PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEPALA DESA LOKHA


__ADS_3

Mereka takut imbas dari insiden yang terjadi di depan desa mereka.


Bisa berimbas buruk, yang akan mencelakai desa mereka yang kecil dan tenang ini.


Pemuda itu akhirnya mengantar Fei Yang tiba di sebuah rumah yang sangat sederhana.


Bahkan jauh lebih sederhana dan kecil ketimbang rumah yang Fei Yang pernah bangun untuk Xue Lian.


Dari dalam rumah terus terdengar suara batuk yang tiada putus putus.


Mendengar hal itu, Fei Yang pun menitipkan Kim Kim kepada pemuda itu.


Lalu dia sendiri bergegas masuk kedalam rumah tersebut.


Fei Yang saat masuk kedalam kamar, dia melihat seorang pria tua terbaring lemah dan terus batuk, dengan kondisi badan yang menyedihkan, hatinya menjadi terenyuh melihat nya.


Fei Yang buru buru menghampirinya, lalu duduk di samping ranjang pak tua itu.


Fei Yang memegang dan memeriksa nadi di tangan lelaki tua itu.


Fei Yang membuka kelopak mata pria tua itu yang tertutup lemah, memeriksa dan menelitinya.


Fei Yang kesulitan memeriksa lidah pria tua itu, karena pria itu terus batuk tanpa putus.


Setelah melakukan pemeriksaan sejenak, Fei Yang mengeluarkan gulungan jarum perak dari dalam cincinnya.


Gulungan jarum ini, Fei Yang peroleh dari Malini, dengan mengikuti petunjuk Malini, dan petunjuk dari buku.


Fei Yang mulai dengan hati-hati menusukkan jarum satu persatu dengan hati hati di bagian leher dan dada pria tua itu.


Setelah mendapatkan tusuk jarum dari Fei Yang dengan ajaibnya, batuk pria tua itu mulai mereda.


Batuknya tidak sesering tadi lagi, setelah Fei Yang melakukan beberapa totokkan dan pengurutan melancarkan aliran darah di punggung pria tua itu.


Fei Yang kemudian mulai mencabut kembali jarum yang dia tusukan di dada ayah Kim Kim.


Setelah membersihkan nya dengan arak khusus, di mana jarum jarum itu direndam di sebuah mangkuk yang berisi arak pembersih.


Fei Yang kemudian menyimpan kembali gulungan jarumnya kedalam cincin.


Setelah itu Fei Yang baru melakukan pemeriksaan ulang kondisi ayah Kim Kim, Fei Yang pun akhirnya tersenyum puas.


Ayah Kim kim yang kondisinya mulai membaik, kini terlihat mulai bisa duduk sendiri dan membuka kembali matanya.

__ADS_1


Dia menatap Fei Yang dengan heran dan berkata,


"Anak muda, kamu siapa ? mengapa bisa ada di sini..?"


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Aku adalah teman. dari putri paman, aku tadi melihat kondisi paman sangat mengkhawatirkan.."


"Jadi aku dengan lancang, tanpa ijin dari paman, mencoba menggunakan sedikit kemampuan pengobatan saya, untuk membantu meringankan penyakit paman."


"Untuk itu Fei Yang mohon maaf bila telah bersikap lancang ."


ucap Fei Yang sopan sambil memberi hormat.


Pria tua itu buru buru menyentuh tangan Fei Yang dan berkata,


"Paman yang harusnya berterima kasih padamu nak Fei Yang."


"Tanpa kehadiran mu disini, takutnya saat ini paman sudah pergi menghadap raja neraka.."


"Sayang nya paman terlalu miskin, sehingga tidak bisa membayar maupun membalas kebaikan mu hari ini.."


"Satu satunya harta yang paman miliki saat ini hanya lah Kim Kim, bila nak Fei Yang tidak berkeberatan bagaimana bila.."


Sebelum ucapan ayah Kim Kim selesai, Fei Yang buru buru memotongnya.


"Fei Yang justru jadi tidak enak hati bila paman bersikap terlalu sungkan begini.."


"Mengenai nona Kim, terus terang saja, Nona Kim adalah seorang gadis yang baik, sangat cantik dan menarik, siapapun akan tertarik untuk menyukai nya."


"Tapi Fei Yang hanya bisa menganggapnya sebagai seorang teman baik saja.."


"Fei Yang secara pribadi belum punya pikiran kearah sana, tugas dan tanggung jawab yang Fei Yang emban, masih sangat banyak dan penuh bahaya.."


"Terimakasih atas kepercayaan paman terhadap Fei Yang, tapi Fei Yang saat ini belum bisa menerimanya sekarang.."


"Bila hal itu di paksakan takutnya, Fei Yang hanya akan mengecewakan harapan dan niat tulus paman ke Fei Yang.."


"Fei Yang takut tidak bisa menjaga nona Kim dengan baik, jadi harap pengertian nya.."


Ayahnya Kim Kim mengangguk mengerti, setelah mendengarkan penjelasan Fei Yang yang sangat masuk akal itu.


Tak lama setelah Fei Yang menyelesaikan penjelasan nya.

__ADS_1


Nona Kim berlari masuk kedalam kamar ayahnya, lalu dia menangis tersedu-sedu di dalam pangkuan ayahnya yang kini sudah bisa duduk di tepi ranjang.


Memanfaatkan situasi Kim Kim sedang melepaskan kesedihannya ke ayahnya.


Fei Yang pun mengundurkan diri dari dalam kamar, pergi kedapur untuk menyiapkan obat yang cocok untuk menyembuhkan penyakit ayah Kim Kim hingga tuntas.


Fei Yang yang memiliki pendengaran tajam, dari awal pun, dia sudah tahu nona Kim sudah siuman dari pingsannya, dan sedang berdiri diam diam di depan pintu menguping pembicaraan dia dengan ayahnya.


Saat Fei Yang menyadari Kim Kim sudah siuman dan sedang menguping.


Sekalian saja dia kemukakan alasan penolakannya ke ayah Kim Kim, sekaligus juga di tujukan ke Kim Kim.


Fei Yang harus mengambil sikap, lebih baik dia menyakiti perasaan Kim Kim saat ini, daripada dia menggantungnya.


Seperti kejadian pada Xue Lian dan Hong Yi, Fei Yang tidak akan mengulanginya kesalahan yang sama.


Yang jelas saat ini, dia masih banyak tugas, dia tidak akan pernah bisa memilih siapa pun menjadi pendampingnya.


Fei Yang tidak mau menyeret mereka masuk kedalam petualangan nya yang penuh mara bahaya.


Bila terjadi sesuatu dengan mereka, dia pasti akan menyesal seumur hidup.


Fei Yang yang sebagai ahli yang menguasai ilmu pengobatan, sebenarnya dari awal bisa saja dia menyadarkan Kim Kim.


Hanya saja kondisi tempat mereka bertarung cukup menyeramkan bagi orang awam, apalagi seorang gadis lemah.


Hal itu hanya akan menjadi trauma buruk, yang akan membuat Kim Kim kembali pingsan bila kembali melihatnya.


Makanya Fei Yang memutuskan membawanya kembali kerumahnya, membiarkan dia tidur puas hingga tersadar sendiri.


Dengan demikian Kim Kim bisa jauh lebih tenang.


Setelah bertemu dengan pemuda yang terlihat mencemaskan Kim Kim.


Fei Yang yakin pemuda itu bisa dia percaya untuk menjaga Kim Kim.


Di bandingkan kondisi Kim Kim justru kondisi ayah Kim Kim yang jauh lebih mengkhawatirkan.


Makanya Fei Yang langsung putuskan menitipkan Kim Kim ke pemuda itu, dia sendiri langsung masuk kedalam rumah mengobati ayah Kim Kim.


Selagi Fei Yang sedang sibuk memasak obat untuk ayah Kim Kim.


Kepala desa Lokha, bersama dengan beberapa pemuda desa tersebut datang menghampiri Fei Yang yang sedang asyik masak obat di dapur.

__ADS_1


Fei Yang yang mendengar langkah kaki orang ramai, segera menghentikan aktivitas nya mengipasi obat.


Dia menoleh menatap heran kearah beberapa orang yang sedang bergerak menghampirinya.


__ADS_2