
Pasukan Jin mulai bergerak memasang tameng dan tombak selangkah demi selangkah berderap maju untuk mempersempit ruang gerak Xue Lian.
Pasukan panah sudah melepaskan ratusan anak panah, berhamburan bagaikan hujan semua di tujukan kearah Xue Lian.
Xue Lian hanya tersenyum dingin dan berkata,
"Penindas hari ini nenek mu akan membuka pantangan membunuh..!"
"Bersiaplah..!"
Semua anak panah yang berhamburan tertahan di udara, oleh energi pengendalian angin yang Xue Lian lepaskan.
"Mampus..!"
teriak Xue Lian.
Anak panah meluncur balik bagaikan peluru, menembus tameng membunuh pasukan pengepung.
Bahkan anak panah itu berhasil menewaskan pasukan lapis ketiga.
Sementara kepungan terbuka, karena pasukan tameng dan barisan di belakangnya tewas malang melintang.
Dua orang jendral yang memimpin pengepungan itu juga terlihat, tinggal tubuhnya yang duduk diatas punggung kuda
Kepala mereka tidak tahu hilang kemana di terjang oleh energi tanpa wujud yang di lepaskan oleh Xue Lian.
Keadaan itu membuat pasukan pengepung menjadi kalut.
Sebelum para pasukan yang sedang kalut itu membenahi diri.
Terdengar suara yang datang dari arah langit, bagaikan gemuruh petir yang membuat tanah berguncang hebat.
"Yang sayang nyawa, segera tinggalkan tempat ini..!!"
Barisan pasukan Jin semakin kacau, saat tanah tempat mereka berdiri, mengalami guncangan hebat.
Terlihat bangunan di kiri kanan jalan berderak hebat, genting genting pada berjatuhan ke jalan raya.
Sebagian dari genting itu menimpa kearea pasukan jin, yang sedang dalam kondisi kalut dan kacau balau.
Setelah gempa berhenti situasi mulai tenang, terlihat Fei Yang berdiri di depan Xue Lian menatap tajam kearah sisa pasukan jin yang terlihat kacau.
"Tahan,..! kembali ke posisi..!"
"Yang mulia Kaisar tiba...!"
terdengar suara teriakan keras dari salah satu jendral yang mengawal, seorang pria berkumis melintang.
Mengenakan jubah kuning dengan gambar naga di dadanya.
Dia mengenakan topi bulu, rambutnya di kepang dua, tergantung di depan dadanya.
Dialah pimpinan suku Jurchen, Wanyen Khan, kaisar dinasti jin yang berkuasa saat ini.
Pasukan jin segera berbaris rapi, memberi jalan kepada rombongan kaisar Wanyen Khan, yang sedang bergerak maju berhadapan dengan Fei Yang.
Fei Yang tersenyum tenang, saat berhadapan dengan kaisar Wanyen Khan.
"Anak muda apa motif kalian berdua membuat keributan di ibukota ku..?"
tanya Wanyen Khan menegur Fei Yang dan Xue Lian.
__ADS_1
"Penjajah jangan sombong mentang mentang pakai baju kuning..!"
"Percaya tidak nenek mu akan membuat mu kembali ke gunung pakai baju kulit binatang..!"
teriak Xue Lian marah, tanpa rasa takut sedikitpun.
Fei Yang mengangkat tangannya, memberi kode agar Xue Lian diam.
Lalu dia berkata, sambil memberi hormat,
"Maafkan kata kata istri ku yang terbawa emosi.."
"Kedatangan kami bukan untuk membuat keributan, kami juga bukan rakyat mu jadi tidak bisa di katakan memberontak."
Kaisar Wanyen Khan menatap tajam kearah Fei Yang dan Xue Lian secara bergantian dan berkata,
"Meski kalian tidak bersedia mengakui kalian rakyat ku, tapi Song Utara sudah tiada.."
"Bila kalian adalah penduduk Song Utara, maka kalian terhitung rakyat ku ."
"Bila kalian bukan penduduk Song Utara, sebagai tamu kalian juga tidak pantas membuat keributan membunuh pasukan pemerintah seenak hati.."
ucap Kaisar Wanyen Khan penuh teguran.
"Keluarga ada hukum keluarga, negara ada hukum negara.."
"Kalian telah melanggar hukum negara.."
"Apa kalian berdua sudah tahu dosa kalian..?"
ucap Kaisar Wanyen Khan penuh wibawa.
Fei Yang sambil tersenyum tenang berkata,
"Aku tentu mengerti hukum negara, karena aku juga pernah jadi raja.."
Ucapan Fei Yang sedikit mengejutkan Wanyen Khan, dia menatap Fei Yang dengan penuh tanda tanya.
"Tapi abaikan saja itu hanya masa lalu,.."
"Yang Mulia kamu mendapatkan wilayah ini dengan kekuatan mengusir Song pindah ke selatan.."
"Dalam hal ini aku tidak akan ikut campur."
"Tapi setelah menjadi penguasa di tanah ini, harusnya kalian menjaga melindungi dan menyayangi rakyat di sini seperti suku kalian sendiri.."
"Karena mereka kini juga termasuk rakyat mu, punya hak yang sama seperti suku mu."
"Tapi bila kedatangan mu dan suku mu, hanya bertujuan menjadi perampok dan penindas."
"Seperti kata istri ku tadi, Kamilah yang akan mengirim mu keluar dari sini.."
"Lebih baik tempat ini berkembang sendiri, tanpa pemerintah dan penguasa."
ucap Fei Yang serius.
Wanyen Khan menangkap ucapan Fei Yan,g yang sangat beralasan.
Tapi gengsinya sebagai seorang kaisar melarangnya untuk kalah dengan seseorang pemuda yang bahkan nama pun tidak dia kenal.
Sambil menatap tajam dia berkata,
__ADS_1
"Siapa kalian berdua, sebutkan nama dan asal usul kalian..?"
"Aku ingin tahu apakah nama kalian sebesar mulut kalian ingin mengusir ku dari sini.."
Fei Yang tersenyum tenang menanggapi ucapan Kaisar Wanyen Khan yang meremehkan dirinya.
"Nama ku Li Fei Yang dari Xi Xia, yang dibelakang ku Ni Xue Lian, dari Xu San.."
"Liao bisa dapat wilayah Song karena aku, kamu bisa dapat wilayah ini, karena Liao jadi lemah setelah kekalahan di Xi Xia, "
"Bila kamu ingin jadi Sabutai, Li Yuan Hao, Zhao Kuang Yi, dan Zhao Yuan Zuo.."
"Kamu hari ini boleh mencobanya.."
ucap Fei Yang tenang.
Ucapan Fei Yang membuat Wanyen Khan kaget, begitu pula 4 orang jendral yang mengawalnya.
Mereka dengan serentak, menyebut nama yang membuat Wanyen Khan semakin ciut nyalinya.
"Ping Huo Ta Xia..!"
teriak keempat jendral itu serentak.
Wanyen Khan meski keder, tapi serigala tua itu bersikap tenang.
"Jin dan Xi Xia, selama ini bagaikan air sumur tidak mencampuri air danau.."
"Masalah hari ini, memandang hubungan baik dengan Xi Xia, aku tidak akan memperpanjangnya."
"Mengenai nasehat anda tadi aku akan mempertimbangkannya."
"Pasukan mundur semua..!"
teriak Wanyen Khan memberi perintah, sambil mengangkat tangannya keatas.
Dia kemudian memutar kudanya meninggalkan tempat tersebut, diikuti oleh seluruh pasukannya yang bergerak mundur meninggalkan tempat tersebut.
"Kakak Yang mengapa kau biarkan manusia sombong itu pergi..?"
tanya Xue Lian kurang puas.
Fei Yang menoleh kearah Xue Lian sambil tersenyum dia berkata,
"Membunuhnya, apakah kamu ingin aku menggantikannya menjadi kaisar mengurus negeri ini.?"
"Bila itu mau mu, masih belum terlambat, untuk menghabisi mereka semua.."
"Tapi kamu harus tahu konsekwensinya, setelah mengambil tanggung jawab sebagai kaisar.."
"Waktu ku untuk menemani mu, mungkin hampir tidak ada.."
"Karena waktu ku akan habis untuk mengurus rakyat dan negara.."
"Satu lagi, supaya aku bisa menemukan putra berbakat menggantikan ku kelak, mungkin aku akan.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum nakal.
"Kamu berani..! percaya tidak, aku akan membuat mu menjadi kaisar kebiri pertama..!'
Bentak Xue Lian dengan mata melotot marah.
__ADS_1