PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
INGIN MAKAN CAMILAN


__ADS_3

Kini serangan cahaya lembayung di ganti dengan lesatan tembakan petir yang memiliki daya ledak lebih mengerikan dari pada cahaya lembayung tadi.


Fei Yang pun paham ternyata dua serangan itu adalah satu rangkaian tanpa putus.


Makanya dewa Fusi dan Dewi Nuwa tidak membuat waktu jeda.


Langsung meneruskan serangan mereka sambung menyambung.


Setelah meluluh lantakkan lautan yang kini di penuhi kilatan listrik dan pusaran air yang semakin lama semakin luas daerah jangkauannya.


Bayangan Dewa Fusi dan Dewi Nuwa kembali hilang.


Kini kembali giliran Fei Yang dan Xue Lian, yang mencoba meniru ilmu yang di mainkan oleh kedua orang itu.


Xue Lian mengalami kesulitan menyerap cahaya lembayung, terutama tenaga sambaran petir langit ke 9 yang sangat keras.


Untungnya mereka berdua bergandengan tangan, sehingga Fei Yang bisa membantunya menetralisir serangan petir 9 langit yang masuk ketubuh Xue Lian.


Tapi untuk mencapai titik kesempurnaan, cara kerjanya tidak bisa seperti itu.


Masing masing harus mampu menerima sendiri, lalu mengalirkan dirinya sebagai perantara, untuk melepaskan petir itu sesuai dengan arah yang mereka kehendaki.


Setelah puluhan hampir seratus kali mereka berdua mengulang ulang jurus tersebut.


Akhirnya Xue Lian mampu menguasainya, seiring dengan penguasaan itu, ilmu pengenalan tehnik dasar Xue Lian meningkatkan menjadi 80%.


Setelah jurus ke 4 dan ke 5 berhasil mereka berdua mainkan dengan sempurna.


Bayangan Dewa Fusi dan Dewi Nuwa kembali muncul untuk melanjutkan mengajarkan jurus berikutnya.


"Gunung Runtuh Laut Terbalik..!"


teriak Dewa Fusi.


Dewa Fusi dan Dewi Nuwa, sambil bergandengan tangan berputaran cepat melesat keatas langit.


Begitu pula dengan ketujuh bayangan mereka juga bergerak naik ikut menyusul keatas.


Tiba di ketinggian sana, satu persatu bayangan itu menyatu ketubuh kedua orang itu yang sedang melayang di udara.


Hingga seluruh bayangan lenyap menyatu dengan tubuh kedua orang itu.


Dari atas mereka berdua terjun kebawah membawa tekanan dahsyat dari kedua tangan mereka, hingga laut menyibak dalam radius ribuan Li.


Laut seperti mengering oleh tekanan kekuatan kedua orang itu yang sedang bergerak datang dengan kedua telapak tangan terbuka.


Sebelum serangan mereka tiba tekanan yang di rasakan sudah begitu hebat.


"Boooom..!"


Saat serangan mereka mendarat di atas permukaan dasar laut.

__ADS_1


Terjadi getaran gempa dahsyat yang membuat seluruh alam dimensi itu bergetar hebat.


Seolah-olah seluruh isi dimensi akan runtuh mengalami kiamat.


Fei Yang dan Xue Lian yang sedang melayang sambil berpegangan tangan, mereka berdua juga ikut berguncang kesana kemari.


Di permukaan dasar laut sediri tercipta sebuah kawah yang sangat dalam,. dengan retakan lebar di dasar kawah yang hanya terlihat kegelapan.


Tidak di ketahui berapa dalam retakan jurang jurang di dasar kawah, yang jelas terdapat semburan api lahar panas menyembur keluar dari dalam tanah.


Lautan yang menyibak karena tekanan kekuatan dahsyat, kini mulai membalik datangnya bagaikan gelombang laut besar yang seperti jatuh dari atas langit.


Dalam sekejap mata lubang raksasa' itu sudah penuh terisi air kembali.


Kemudian membentuk pusaran air yang sangat besar dan kencang putaran nya.


Fei Yang dan Xue Lian sampai menahan nafas, melihat efek yang di timbulkan oleh kedahsyatan jurus tersebut.


Bila ini terjadi di alam nyata pasti akan terjadi bencana besar, yang akan memakan korban jiwa yang sangat mengerikan.


Fei Yang menatap kearah Xue Lian dan berkata,


"Sayang kita sebaiknya keluar dulu istirahat dan cari makan..."


"Nanti kita baru kembali lagi melanjutkan nya, biarkan tempat ini tenang dan memulihkan diri dulu."


"Bila kita memaksakannya, aku khawatir sebelum jurus ke 7 selesai, tempat ini pasti sudah kiamat."


Xue Lian tersenyum, sambil mengangguk kan kepalanya, dia berkata.


"Ucapan kakak ada benarnya, berlatih memang tidak bisa terburu-buru.."


"Kita bisa menguasai sampai teori jurus ke 6 itu saja sudah termasuk hebat, sisa prakteknya dan jurus ke 7, tunda satu dua hari kurasa itu bukan masalah.."


Setelah menemukan kesepakatan kedua orang itu, sambil bergandengan tangan mesra, terbang melewati portal cahaya kembali lagi ke gua rahasia.


Xue Lian mencabut Giok putih peninggalan kedua orang tua nya dari langit langit ruangan, seketika cahaya portal dimensi langsung hilang.


Bayangan Dewa Fusi yang sedang berceramah mengenai kitab tanpa tanding kembali muncul.


Fei Yang menutup bukunya, bayangan itupun hilang.


"Ayo kita keluar dari sini.."


ucap Fei Yang sambil merangkul bahu istrinya.


Xue Lian mengangguk sambil melingkarkan tangannya di pinggang Fei Yang.


Tangan yang satunya memegang sebuah cermin bergambar Pat Kwa.


Dengan bantuan cermin itu Fei Yang dan Xue Lian pun kembali atas batu yang di bawahnya mengalir sumber air terjun.

__ADS_1


"Sayang kamu mau makan apa..?"


tanya Fei Yang lembut


"Engg apa ya, ? camilan yang pernah kamu bikin dari tepung beras itu enak, sama pangsit mu juga enak.."


",Ohh iya Ca Sau Pau dan Coi Pan mu suka bikin aku ngiler, memikirkannya.."


ucap Xue Lian lancar menyebutkan apa yang dia inginkan.


"Waduh banyak banget itu perlu energi ekstra.."


"Kamu harus bantu suplai energi baru bisa jadi dengan sempurna.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


"Bantu energi gimana ?"


tanya Xue Lian bingung,.


Karena dengan kemampuan Fei Yang saat ini, energi alam semesta begitu banyak, mana mungkin dia bisa kehabisan energi pikir Xue Lian.


Fei Yang tidak menjawabnya, dia hanya menggendong Xue Lian, membawanya masuk kedalam kamar.


Saat membaringkan Xue Lian keatas ranjang, Fei Yang baru berbisik,


"Berikan aku energi kepuasan dan kenikmatan itu, maka semuanya beres.."


Kini mengertilah Xue Lian apa yang di maksud oleh Fei Yang tadi.


Sambil tertawa cekikikan, dia melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Fei Yang lalu menariknya kebawah memberikan sebuah ciuman lembut dan panjang


Mendapatkan ciuman hangat itu, seketika Libido Fei Yang meledak.


Dia jadi sulit menahan diri untuk tidak bertindak lebih jauh.


Beberapa saat kemudian satu persatu, baik pakaian Xue Lian maupun Fei Yang sama sama terlempar keluar dari balik tirai tempat tidur.


Suara erangan, desah an, Rin tihan, serta deru nafas memburu, terdengar memenuhi seluruh ruangan kamar tersebut.


Sejam kemudian hanya terlihat Fei Yang seorang yang keluar dari dalam kamar tanpa mengenakan baju.


Dia langsung menuju dapur untuk membuat penganan sesuai keinginan istrinya.


Sedangkan Xue Lian terlihat terbaring dengan posisi tertelungkup diatas ranjang, dalam kondisi tertidur pulas.


Dalam tidurnya terlihat wajah Xue Lian yang menghadap menyamping tersenyum puas penuh kebahagiaan.


Tubuhnya yang polos di tutupi dengan selimut tipis hingga ke bagian punggung.


Tadinya terbuka begitu saja, tapi Fei Yang lah yang membantu menyelimutinya, agar tidak kedinginan dan tidurnya bisa lebih nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2