PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
IBLIS HATI 2


__ADS_3

Iblis hati masih sama dengan Wujud Yue Feng, sambil tersenyum mengejek dia berkata,


"Anak Durhaka, bahkan ayah mu sendiri kamu tidak kenal.."


"Aku akan anggap tidak pernah punya anak seperti mu.."


Selesai berbicara Enam Naga Emas melesat mengejar kearah Nan Thian dengan di tunjang tenaga sakti 9 matahari dan Ih Jin Jing yang dahsyat.


"Blaaaarrr ..!"


Tapi sekali ini Naga Panca Warna Nan Thian lebih unggul.


Naga emas Yue Feng lenyap, Yue Feng terlihat terpental mundur hingga menghilang dari sana.


Sesaat kemudian muncul Bai Wang di hadapan Nan Thian, bersama putrinya Bai Xue Xue.


"Nan Thian murid ku, bagaimana kabar mu..?"


"Maafkan sikap kami dulu, itu semua salah kami.."


ucap Bai Wang sambil tersenyum penuh penyesalan, melangkah menghampiri Nan Thian.


"Tak perlu menipu ku, kamu bukan guru ku, dia juga bukan Xue Xue.."


"Aku sarankan jangan pernah coba berani mendekat."


"Aku tidak akan bersungkan dengan kalian.."


ucap Nan Thian melangkah mundur, menjaga jarak.


Bai Wang menghentikan langkahnya dia terlihat ragu.


Sesaat kemudian muncul Yue Hong Yi dan Yue Feng, yang sedang menggendong tubuh Yue Lin yang terkulai lemas.


"Saudara Bai, sebaiknya jangan dekati bocah durhaka itu lagi, dia sudah bukan Nan Thian kita yang dulu lagi.."


"Kamu lihat dia tega bunuh kakaknya, lukai ibunya dan melawan ku.."


"Saat ini kamu dekati dia, kamu bisa mati sia sia, seperti kakaknya ini.."


ucap Yue Feng mengingatkan sahabatnya.


Bai Wang terlihat ragu, dia sebentar menatap kearah Yue Feng sahabatnya, sebentar lagi menatap kearah Nan Thian.


Sikap dan pembicaraan mereka kini membuat Nan Thian jadi ragu sendiri.


Apa mereka nyata atau bukan, dia yang tadinya yakin, kini jadi kurang yakin.


Nan Thian menatap kearah mereka satu persatu, dia sempat berhenti lama menatap keadaan kakaknya.


Hatinya terasa hancur, saat teringat masa masa kecilnya dulu bersama kakaknya.


Kakaknya sering menemani nya bermain, membaginya makanan, juga sering melindunginya.


Bila ada anak anak lain yang mencoba menganggu dirinya, bahkan terakhir kali.


Karena membela diri nya lah, kakak nya, jadi kesalahan tangan membunuh orang.


Meski dia sudah membantu menanggung akibat dari perbuatan kakaknya.


Tapi tetap saja, di dalam hati dia sedikit menyesal, bila bukan karena dirinya yang tidak berguna.


Tentu kakaknya tidak perlu ikut terlibat.


Kini melihat keadaan kakaknya yang terkulai lemas, tidak tahu mati atau pun hidup.

__ADS_1


Tiba-tiba Nan Thian merasa sangat sedih dan menyesal.


tanpa terasa air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.


Kini perasaan Nan Thian bercampur aduk, setengah percaya setengah tidak.


Dia tidak lagi seyakin sebelumnya.


Di saat Nan Thian sedang terlihat meragu, di saat itulah Xue Xue tiba tiba memanggilnya.


"Nan Thian Se Xiong,...aku bersalah padamu.."


"Kau maafkanlah aku,.."


"Aku tidak seharusnya,..aku..aku sangat menyesal.."


"Kau bunuh saja lah diri ku,..aku pantas untuk itu.."


ucap Xue Xue dengan airmata bercucuran berlari menghampiri Nan Thian.


Bai Wang terlihat sangat kaget dan berteriak,


"Xue Xue bahaya jangan kesana..!"


Xue Xue menoleh kearah ayahnya dan berkata,


"Maafkan Xue Xue ayah..!"


"Xue Xue tidak bisa..!"


Xue Xue tidak menghentikan langkahnya, dalam sekejab dia sudah berlari masuk kedalam pelukan Nan Thian.


Sambil menangis tersedu-sedu, Xue Xue berkata,


"Nan Thian Se Xiong, kau maafkanlah aku, ini semua salah ku.."


"Aku pantas menanggungnya, aku tidak akan pernah menyesal.."


"Kau bunuh saja la h aku, lepaskan mereka semuanya, dalam hal ini akulah yang paling bersalah."


ucap Xue Xue sambil menangis sedih di dalam pelukan Nan Thian.


Nan Thian tidak bertindak apa apa, dia hanya bisa berdiri diam mematung di sana..


Seperti orang Linglung, menanggapi tindakan yang di ambil oleh Xue Xue terhadap dirinya.


"Nan Thian Sexiong, aku sangat menyesal, tidak seharusnya aku dulu mengkhianati perasaan di antara kita.."


"Tidak seharusnya, aku tergoda oleh bujuk rayu mulutnya yang manis ."


"Aku sungguh menyesal,.. maafkan aku Nan Thian Sexiong.."


"Maafkan aku yang berulangkali menyakiti perasaan mu, bahkan mencelakai mu dengan racun.."


Nan Thian Sexiong aku pantas mati, lakukan saja, agar rasa bersalah ku menjadi ringan.."


ucap Xue Xue sambil menangis sedih.


Nan Thian terlihat semakin ragu, saat melihat Xue Xue menangis sambil memeluknya erat-erat.


Akhirnya Nan Thian larut dalam perasaannya sendiri, dengan tangan gemetaran.


Dia balas memeluk Xue Xue, membelai rambut dan punggungnya dengan lembut dan berkata,


"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu, mari kita lupakan saja."

__ADS_1


"Aku tidak mungkin bisa membunuh mu, apapun kesalahan mu."


"Aku sudah lama memaafkan nya.."


"Tidak ada yang perlu di bahas lagi, yang lalu biarlah berlalu.."


ucap Nan Thian lembut.


"Clebbb...!"


Sebuah belati tajam, yang datang menyerang kearah punggung Nan Thian.


Tertangkap oleh lengan Nan Thian, sekali Nan Thian mengerahkan kekuatan cengkraman tangan nya.


"Celentanggg,..!"


Belati di tangan Xue Xue jatuh tergeletak di atas tanah.


"Kamu bukan Xue Xue,..!"


"Siapa kamu..!?"


bentak Nan Thian.


Xue Xue, yang tangannya berada dalam cekalan tangan Nan Thian.


Tiba-tiba menghilang berubah menjadi kabut asap.


Termasuk seluruh tubuhnya, tiba tiba berubah menjadi kabut asap, menghilang begitu saja dari hadapan Nan Thian.


Begitupula dengan orang orang di sekitar sana, kedua orang tua Nan Thian, kakaknya gurunya.


Kini mereka semua menghilang tak berbekas, kini di hadapannya, hanya ada sesosok pria yang berwajah sama dengan dirinya.


"Ha..ha..ha..ha..ha..!"


pria itu tiba tiba tertawa keras.


lalu berkata,


"Kamu cerdas juga, bagaimana kamu bisa menebak dia bukan Xue Xue..?"


tanya sesosok pria itu, yang wajah nya sama persis dengan Nan Thian.


Perbedaan nya dengan Nan Thian terletak pada warna pakaiannya, pria itu memakai pakaian serba hitam.


Bahkan sepasang biji matanya terlihat hitam semua.


Berbeda dengan Nan Thian yang terlihat normal sepasang matanya dan mengenakan pakaian biru langit.


Nan Thian menatap tajam kearah pria yang wajahnya sangat mirip dengan nya, dan berkata,


"Tentu saja, setelah apa yang terjadi di antara kami.."


"Berdasarkan karakter Xue Xue yang aku kenal, dia tidak mungkin punya wajah untuk bertemu dengan ku lagi.."


"Dia juga tidak akan pernah mungkin kembali ke sisi ku lagi.."


"Apa yang terjadi barusan, jelas hanya lah harapan aku pribadi yang tidak akan mungkin pernah terwujud lagi selamanya.."


"Berdasarkan itulah, aku tidak percaya kamu adalah dia.."


ucap Nan Thian tenang.


Pria itu menatap kearah Nan Thian sambil tersenyum mengejek dan berkata,

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita mulai saja, hari ini kita lihat siapa yang lebih unggul dari siapa.."


"Kamu atau aku.."


__ADS_2