
Fei Yang mengisi waktunya dengar berlatih hasil analisa, semua pengalaman tempur dari melawa. raja kecapi hingga kedua orang tua Xue Lian.
Dengan hasil analisa ini, Fei Yang kembali berhasil meningkatkan ilmu analisa dasar ilmu silat,.hingga kembali naik 1 level menjadi level 9.
Ditempat terpisah Hong Yi dan Yue Feng juga dengan rajin dan tiada henti berlatih, memperkuat diri mereka masing-masing.
Karena mereka sadar ilmu mereka masih sangat jauh, bila ingin di gunakan untuk bertualang di dunia persilatan yang penuh bahaya.
Menjelang tengah malam ayah Xue Lian seorang diri benar datang memenuhi janjinya.
Dia datang memanggul sebuah kantung besar, kemudian melemparnya ke hadapan Fei Yang dan berkata,
"Maaf aku tidak bisa lama di sini, aku sudah penuhi janji ku, jangan lupa dengan janji mu.."
Fei Yang memberi hormat dan berkata,
"Paman jangan khawatir, Fei Yang berjanji akan penuhi janji Fei Yang pada paman.."
Pria itu mengangguk dan berkata "Terima kasih, kami percayakan dia padamu.."
Setelah berbicara ayah Xue Lian.sudah menghilang dari tempat itu.
Sedangkan raja kecapi menyembah hingga dahi menempel diatas tanah.
Setelah ayah Xue Lian pergi, dia baru berani mengangkat kepala dan tubuhnya.
Fei Yang tanpa banyak kata, setelah memberi hormat kearah raja kecapi.
Dia dan kedua rekan nya langsung bergerak cepat meninggalkan wilayah tersebut.
Hingga mereka sudah berada beberapa Li jauhnya dari wilayah hutan bambu.
Fei Yang baru membuka kantong kain besar, yang di dalamnya memang berisi Kian Bu, Kian Hok.
Kedua orang itu terlihat tertotok dengan mulut kaki tangan di ikat tak dapat bergerak.
Di bawah penerangan cahaya bulan, Fei Yang berkata,
"Kalian berdua tidak lupa dengan aku kan ?"
Kedua orang itu menatap Fei Yang dengan tatapan mata seperti melihat hantu.
Melihat reaksi mereka, Fei Yang melepaskan totokan urat gagu mereka berdua,.dan melepaskan kain yang mengikat kuat.mulut mereka.
"Ampun paman guru, ini.bukan salah kami..!"
"Masalah di Xu San kami sama sekali tidak tahu apa-apa.."
"Kami hanya tahu, saat penyerangan terjadi, kami di minta guru kami, melarikan.diri tinggalkan Xu San."
"jadi kami benar-benar tidak tahu apa-apa.."
__ADS_1
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Bila kalian tidak tahu apa-apa, mengapa kalian begitu pandai mencari tempat persembunyian dan perlindungan..?"
"Dengan kemampuan kalian , kurasa tidak sulit bagi kalian untuk hidup normal..?"
"Begini saja aku tidak akan banyak cerita dengan kalian,.katakan di mana Kian Li dan Li Mu Bai berada ?"
"Aku akan pertimbangkan mengampuni nyawa kalian..."
ucap Fei Yang dingin.
Kedua orang itu saling lirik, kemudian mereka dengan kompak menggelengkan kepala dan Kian Bu berkata,
"Paman guru,.. kamu orang besar , berjiwa besar tidak akan berperhitungan dengan orang picik dan rendah seperti kami."
"Kami benar benar tidak tahu keberadaan kakak Kian Li dan guru Li Mu Bai ada di mana."
"Asalkan paman guru melepaskan kami, kami berjanji akan jadi orang baik, dan kembali ke jalan benar."
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Kalian berdua ini, bila tidak bertemu peti.mati, kalian tidak akan menangis."
"Baik aku akan penuhi keinginan kalian."
"Kian Bu kamu duluan...ikut dengan ku.."
Fei Yang mencengkram tengkuk Kian Bu kemudian membawanya masuk kedalam semak belukar.
Lalu terdiam,.tidak terdengar suara lagi.
Saat semak belukar bergoyang, yang muncul adalah Fei Yang yang tersenyum dingin melangkah menghampiri Kian Hok dan berkata,
"Dia terlalu bodoh, apa boleh buat aku terpaksa...."
Fei Yang berkata sambil memberi kode, Kian Bu telah dia habisi.
Melihat dan mendengar ucapan Fei Yang, wajah Kian Hok menjadi tambah pias, dia buru buru berkata,
"Paman guru ampuni aku, aku,.aku tahu mereka ada di mana,..?"
"Asal paman guru bersumpah akan mengampuni nyawa ku, aku akan beritahukan ke paman guru, keberadaan Kian Li.dan Li Mu Bai."
"Cepat katakan,..! di mana mereka berada !?"
"Aku berjanji, akan mengampuni nyawa mu, setelah ini.."
"Kakak Kian Li ada di kota Xiang Yang, ikut tinggal bersama mertuanya Li Chen Kang, Dewa Pedang Li..."
"Sedangkan guru ku Li Mu Bai tinggal di daerah Jiang Nan, kini terkenal dengan julukan Pendekar Budiman, beliau adalah ketua dunia persilatan baru."
__ADS_1
"Menggantikan Du Gu Meng Cu,.ketua dunia persilatan.sebelumnya.."
"Kini guru menggunakan nama Wang Chung Yang.."
ucap Kian Hok, menjelaskan dengan lengkap.
Selesai Kian Hok membocorkan semua informasi, Fei Yang menggunakan tenaga saktinya,.menarik tubuh Kian Bu yang tertotok tidak bisa bergerak keluar dari balik semak belukar.
Fei Yang kini melepaskan seluruh totokan dan tali pengikat yang mengikat kaki dan tangan kedua orang itu.
"Kian Hok kamu telah membongkar semua.rahasia kakak seperguruan mu Kian Li dan Li Mu Bai guru mu.."
"Bila hal itu sampai terdengar oleh mereka berdua, kira kira apa nasib mu nantinya..?"
"Kalau Kian Bu aku tidak khawatir, karena dia hanya jadi pendengar saja."
"Tapi kamu Kian Hok, aku benar benar mengkhawatirkan nasib mu, kamu telah begitu banyak buka suara..."
"Di sini hanya ada kita berlima, kami bertiga jelas tidak mungkin membocorkan rahasia mu, karena kini kita berada dalam satu perahu.."
"Tapi dia, aku benar-benar tidak yakin.."
"Aku sudah berjanji akan ampuni kalian jadi aku tidak akan ikut campur terserah kalian saja.."
"Kian Hok jangan dengarkan ocehannya, kita bersaudara aku janji tidak akan mengkhianati mu, percayalah pada ku.."
ucap Kian Bu kaget, saat mendengar hasutan Fei Yang yang menjerumuskan..
Kian Hok menyeringai dan berkata,
"Percaya pada mu, kau pikir aku bodoh,.. hari ini bila bukan aku yang mampus, kaulah yang binasa,.."
Selesai berkata Kian Hok langsung mencabut pedangnya menyerang Kian Bu.
Setelah berusaha beberapa kali membujuk Kian Hok sambil menghindari serangannya.
Akhirnya Kian Bu berteriak marah,
"Kian Hok, kamu sungguh kelewatan, kamu maksa ku kedalam pilihan yang tidak punya pilihan."
"Ayolah maju, kau pikir aku takut dengan mu..!"
"Hari ini mari kita tuntaskan, kita lihat siapa yang akan binasa..!"
teriak Kian Bu marah sambil mencabut pedangnya menangkis serangan Kian Hok.
"TRANGGGG,...!"
bunga api berpijar di udara, saat kedua kekuatan pedang bertemu diudara lagi.
Kini Kian Bu sudah tidak mau menghindar lagi, dia juga membalas menyerang dengan tidak kalah hebat.
__ADS_1
Mereka berdua kini saling serang dengan hebat, segala kemampuan yang mereka miliki mereka keluarkan untuk saling menyerang titik mematikan di tubuh lawan mereka.
.