PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTOLONGAN DATANG


__ADS_3

4 pelayan utama Hoa San Lao Lao dua di antaranya terpental jatuh terlentang diatas tanah diam tak bergerak dengan 5 panca indera mengeluarkan darah.


Mereka langsung tewas di tempat, tidak kuat menahan pukulan jarak jauh dari Xiong Pa yang ganas


Dua yang lainnya lebih beruntung, mereka hanya terserempet saja.


Meski juga terpental dan jatuh di atas tanah sambil memuntahkan seteguk darah segar.


Tapi mereka masih bisa bernafas, dan mampu bangkit berdiri, menjauhi mulut gua.


Nasib kurang baik menimpa puluhan gadis muda, sebagian besar dari mereka terkapar tidak bergerak di atas tanah.


Hanya sekitar 5 orang yang berhasil lolos dari maut, mereka segera bergerak mundur kebagian dalam gua.


Fei Yang memejamkan matanya, tidak kuat melihat pemandangan di hadapannya.


Gadis gadis ini semua berkorban nyawa demi dirinya, ada rasa sedih haru menyesal dan tak berdaya yang menekan kuat perasaannya.


Yang Jian yang bersila tidak jauh dari Fei Yang juga menghela nafas sedih dan berkata,


"Ini salah ku,.. mereka seperti ini karena salah ku..."


"Yang Jian,..oh Yang Jian,.. percuma kamu hidup selama ini,.. tapi masih begitu ceroboh.."


gumam Yang Jian memaki dirinya sendiri dengan penuh sesal.


Para tetua dan ketua partai dunia persilatan, meski mampu bergerak tapi mereka semua tidak berdaya.


Tenaga dalam mereka semua terkunci, karena Xiong Pa sebelumnya sudah menyebarkan semacam wewangian yang memiliki kekuatan melemahkan dan mengunci tenaga dalam.


Mirip mirip Hua Kung San ( bubuk pemusnah tenaga sakti )


Hanya saja cara bekerjanya berbeda yang ini lebih berbahaya dari Hua Kung San.


Hua Kun San bekerja lewat makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh.


Sedangkan yang ini bekerja lewat udara yang masuk kedalam tubuh, menyatu dengan aliran darah, hingga tersebar keseluruh irgan penting dalam tubuh.


Xiong Pa memperoleh racun ini dari Dewa Racun Thian Tu.


Fei Yang mencoba untuk menggunakan tenaga dalamnya memulihkan kekuatannya.


Berkat tehnik pengendalian kekuatan alam semesta tanpa batas, dalam waktu singkat dia sudah pulih hampir 40%.


Yang Jian sendiri yang di kelilingi bayangan Pat Kwa juga terlihat pulih dengan cukup cepat.


Xiong Pa yang sudah berhasil menyingkirkan para gadis pelontar jarum perak.


Kini sambil tersenyum mengejek dia berjalan mendekati Yang Jian dan Fei Yang.


"Mau mencoba memulihkan diri, jangan mimpi, kalian pulihkan saja di akherat sana..!"


ucap Xiong Pa sambil melepaskan pukulan Doa bola putih transparan kearah Yang Jian dan Fei Yang.


"Deesss,..!"


"Deesss,..!"


Fei Yang dan Yang Jian yang baru mulai pulih kembali menerima hantaman tersebut.

__ADS_1


Tubuh kedua orang itu langsung terpental menabrak dinding, lalu jatuh keatas tanah bagaikan dua lembar handuk basah.


Fei Yang dan Yang Jian masing-masing memuntahkan darah segar yang cukup banyak dari mulut mereka.


Meski tidak langsung tewas karena terlindung oleh tenaga yang baru mereka pulihkan 1/3 nya.


Tapi kondisi mereka terlihat mengenaskan.


Hoa San Lao Lao yang melihat hal itu, dia ingin bergerak menolong mereka, tapi dirinya sendiri juga sedang terluka parah.


Sehingga dia hanya bisa bergumam kecil,


"Kakak Yang,..maaf aku yang tidak berguna,.."


"Tidak seharusnya kamu kemari.."


ucap Hua San Lao Lao pelan dengan air mata bercucuran membasahi wajahnya yang penuh keriput.


Xiong Pa sambil berjalan menghampiri Hoa San Lao Lao dia berkata,


"Kalian berdua cepat habisi kedua orang itu.."


"Biar nenek cabul itu aku yang mengurusnya.."


Hoa San Lao Lao menatap Xiong Pa dengan penuh kebencian.


Tiba-tiba Hoa San Lao Lao meludahi wajah Xiong Pa dan memakinya.


"Cuihhh,..! Dasar manusia rendah,..!"


Hoa San terlihat tidak takut sama sekali, meski dia tahu ajalnya mungkin sudah dekat.


Xiong Pa sambil tertawa berkata,


"Kurang ajar,..!"


"Dasar Nenek cabul,.. aku akan langsung mengirim mu pergi..!"


"Rasakan,..!"


bentak Xiong Pa sambil melepaskan sebuah bola putih transparan menuju kening Hoa San Lao Lao


"Deesss,..!"


Hoa San Lao Lao yang sebelum pukulan itu tiba, dia memilih pasrah menutup matanya.


Tapi saat dia merasakan, ada seseorang yang menabraknya, hingga mereka berdua terguling tumpang tindih.


Hoa San Lao Lao buru buru membuka kembali matanya, saat melihat apa yang sedang terjadi.


Wajahnya menjadi pucat, sambil menangis histeris, tanpa memperdulikan pakaian mereka berdua yang berlumuran darah.


Dia terus merangkul dan memeluk erat erat sosok tubuh di dekatnya itu, sambil menangis dan berteriak histeris


"Kakak Yang,.. bangun,..bangun kakak Yang,..!"


"Tidak,..tidak,..jangan,.. jangan seperti ini, aku tidak mau.."


"Jangan tinggalkan aku kakak Yang.."

__ADS_1


"Hu,..hu,..hu..!"


"Mengapa kamu begitu bodoh..!"


"Hu,..hu,..hu..!"


Di tempat lain Bu Cin Yun dan Nie Feng yang terlihat sedang menikamkan pedang mereka kearah Fei Yang dan Yang Jian.


"Crebbb,..!"


"Crebbb,..!"


Mereka berdua gerakannya terhenti di udara, kedua orang itu berdiri mematung di tempat.


Tubuh mereka membeku, menjadi dua patung es, bagian Jantung mereka berlobang.


Jantung kedua orang itu yang masih berdenyut denyut ada di dalam cengkraman tangan seorang gadis berbaju putih yang berwajah lemah lembut dan sangat cantik.


Sepasang matanya begitu teduh dan penuh pengertian, siapapun yang memandangnya akan merasa tentram dan nyaman.


Tapi saat orang melihat di kedua telapak tangannya, masing masing terlihat sepotong jantung yang masih berdenyut denyut.


Orang tentu akan berpikir dua kali untuk menganggu gadis yang terlihat lemah lembut ini.


Sambil tersenyum gadis itu meremas potongan jantung di telapak tangannya.


Dalam sekejab mata kedua potong jantung itu langsung berubah menjadi potongan es beku.


Sesaat kemudian hancur berkeping-keping jatuh keatas tanah.


"Yi Yi kenapa kamu kemari..?"


tanya Yang Jian dengan suara lembut.


"Perasaan ku tidak tenang, jadi selesai pemakaman aku langsung kemari.."


"Gimana keadaan mu sayang..?"


ucap Yi Yi lembut sambil berjongkok di samping suaminya.


"Aku tidak apa-apa,.."


"Lebih baik kamu cepat tolong mereka berdua.."


ucap Yang Jian cepat.


Yi Yi mengangguk, lalu dia melesat kearah punggung Xiong Pa.


Dia langsung mengarahkan kedua cakarnya, yang mengeluarkan cahaya biru menyerang punggung Xiong Pa.


Xiong Pa yang tidak ingin punggungnya bolong seperti kedua muridnya.


Dia terpaksa meninggalkan Fei Yang yang sedang di peluk erat oleh Hoa San Lao Lao.


Dalam sekejap mata Xiong Pa dan Yi Yi sudah saling menyerang puluhan jurus.


Mereka dari dalam gua, kini pertarungannya sudah berlanjut pindah keluar gua.


Xiong Pa terlihat terdesak hebat hanya bisa main mundur, pergerakan tubuh Yi Yi yang bisa beterbangan di udara, muncul dan menghilang sesuka hati.

__ADS_1


Membuat semua pukulan dahsyat bola transparan Xiong Pa, selalu mengenai tempat kosong.


__ADS_2