
"Masalah apa paman..?"
tanya Fei Yang penasaran.
"Penghuni makam kuno itu, setiap malam, akan keluar dari makam kunonya."
"Dia akan datang kemari mencari manusia untuk di mangsa."
"Setiap manusia yang di mangsanya, keesokan paginya akan menjadi gila."
"Manusia yang di mangsanya itu, akan membunuh siapapun yang di temuinya, hingga kepala nya di penggal."
"Aksinya baru akan terhenti.."
ucap pria itu memberi penjelasan.
Fei Yang menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali menatap pria itu dan berkata,
"Lalu apa hubungannya dengan pakaian berkabung, dan kapal kertas dengan lilin putih, yang di lepas di atas sungai..?"
Pria itu menghela nafas panjang dan berkata,
"3 Minggu yang lalu, ada seorang pendeta Tao dari Thian San kebetulan lewat kota ini.."
"Dia bermaksud untuk menolong kami, Jadi malam itu dia seorang diri berusaha melawan mahluk itu."
"Meski dia berhasil menahan mahluk itu, tidak berhasil memangsa kami.."
"Tapi dia sendiri terkena luka cakar di tangannya oleh mahluk itu, sebelum dia kambuh dan akhirnya kepalanya kami penggal."
"Dia berpesan kepada kami, agar mengikat dirinya dengan rantai besi yang paling kuat, saat dia kambuh kami harus penggal kepala nya.."
"Selain itu dia juga berpesan, agar kami mengenakan pakaian berkabung dan melepas perahu kertas berisi lilin putih, di atas aliran air dan sungai.."
"Menurutnya hal itu bisa menghindarkan mahluk itu menyerang kami.."
"Dan itu memang terbukti, mahluk itu hanya akan menyerang siapapun orang yang perahunya lilinnya padam.."
"Di luar itu, dia tidak akan mengganggunya.."
ucap pria itu menjelaskan sambil terus melangkah menyusuri jalanan yang mulai lenggang.
Fei Yang menatap pria itu dan berkata,
"Lalu di mana orang orang yang membongkar makam, dan benda yang mereka curi dari makam itu.?"
"Apakah sudah di usahakan untuk di kembalikan ketempat semula."
tanya Fei Yang sambil mencoba memberi solusi.
"Saat mereka menyadari kekacauan yang mereka buat, para pembongkar makam itu, sudah berusaha mengembalikan kedua benda itu kembali ke makam.."
"Tapi tindakan mereka sudah terlambat dan tidak memberikan efek apapun.."
"Mereka malah menjadi korban penghuni makam kuno itu.."
"Saat mereka kembali kemari mengamuk, kami dan petugas keamanan kota ini, bekerja sama menghentikan mereka, untuk itu kami terpaksa memenggal kepala mereka.."
ucap pria itu menerangkan.
__ADS_1
Fei Yang dan Xue Lian di antar oleh pria paruh baya bernama Lao Kung itu, sampai di depan penginapan terbesar kota itu.
Karena hari mulai malam, tanpa banyak bicara lagi, pria itu langsung pulang kerumahnya, yang letaknya hanya beberapa rumah dari penginapan besar itu.
Fei Yang pun mencoba menggedor pintu penginapan yang sudah ter tutup rapat itu
Setelah di gedor beberapa kali dengan keras oleh Fei Yang, akhirnya terdengar suara sahutan takut takut dari dalam penginapan.
"Siapa di sana..!?"
"Ini kami mau menumpang nginap di sini, tak perlu takut..!"
ucap Fei Yang sedikit berteriak dari luar.
"Di tunggu,..! sebentar..!"
terdengar Jawaban dari dalam.
Lalu Fei Yang mendengar langkah kaki beberapa orang menghampiri pintu yang tertutup rapat.
Sesaat kemudian dari celah pintu ada yang mengintip, tak lama kemudian pintu pun di buka sedikit kesamping.
Hanya ada sebuah celah kecil, yang di buka hanya cukup untuk satu orang yang masuk dengan tubuh di miringkan.
Begitu pintu di buka terdengar suara dari yang membuka pintu.
",Ayo cepat masuk,.. di luar tidak aman.."
Fei Yang dan Xue Lian pun menyelinap masuk kedalam.
Setelah Fei Yang dan Xue Lian masuk, pintu pun di tutup kembali dengan rapat, bahkan di pasang palang pintu dari sebelah dalam sana.
"Tuan pakaian kalian sebaiknya segera di ganti, kami sudah menyiapkannya di setiap kamar.."
"Tuan mau menginap di kamar biasa, kelas satu, atau kelas terbaik.."
tanya pemilik restoran sambil melangkah menuju meja kasir, dimana kunci kunci kamar tergantung di dekat sana.
"Tolong satu kamar kelas terbaik saja, tolong siapkan juga air mandi panas buat berendam.."
"Sekalian masakan terbaik yang kalian miliki tolong antarkan ke kamar.."
"Ini uang mukanya, bila kurang nanti tagihkan aja.."
ucap Fei Yang sambil meletakkan satu Tael emas di hadapan si pemilik restoran.
Sepasang mata pemilik restoran itu langsung berbinar, saat melihat uang emas di hadapannya.
Dia buru-buru menyambarnya mencoba mengigil nya, untuk memastikan apakah benda itu asli.
Setelah memastikan benda itu asli sambil tersenyum lebar dua mengambil sebuah kunci kamar dan berkata,
"Alok antarkan tamu, tolong berikan servis terbaik kita.."
"Awas jangan sampai bikin malu, mengerti.."
ucap pemilik restoran itu berbasa-basi mengingatkan pegawainya, di depan Fei Yang.
Fei Yang hanya tersenyum tipis menanggapi pola tingkah si pemilik restoran.
__ADS_1
Fei Yang dan Xue Lian Langsung di antar oleh pelayan menuju halaman belakang penginapan yang luas.
Mereka melewati sebuah taman luas yang di terangi oleh lampu lampion berwarna kuning di sepanjang jalan.
Dalam keadaan malam yang sepi dan hening, taman indah itu malah berkesan angker dan seram.
Mungkin bila pagi hari, suasana akan jauh lebih indah dan alami.
Setelah melewati sebuah jembatan penyeberangan, Fei Yang dan Xue Lian, tiba di sebuah bangunan terpisah yang mewah.
Di mana halaman depan kamar tersebut di hiasi sebuah kolam ikan, air mancur dan air terjun buatan yang cantik alami.
"Silahkan tuan, perlengkapan mandi dan air hangat, semua sudah tersedia di dalam.."
"Aku undur diri untuk menyiapkan makan malam, harap di tunggu sebentar.."
ucap pelayan itu sopan.
Fei Yang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, sedangkan Xue Lian yang sudah tidak sabar.
Dia sudah membuka pintu kamar, melangkah masuk kedalam kamar.
Xue Lian cukup puas dan kagum dengan kemewahan bagian dalam ruangan kamar.
Kamar terbagi menjadi 3 bagian, ruang depan, ruang tidur dan ruang samping yang di gunakan untuk mandi dan berganti.
Xue Lian yang sudah tidak sabar ingin menikmati berendam air hangat, dia langsung masuk kedalam kamar mandi.
Fei Yang mengikuti dan menemani nya dari belakang.
Fei Yang dan Xue Lian menikmati berendam bersama di kamar mandi.
Hingga terdengar suara pelayan dari ruangan depan,
"Maaf tuan nyonya, makan malam sudah siap.. silahkan di nikmati..!"
"Baik terimakasih,..!"
jawab Fei Yang dari dalam kamar mandi.
"Ayo sayang kita makan dulu.."
ucap Fei Yang sambil membantu istrinya berpakaian rapi.
Xue Lian mengangguk pelan, sambil tersenyum bahagia, dia menggandeng tangan suaminya menuju ruang depan bersiap menikmati makan malam.
Fei Yang dan Xue Lian berganti pakaian bersih yang mereka bawa, mereka tidak Sudi memakai pakaian berkabung, yang di sediakan pihak penginapan.
Dengan santai suami istri itu menikmati masakan di hadapan mereka.
Tapi baru suapan pertama, pendengaran Fei Yang dan Xue Lian yang tajam, mendengar suara desir halus di atas genteng kamar mereka.
Mereka berdua saling pandang dan tersenyum santai.
Fei Yang mengibas pelan tangan nya pintu kamar pun terbuka lebar.
"Selamat datang, kami berdua sudah lama menunggu kedatangan mu, silahkan.."
ucap Fei Yang santai.
__ADS_1
tidak ada sahutan di luar sana, hanya ada suara lolongan anjing menyeramkan.