PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
LU FAN TERLUKA, WU SONG TERDESAK


__ADS_3

Lu Fan melempar pedang Naga Siluman Semesta kembali Ke Wu Song.


Lalu dia melesat dengan pedang cahaya tanpa batas di tangannya.


Lu Fan langsung mengerahkan jurus pamungkas nya yang mengguncang alam semesta.


"Tebasan Pedang pemusnah Dewa Iblis Arahat dan Buddha..!"


Sebuah cahaya yang sangat panas melesat menghantam kedalam lubang di mana Raja Iblis Asura terbaring tak berdaya.


Terkunci oleh rasa sakit luar biasa dari irama suling Wu Song.


"Boommm..!"


Setelah hantaman pertama, Lu Fan melihat Raja Iblis Asura masih utuh.


Belum musnah, dia mengulanginya terus secara berulang-ulang, hingga tanah di sekitar menjadi sebuah kawah hangus mengerikan.


Dentuman dahsyat tak berhenti terdengar.


"Boommm..!"


"Boommm..!"


"Boommm..!"


"Boommm..!"


"Boommm..!"


Cahaya emas kubah pelindung bergetar hebat seolah olah hampir tidak kuat setiap saat bisa meledak.


Tidak kuat menahan efek serangan dahsyat Lu Fan yang bertubi-tubi dan tiada berhenti.


Tubuh Raja Iblis Asura semakin terbenam kedalam tanah.


Pakaian yang melekat di tubuhnya sudah compang camping, Tapi dia tetap terlihat baik baik saja belum juga musnah


Lu Fan akhirnya meluncur masuk kedalam lubang menikam pedang cahaya tanpa batas tepat kearah jantung iblis Asura.


Satu persatu lapisan tanah dan batu, ditembus oleh tubuh Raja Iblis Asura, yang terdorong oleh tikaman Pedang Cahaya Tanpa Batas.


Lu Fan dan Iblis Asura menembus tanah dan lapisan neraka di bawah sana.


Lapis demi lapis, di lapis ke tiga Lu Fan sempat berhenti tertegun.


Menatap sosok manis yang selalu dia rindukan siang dan malam, terlihat sedang berbaris mengikuti antrian.


Sosok manis berpakaian gaun putih panjang, juga sedang menoleh menatap kearah Lu Fan dengan tatapan heran.


Dari tatapan matanya, dia seolah olah merasa kenal dan dekat, tapi di saat bersamaan dia juga tidak ingat siapa pria yang sedang menatapnya. itu.


Sambil tersenyum sedih Lu Fan kembali menoleh kearah Raja Iblis Asura.


"Mampuslah,..kamu harus mampus..!"


teriak Lu Fan marah.


Dia terus meledakkan seluruh kekuatan matahari dan bukannya, mendorong tubuh raja Iblis Asura.


melewati lapis demi lapis hingga tiba di lapis terakhir lapis ke 36.

__ADS_1


Tikaman Lu Fan berhenti di sana, Raja Iblis Asura yang belum mampus, meski dadanya tertembus oleh pedang cahaya tanpa batas.


Sambil tersenyum dia berkata,


"Terimakasih kamu sudah menghantar saya kemari, sehingga terlepas dari suara suling sialan itu ."


"Katakan saja apa yang kamu inginkan ? tak perlu sungkan, bukankah hanya gadis di lapis ketiga tadi .?"


"Bila kamu bersedia membantu ku, aku bisa membuat kalian berdua jadi ratu abadi di sini.."


"Bila bosan kalian boleh naik keatas pergi kemanapun kalian suka, selama lamanya tanpa batas waktu..'


"Bagaimana..?"


tanya Raja Iblis Asurra sambil tersenyum.


Melihat Lu Fan diam saja, Iblis Asura tersenyum lebar dan berkata,


"Mengabdilah kepada ku, aku tidak akan pernah mengecewakan mu, seperti para mahluk yang mengaku dirinya suci tapi munafik itu.."


Lu Fan terdiam dia sepertinya mulai terpengaruh, batinnya mengalami pertentangan hebat..


"Fan er sesat tidak bisa mengalahkan lurus, kamu harus pegang prinsip itu.."


"Di dunia manapun tidak ada yang kekal dan sempurna ."


Suara yang sangat familiar itu, segera membuat Lu Fan tersadar.


Itu adalah suara nasehat dari Yao Su ayah mertuanya.


Selain Yao Lin Lin, orang ini yang paling berarti dalam hidupnya.


Raja Iblis Asura yang melihat perubahan reaksi Lu Fan, dia menunjukkan jari telunjuknya ke suatu tempat, dan berkata.


"Bangsat Tua berani mengacaukan urusan baik ku..!"


"Enyahlah, seumur hidup jangan harap bisa inkarnasi lagi..!"


bentak Iblis Asura penuh kemarahan.


Lu Fan menjadi marah saat melihat roh mertuanya di hancurkan oleh raja iblis Asura.


"Arggghhh..!!"


"Mampuslah...!!"


teriak Lu Fan histeris sambil membelah dan menghancurkan tubuh Iblis Asura hingga hancur berkeping-keping.


Lu Fan berdiri dengan nafas terputus putus setelah melampiaskan seluruh emosinya.


Lu Fan jatuh berlutut sambil bercucuran air mata, dia berkata.


"Maafkan fan er ayah, bahkan setelah kematian, Fan er masih datang menganggu ketenangan mu."


"Fan er kembali mencelakai ayah, maaf.."


"Ha..ha..ha..ha..! pemuda naif, sampai mampus kamu menangis juga tidak akan merubah apapun.."


"Aku tawarkan sekali lagi, untuk terakhir kalinya.."


"Jadilah pengikut ku,..aku jamin..!"

__ADS_1


Belum selesai ucapan nya, lu Fan sudah melesat menyerangnya dengan ribuan cahaya pedang.


"Dasar tidak tahu diri, di beri arak kehormatan tidak mau, malah memilih arak hukuman.."


"Rasakan..!"


bentak Raja Iblis Asura sambil mengibaskan kedua tangannya kedepan.


Di dunia bawah sini, kekuatan Raja Iblis Asura meningkatkan pesat, di bandingkan di permukaan sana.


Di tambah lagi, dia tidak sedang tertekan oleh irama suling Wu Song.


Iblis Asura benar benar memilki kekuatan yang sulit di bayangkan.


Lu Fan tentu saja bukan lawannya, dengan mudah seluruh pedang cahaya yang di lepaskan oleh Lu Fan dia hancurkan dengan sangat mudah.


Lu Fan sendiri terpental naik ke atas, menembus berbagai lapisan neraka.


Hingga akhirnya kembali terbang ke permukaan, lalu jatuh terhempas di atas tanah, diam tak bergerak.


Dalam keadaan dada berlubang di tembus Golok darah.


Di bawah sana, ilmu kebal nya di kunci oleh Raja iblis Asura, sehingga Lu Fan tidak bisa melindungi diri,


"Fan er..!"


Teriak Wu Song kaget, langsung muncul di samping Lu Fan mencoba menghentikan jalan darah nya.


Wu Song berusaha membantu menghentikan pendarahan Lu Fan, yang terlihat sekarat.


"Telan ini Fan er.."


"Kamu pasti akan baik baik saja,.."


"Jangan banyak bicara dulu.."


ucap Wu Song sambil menempelkan pedang Naga Siluman Semesta di badan Lu Fan.


Pedang itu mempunyai ikatan erat dengan Lu Fan, Wu Song yakin pedang itu akan membantu Ku Fan pulih.


Benar saja begitu pedang itu di tempelkan, seluruh tubuh Lu Fan langsung di selimuti cahaya kehijauan.


Pendarahan berhenti, golok darah terpental keluar dari dada Lu Fan, sedikit demi sedikit luka berlubang itu menutup kembali pelan pelan.


Wu Song tidak punya waktu mengawasi perkembangan Lu Fan.


Karena Raja Iblis Asura sudah muncul kembali, golok darah sudah kembali kedalam tangannya.


Sebelum Wu Song sempat memainkan sulingnya, Raja Iblis Asura sudah mengepung dan mendesak Wu Song tanpa henti.


Kemanapun Wu Song bergerak dia pasti akan mengejarnya.


Wu Ying 72 Pian Pu dan kemampuan menganalisa gerakan lawan.


Cukup membantu, tapi belum mampu membantu Wu Song terlepas dari kepungan golok darah, yang datang bagaikan gelombang laut tidak putus putus.


Dalam kondisi terdesak hebat, tiba tiba muncul sepasang pedang terbang.


"Singgg...!"


"Singgg...!"

__ADS_1


__ADS_2