PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERGERAK MENUJU ARAH TIMUR


__ADS_3

Sesaat kemudian rombongan kecil itu terlihat, mulai bergerak meninggalkan jurang rahasia, persembunyian Fei Yang selama ini.


Fei Yung dan Fei Lung yang paling gembira, karena ini adalah perjalanan pertama mereka meninggalkan dunia dimensi tempat tinggal mereka selama ini.


Kedua anak itu terlihat sangat antusias menunjuk kesana kemari, terkadang berbicara sendiri di antara mereka.


Terkadang bertanya tanya ke ibu ayah ataupun bibi Fei Hsia yang suka memanjakan mereka berdua.


Perjalanan di lakukan dengan cepat, Fei Yang tidak mau banyak singgah.


Mereka berusaha secepat mungkin tiba di Xu San.


Saat mereka tiba di Xuan Yu Feng, Fei Yang dan Fei Hsia dari kejauhan sudah bisa melihat kekacauan yang terjadi di Xu San Pai.


"Lian Mei, Hsia mei...aku pergi kesana duluan untuk melihat lihat situasi.."


"Hsia mei Xue Lian dan anak anak titip ya..?"


ucap Fei Yang sedikit tidak enak hati.


Fei Hsia tersenyum lembut dan berkata,


"Jangan khawatir,.. pergilah,.. disini ada aku.."


"Kami akan menyusul.."


Fei Yang mengangguk, lalu terbang cepat melesat ke arah Xuan Wu Feng.


Fei Yang dengan cepat langsung menemukan keberadaan Hong Yi dan Yue Feng berada di tengah sebuah kawah kecil di kelilingi reruntuhan di mana mana.


Fei Yang dengan cepat melesat kearah tersebut.


"Apa yang terjadi kakak Hong Yi,..?"


"Bagaimana keadaan kakak Feng..!"


tanya Fei Yang begitu mendarat ringan di dekat mereka berdua.


Hong Yi menatap kearah Fei Yang dan berkata,


"Ceritanya panjang Paman guru.."


"Kondisi Feng ke ke sedang sangat tidak baik.."


"Lebih baik Paman guru bantu menstabilkan kondisinya dahulu.."


ucap Hong Yi


Fei Yang mengangguk, dia kemudian menempelkan sepasang telapak tangannya di belakang punggung Yue Feng.


Uap es dan uap panas mengalir dan kedua telapak tangan Fei Yang.


Tubuh Yue Feng sedikit tersentak, kepalanya bisa terangkat keatas kembali.


Mulutnya terlihat menghembuskan keluhan kecil.


"Hufff...!"

__ADS_1


Wajah pucat Yue Feng terlihat kembali merona, Fei Yang dengan gerakan cepat mengganti telapak tangan nya, yang menempel di punggung Yue Feng.


Menjadi gerakan menotok cepat di beberapa titik penting di belakang tubuh Yue Feng.


Fei Yang menotok titik Zhi Yang, Shen Zhu, Da Zhui, Ya Men, Feng Fu, Nao Hu.


Terakhir di tutup dengan titik Bai Hui.


Di mana tubuh Fei Yang melesat keatas, dalam posisi terbalik dia menotok titik tersebut.


Begitu titik tersebut di totok, Yue Feng sepasang matanya kembali terbuka.


Mulutnya kembali menghembuskan keluhan pendek.


"Hufff..!"


Yue Feng bisa menoleh kebelakang, dan berkata,


"Terimakasih Paman guru atas pertolongan nya.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Jangan banyak bicara dulu, keadaan Kakak belum sepenuhnya stabil.."


"Lebih baik kita cari tempat tenang, agar aku bisa membantu kakak mempercepat proses pemulihan luka dalam kakak.."


Yue Feng mengangguk pelan, Hong Yi segera mendekat, lalu membantu memapah suaminya untuk bisa bangun berdiri.


Sesaat kemudian, Hong Yi sambil membantu memapah suaminya, dia langsung terbang keluar dari dalam kawah kecil itu.


Tepat Fei Yang mendarat di bibir lubang, rombongan Xue Lian juga tiba di sana.


Mereka terlihat duduk diatas punggung butung Bangau Dewata, lalu satu persatu melompat turun dari punggung burung bangau Dewata.


Xue Lian dan Fei Hsia turun paling terakhir, Fei Hsia yang membantu Xue Lian mendarat ringan di atas tanah.


Fei Yang mendekati Hong Yi dan berkata,


"kakak Hong Yi, kamu bantu tunjuk jalan, Yue Feng biar aku yang gendong saja."


Hong Yi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih paman Yang, jadi merepotkan mu.."


Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,


"Itu sudah seharusnya, tak perlu sungkan.."


Fei Yang membungkuk setengah berjongkok memunggungi Yue Feng dan berkata,


"Ayo kakak Feng naiklah.."


"Kondisi mu belum sepenuhnya stabil,kamu belum boleh banyak bergerak.."


ucap Fei Yang mengingatkan Yue Feng.


"Terimakasih paman guru.."

__ADS_1


ucap Yue Feng, lalu dia segera naik keatas punggung Fei Yang.


Rombongan tersebut di bawa oleh Hong Yi, menuju tempat persembunyian rahasia, yang terletak di tengah tengah area perkuburan milik perguruan Xu San.


Di situ adalah areal perkuburan murid murid dan ketua Xu San Pai sebelumnya, yang di bantai habis oleh kelompok Hei Mo Pang di bawah pimpinan Ming Wang.


Di sana ada makam Malini dan beberapa murid utama dan murid murid wanita lainnya, yang semuanya adalah saudara seperguruan Hong Yi.


Fei Yang sempat berhenti di depan sebuah makam dia menatap penuh haru kearah makam itu.


Dia membungkukkan badannya memberi hormat pada makam itu.


"Secie,.. Fei Yang datang melihat mu, kamu beristirahatlah dengan tenang.."


Setelah itu Fei Yang baru melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat tersebut.


Makam itu adalah makam Li Sian Sian, Secie dari Fei Yang, sekaligus guru dari Hong Yi.


Sebutannya saja Secie, padahal aslinya Fei Yang justru banyak mendapatkan bimbingan ilmu silat dari Secie nya ini.


Ilmu langkah ajaib dan ilmu membuat perisai mantra kuno, Fei Yang justru dapatkan dari bimbingan khusus Secie nya ini.


Hong Yi menghapus dua butir airmata nya yang runtuh kebawah, saat melihat Fei Yang memberi hormat kearah makam gurunya dengan penuh khidmat.


Akhirnya Hong Yi membawa mereka menuju sebuah ruangan persembunyian rahasia, yang terletak di bawah paviliun di tengah area perkuburan.


Dari tempat rahasia ini, Hong Yi bisa melihat keadaan di luar sana, bila ada yang mendatangi area di atas tempat persembunyian mereka.


Makanya saat Nan Thian tiba di sana, Fei Yang bisa mengetahuinya, sekaligus memberikan pengarahan pada Nan Thian.


Selesai mendengar cerita Hong Yi hingga selesai.


Nan Thian pun berlutut di hadapan Xue Lian dan berkata,


"Nenek bibi guru, Thian Er mohon ijinkan Thian Er membawa Zi Zi kembali.."


"Sun Er kelihatannya bukan lagi Sun er yang kita kenal, dia telah tersesat terlalu jauh.."


Xue Lian menoleh kearah suaminya sejenak, lalu kembali menoleh kearah Nan Thian dan berkata,


"Kamu pergilah, Bibi ijinkan hal itu pada mu.."


"Mengenai hubungan kalian biar bibi bicarakan lagi dengan paman mu.."


"Kalian tenang saja, sekali ini bibi pasti akan ikut campur dan berdiri di sisi kalian.."


"Demi kebahagiaan Zi Zi, bibi pasti akan mendukung pilihan nya."


ucap Xue Lian tegas.


Mengantongi ijin dari Xue Lian, kini tekad Nan Thian menjadi semakin kuat.


Nan Thian memberi hormat secara bergantian didepan Xue Lian, Fei Yang, kedua orang tua nya dan Fei Hsia.


Setelah itu dia segera meninggalkan tempat rahasia tersebut bersama Kim Kim.


Begitu keluar dari ruang rahasia Kim Kim langsung melesat cepat menuju arah timur.

__ADS_1


__ADS_2