
Fei Yang dan Xue Lian berdiri sambil menatap dingin kearah Hai Hai, yang terlihat pucat gemetaran.
Dia tahu kali ini dia pasti celaka, bila tidak mampus, minimal cacat di buat kedua suami istri sakti ini.
Terutama Xue Lian yang terlihat sangat membencinya.
Hai Hai berputar otak memikirkan cara meloloskan diri, akhirnya otaknya yang encer muncul ide.
Sambil tersenyum mesra menatap Xue Lian dia berkata,
"Sayang mengapa kamu terus mempelototi ku,? ayo cepat bantu lepaskan aku.."
Xue Lian menjengek dingin dan berkata,
"Dasar binatang masih berani minta di lepaskan.."
"Hari ini akan ku lepaskan semua otot dan nadi mu, aku mau lihat kamu bisa bertahan berapa lama..?"
"Sayang jangan seperti itu, apa kamu lupa bagaimana kamu mengatakan enak,..nikmat..teruskan,.. jangan hentikan,..ahh luar biasa.."
"Sayang jangan lupa, bagaimana tubuh mu bergetar dan melengkung keatas waktu itu.."
"Kurasa si tolol disebelah mu itu tentu belum pernah kasih sensasi itu kan.?"
ucap Hai Hai sambil tersenyum mengejek.
"Keparat..! tutup mulut mu.! Ku bunuh kau..!"
teriak Xue Lian emosi..
Dia langsung menggerakkan tangannya, untuk menghantam ubun ubun kepala Hai Hai yang bermulut kotor itu.
"Dukkk...!"
"Hei..!"
"Kakak Yang apa yang kau lakukan..!"
teriak Xue Lian kaget.
Pukulan nya barusan di tangkis oleh suaminya sendiri.
Perlahan lahan rasa kaget, berubah menjadi rasa marah, kecewa dan sedih, bercampur aduk jadi satu.
Dengan airmata bercucuran, Xue Lian menunjuk kearah Fei Yang dan berkata,
"Kakak Yang apa maksud mu..?"
"Mengapa kakak menghalangi ku menghabisinya ?"
tanya Xue Lian dengan tatapan mata kesal.
Fei Yang tersenyum sabar dan berkata,
"Kamu tenangkan dulu emosi mu, jangan terpancing.."
"Ha..ha..ha..lihat suami mu yang tolol itu, ternyata dia tidak tolol, dia ingin mendengar semuanya dari mulut ku.."
"Kakak cantik tak perlu kamu marah marah, kamu pasti belum jujur padanya, benarkan ?"
ucap Hai Hai yang merasa umpannya mulai di sambar
Dia semakin menambah bumbu agar suasana semakin kacau.
__ADS_1
Bila berjalan sesuai harapan nya, dia nanti akan lebih mudah meloloskan diri, disaat sedang terjadi puncak kekacauan.
"Keparat,..! kakak Yang minggir,..! biar ku bunuh bajingan bermulut kotor itu...!"
teriak Xue Lian marah.
Dia kembali mencoba mengambil jalan memutar, untuk melancarkan serangan menghabisi Jai Hwa Sian yang sangat di bencinya itu.
"Dukkk...!"
Lagi lagi serangan Xue Lian tertangkis, dia kembali terdorong mundur kebelakang..
"Kakak Yang..! bila kamu terus seperti ini, jangan salahkan aku..!"
teriak Xue Lian emosi.
"Sayang kamu tenanglah, dengarkan aku dulu.."
ucap Fei Yang berusaha tidak melayani istrinya, yang sedang terbawa emosi.
"Kamu suruh aku tenang bagaimana,? aku ini istri mu, istri mu dilecehkan orang, di permalukan orang, kamu malah membelanya dan menyuruh ku tenang..!"
"Jangan katakan kamu lebih percaya dia,.. di bandingkan aku..!?"
teriak Xue Lian marah bercampur sedih, Isak tangisnya mulai keluar tak terkendali.
Fei Yang terdiam sejenak, saat melihat perkembangan situasi malah berubah menjadi seperti ini.
Ingin rasanya dia menyingkir, membiarkan Xue Lian, melampiaskan emosi nya sesuka hati.
Tapi di sisi lain, dia tidak ingin bajingan itu mati semudah itu.
Dia ingin menyiksanya pelan pelan.
"Sayang kamu tenangkan diri mu, percayalah pada ku.."
"Jangan terpancing.."
Melihat situasi mulai semakin panas Hai Hai kembali menyela.
"Ku katakan pada mu, istri mu itu ingin menutup mulutku, karena dia tidak mau kamu tahu.."
"Bagaimana dia menikmati, sensasi lidah ku di dalam gua sana, saat lidah ku menyapu hutan lebatnya di bawah sana.."
"Bajingan biadab terkutuk, ku bunuh kamu..!"
teriak Xue Lian tidak bisa lagi mengendalikan diri, karena Hai Hai sudah melemparkan fitnah keji yang semakin kelewatan.
Tubuh Xue Lian melayang diudara, sebatang pedang es berkilauan tercipta di depan dadanya.
Sambil berteriak keras,.dia melepaskannya, menerjang kearah Fei Yang, yang menghadang di depan Hai Hai.
"Boooom...!"
Area tempat Fei Yang dan Hai Hai berada kini muncul sebuah lubang besar, yang tertutup kabut debu pasir batu dan tanah, sebagai akibat serangan yang di lepaskan oleh Xue Lian.
Setelah melepaskan serangan nya, Xue Lian baru sadar dan kaget,
dua langsung berteriak,
"Kakak Yang,..! tidak..!
ohh jangan..!"
__ADS_1
"Mengapa kamu tidak mempercayai ku..!?"
"Hu..hu..hu..!"
teriak Xue Lian sambil menangis panik.
Dia buru-buru melesat kebawah mencari keberadaan suaminya, di dalam asap debu, pasir, batu, yang berhamburan.
"Uhhh,..!"
tiba-tiba Xue Lian mengeluh pelan.
Seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga, dia telah di totok jalan darah nya.
Saat dirinya sedang kalut, panik, kurang waspada.
Tubuh Xue Lian berada dalam pondongan seseorang, dia di bawa terbang keluar dari dalam lubang, yang penuh kabut asap debu pasir.
Xue Lian sangat terkejut dan ketakutan.
Dia langsung berpikir, jangan jangan si Jai Hwa Sian lagi yang menawannya.
Di saat dia dengan tangan sendiri telah membunuh suaminya, kini malah dirinya kembali tertawan.
Tapi semua ketakutan dan rasa khawatirnya sirna, saat dirinya di bawa keluar dari dalam lubang penuh asap,. sehingga bisa terlihat jelas orang yang memondong nya.
Ternyata pria yang sedang memondong nya adalah suaminya sendiri.
Xue Lian pun bisa kembali bernafas lega.
Fei Yang sambil memondong Xue Lian, dia juga menenteng tubuh Jai Hwa Sian, yang terlihat tak berdaya.
Setelah mendarat di tempat yang lebih tenang, Fei Yang melempar tubuh Hai Hai jatuh tergeletak diatas tanah.
Fei Yang menatap Xue Lian dan berkata,
"Sayang kamu dengarkan aku, aku tentu lebih percaya pada mu.."
"Aku menghentikan mu bukan karena percaya dengan dia.."
"Aku tidak ingin kamu terpancing emosi, dan memberikan kematian yang begitu cepat kepadanya..'
"Itu terlalu enak, nanti kamu pasti menyesal, setelah tahu kamu telah masuk dalam perangkapnya."
"Sekarang lebih baik tenangkan hati mu."
ucap Fei Yang sambil melepaskan totokkan pada tubuh istrinya
Begitu totokkan nya terlepas, Xue Lian tidak bisa menahan diri, untuk langsung menubruk ke dalam pelukan suaminya.
Dia menangis tersedu-sedu di sana penuh penyesalan, dia merasa sangat bersalah.
Akibat terbawa emosi. dia telah salah paham dan hampir membunuh suaminya sendiri.
Di sela sela tangisan, sambil memukuli dada Fei Yang, Xue Lian berkata,
"Kenapa kakak Yang,.. tidak dari awal,.. langsung katakan semuanya,.. mengapa baru sekarang....?"
"Kakak Yang jahat,..kakak yang membuat ku,.. jadi ketakutan menyesal dan sedih..!"
tegur Xue Lian melampiaskan kekesalannya dengan memukuli dada Fei Yang.
"Sudahlah jangan menangis lagi, aku memang sengaja berbuat begitu, agar bajingan tengik itu, merasa ada harapan dan senang.."
__ADS_1