
Orang kedua terkenal dengan julukan Buaya hitam, Kongsun Kang.
Dia adalah seorang pria berusia 40 an juga, selisih umurnya dengan orang pertama hanya satu tahun.
Tapi wajahnya terlihat jauh lebih tua dan jelek, karena wajah dan mata nya di hiasi bekas luka parut yang memanjang di sana.
Dia mengenakan pakaian hitam, sepasang matanya menyorot seperti mata hewan buas.
Tidak ada senyum di wajahnya, gerak geriknya sangat bertolak belakang dengan Kongsun Liang saudara pertama nya.
Orang ketiga adalah seorang pria berusia 38 tahunan, bertubuh agak pendek, mengenakan pakaian berwarna kuning.
Dia adalah buaya kuning Se Ma Ciu.
Orang keempat adalah seorang pria berumur 30 an berwajah penuh brewok, sepasang matanya terbelalak lebar.
Sekilas penampilan nya sangat mirip dengan tokoh Zhang Fei di cerita tiga negara.
Dia adalah buaya burik Lei Kun, sifatnya berangasan tidak sabaran.
Orang terakhir adalah seorang pria berusia 30 an juga sama seperti Lei Kun.
Wajahnya terlihat galak dengan kumis hitam tebal melintang diatas bibirnya.
Dia adalah Buaya biru Siangkoan Li.
Siangkoan Li dan Lei Kun memberi hormat ke kakak pertama mereka Kongsun Liang dengan patuh.
Lalu mereka masing masing mengeluarkan senjata mereka.
Siangkoan Li menggunakan sepasang golok pendek.
Sedangkan Lei Kun menggunakan sebatang golok putih besar.
Mereka berdua begitu terjun kedalam Medan pertempuran, mereka langsung memberikan serangan kearah Siau Hei dengan senjata di tangan mereka.
Lei Kun langsung menebaskan golok putihnya yang besar, menyerang dari arah samping kanan.
Sedangkan Siangkoan Li menusukkan kedua golok pendeknya kearea leher dan bagian bawah tangan depan Siau Hei, tepat langsung menuju dadanya.
Siau Hei yang menangkap ada bahaya menghampiri dirinya.
Dia langsung menunda serangan nya kepada salah satu perompak yang hampir dia gigit tengkuknya.
Siau Hei menghempaskan tubuh perompak di dalam cengkraman nya.
Kearah Siangkoan Li,. sehingga tusukan golok pendek Kongsun Li berhasil menembus sasaran.
"Creebbbb,..!"
"Creebbbb,..!"
Tapi sayangnya, sasaran yang dia dapat bukan Siau Hei.
Melainkan tubuh bawahannya sendiri.
Begitu sepasang goloknya di cabut, darah langsung menyembur dari luka di tubuh anggota perompak, bawahan nya sendiri.
Sedangkan Siau Hei sendiri sudah berbalik menggunakan kedua cakar depannya.
Menyapok datangnya serangan golok besar berkilau dari Lei Kun.
__ADS_1
"Plakkkk..!"
"Wushhh..!"
Sekaligus langsung menerkam kearah Lei Kun, siap dengan sepasang taring besarnya, siap merobek dan mematahkan apapun yang berhasil di gigit nya.
Lei Kun yang goloknya terkena tepis, posisinya menjadi terbuka, sulit menghindari terkaman Siau Hei.
Dalam usahanya menyelamatkan diri dari Siau Hei.
Lei Kun melayangkan kakinya menendang kearah moncong bawah Siau Hei.
"Dessss,..!"
Tendangan Lei Kun tepat sasaran, Siau Hei serangannya tertahan oleh tendangan Lei Kun.
Tapi Lei Kun sendiri terlempar oleh kekuatan dorongan Siau Hei.
Tubuh Lei Kun terlempar menabrak dek kapal.
"Brakkkk..!"
Tapi Lei Kun melakukan gerakan harimau berguling, sehingga dia berhasil membuang tenaga dorongan.
Menghindari cedera terbanting keras di atas lantai kapal.
Siau Hei yang tertahan oleh tendangan Lei Kun, dia mendarat ringan di atas lantai kapal.
Menggereng marah ke arah Lei Kun dan Siangkoan Li secara bergantian.
Sebelum dia mengulang serangan nya, kearah Siangkoan Li dengan terkaman nya.
Yang keras cepat dan kuat,. dengan sepasang cakar depannya, digunakan untuk mendorong lawan terjatuh, baru di bantu kaki belakangnya menahan tubuh lawan.
Siangkoan Li melihat Siau Hei menerjang kearah dirinya.
Dia melesat kesamping, memberikan dua tebasan beruntun dari arah samping kearah Siau Hei.
Siau Hei yang beruntung tajam dia segera berbelok arah diudara, sambil melakukan tangkisan kearah samping.
"Trangggg,..!"
Bunga api berpijar, saat golok Siangkoan Li berbenturan dengan sepasang kuku tajam Siau Hei.
Nan Thian hanya memperhatikan dari jauh, dia melihat Siau Hei cukup mampu mengimbangi kedua penyerangnya.
Saat ini yang terlihat terdesak adalah kelompok penghuni dan anak buah kapal.
Jadi Nan Tidak melayang ringan terjun berbaur, dengan pedang Naga Emas di tangan.
Dia membantu menangkis dan menghabisi para anggota perompak.
"Trangggg..!"
",Sraattt..!"
"Ahhhh..!"
Setiap pedang Nan Thian menangkis, pasti akan di imbangi dengan tebasan yang membuat lengan anggota perompak, terpisah dari tubuhnya.
Jerit ngeri kesakitan dan tubuh terguling memenuhi arena pertempuran.
__ADS_1
Sambil bergerak, Nan Thian tidak pernah sekalipun melepaskan pengawasan terhadap keberadaan ketiga pimpinan perompak yang belum terlihat ada tanda tanda akan bergerak.
Sementara mereka mengawasi di sana, Nan Thian sengaja mempercepat gerakannya menghabisi setiap perompak yang di temuinya.
Untuk memancing reaksi dari ketiga orang itu.
Dalam sekejap sudah ada puluhan perompak terkapar bergulingan kehilangan lengan mereka.
Pancingan Nan Thian akhirnya membuahkan hasil, Kongsun Liang orang pertama dari Tiga Buaya Sungai kuning, akhirnya berkata,
"Ayo kita bantu kesana, sebelum anggota kita habis di buatnya..!"
ucap Kongsun Liang kesal.
Dia langsung terbang memimpin kedua saudara melesat kearah Nan Thian.
Kongsun Liang menyerang dengan sepasang pedang gigi buaya yang berkilauan.
Sedangkan Kongsun Kang menyerang dengan sepasang senjata gigi buaya berwarna hitam.
Orang ketiga Se Ma Ciu menyerang dengan sepasang pedang berkait nya.
Masing masing lenyap dalam gulungan cahaya pedang maut di tangan mereka mengepung Nan Thian.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
Serangan mereka bertiga yang datang membokong, berhasil di tangkis sekaligus oleh ayunan pedang Naga emas.
Mereka yang awalnya mengira akan berhasil, bila mereka bertiga bekerja sama dan menyerang dari arah belakang.
Tapi kenyataannya, mereka semua gagal.
Serangan mereka tertangkis dan di pentalkan balik oleh kekuatan dahsyat, yang mengandung hawa panas.
Nan Thian tak pernah lengah mengawasi mereka, jadi begitu mereka bergerak.
Nan Thian sudah memperhitungkan nya, begitu mereka tiba, Nan Thian langsung memberikan mereka sambutan meriah dengan pedang nya.
Nan Thian bukan hanya memberikan tangkisan, dia juga memberikan serangan balasan.
"Bunga api berterbangan di udara ..!"
Ini adalah ilmu pedang hasil gubahan Nan Thian yang memanfaatkan energi Ciu Yang Sen Kung.
Energi yang membawa hawa Yang, di padukan dengan jurus bunga salju berterbangan.
Sehingga muncullah jurus ini yang memilki kekuatan beberapa kali lipat lebih dahsyat karena di dukung oleh tenaga sakti Ciu Yang Sen Kung yang panas dan keras.
Bunga api terlihat bertebaran di udara, membentuk senjata energi api melesat kesegala arah, menutup semua jalan arah pergerakan ketiga orang penyerangnya.
Ketiga buaya sungai kuning, menarik kembali sepasang pedang mereka.
Di putar membentuk gulungan sinar melindungi seluruh tubuh mereka dari serangan Nan Thian.
Melihat mereka bertiga sedang repot, Nan Thian kembali melepaskan jurus ciptaan gabungan nya dari ilmu pedang Qing Hai di padu dengan ilmu 8 tapak Naga langit dan hasil pengamatannya atas pergerakan Kim Kim.
Terbentuklah jurus.pedang
__ADS_1
"Naga Emas Meradang Berbalik Arah.."