
Ming Wang melayang turun berdiri di samping Xu Da dan berkata,
"Kamu lihat kan bahkan mahluk bersayap sekalipun, bila sudah masuk kedalam hutan jangan harap bisa keluar lagi.."
"Ini menunjukkan meski kita bisa terbang sekalipun, kita tidak akan pernah bisa keluar lagi, bila berani sembarangan masuk kedalam sana."
"Hutan bambu ini pasti telah di pasangi fomasi kuno yang kuat luar biasa.."
ucap Ming Wang bersikap hati hati penuh kewaspadaan.
"Bila tidak bisa masuk, maka kita hanya punya satu jalan.."
"Bakar habis hutan bambu ini, biar mereka berdua habis terbakar hidup-hidup di dalam sana.."
ucap Xu Da sambil tersenyum sadis.
Ming Wang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Ku rasa itu juga tidak akan berhasil, tapi selain itu memang tidak akan ada cara lain.."
Xu Da mengeluarkan 5 biji bola besi, sebesar bola kasti dan berkata,
"Aku tidak percaya dengan bola ini, aku tidak bisa membakar hutan bambu sialan ini.."
Sehabis bicara Xu Da dengan cepat melempar 5 bola besi yang bernama Pai Liek Tan (Bom Putih Penghancur) kearah hutan bambu di hadapannya.
Terdengar suara ledakan.dahsyat saat ke 5 Pai Liek Tan itu menyentuh tanah dan meledak.
Tanah sekitar sana sampai berlubang.
Keadaan di sekitar tempat itu, seperti habis terjadi gempa.
Api menyambar ganas kemana mana, rumput di sekitar pinggiran hutan langsung terbakar.
Api dalam sekejab menjalar kemana mana dan mulai berkobar kobar.
Tapi heran nya api hanya membakar rumput di luar hutan bambu.
Api akan langsung padam begitu menyentuh lapisan tipis tak kasat mata yang melindungi hutan bambu misterius.
Ming Wang menghela nafas kecewa, sedangkan Xu Da sangat terkejut dan tidak percaya melihat hal itu.
Xu Da dengan penasaran kembali mengeluarkan 5 butir Pai Liek Tan.
Lalu sekali ini,.sengaja dia lemparkan dengan sekuat tenaga kearah hutan tersebut.
Begitu kelima peluru itu bersentuhan dengan perisai pelindung formasi hutan bambu.
Kelima bom itu langsung meledak di udara, sebelum bisa memasuki kawasan hutan bambu .
"Xu Da hemat saja tenaga dan peluru mu, ini akan percuma."
__ADS_1
ucap Ming Wang menghentikan aksi Xu Da.
"Hutan ini di lindungi formasi kuno yang sangat kuat, bila kita tidak bertemu letak pusat formasi dan merusaknya."
"Jangan harap kita bisa keluar dan masuk hutan ini dengan bebas.."
ucap Ming Wang mengemukakan pendapat nya.
Xu Da menatap kearah Ming Wang, kemudian berkata,
"Lalu apa yang bisa kita lakukan saat ini.."
Ming Wang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kita hanya ada 2 pilihan, pertama menunggu sambil bersembunyi untuk menyergap mereka di sini.."
"Tapi ada kemungkinan penantian kita akan sia sia.."
"Kedua tinggalkan dan lupakan tempat ini, kita tutup saja seluruh jalan keluarnya."
"Agar mereka tidak akan pernah bisa keluar dari hutan ini.."
"Menurut ketua pilihan mana yang akan kita ambil ?"
tanya Xu Da bersiap menunggu perintah.
"Pilihan kedua saja, ayo kita tinggalkan tempat ini.."
"Jangan buang buang waktu di sini, urusan kita masih banyak di luar sana.."
ucap Ming Wang sambil berjalan kembali kearah kolam air terjun.
"Bukankah Li Mu Bai adalah sekutu kita, apa kita akan hancurkan juga.."
tanya Xu Da kurang percaya.
"Kerjasama kita dengan nya hanya atas dasar saling menguntungkan, tidak ada ikatan.."
"Orang seperti Li Mu Bai tidak berguna dan tidak bisa di percaya.."
"Setelah kondisi kalian semua pulih, segera serang dan musnahkan keempat puncak gunung itu, beserta isinya.."
"Jangan ada yang tersisa.."
ucap Ming Wang sebelum dirinya terjun kedalam kolam.
"Siap laksanakan ketua.."
ucap Xu Da kemudian dia menyusul melompat kedalam kolam.
Sementara Ming Wang dan Xu Da pergi dari sana.
__ADS_1
Fei Yang yang menggendong si gadis baju putih, akhirnya berhasil keluar dari hutan bambu tersebut.
Fei Yang lalu menurunkan si gadis baju putih, dan menatap takjub terhadap pesona alam yang di tampilkan di hadapannya.
Dia seperti sedang berada di alam lain, bahkan dalam mimpi dan khayalan nya, dia tidak akan pernah membayangkan ada tempat seindah ini.
Fei Yang sampai melongo seperti orang bodoh.
Gadis baju putih menahan senyum melihat reaksi Fei Yang, tapi dia memilih tidak mengusik Fei Yang.
Dia hanya berdiri mendampingi di sebelah Fei Yang.
Tempat itu terlihat sangat indah, penuh dengan berbagai macam bunga langka yang cantik dan berwarna-warni.
Juga ada air terjun yang tinggi besar dan megah, jatuh dari atas sana ke bawah.
Dari jauh terlihat seperti tirai mutiara yang jatuh dari langit kebawah, saking kuatnya air itu jatuh menimpa kolam di dasar nya.
Dari tempat Fei Yang berdiri yang jaraknya cukup jauh dari air terjun tersebut, Dia bisa merasakan butiran embun segar dan dingin menerpa wajahnya, di bawa oleh angin yang berhembus kearahnya.
Sekelompok kijang emas dengan bintik putih di punggungnya berjalan melintas di hadapan Fei Yang dengan jinak.
Selain itu di atas pepohonan di sekitar sana yang penuh dengan berbagai jenis pohon buah buahan aneh, dengan buah nya yang tumbuh ranum menggantung diatas pohon.
Fei Yang melihat di atas sana banyak bertengger monyet berbulu putih bermata biru yang cantik.
Mereka semua sedang menatap kearahnya dengan tatapan heran.
Saat terdengar suara pekik di udara , Fei Yang melihat keatas, dia melihat ada sekelompok bangau merah sedang terbang rendah melintas di atas kepalanya.
Tapi suara itu jelas bukan berasal dari sekolompok bangau itu.
Jauh di ketinggian sana, di antara kumpulan tebing yang menjulang tinggi.
Terlihat dua ekor burung Hong, dengan ekornya yang panjang indah berwarna-warni seperti ekor merak, terbang melintas sambil mengeluarkan suara pekik nya yang nyaring.
Gadis baju putih melirik reaksi Fei Yang sekilas, kemudian dia sambil menahan senyum berkata,
"Mau sampai kapan kamu berdiri di sana..?"
Lalu dia melangkah melewati Fei Yang berjalan santai melintasi lapangan rumput hijau yang seperti hamparan permadani .
Fei Yang berjalan mengikutinya di belakang sambil menoleh ke kanan kiri melihatnya dengan penuh takjub.
Fei Yang sedikit di kejutkan dengan kemunculan 4 ekor kuda berbentuk aneh melintas di sampingnya.
Keempat kuda aneh itu hanya melirik sekilas kearahnya, lalu mereka meneruskan menundukkan kepala mereka untuk makan rumput.
Dikatakan aneh karena seluruh tubuh kuda itu bersisik seperti naga.
Wajah mereka pun mirip-mirip dengan Naga, hewan mistis yang hanya ada di legenda cerita saja.
__ADS_1
Kuda itu memiliki sepasang kumis panjang yang bisa bergerak gerak mirip kumis naga,.di kepala mereka juga memiliki sepasang tanduk kecil yang mirip tanduk naga.
Fei Yang menatap dengan takjub dan heran hingga tidak sadar Gadis misterius itu berjalan cukup jauh didepan nya.