
Hampir 100 lampion terbang menerangi angkasa raya, mereka ber 4 berdiri menatap keangkasa melihat hasil karya mereka sambil tersenyum puas.
Yang wajahnya terlihat paling bahagia tentu adalah Hong Yi, apalagi saat di angkasa sana muncul kembang api berwarna-warni yang sangat indah.
Senyum nya semakin lebar, dan terlihat semakin gembira.
Yue Feng yang diam diam melirik ke arah Hong Yi, dia terlihat sangat terpesona.
Hong Yi yang pendiam dan galak, ternyata bila sedang tersenyum, dia terlihat sangat cantik dan mempesona batin Yue Feng.
Tanpa di sadari, Yue Feng ikut tersenyum bahagia melihat ekspresi kegembiraan yang terlukis di wajah Hong Yi.
Yue Feng memberanikan diri pura pura tidak sengaja menyenggol ujung jari Hong Yi dengan ujung jarinya sendiri.
Lalu dia pura pura melihat ke angkasa, pura pura fokus menatap lampion lampion yang semakin lama terbang semakin tinggi menuju angkasa.
Hong Yi yang merasakan ujung jarinya disentuh, dia otomatis melihat ke samping bawah, kemudian melihat kearah Yue Feng.
Hong Yi tersenyum kecil, lalu dia juga berpura-pura melihat keatas dan berkata, sambil memegang tangan Yue Feng.
"Kakak Feng benarkah kamu serius ingin mendampingi ku hingga tua nanti ?"
"Kakak gak menyesal nantinya,? karena aku punya segudang sifat jelek."
Yue Feng yang merasa tangannya di pegang oleh sebuah telapak tangan yang halus dan lembut.
Dan mendengar pertanyaan Hong Yi.
Dia sambil tersenyum lembut, menatap kearah Hong Yi, berkata,
"Terhadap mu, aku selalu serius."
"Bila diijinkan tentu saja, saya akan menggunakan sisa hidup ku ini, untuk melindungi menjaga mu dan berusaha membahagiakan mu hingga maut memisahkan kita."
"Manusia tidak ada yang sempurna, bagi ku mencintai mu, tentu akan mencintai diri mu seutuhnya termasuk semua kelebihan dan kekurangan mu.."
"Bukankah diri ku juga demikian, aku juga banyak kekurangan.."
"Aku seorang buronan pemerintah, rumah tidak punya, harta tidak ada, hidup mengembara, ilmu silat pun masih di bawah rata-rata."
"Jadi asal kamu bersedia, aku pun tidak akan pernah menyesalinya."
ucap Yue Feng serius.
Hong Yi menghadap kearah Yue Feng, lalu dia maju memeluk Yue Feng menyandarkan kepalanya di dada Yue Feng dan berkata pelan dengan wajah merah,
"Aku bersedia, aku sangat bersedia kak.."
__ADS_1
"Terimakasih kakak Feng, malam ini aku merasa sangat bahagia.."
Yue Feng balas memeluk Hong Yi dan berkata,
"Aku juga merasakan hal yang sama Yi Yi."
Pengemudi perahu dan anak kecil penjual lampion yang sadar diri, mereka sudah mundur menjauhi lokasi Hong Yi dan Yue Feng berada.
Anak kecil penjual lampion sudah kembali ke perahunya, bergerak meninggalkan tempat itu.
Sedangkan pengemudi perahu, lebih memilih bersembunyi di bagian belakang perahu sambil meneruskan memancing ikan.
"Ha,.ha,.ha,.ha,..! silahkan kalian bermesraan sepuasnya, sebelum mau memisahkan kalian..!"
ucap seseorang dari balik hutan, yang letaknya tidak jauh dari kaki patung Buddha raksasa gunung Ling.
Suaranya belum habis, orangnya sudah berlarian diatas air menuju kearah perahu merah, tempat Yue Feng dan Hong Yi berada.
"Sayang kak,..! yang wanitanya harus ku nikmati dulu baru dibunuh..!"
ucap sebuah suara.lain yang juga berasal dari balik hutan.
Kemudian terlihat sesosok tubuh kurus jangkung berlompatan ringan diatas air seperti.seekor capung.
Dalam sekejab mata, si kurus tinggi itu sudah datang menyusul dan berdiri di samping seorang pria bertubuh tinggi besar berkulit hitam, sedikit mirip Zhang Fei di kisah tiga negara.
"Hi,..hi,...hi,.. aku juga tidak mau ketinggalan, yang prianya sisakan untuk ku, bersenang senang.."
Orang ketiga itu juga berlompatan di atas air, sebelum akhirnya mendarat ringan di samping si tinggi besar.
Dia adalah seorang pria bertubuh sedang, terlihat agak kemayu, bila di tinjau dari gerak gerik dan cara bicaranya.
Wajahnya di rias dengan bedak dan gincu tebal, alisnya juga di cukur, lalu di ukir menjadi lentik.
Melihat kedatangan ketiga orang itu yang sepertinya tidak punya maksud baik.
Yue Feng maju selangkah kedepan dan berkata,
"Siapa kalian ? diantara kita tidak.saling kenal dan bermusuhan, mengapa kalian datang kemari menganggu kami ?"
"Ha,..ha,..ha,..! sebelum bertemu Raha neraka, emang ada baiknya aku memberitahu mu, siapa kami agar tidak mati penasaran,..!"
"Dengar baik baik kami adalah Im Cien Wu Ee,..(Lima keji dari alam baka)."
"Kami kesini karena ada yang berani bayar untuk kepala kalian,.."
"Siapa yang bayar, kalian tak perlu tahu."
__ADS_1
"Di mana yang dua lagi, kenapa hanya ada kalian bertiga,..?"
tanya Yue Feng berhati hati.
"Kami ada di sini.anak muda,.."
ucap seorang yang menggunakan penutup wajah warna hitam dan mantel hitam menutupi seluruh tubuhnya, mirip Batman.
Disisinya berdiri seorang pria gemuk pendek yang wajahnya mirip Buddha Maitreya selalu tersenyum.
Mereka berdua hinggap di atas atap bilik perahu.
Kehadiran mereka, yang sampai tidak di ketahui oleh Yue Feng dan Hong Yi, membuktikan mereka memiliki kemampuan yang sangat tinggi.
"Yi Yi waspadalah, kemampuan mereka sangat tinggi.."
"Ada kesempatan larilah, cari pertolongan ke Fei Yang."
Setelah berbisik,. Yue Feng pun menoleh kearah mereka berlima dan berkata,
"Tempat ini sempit, kasihan perahu ini, Bagaimana bila kita main main di atas sana.."
ucap Yue Feng sambil menunjuk patung Buddha Ling San.
Begitu kelima orang itu menoleh kearah yang ditunjuknya.
"Sekarang,..!!"
teriak Yue Feng kemudian dia dengan sekuat tenaga melempar Hong Yi kearah tepian danau terdekat dari tempat mereka menginap.
Sedangkan dirinya sendiri, sudah melayang kearah patung Buddha Ling San.
Orang berpakaian Batman berkata,
"Gadis itu tidak penting, saudara ke empat kamu urus saja gadis itu."
"Sisa nya ikut dengan ku,.."
Setelah berkata dia dengan tenang langsung melayang ringan seperti seekor burung besar terbang kearah kaki patung budha Ling San.
Yue Feng bahkan belum tiba di sana dia sudah tiba duluan di sana.
Si gendut menyusulnya dengan melompat keatas kemudian seperti melangkah di udara, dia pun tiba lebih dulu dari Yue Feng.
Kini yang sedang berlarian diatas.danau selain Yue Feng tinggal si tinggi besar orang nomor 3 yang di kenal dengan panggilan San ee, dan orang nomor lima si banci yang di kenal dengan sebutan Wu ee..
Kedua orang itu berlari cepat menyusul di belakang Yue Feng.
__ADS_1
Sementara itu Hong Yi yang di lempar Yue Feng menjauh duluan, meski hatinya tidak setuju dan mencemaskan Yue Feng.
Tapi dia sadar betul, ini adalah pilihan terbaik, segera cari Fei Yang meminta bantuan, itu adalah langkah paling tepat.