PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MUNCUL DI TEMPAT TIDAK TERDUGA.


__ADS_3

"Aku tidak boleh pasrah di sini menunggu mati.."


ucap Fei Yang mengambil keputusan penuh tekad, sambil mengepalkan kedua tinjunya.


Perlahan lahan dalam posisi duduk, Fei Yang menjulurkan sepasang kakinya masuk ke dalam celah kecil itu.


Setelah mengerahkan Xie Ku Fa, tubuh Fei Yang menjadi lebih mudah untuk masuk kedalam celah sempit tersebut.


Hanya dalam sekejab seluruh tubuh Fei Yang sudah masuk sepenuhnya kedalam lubang tersebut.


Kini yang sulit tinggal bagian kepalanya yang tidak mungkin bisa di disusutkan, bagian kepalanya terlihat nyangkut di celah tersebut.


Setelah berulang kali mencoba memiringkan kepalanya, sedikit demi sedikit meski sedikit tergores dan lecet.


Fei Yang akhirnya berhasil memasukan seluruh kepalanya kedalam lubang gelap tersebut.


Fei Yang lalu mengeluarkan sebutir mutiara sebesar telur ayam, yang mengeluarkan sinar terang di dalam gelap.


Barang ini dia peroleh dari Wu Ti Sin Tong, yang tersimpan di dalam cincinnya.


Dengan bermodalkan mutiara ini Fei Yang bisa melihat dengan jelas, seluruh keadaan dan kondisi cekungan di bawah aliran air tersebut.


Ternyata di bawah celah dinding adalah sebuah kolam air yang cukup dalam.


Dari atas hingga kebawah Fei Yang memperkirakan dalam kolam tersebut tidak akan kurang dari 3 tombak lebih


Fei Yang menggunakan ilmu pernafasan Qian Kun Im Yang Sen Kung untuk membantu pernafasannya di dalam air.


Sehingga dia bisa lebih leluasa bertahan dalam air.


Fei Yang mulai melakukan pemeriksaan kearah depan, mencari celah untuk bernafas..


Bila ada sedikit cekungan atau celah kecil di atas permukaan air, Fei Yang pasti akan menggunakan mulut atau hidung untuk memperpanjang nafasnya.


Sebelum kemudian kembali menyelam, untuk menelusuri gua didalam air tersebut.


Fei Yang terus bergerak kedepan, setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya mulai ada rongga antara air dengan langit langit gua.


Fei Yang pun mulai bisa bernafas lega, sambil meneruskan perjalanan penelusuran nya, dengan jauh lebih santai.


Karena kini dia bisa bernafas dengan lebih bebas.


Tapi kegembiraan Fei Yang tidak pula bisa berlangsung lama, karena dia menemukan bagian depan gua tersebut ternyata tertutup dinding,.alias mentok sampai di sana, tidak ada jalan lanjutan nya lagi.


Fei Yang mengeluh kecewa,


"Ya Tuhan apakah nasib ku benar hanya sampai di sini saja..?"


"Tidak aku sudah sejauh ini, tidak boleh menyerah begitu saja."


"Aku harus melakukan pemeriksaan dengan lebih teliti lagi.."

__ADS_1


bantah Fei Yang berusaha membangkitkan semangat juangnya, yang pantang menyerah.


Fei Yang menghampiri dinding batu gua di depan nya, melakukan pemeriksaan dengan mendorong mengetuk dan mencoba mendengar perbedaan suara, setiap dinding batu saat di ketuk.


Tapi setelah melakukan pemeriksaan hampir menghabiskan waktu selama setengah jam.


Hasilnya nihil, semua dinding batu itu adalah batu padat, yang tebal dan tidak ada celahnya.


Fei Yang pun menghela nafas kecewa.


Tapi Fei Yang belum putus asa, kini dia mencoba menyelam ke bawah, melakukan penelusuran di bawah air.


Sekali ini Fei Yang tertawa gembira di dalam air, saking gembiranya Fei Yang lupa dia sedang berada di bawah air.


Sehingga saat mulutnya terbuka, gelembung udara langsung keluar dari mulutnya.


Kemudian air pun masuk membanjiri mulutnya, masuk kedalam tenggorokan dan paru paru, sehingga Fei Yang tersedak.


Dan menelan beberapa teguk air kedalam perutnya.


Fei Yang buru buru menendangkan kedua kakinya ke bawah, sehingga tubuhnya mumbul kembali keatas.


Sampai di atas, Fei Yang langsung terbatuk batuk, dan dia berusaha mengambil nafas.


Untuk menenangkan kodisi paru parunya, beberapa saat kemudian Fei Yang, yang sudah kembali tenang.


Menyedot udara sebanyak banyaknya, lalu dia kembali menyelam kedalam air.


Tanpa pikir panjang lagi Fei Yang terus berenang masuk kedalam gua.


Dia terus berenang kedepan secepatnya, dia sudah tidak punya pilihan mundur selain terus bergerak maju.


Saat tiba di pertengahan gua, Fei Yang mulai kehabisan nafas, dengan terpaksa dia mengeluarkan sebuah kantong air dari dalam cincinnya,


Kantong air yang sudah di kosongkan kini terisi penuh dengan udara.


Fei Yang membuka sedikit penutup kantong untuk dia gunakan bernafas.


Lalu dia buru-buru menutupnya kembali dan melanjutkan perjalanan kedepan.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih, di gua dalam air itu.


Di sebuah belokan tajam, Fei Yang mulai melihat ada sebuah titik cahaya di depan.


Dengan gembira, Fei Yang mempercepat gerakan nya menuju kedepan, menghampiri titik cahaya tersebut.


Semakin lama cahaya di depan sana semakin terang dan jelas.


Setelah mendekati titik cahaya, ternyata cahaya itu berasal dari mulut gua dalam air di mana Fei Yang berada.


Fei Yang lebih mempercepat gerakan berenangnya menghampiri mulut gua.

__ADS_1


Setelah berhasil keluar dari mulut gua,.dari dasar air yang sangat jernih.


Fei Yang bisa melihat dengan jelas pemandangan di atas.


Fei Yang terbelalak kaget hingga mulutnya terbuka lebar tanpa dia sadari, sehingga udara dari mulutnya menghambur keluar .


Saat dia sadar karena air masuk kedalam mulutnya.


Pemandangan yang dia lihat barusan sudah hilang, berganti dengan beberapa energi pedang yang bergerak cepat menembus air.


Melesat kearahnya seperti kilat datang menyambar.


Terjadi ledakan dahsyat di dalam air, saat energi pedang yang datang menyerang Fei Yang bertemu dengan tenaga pelindung otomatis yang berasal dari dalam tubuh Fei Yang.


Tenaga dalam Fei Yang melakukan perlindungan otomatis saat merasakan ada energi asing yang bergerak datang membahayakan wadah tempat energi itu berlindung.


Akibat pertemuan kedua tenaga dahsyat di bawah sana, di atas permukaan air muncul sebuah gelembung raksasa, yang kemudian meledak di udara.


Menimbulkan air yang muncrat tinggi memenuhi udara.


Fei Yang ikut melesat keluar dari dalam air, bersalto beberapa kali di udara.


Baru mendarat ringan di atas permukaan air.


Baru saja kaki Fei Yang menotol di atas air,. serangan energi pedang yang membentuk mata tombak biru kecil kecil berhamburan mengejarnya.


Fei Yang menggunakan ilmu ringan tubuh meniti di atas daun, yang dia dapatkan dari Malini.


Dia bergerak mundur menjauhi serangan yang datang menyerangnya.


Energi pedang di lepaskan secara berulang-ulang mengejarnya tanpa henti.


Fei Yang kini sudah bisa melihat siapa yang sedang menyerangnya habis habisan tanpa henti.


"Nona mohon dengarkan penjelasan ku..!!"


teriak Fei Yang sambil terus bergerak mundur menghindar


Dia mencoba berbicara untuk menghentikan serangan yang di lancarkan oleh seorang gadis berpakaian putih yang sedang melayang di udara.


"Nona maaf aku tidak bermaksud mengintip mu mandi..aku hanya..!"


"Tutup mulut mu..! rasakan ini..!'


teriak gadis itu marah bercampur malu.


Seluruh wajahnya menjadi merah saat mendengar ucapan Fei Yang.


Dia langsung teringat bocah di hadapannya ini, entah muncul dari mana.


Tahu tahu bisa berada di bawah posisi tubuhnya yang sedang asyik mandi.

__ADS_1


__ADS_2