PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TEMPAT RAHASIA KEDIAMAN FUSI DAN NI WA


__ADS_3

Apalagi saat Xue Lian mengeluarkan sebatang cambuk yang bersinar kebiruan dan terus mengeluarkan arus listrik.


Saga Sagi langsung menjatuhkan diri tiarap di atas lantai, dengan kepala tertunduk dan tubuh gemetaran.


Tapi sebelum Xue Lian mengayunkan cambuknya menghukum dua hewan peliharaannya itu.


Tangannya di tahan oleh Fei Yang, Fei Yang memberi kode dengan menggelengkan kepalanya, kemudian berkata,


"Sudahlah adik Lian, ini cuma masalah makanan saja, ampunilah mereka sekali ini.."


"Lagipula kesalahan tidak sepenuhnya ada di mereka."


"Kita yang teledor setelah masak gak di makan,. juga gak di simpan dengan baik.."


Xue Lian menatap dengan kesal kearah dua Kirin itu dan berkata,


"Hari ini kalian beruntung, bila lain kali terulang, aku pasti tidak akan mengampuni kalian..!"


"Cepat pergi,.. sebelum aku berubah pikiran...!"


Kedua hewan itu seperti mengerti, begitu ucapan Xue Lian selesai, mereka langsung bergegas pergi menyelematkan diri.


Fei Yang sambil tersenyum lembut berkata,


"Sudahlah adik Lian, kamu jangan kesal lagi, ayo ikut dengan ku.."


"Aku masih punya minuman simpanan di dekat air terjun, lumayan untuk mengobati rasa haus di saat cuaca sedang panas begini.."


"Ayo kita kesana..."


ucap Fei Yang, sambil menggandeng tangan Xue Lian pergi kearah air terjun.


Saat mereka berdua sampai di sana, Fei Yang berkata.


"Kamu tunggu sebentar di sini.."


Fei Yang langsung melayang ringan kearah air terjun, Fei Yang mengerahkan tenaga pelindung Qian Kun Im Yang Sen Kung.


Sehingga tidak ada setetes airpun, yang bisa menembus perisai pelindungnya.


Tak lama kemudian Fei Yang sudah muncul dari balik air terjun melayang kembali ke samping Xue Lian, sambil membawa dua botol kendi berwarna coklat tua.


"Apa itu kak Yang,?"


Tanya Xue Lian heran..


Fei Yang sambil tersenyum membuka tutup kendi dengan giginya, kemudian berkata,


"Kamu cobalah,.. gimana rasanya.."


Xue Lian mencium bau aroma buah yang segar keluar dari dalam guci di hadapannya.


Tanpa ragu dia mencicipinya, begitu minuman itu masuk kedalam mulutnya.

__ADS_1


Dia langsung terbelalak melihat kearah Fei Yang sambil mengacungkan jari jempol nya.


Fei Yang tersenyum puas, dia pun ikut minum dari kendi yang satu lagi.


Mereka berdua kemudian memilih duduk santai tidak jauh dari air terjun, di bawah sebatang pohon besar yang rindang.


"Kak Yang, apa kak Yang pernah mendengar cerita tentang kisah Fu Si dan Ni Wa..?"


"Bukankah itu adalah sebuah legenda tentang asal usul manusia di dunia, yang di ceritakan dari mulut ke mulut..?"


tanya Fei Yang balik, sambil menoleh menatap kearah Xue Lian.


Xue Lian mengangguk dan berkata,


"Tempat ini adalah tempat tinggal Fu Si dan Ni Wa, mereka berdua adalah leluhur ku, aku adalah keturunan terakhir mereka, sebelum ibu ku.."


Fei Yang sedikit terkejut,.dia menatap Xue Lian dengan kaget.


"Berarti kamu adalah,.. keturunan leluhur pendiri Xu San ini.."


"Pantas saja Dewa Fu Si membuat hutan bambu misterius ini di Xu San.."


"Rupanya dia bertujuan untuk melindungi keturunan nya, agar tidak di ganggu oleh orang luar.."


ucap Fei Yang mengungkapkan apa yang di pikirkan nya.


Xue Lian mengangguk kecil.


Fei Yang menatap Xue Lian dengan heran dan berkata,


"Ibu dan ayah tidak bertemu di sini, mereka bertemu nya di luar sana.."


"Proses bertemu nya gimana, ibu tidak mau bercerita.."


"Setiap aku bertanya, dia selalu memarahi ku, lalu menangis sedih hingga 3 hari tidak memperdulikan ku.."


"Lama lama akupun malas untuk bertanya."


"Aku hanya tahu ayah pernah tinggal disini bersama ibu ku, tapi kenapa ayah pergi meninggalkan kami, aku tidak pernah tahu.."


"Karena ibu tidak bersedia menceritakan nya pada ku."


"Hingga 3 tahun yang lalu, saat ibu menerima kabar lewat seekor bangau kertas, yang terbang kemari."


"Ibu dengan terburu-buru langsung pergi dan hanya sempat berpesan pada ku, agar aku tidak boleh meninggalkan tempat ini, sebelum dia kembali dengan Tiaw ke."


ucap Xue Lian sambil termenung dengan wajah muram.


"Siapa itu Tiaw ke ?"


tanya Fei Yang heran.


"Tiaw ke adalah seekor Rajawali emas raksasa, peninggalan leluhur kami.."

__ADS_1


ucap Xue Lian jujur


"Ooh,.. !"


ucap Fei Yang sedikit tertarik.


"Kakak Yang, yuk ikut dengan ku, aku akan membawa mu ke suatu tempat.


ucap Xue Lian.


Fei Yang mengangguk kemudian dia mengikuti langkah Xue Lian.


Xue Lian mengajak Fei Yang terbang kembali ketempat yang berada di atas tebing air terjun.


Xue Lian berdiri diatas batu tempat duduk mereka tadi pagi.


Dia mengeluarkan sebuah cermin berbentuk Pat Kwa, yang ada tangkai pegangan nya, dari dalam gelang penyimpanan.


Fei Yang baru sadar, ternyata Xue Yen juga memiliki benda ajaib sama seperti cincin miliknya.


Cermin berbentuk Pat Kwa itu, oleh Xue Lian di arahkan keatas, menyambut sinar matahari.


Pantulan dari cahaya matahari yang berasal dari cermin Pat Kwa,


Mengeluarkan sinar cahaya yang memantul ke beberapa tempat, hingga sinar tersebut kembali menyinari bagian bawah batu, tempat mereka berdua berpijak.


Bagian bawah batu begitu terkena sinar sang Surya itu, muncul sebuah diagram cahaya yang berbentuk Pat Kwa.



Begitu cahaya memenuhi diagram Pat Kwa tersebut, Diagram itu berputar 3 kali mengikuti arah jarum jam.


Tak lama kemudian Diagram Pat Kwa itu memunculkan sebuah gerbang cahaya di depan batu datar, tempat Fei Yang dan Xue Lian berdiri.


Xue Lian menarik tangan Fei Yang mengikutinya melompat masuk kedalam gerbang portal cahaya tersebut.


Setelah mereka berdua masuk kedalam gerbang cahaya.


Gerbang cahaya itu pun lenyap, membawa tubuh kedua orang itu bersama nya.


Di tempat lain Fei Yang dan Xue Lian, setelah melewati gerbang cahaya tersebut.


Mereka tiba di depan sebuah Pintu gerbang batu, yang tinggi besar dan megah.


Seluruh gerbang itu terbuat dari logam yang bersinar kebiruan, mirip logam yang menjadi bahan yang di gunakan, 7 patung dan 7 batang pedang di tangan mereka.


Tanpa memperdulikan tatapan takjub dan tatapan heran Fei Yang.


Xue Lian menggunakan ujung pegangan cermin Pat Kwa nya, untuk di masukkan kedalam sebuah lubang pipih.


Setelah ganggang kipas dimasukkan kedalam lubang pipih tersebut.


Lalu di putar mengikuti arah jarum jam, sebanyak 3 kali, perlahan-lahan pintu gerbang bersinar kebiruan pun, mulai terbuka.

__ADS_1


Fei Yang hanya berdiam di samping Xue Lian, memperhatikan dengan takjub, tanpa memberikan komentar apapun.


Di dalam gerbang tersebut terlihat banyak tersimpan senjata langka, dan berbagai macam kitab kuno, juga ada banyak harta Karun yang bertumpuk-tumpuk


__ADS_2