
Tapi sebelum kedua cakar berbahaya itu mencapai sasaran dari arah pinggir melesat dua buah cahaya merah dan biru.
Melesat menyambut serangan cakar hijau Hung Ping Chi.
"Blaarrr..!" "Blaarrr..!"
Terjadi ledakan di udara, di hadapan Hung Ping Chi kini muncul Sun er yang terlihat tenang dan garang.
"Kakak berdua mundurlah, serahkan si laknat ini pada ku.."
ucap Sun er pelan.
Siau Yen dan Siu Lian yang tahu diri, meski sedikit mencemaskan Keadaan Sun Er mereka bergerak mundur kearah Zi Zi yang sedang di jaga oleh Siau Hei yang telah kembali ke bentuk aslinya.
Siau Hei terlihat menatap garang kearah Hung Ping Chi, dia belum bergerak menyerang.
Lebih karena harus melindungi Zi Zi, bila tidak ada Zi Zi dari tadi dia sudah menerkam kearah Hung Ping Chi.
"Bocah tidak tahu mampus..!"
Bentak Hung Ping Chi marah, karena serangannya yang hampir mencapai sasaran di gagalkan oleh bocah kecil di hadapannya.
Begitu teringat bocah ini adalah bagian dari rombongan Nan Thian.
Emosi Ping Chi menjadi meledak, belum selesai ucapan nya.
Hung Ping Chi sudah terbang menyerang kearah Sun er dengan sepasang cakar hijaunya.
"Naga Es dan Phoenix Api membelah gunung .!"
bentak Sun er memainkan jurus rahasia yang dia terima dari pamannya.
Tapi latihan Sun er belum sempurna, hanya terlihat dua cahaya biru merah memanjang bergerak membelah tanah yang di lewatinya.
Menerjang kearah Ping Chi yang sedang melayang datang dengan sepasang cakarnya.
Ping Chi tadi sudah mencicipi kedua energi aneh dan dahsyat itu, tubuhnya jadi panas dingin di buat kedua energi itu.
Dengan gerakan luwes, Ping Chi sedikit menggeliat di udara.
Sehingga serangan itu lewat begitu saja di sisi tubuhnya.
Sedangkan dirinya terus meluncur datang dengan sepasang cakarnya ingin mencengkram ubun ubun dan tulang pundak Sun er yang masih kecil.
Sun Er pernah di gembleng Fei Yang, tapi karena kurang serius, terlalu sering bermain dengan Zi Zi.
Jadi selain memilki tenaga dahsyat di tubuhnya yang di terimanya saat bayi.
Semua pergerakan nya masih mentah, pengalaman bertarungnya juga masih 0.
Hal ini tentu saja membuat dia sulit mengembangkan ilmu ilmu dahsyat dari pamannya.
Untungnya Sun er memiliki reflek yang cukup baik, dia secara otomatis melakukan gerak langkah ajaib.
Serangan Ping Chi langsung menemui tempat kosong.
Dari arah samping, Sun er kembali menyerang balik dengan
"Naga es dan Phoenix Api membelah laut...!"
Hampir sama dengan jurus pertama tadi, hanya yang ini jauh lebih kuat dan dahsyat.
Juga ada hawa menekan, membuat Ping Chi sulit bergerak.
"Blaarrr..!" "Blaarrr..!"
Benturan dahsyat tidak terhindarkan, terjadi Ledakan di udara.
Tapi kali ini tubuh Ping Chi tidak terdorong mundur, karena dia menerima serangan itu dari samping, hanya mendorong membelokkan serangan itu.
Setelah nya dia sudar muncul dari belakang Sun er, memberikan serangan cakarnya kearah punggung Sun Er yang terbuka.
"Dessss,..!"
"Huff..!"
Tubuh kecil Sun Er terpelanting bergulingan diatas tanah dari mulutnya terlihat menyemburkan darah segar.
Sun Er berusaha untuk bangkit berdiri tapi dia selalu gagal, akhirnya dia tergeletak pingsan tidak sadarkan diri.
"Kakak,..!"
teriak Zi Zi panik, anak kecil itu langsung berlari kearah Li Sun.
Zi Zi memeluk tubuh kakaknya yang lemas sambil menangis sejadi jadinya.
"Kakak,..! Kakak..! jangan mati..! bangunlah kak..!"
"Kakak tampan sudah pergi, kakak tidak boleh ikut meninggalkan Zi Zi..'
"Ayo bangun kak,..! hu.hu..hu..!"
"Kakak...! jangan tinggalkan Zi Zi kak..!"
Hung Ping Chi yang tidak berperasaan, melihat Zi Zi berlari menghampiri Sun Er.
Dia ingin menurunkan tangan kejinya, tapi sebelum kesampaian, dia sudah di terjang oleh Siau Hei yang menyerangnya dengan sepasang cakar dan serangan moncongnya.
Hung Ping Chi terpaksa menghentikan niatnya, dia menghindari serangan cakar Siau Hei.
Sambil menyambut moncong Siau Hei dengan tapak sepatunya.
"Dessss !"
Moncong Siau Hei menerima tendangan keras dari Hung Ping Chi.
Hingga Siau Hei terpental terhempas bergulingan diatas tanah.
Siau Hei yang memilki kekebalan tidak biasa, dia kembali melompat bangun.
Lalu dia kembali melompat menyerang ganas kearah Hung Ping Chi.
"Plakkkk...!"
"Dessss..!"
Lagi lagi serangan Siau Hei gagal, kepalanya terkena Sambaran cakar hijau Hung Ping Chi, sedangkan bagian perut sampingnya terkena tendangan Hung Ping Chi.
__ADS_1
Siau Hei kembali jatuh terbanting keras di atas tanah.
Siau Hei langsung melompat berdiri, mengibas ngibaskan kepalanya mengusir kepentingan, juga mengusir darah yang mengalir dari atas kepalanya yang robek terkena cakar Hung Ping Chi.
Darah yang terus mengalir deras itu menganggu daya pandang, Siau Hei.
Dengan mengibaskan kepalanya, dia bisa mengusir rasa nanar pandangan nya, sekaligus mengusir darah yang menganggu pandangan nya.
"Auoww,..! Auoww,..! Auwwwoooooo,..!"
Sambil meraung marah Siau Hei sekali lagi dengan nekad mencoba terbang menerkam kearah Hung Ping Chi.
"Wussss..!"
Tapi lagi lagi serangan Siau Hei gagal, malah ekornya terkena cengkraman tangan Hung Ping Chi.
Tubuh Siau Hei di buat berputaran di udara oleh Hung Ping Chi, lalu di banting kan ke kiri dan kanan berulang kali.
"Bressss..!" Bressss..!"
"Bressss..!" Bressss..!"
"Bressss..!" Bressss..!"
Siau Hei terlihat sudah lemas tak berdaya di permainkan oleh Hung Ping Chi.
Dia hanya bisa mengeluarkan suara rintihan kesakitan.
Zi Zi yang melihat hal ini langsung menjerit sedih.
"jangan,.. ku mohon jangan,.!.jangan,..! aniaya dia..! hu.hu..hu..!"
Hung Ping Chi sambil tersenyum sadis, dia melempar tubuh Siau Hei yang terkapar lemah tak berdaya di atas tanah.
Lalu dia melangkah pelan menghampiri kearah Zi Zi dan berkata,
"Jangan takut, aku akan mengirim kalian dengan cepat menyusulnya."
"Tak perlu sedih.."
ucap Ping Chi penuh ancaman.
"Jangan menganggunya Keparat..!"
bentak Siu Lian, di susul oleh Siau Yen menerjang kearah Hung Ping Chi dengan sepasang telapak tangan kosong.
"Cari mampus,..!"
Bentak Hung Ping Chi, di penuhi nafsu membunuh.
Dia ingin mencengkram menghancurkan kedua telapak tangan gadis itu yang mengejar kearahnya.
"Ping Chi jangan..!"
bentak Qi Lian Lao Koai yang bergerak menepis tangan Ping Chi.
"Plakkkk..!"
"Tuk,..! tuk..!"
Sekaligus menotok Siau Yen dan Siu Lian, hingga kedua gadis cantik itu terkulai lemah dalam pondongan nya.
"Kedua perawan ini serahkan saja pada ku.."
"Aku sudah lama puasa, kedua perawan ini cocok untuk menghibur ku.."
ucap Qi Lian Lao Koai sambil tertawa terkekeh kekeh genit.
Dia lalu memondong kedua gadis itu menghilang ke balik batu gunung besar.
Hung Ping Chi mengangguk patuh, dia kembali fokus dengan Zi Zi dan Sun Er.
"Gerrrrrr...!"
Siau Hei menggereng marah, memasakkan diri untuk bangun lalu menerkam kearah Hung Ping Chi.
Saat dia melihat Hung Ping Chi sedang menghampiri Zi Zi dengan niat keji.
Di tempat lain Pai Wang yang terkapar tak berdaya, dia hanya bisa memejamkan mata dan menutup pendengarannya.
Tak sanggup menyaksikan dan mendengar kekejaman yang sedang di lakukan oleh kedua orang iblis berwujud manusia itu.
Tadi dia bentrok langsung dengan Qi Lian Lao Koai, tapi karena kalah kelas hanya dalam beberapa jurus.
Dia sudah tertekan di bawah angin, apalagi setelah pedang di tangannya di hancurkan oleh Qi Lian Lao Koai.
Dia semakin terdesak, akhirnya sepasang pergelangan tangannya tertangkap oleh Qi Lian Lao Koai.
"Kreekk,..!"
"Arggghh...!"
Qi Lian Lao Koai langsung meremas hancur pergelangan tangannya.
"Kreekkk..!"
"Arrggghhh..!"
Di susul dengan bahunya, lalu tubuhnya di lempar keudara, saat tubuhnya berjungkir balik, tulang pinggang nya juga di tendang hancur.
"Kreekkk..!"
"Arrggghhh..!"
Di susul dengan sambungan kedua lututnya, tempurung lututnya juga di hancurkan oleh
Qi Lian Lao Koai.
Pai Wang selain pasrah dan menjerit kesakitan, sudah tidak ada yang bisa dia lakukan.
Setelah di lumpuhkan secara total, tubuh Pai Wang di biarkan teronggok di sana, mati tidak hidup tidak.
Dia di biarkan oleh Qi Lian Lao Koai ikut menyaksikan kekejaman mantan menantunya yang bukan manusia itu.
Di balik batu gunung besar itu sendiri hanya terdengar suara tertawa terkekeh kekeh gembira Qi Lian Lao Koai dan suara kain robek.
Siau Yen dan Siu Lian yang tidak mampu bersuara dan bergerak, mereka hanya bisa meratapi nasib mereka, yang menyedihkan. dengan air mata jatuh bercucuran.
__ADS_1
Mereka harus pasrah membiarkan milik mereka, yang paling berharga di rengut paksa oleh iblis tua itu.
Penderitaan seperti ini akan membawa luka di batin mereka, seumur hidup tidak mungkin bakal bisa lupa.
Hung Ping Chi yang di terkam oleh Siau Hei dari belakang, dia berhasil menghindari serangan Siau Hei, dengan mencekik leher Siau Hei kuat kuat.
"Kreekk..!"
Terdengar bunyi tulang leher patah, Siau Hei hanya sempat mengeluarkan suara pelan.
Sebelum kepala dan empat pasang kaki nya yang menggantung di udara terkulai kebawah.
"Jangan...! Siau Hei...!" hu..hu..hu..!"
jerit Zi Zi sedih sambil memeluk erat erat tubuh kakak nya yang belum juga sadarkan diri.
Dengan senyum sadis, Hung Ping Chi menoleh kearah Zi Zi.
Dia mengangkat kepala Siau Hei keatas dengan menarik telinganya keatas.
Sehingga kepala Siau Hei mendongak keatas, dengan tatapan mata kosong.
Karena Siau Hei telah tidak bernyawa lagi.
Hung Ping Chi sambil tertawa melepaskan pegangan tangannya di telinga Siau Hei.
Sehingga kepala Siau Hei kembali terkulai ke bawah.
"Kau manusia jahat,..hu..hu..hu..! kau membunuhnya..kau jahat..! aku membenci mu..!"
teriak Zi Zi sambil menangis sedih.
Hung Ping Chi malah tertawa terbahak bahak, sepertinya dia sangat puas menikmati kesedihan gadis kecil yang malang itu.
Hung Ping Chi sambil tertawa sadis, dia melemparkan tubuh Siau Hei yang malang kesamping.
"Brukkk...!"
Tubuh Siau Hei jatuh tergeletak diam tak bergerak.
Hung Ping Chi sambil tertawa sadis berjalan mendekati Zi Zi dan berkata,
"Bocah kamu berangkatlah duluan pergi temui Nan Thian manusia celaka itu.."
"Bila mau di salahkan salahkan saja dia, mengapa kalian harus berdekatan dengannya.."
"Ha..ha..ha..!"
Hung Ping Chi tertawa keras sambil menengadah keatas.
Tepat dia menengadah keatas, dia melihat ada dua sosok yang sedang duduk diatas punggung seekor burung bangau Dewata sedang terbang melintasi bulan.
Hung Ping Chi yang melihatnya sedikit tertegun lupa dengan niatnya yang ingin menghabisi
Zi Zi dan Sun Er.
Di tempat lain dari balik batu Qi Lian Lao Koai yang baru melangkah keluar sambil membenarkan tali celananya yang kedodoran.
Sambil bersiul siul dan tersenyum puas, dia menoleh kearah Ping Chi dan berkata,
"Lambat sekali kerja mu,..! mengapa mengurus anak kecil aja begitu susah..!?"
Tapi saat melihat respon Hung Ping Chi yang menunjuk kearah atas.
Qi Lian Lao Koai langsung ikut melihat keatas, melihat apa yang terjadi di atas sana.
Qi Lian Lao Koai kini ikut terdiam saat melihat apa yang berada di atas sana.
Sesaat kemudian dari atas punggung burung bangau Dewata itu melayang turun dua sosok penuh kharisma dengan sangat ringan melayang turun dari udara
Mereka terlihat seperti dewa Dewi yang sedang melayang turun dari udara.
Sosok pertama adalah seorang gadis yang memilki kecantikan yang sangat luar biasa.
Bahkan Siau Yen Siu Lian, Xue Xue dan Yesebuhua yang memilki kecantikan diatas rata rata.
Bila harus di bandingkan dengan gadis ini, mereka jadi seperti bunga di semak liar, di bandingkan dengan setangkai Bunga Teratai yang sangat indah dan suci.
Gadis itu mengenakan gaun warna warni, yang terdiri dari 7 warna.
Dari tubuhnya terpancar wangi semerbak yang sangat lembut.
Selain itu tubuhnya dari atas ujung kepala hingga ujung kaki, mengeluarkan cahaya 7 warna memancar terang.
Di tengah tengah kening gadis itu juga ada sebuah tanda pelangi kecil yang membuatnya semakin terlihat sempurna, seperti putri kahyangan yang sedang turun kedunia.
Di belakang gadis itu menyusul melayang seorang pria berkepala botak bertubuh kecil ringkih.
Dari pakaian yang di kenakan nya, seharusnya dia adalah seorang biksu tua, yang usianya sudah sulit diukur dari wajahnya, yang selalu tersenyum terang penuh welas asih.
Gadis yang sangat cantik itu akhirnya buka suara,
"Wahai iblis bertubuh manusia,..!"
"Dunia akan terasa kotor dengan kehadiran kalian berdua.."
"Kalian bahkan tega ingin mencelakai anak kecil yang tidak berdosa..!"
"Sungguh kelewatan kalian..!"
tegur gadis itu, sambil mendarat ringan di atas tanah.
Sedangkan Biksu tua yang menyusul turun di belakang gadis itu, dia tidak berkata apa-apa selain menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum pilu.
Melihat semua kejadian yang terjadi di depan mata nya.
Qi Lian Lao Koai mengucek ngucek matanya, lalu berkata,
"Wah ini baru seru, ini adalah gadis perawan bertubuh Im Yang.."
"Mendapatkan nya, kultivasi akan meningkat sepuluh kali lipat.."
"Hari ini benar benar rejeki, baru saja dapat dua perawan cantik, kini malah hadir perawan Dewi kahyangan..."
"Ha..ha..ha..ha..!"
ucap Qi Lian Lao Koai sambil tertawa puas, dan menggosok gosokkan kedua telapak tangannya, dengan gaya yang sangat menjijikkan dia terus menatap tubuh gadis bergaun pelangi itu, dari atas hingga kebawah.
__ADS_1
Mulutnya yang terbuka memamerkan rongga mulutnya yang ompong dan air liur yang menetes netes, semakin menambah ill feel orang yang melihat nya.
Gadis cantik yang baru datang juga tidak terkecuali, sambil mengerutkan alisnya gadis itu mulai memancarkan cahaya lembut menekan kesekitar.