PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
FEI YANG DAN XUE LIAN BERBICARA DI ATAS AIR TERJUN


__ADS_3

Fei Yang tersenyum lalu dia maju memegang tangan Xue Lian dengan lembut dan berkata,


"Ayo kita main ke atas sana.."


Dengan sekali hentakan kakinya tubuh Fei Yang dan Xue Lian melayang keatas puncak tebing air terjun, Fei Yang menggunakan ilmu Terbang Di Udara Tanpa Bayangan,


Xue Lian yang sangat terkejut, tanpa sadar langsung berteriak kaget.


Tapi belum suaranya teriakan nya hilang, tubuh mereka berdua sudah mendarat di sebuah batu menonjol, yang posisi nya terletak di pinggir tebing, di mana air mengalir melewati kiri kanan tonjolan batu tersebut.


Tempat tersebut sedikit basah dan licin. tapi bagian atas batu tersebut agak datar, dan cukup lebar buat di duduki 4 orang.


Fei Yang mengajak Xue Lian duduk disebelahnya.


Dengan tatapan kaget dan tak percaya, Xue Lian menatap kearah Fei Yang.


"Kamu,... bagaimana bisa..?"


tanya Xue Lian heran.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Sebenarnya di dalam tubuhku ini, ada 3 kekuatan besar, yang dewasa ini sulit di cari tandingnya.."


Xue Lian menatap setengah tak percaya ke Fei Yang, berdasarkan yang dia lihat hal itu agak mustahil.


Tapi setelah bergaul sekian lama, Xue Lian sangat percaya dengan karakter Fei Yang yang jujur.


Melihat Xue Lian ragu, Fei Yang pun menambahkan,


"Pertama adalah kekuatan Huo Lung guru pertama ku, jagoan tanpa tanding 500 tahun lalu, penguasa wilayah selatan."


Kedua adalah kekuatan Ping Feng guru ke 2 ku, juga jagoan 500 tahun lalu, penguasa wilayah Utara.."


"Terakhir adalah Yi Han Tao Se, guru ke 3 ku, yang memindahkan seluruh energinya ketubuh ku, sebelum dirinya sendiri meninggal.."


ucap Fei Yang sedih.


Xue Lian menatap Fei Yang dengan kaget dan berkata,


"Guru mu Yi Han Tao Se aku kenal dengan nya, ilmunya sangat tinggi."


"Bagaimana ceritanya beliau bisa meninggal."


tanya Xue Lian heran dan sulit percaya.


"Guru sebelum berhadapan dengan Xu Da dan Ming Wang,.dia sudah di racuni seseorang.."

__ADS_1


"Saat guru berhadapan dengan kedua orang tersebut, racun itu mengacaukan sirkulasi aliran tenaga nya.."


"Sehingga tenaga dalam nya, sulit di atur kadang hilang kadang timbul, akibatnya 5 organ penting didalam tubuhnya terluka parah, saat terjadi benturan keras melawan Ming Wang ."


Fei Yang menghela nafas sedih, sesaat kemudian dia baru melanjutkan berkata,


"Menjelang ajal, guru sengaja mewariskan seluruh tenaga dalam nya pada ku.."


"Begitulah ceritanya.."


ucap Fei Yang menutup penjelasannya.


Xue Lian mengangguk mengerti, tapi sesaat kemudian, dia kembali bertanya dengan heran,


"Lalu bila kamu memiliki kekuatan yang begitu dahsyat dari ketiga orang itu, kenapa kamu harus melarikan diri dari kejaran mereka hingga kemari..?"


Fei Yang menghela nafas kemudian berkata


"Kamu benar, sebenarnya bila satu saja dari mereka masih hidup, itu sudah lebih dari cukup untuk menghadapi Ming Wang."


"Tapi 3 kekuatan berkumpul di dalam satu tubuh saling menekan, saling menyerang, satu sama selalu berusaha mendominasi yang lainnya, sehingga aku jadi kesulitan untuk mengontrol nya.."


"Tenaga tersebut terkadang muncul, terkadang hilang saat di butuhkan, makanya aku dengan terpaksa harus melarikan diri menghindari kejaran mereka berdua.."


"Di tambah lagi aku tidak punya waktu, untuk melatih dan mengontrol 3 kekuatan tersebut.."


"Tapi kini bila di mainkan satu persatu, aku sudah bisa menguasainya dengan cukup lancar ."


ucap Fei Yang menjelaskan kondisinya pada Xue Lian.


Xue Lian mengangguk paham, setelah dia mendengar penjelasan dari Fei Yang.


Xue Lian sambil menatap kearah air yang sedang mengalir di bawah kakinya, dia kembali melontarkan pertanyaan ke Fei Yang,


"Fei Yang kamu sebenarnya siapa, ? mengapa aku selalu merasa kamu memiliki banyak rahasia, dan misteri yang tersimpan.. serta memiliki kemampuan tidak terduga..?"


Fei Yang tersenyum menatap Xue Lian kemudian dia berkata,


"Aku tidak pernah cerita, karena aku tidak ingin kamu merasa kita punya perbedaan.."


"Aku lebih suka kita berteman dan bergaul seperti orang biasa, tanpa terikat segala macam aturan yang ribet.."


Fei Yang menghentikan kata katanya sejenak, dia menatap kearah depan, di mana bisa terlihat pondok tempat tinggal Xue Lian yang kecil di bawah sana, halaman rumput hijau pendek dan hamparan bunga.


Fei Yang seperti sedang termenung mengenang masa lalu, kemudian dia berkata,


"Aku sebenarnya bernama Li Fei Yang, ayah ku adalah Li Yuan Ming raja di kerajaan Xi Xia."

__ADS_1


"Aku datang kewilayah selatan dalam rangka mengirim upeti tanda persahabatan kerajaan Song.."


Xue Lian menatap kaget kearah Fei Yang, dia meski hidup di tempat terasing, tapi ibunya sering bercerita padanya.


Jadi dia pun paham arti anak seorang raja..meski seorang raja kecil sekalipun, tetap lah seorang raja, dan putranya tetaplah seorang pangeran.


Fei Yang tanpa memperdulikan ekspresi yang di tunjukkan oleh Xue Lian, dia kembali melanjutkan ceritanya.


"Dalam perjalanan mengirim upeti, ditengah jalan, aku, paman ku ,.dan semua pengawalnya di sergap musuh ."


"Kami semua di bantai tanpa sisa, bila tidak secara kebetulan, jantung ku ada di sini.."


ucap Fei Yang sambil menunjuk dada kanannya sendiri.


"Aku pasti sudah mati bersama seluruh rombongan ku, tapi kelihatannya Thian belum ingin aku mati.."


"Jadi dalam pengembaraan ku, aku malah bertemu dengan guru pertama kedua dan ketigaku ."


"Hingga akhirnya bertemu dengan mu di sini.. begitulah sekelumit cerita tentang diri ku.."


ucap Fei Yang menutup ceritanya.


"Siapa yang telah begitu kejam melakukan pembantaian seperti itu, hingga anak kecil pun tidak terlepas dari tangan kejam mereka..?"


ucap Xue Lian sambil menatap Fei Yang dengan kasihan.


Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,


"Salah satu pelakunya adalah kakak sepupuku sendiri, teman main ku sejak kecil.."


"Kurasa orang di balik semua penyerangan tersebut,. tentu tidak terlepas hubungan nya, dengan paman kandung ku sendiri, Li Yuan Hao.."


ucap Fei Yang sambil melamun sedih.


Fei Yang tanpa sadar menitikkan air matanya, saat terkenang hubungan baik'nya dengan paman dan kakak sepupunya sewaktu kecil.


Di mana sewaktu dia masih kecil, mereka sering memeluk dan menggendongnya, serta mengajaknya bermain.


Bahkan dia sering makan dan tidur ditempat paman dan bibinya, tidur satu ranjang, bersama kakak sepupunya, bila dia menginap di sana.


Hubungan yang begitu baik dan dekat, dalam sekejap berubah menjadi musuh yang saling menginginkan nyawa pihak lain, demi kekuasaan.


Membuat Fei Yang sangat terluka hatinya, dan memandang kekuasaan dan jabatan dengan hambar.


Xue Lian yang merasa kasihan dengan Fei Yang, menyentuh bahu Fei Yang dengan lembut dan berkata,


"Sudahlah semua sudah berlalu, lupakan saja hal hal tidak menyenangkan itu.."

__ADS_1


Xue Lian, ini adalah kitab pusaka tanpa tanding, milik Xu San.


__ADS_2