
"Sefu kabar buruk,.. suaminya datang,..kini sudah melukai dan membunuh... banyak saudara kita di bawah sana.. ."
"Aku berhasil lolos,.. berkat kakak Nan, Kakak Sing, kakak Wu,.. menggunakan nyawa mereka... sebagai taruhan nya,... agar aku bisa melapor... kemari.."
ucap A Hua menjelaskan dengan nafas putus putus.
"Suami siapa ? katakan yang jelas..!?"
ucap Ye Hong Yi meski sudah ada firasat, tapi dia tetap bertanya, mencari kepastian.
A Hua langsung menunjuk Zi Zi dan berkata,
"Dia Semu, gadis baju pengantin merah itu.."
Hong Yi menatap kearah suaminya, Yue Feng menghela nafas panjang.
Dia tahu maksud istrinya, sambil menggeleng pelan, dia berkata.
"Sudahlah A Hua, kamu pergilah rawat luka mu.."
"Guru akan pergi melihatnya.."
ucap Yue Feng sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
Yue Feng kembali menghela nafas panjang, sebelum melesat meninggalkan tempat itu, yang langsung di susul oleh Hong Yi dan Zi Zi.
Di arena pertempuran di bawah sana, terlihat Li Sun sudah menerobos hingga ke pos ketiga.
Di mana ratusan murid Xu San sudah membentuk formasi Pat Kwa 8 diagram.
Bergerak berputar-putar mengelilingi, dan menutup semua jalan keluar Li Sun.
Di luar formasi barisan, terlihat ratusan murid Xu San, terkapar diatas tanah, ada yang merintih kesakitan.
Ada juga yang diam tidak bergerak, alias kehilangan nyawa.
"Kalian jangan memaksa ku..!!"
"Cepat kembalikan istri ku..!!"
"Atau kalian semua akan menyesal..!"
Bentak Li Sun dengan sepasang mata merah menyala.
Jubah luar pengantinnya berkibaran, tertiup oleh hawa api dan es yang terpancar dari tubuh nya.
Meski sudah banyak saudara mereka yang menjadi korban, mereka tidak gentar juga tidak bergeming tetap melakukan pengepungan.
"Baiklah bila itu mau kalian,..!"
teriak Li Sun marah sambil menghentakkan energi api dan es nya.
"Buddha Menghentak Jagad..."
Sebuah Senjata Vajra bersinar di ubun ubun kepala Li Sun.
Seluruh tubuh Langsing Sun memancarkan energi hitam keemasan. dengan petir petir kecil sambar menyambar di sekelilingnya.
Melihat Li Sun seperti sedang mengumpulkan energi.
Rombongan murid Xu San mulai melepaskan pedang terbang di tangan mereka mengejar kearah Li Sun.
__ADS_1
Bagaikan gelombang yang datang tanpa putus, semakin lama semakin kuat dan besar.
Ratusan batang pedang itu terus menerjang kearah Li Sun, secara berganti gantian.
Tapi semua pedang mereka, tertahan di udara, oleh pancaran cahaya merah kehitaman yang keluar dari tubuh Li Sun.
Dengan satu hentakan keras, di sertai dengan suara teriakan mengelegar, yang menguncang tanah di sekitarnya seperti di Landa gempa dahsyat.
"Hyahhh...!"
"Wussss...!"
"Zrrrrrttt...! Zrrrrrttt...! Zrrrrrttt...!"
Cahaya emas kehitaman membentuk sebuah cincin cahaya, di sertai dengan sambaran petir di sekelilingnya dan pedang pedang murid Xu San yang di retur kembali oleh kekuatan tersebut.
Langsung melesat menerjang ke segala penjuru.
"Arrggghhh...!"
Teriak para pengepung, yang belum juga sempat membenahi diri mereka masing masing.
Di mana mereka belum sempat berdiri dengan stabil, akibat tanah tempat mereka berpijak berguncang hebat.
Mereka sudah kembali di terjang, oleh cahaya berbentuk cincin, yang mengeluarkan cahaya hitam keemasan, bercampur dengan pedang pedang yang tertahan di udara tadi.
Sesosok bayangan Buddha raksasa, dengan wajah menyeramkan menyeringai
dingin muncul di belakang Li Sun.
"Arggghhh ...!"
teriak para murid Xu San, pada terpental semua, saling bertabrakan di udara.
Sebagian dari mereka yang tertembus pedang mereka sendiri, ada yang tewas ada yang terluka parah, semua terlihat tergeletak berserakan di atas tanah
3 barisan pengepung buyar berantakan, barisan pengepung ke empat hingga ke barisan pengepung ke 8, segera maju menggantikan posisi teman mereka.
Mereka tetap dengan gigih mengepung Li Sun di sana.
Li Sun menyeringgai kejam, dia kembali membentuk mudra didepan dadanya.
Sebatang pedang kristal muncul berputar putar di ubun ubun kepalanya.
"Cahaya Buddha menerangi jagad.."
Sebuah energi hitam keemasan membentuk jarum jarum kecil melesat kesegala arah menerjang kesegala penjuru.
Murid murid Xu San dengan kompak, langsung memutar pedang ditangan mereka dengan cepat, untuk melindungi diri.
"Rooaaarrrrrrr...!!!"
Sebuah kekuatan dahsyat lain, muncul di tengah tengah diantara murid Xu San dan Li Sun.
Kekuatan cahaya merah yang di kelilingi oleh cahaya 9 bola matahari kecil.
Terpancar dari tubuh pendatang baru itu. untuk menahan semua jarum kecil dengan cahaya hitam keemasan.
6 ekor Naga emas melesat menerjang kearah Li Sun.
"6 Naga langit pemusnah dunia..!"
__ADS_1
teriak orang yang baru muncul yang bukan lain adalah Yue Feng, sambil mendorongkan sepasang tapak terbuka kedepan.
Angin keras kuat cahaya merah disertai kekuatan 6 Naga emas menerjang kearah Li Sun.
"Booommm...!'
Li Sun terpental mundur dua tombak kebelakang dari posisinya .
Sedangkan Yue Feng yang melepaskan serangan terpental mundur satu tombak kebelakang.
Pertemuan awal ini, menunjukkan Yue Feng masih lebih unggul tenaga saktinya di bandingkan dengan Li Sun.
Li Sun sendiri meski terpental mundur tapi dia terlihat baik baik saja.
Yue Feng berdiri gagah dengan pakaian berkibar kibar, tertiup oleh hawa sakti yang terpancar dari tubuh nya.
Sambil menatap tajam kearah Li Sun, Yue Feng berkata pelan,
"Tahan anak muda, ada masalah bisa di bicarakan baik baik tak perlu seperti ini.."
"Lihat keonaran yang kamu perbuat, begitu banyak orang terluka dan kehilangan nyawa..'
"Bagaimana kamu akan mempertanggung jawabkan perbuatan mu..?"
"Ku lihat ilmu mu juga berasal dari sumber yang lurus dan Baik, mengapa tiba di tangan mu jadi keji begini..?"
ucap Yue Feng berusaha menahan emosinya.
Saat dia melihat apa yang di alami oleh murid muridnya, yang tidak berdosa dan tidak tahu apapun.
Tapi Li Sun malah tersenyum mengejek dan berkata,
"Ingin bicara baik baik kata mu, mengapa mereka terus menghalangi ku dan menyerang ku.."
"Bila bukan mereka yang memulai, kejadian juga tidak akan seperti ini.."
"Mereka pantas menerimanya karena tidak tahu diri..'
Yue Feng sambil menatap tajam kearah Li Sun dia berkata,
"Mereka hanya menjalankan tugas, menjaga perguruan mereka, agar tidak sembarang orang bisa keluar masuk sesuka hati.."
"Adalah kamu yang datang tanpa diundang, memaksa masuk dan melukai orang, masih ingin menyalahkan orang lain..!"
bentak Yue Feng mulai kesal.
Li Sun menanggapi nya dengan tersenyum dingin dan berkata,
"Bagus,..! kamu pasti ayah Nan Thian, kenapa tidak kamu tanyakan saja pada anak mu..?"
"Apa yang telah dia lakukan pada istri ku, sebagai orang tua bisa melahirkan tidak bisa mengajarinya bersikap.."
"Sekarang malah membantunya menyimpan istri orang..!"
"Cepat..! kembalikan Zi Zi, bila tidak aku bersumpah akan ratakan tempat ini.."
Ye Hong Yi dan Zi Zi yang baru saja menyusul tiba di sana, mendengar ucapan Li Sun yang sangat tidak sopan.
Marahlah Ye Hong Yi,
"Bocah biadab jaga mulutmu...!"
__ADS_1
Bentak Ye Hong Yi dengan wajah merah padam.