diam diam hanya ke Ciang Ce Ya.
Tapi Sen Kung Bao yang cerdas menyadarinya, dia diam diam menipu Ciang Ce Ya yang polos, sehingga dia berhasil mencuri kitab rahasia itu dari Ciang Ce Ya.
__ADS_1
Lalu dia kabur dari gunung Kun Lun, pergi mencoba pergi mengabdi kepada raja lalim dari Yin Shang, Raja Zhoug.
Atas rekomendasi dari Su Da Ji, jelmaan seekor rubah ekor sembilan, yang merupakan selir kesayangan Raja Zhoug.
Sen Kung Bao berhasil di terima, sebagai pejabat istana kerajaan Yin Shang.
Dalam pertempuran besar Mu Ye antara kerajaan Chou dibawah pimpinan Ji Zhang dan putranya Ji Fa di bantu oleh Ciang Ce Ya sebagai penasehat militer.
Melawan kerajaan Yin Shang di bawah raja Zhoug, dan Su Da Ji, di bawah rekomendasi Su Da Ji,
Sen Kung Bao di tunjuk sebagai penasehat militer.
Akibat taktik adu domba Sen Kung Bao, yang berhasil menarik Ling Bao Thian Cun masuk kedalam kelompoknya, melawan Yu Se Thian Cun yang berdiri di belakang Ciang Ce Ya.
Hal ini membuat banyak dewa Dewi ikut terlibat dalam pertempuran berdarah tersebut.
Semakin banyak Dewa Dewi yang berguguran, permusuhan antara antara kelompok Yu Se Thian Cun dengan kelompok adik seperguruannya Ling Bao Thian Cun menjadi semakin runcing.
Terutama dari pihak Dewa Dewi Ling Bao Thian Cun banyak yang gugur, sehingga banyak murid pertapa saktinya, yang tadi nya tidak bersedia terlibat, jadi pada turun gunung dan ikut terlibat.
Masalah pun menjadi semakin luas dan melebar, hingga puncaknya Ling Bao Thian Cun sendiri ikut terlibat.
Sehingga murid murid utama Yu Se Thian Cun, yang di pimpin oleh Tai Yi Cen Jen dan Ciang Ce Ya.
Menjadi terdesak hebat dan hampir tewas semua di tangan paman guru mereka sendiri.
Tapi atas rekomendasi dari Yu Se Thian Cun, Ciang Ce Ya akhirnya berhasil mengundang Buddha dari 4 penjuru semesta datang membantu.
Sehingga formasi tersebut berhasil di hancurkan, Ling Bao Thian Cun berhasil di sadarkan, dan menarik mundur seluruh murid nya.
Ling Bao Thian Cun memutuskan tidak ikut terlibat dalam pertempuran Raja Zhoug dan Raja Ji Fa lagi.
Akhirnya Sen Kung Bao si biang kerok permasalahan berhasil di tangkap oleh Ciang Ce Ya, dan menerima hukuman nya, di kurung di istana San Cing Kuan.
Tidak tahu bagaimana caranya, dia berhasil melarikan diri sambil membawa beberapa benda pusaka.
Lalu dia muncul bergabung di lembah kebahagiaan, yang pemiliknya memiliki kesaktian tinggi dan bersedia menampungnya.
__ADS_1
Kini Sen Kung Bao menggunakan salah satu pusaka istana San Cing Kuan menyerap seluruh kekuatan serangan Fei Yang dan Xue Lian.
Setelah seluruh serangan Fei Yang dan Xue Lian terserap habis kedalam Labu Penghisap Kekuatan Semesta.
Sen Kung Bao mengibaskan kebutan pembasmi Dewa di tangan nya menyerang Fei Yang dan Xue Lian.
Kebutan ini tadinya adalah milik Ling Bao Thian Cun.
Tapi setelah formasi pembasmi Dewa Dewi di hancurkan.
Dalam kekacauan, benda sakti ini di simpan oleh Sen Kung Bao, selama ini kebutan tersebut sengaja tidak pernah dia pergunakan.
Termasuk saat dirinya di tangkap oleh Ciang Ce Ya, Sen Kung Bao yang cerdik sengaja tidak mempergunakannya.
Ling Bao Thian Cun sang pemilik asli saja kalah, apalagi dirinya.
Bila dia gunakan senjata ini malah akan kena sita, pada akhirnya dirinya tetap akan kalah dan kemungkinan tewas.
Tapi bila dia menyerah, dengan pertimbangan Ciang Ce Ya yang berhati welas dan pernah tumbuh besar bersama.
Kemungkinan untuk terlepas dari kematian masih ada, hukuman hidup pasti dia terima, tapi setidaknya dia tidak sampai mati.
Kini segala rencana yang dia perhitungkan dengan cermat, akhirnya terbukti.
Dia berhasil kabur, membawa beberapa pusaka bersembunyi di lembah, malah di sini dia di hargai sebagai wakil pemilik lembah.
Dia semakin percaya ke pemilik lembah, setelah dia menyaksikan sendiri.
Bagaimana pemilik lembah maju mengusir para dewa Dewi, yang datang ingin menangkapnya, malah ada beberapa yang tertangkap dan di kurung di lembah.
Puncaknya adalah Tai Yi Cen Jen yang datang pun, berhasil di kalahkan dan di usir oleh pemilik lembah ini.
Selain itu dia juga di janjikan suatu hari nanti, bila misi berhasil
Dia akan dijadikan sebagai penguasa dunia.
Sedangkan pemilik lembah kelak akan menjadi penguasa langit.
__ADS_1
Kibasan kebutan itu mendatangkan pusaran angin tajam putih transparan menerjang kearah Xue Lian dan Fei Yang.
Di tengah jalan pusaran membelah diri menjadi dua,. satu menerjang kearah Fei Yang, satu lagi menerjang kearah Xue Lian.