PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI KOTA LHASA TIBET


__ADS_3

Bayangan Hitam dan Putih mengurung pergerakan Fei Yang, dan terus menekannya dengan sangat ketat.


Hingga langkah ajaib, terbang di udara tanpa bayangan mati kutu, gak berkutik.


Fei Yang terpaksa mengeluarkan sepasang pedang es dan api, untuk menangkis dan membalas serangan dari pria berbaju biru itu.


Dengan tarian Naga Es dan Phoenix Api, Fei Yang berhasil menahan desakan Im Yang Tao Fa ( ilmu golok Im Yang ) milik pria baju biru itu.


Akhirnya tiba di jurus ke 99 memasuki jurus ke 100, Pria baju biru melesat ke udara.


Dari seluruh tubuhnya di kelilingi oleh cahaya biru, terus menyerap energi kehidupan di sekitarnya.


Termasuk Fei Yang dan semua mahluk hidup di sekitarnya ingin di serapnya.


Lalu dia melepaskan sebuah tebasan golok cahaya biru raksasa kearah Fei Yang.


Sebelum bayangan golok biru tiba, tekanan besar sudah mengurung pergerakan Fei Yang dalam sebuah lingkaran.


Fei Yang sendiri saat melihat serangan yang di lontarkan musuhnya kali ini begitu dahsyat.


Dia menjadi ragu tarian Naga ES dan Phoenix Api sanggup menahannya.


Sehingga dia terpaksa mengerahkan ilmu simpanannya dari kitab tanpa tanding.


jurus kelima dari ilmu kekuatan Penahluk Semesta, Halilintar langit tingkat ke 9.


Seberkas cahaya keemasan meluncur dari langit memasuki tubuh Fei Yang.


Lalu dari sepasang telapak tangan Fei Yang, meluncur dua sambaran listrik emas, melesat ke udara, menyambut bayangan Golok biru raksasa yang sedang bergerak kearah nya.


Benturan dahsyat terjadi di udara, menggetarkan seluruh tempat tersebut.


Bias cahaya biru emas memenuhi sekitar area benturan, membentuk sebuah cincin biru keemasan raksasa, yang membuat area sekitar yang di lewati nya, mengalami kerusakan parah seperti habis tersambar petir.


Tubuh pria berbaju biru terpental mundur, hingga bersalto beberapa kali di udara, baru perlahan lahan melayang turun keatas tanah.


Sedangkan Fei Yang sendiri juga terpental mundur, dengan meninggalkan goresan kakinya di atas tanah sedalam 15 cm.


Pria baju biru kembali terbang keudara, siap melepaskan jurus keduanya.


Tapi teriakan Fei Yang menghentikannya,


"Senior..!! tahan..!! jangan melanggar janji mu..!"


"Aku sudah berhasil bertahan 100 jurus dari mu, seharusnya kamu tepati janji mu..!"

__ADS_1


Sambil tersenyum pahit pria baju biru itu berkata,


"Kamu adalah orang pertama selama hampir 2000 tahun ini, berhasil keluar dengan selamat."


"Setelah berhadapan dengan ilmu golok maut ku.."


"Baiklah kamu boleh silahkan pergi, tapi ingat jangan pernah datang kemari lagi.."


"Atau aku akan menjadikan tempat ini sebagai kuburan mu.."


ucap pria baju biru itu sambil tersenyum pahit.


Wajahnya terlihat sangat sangat kecewa dan penasaran.


Fei Yang sendiri belum hilang kagetnya, oleh serangan serangan pria di hadapannya, yang berhasil mengacaukan sistem sirkulasi tenaga pengendali kekuatan semesta nya, yang telah mencapai tahapan tertinggi, yaitu level 7.


Dia semakin kaget saat tahu lawannya adalah seorang yang berusia, lebih dari 2000 tahun.


Pantas saja kekuatan nya, dan semua jurusnya sangat mengerikan, batin Fei Yang dalam hati.


Melihat gelagat nya, pria di hadapannya masih menyimpan beberapa jurus dahsyat, yang bisa menewaskannya.


Atau minimal mereka akan sama sama terluka parah, yang mungkin bisa tewas bersama di tempat ini.


Fei Yang sangat bersyukur, dirinya selamat, berkat perjanjian bertahan 100 jurus, karena pria itu terlalu menganggap remeh dirinya.


"Terimakasih atas kemurahan hati senior hari ini, sebelum Fei Yang pamit dari sini.."


"Sudi kiranya, senior memberitahu nama besar senior pada Fei Yang, agar sepasang mata Fei Yang lebih terbuka.."


Pria itu tersenyum kecut, meski hatinya agak terhibur dengan ucapan Fei Yang, yang begitu meninggikan diri nya.


"Dengarlah Fei Yang, aku lahir tidak merubah nama juga marga ."


"Nama ku Tan Sim Houw, orang orang 2000 tahun yang lalu menjuluki ku Si Golok Maut.."


"Bagaimana apa sudah cukup..?"


ucap Tan Sim Houw sambil tersenyum dingin.


Fei Yang kembali menjura dalam dalam dan berkata,


"Terimakasih banyak senior, kalau begitu Fei Yang pergi dulu.."


"Semoga kita selama nya, tidak perlu berjumpa lagi.."

__ADS_1


Selesai berkata, Fei Yang langsung terbang keangkasa, duduk di atas punggung Kim Tiaw ( Rajawali Emas ), yang langsung membawa Fei Yang melesat meninggalkan wilayah pegunungan Altai dan gurun Gobi.


Kim Tiaw yang biasanya selalu mengeluarkan suara pekiknya, yang keras.


Tapi kini selama masih berada di dekat pegunungan Altai.


Dia bahkan tidak berani mengeluarkan suara pekiknya sama sekali.


Kemunculan Tan Sim Houw, menciutkan nyali nya, Kim Tiaw sadar, bila tadi Tan Sim Houw ingin membunuhnya, itu sama seperti membalikkan telapak tangan saja.


Setelah meninggalkan gurun Gobi, Kim Tiaw baru kembali mengeluarkan suara pekikan nya, dengan gagah sambil terbang di udara..


"Tiaw Siung,.. sekarang tujuan kita adalah puncak Chomolungma, yang terletak di wilayah sebelah barat."


"Apa kamu tahu tempat nya..?"


ucap Fei Yang di samping kepala Kim Tiaw sahabat barunya, sambil membelai leher tunggangan kesayangan nya ini.


Kim Tiaw langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, lalu dia langsung membentangkan sayapnya, melakukan manufer kearah matahari tenggelam.


Cahaya matahari yang keemasan menyinari Fei Yang yang sedang menunggang Kim Tiaw, mereka. terlihat sangat keren.


Angin pegunungan Himalaya yang begitu kencang dan dingin, membuat Kim Tiaw kesulitan mengantar Fei Yang langsung menuju Puncak Chomolungma, karena puncak Chomolungma selalu tertutup oleh awan dan salju yang tak pernah berhenti turun.


Oleh karena itu Fei Yang dengan terpaksa harus melanjutkan perjalanan nya, melewati kuil halilintar di Lhasa Tibet.


Fei Yang meninggalkan Kim Tiaw, jauh sebelum mendekati tempat ramai di kota Lhasa Tibet.


Agar tidak menjadi pusat perhatian, Fei Yang membebaskan Kim Tiaw dari tugasnya.


Karena mereka sudah mencobanya selama 3 hari berturut turut, Kim Tiaw, tetap tidak berhasil mendekati puncak tertinggi Chomolungma.


Saat memasuki kota Lhasa, kehadiran Fei Yang yang berbusana Han yang cenderung tipis, langsung menjadi pusat perhatian orang orang di sana.


Untuk menghindari dirinya menjadi pusat perhatian, saat ada salah seorang pedagang mantel bulu beruang hitam.


Tanpa banyak nawar, Fei Yang langsung membeli dan langsung mengenakan nya.


Sejak memasuki kota Lhasa, Fei Yang langsung menjadi pusat perhatian para gadis setempat, yang kebetulan berpapasan dengan dirinya.


Fei Yang memang terlihat sangat menarik, perawakan tubuhnya yang tinggi atletis, tidak terlalu besar tidak terlalu kecil.


Di tambah dengan wajahnya yang sangat halus dan tampan khas campuran orang Xi Xia dan Han.


Membuat nya terlihat luar biasa tampan, sangat berbeda dengan pria lokal sana, yang bermata sipit, bertubuh tinggi besar, dengan sepasang pipi merah seperti tomat.

__ADS_1


Para gadis di kota itu rata-rata cukup cantik, dengan pakaian khas mereka yang berwarna warni, di bagian bawah nya yang seperti rok, sedangkan bagian atasannya tidak begitu terlihat dengan jelas.


Karena tertutup dengan bahan kain mirip selimut berbahan wol..


__ADS_2