
Akhirnya terjadi lah perselisihan yang berujung kami berdua bertarung sendiri."
"Aku berhasil mengalahkannya, karena ada beberapa jurus
simpanan, yang sengaja ku simpan dan tidak ku ajarkan padanya."
"Dia memohon-mohon ampun, mengaku bersalah, merayu dan membujuk ku, karena hati ku lemah dan masih sangat mencintainya, akhirnya kami pun rujuk kembali.."
"Tapi binatang itu kemudian menggunakan Hua kung San, meracuni ku, menyegel kekuatan ku dan memusnahkan kemampuan silat ku."
"Setelah itu dia dengan tega menjual diri ku ke rumah pelacuran.."
"Aku yang dalam keadaan tidak berdaya, terpaksa mengikuti keinginan tempat pelacuran yang membeli ku"
"Untungnya aku memiliki kemampuan bermain musik, bernyanyi dan menari."
"Sehingga aku tidak perlu melayani tamu dengan tubuh ku, untuk menghasilkan uang untuk rumah pelesiran yang membeli ku."
"Akhirnya karena ketenaran ku, aku di jual dengan harga tinggi, hingga sampai ketempat ini."
ucap Pai Lan Yi mengakhiri ceritanya dengan wajah yang basah, oleh airmatanya sendiri.
Fei Yang menghela nafas sedih, dia tidak pernah menyangka salah satu bunga tercantik di gunung Xu San, akan berakhir dengan nasib yang begitu menyedihkan.
Awalnya dia menyangka, nasib Ye Hong Yi sudah cukup buruk dan kasihan, kini dia baru sadar ternyata nasib Lan Yi bahkan jauh lebih tragis dan lebih mengenaskan lagi.
Fei Yang menatap Pai Lan Yi dengan penuh simpati dan berkata,
"Kakak Lan Yi jangan khawatir, aku pasti akan membantu mengeluarkan kakak dari tempat ini.."
"Aku juga akan membantu memulihkan kemampuan kakak, dan membantu meningkatkan kemampuan kakak."
"Setelah itu kakak boleh bebas memilih, mau tinggal di istana Xi Xia."
"Atau mau ikut dengan ku kembali ke Xu San berkumpul dengan Kakak Ye Hong Yi, semua tergantung pada pilihan kakak sendiri.."
Pai Lan Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bila aku bisa keluar dari tempat ini, dan bisa pulih kembali kekuatan ku."
"Aku akan pergi berkelana mencari kedua manusia binatang itu, untuk membalaskan dendam ku..'
Fei Yang menatap Pai Lan Yi dengan kasihan dan berkata,
"Bila itu pilihan kakak, aku akan mendukung kakak, tapi saran ku, kakak berlatihlah dulu di Xu San meningkatkan kemampuan kakak.."
"Untuk Mu Rong Fu kurasa aku tidak perlu khawatir, tapi Xu Da kemampuannya sangat tinggi."
"Bahkan guru Malini semasa hidup pun bukan lawan nya, jadi bila kakak ingin mencari Xu Da."
"Setidaknya kakak harus memiliki kemampuan di atas guru Malini."
__ADS_1
Pai Lan Yi mengangguk dan berkata,
"Paman guru benar, masalah ku memerlukan proses yang panjang dan berliku.."
"Ohh ya, paman guru sendiri, mengapa ada di tempat ini ?"
"Ayo kita duduk dan ngobrol di atas sana..paman guru.."
ucap Pai Lan sambil bangkit berdiri dan menghampiri meja, di mana Fei Yang duduk tadi.
Fei Yang mengikuti Pai Lan Yi, mengambil tempat duduk di hadapannya dan berkata,
"Aku datang kesini sebenarnya, memerlukan bantuan kakak Lan Yi, aku ingin menangkap dan menjebak Baatar tanpa banyak menimbulkan keributan."
"Apa Lan Yi bisa membantu ku ?"
Lan Yi tersenyum dan berkata,
"Itu mudah, paman guru cukup mencari tempat sembunyi, bila sudah beres aku akan memberi kode ke paman guru..'
"Lalu apalagi yang bisa Lan Yi bantu ?"
ucap Pai Lan Yi sambil tersenyum menatap Fei Yang.
Fei Yang tersenyum canggung, lalu dia mengirim pesan suara kearah Pai Lan Yi.
Setelah mendengar rencana Fei Yang, Pai Lan Yi langsung tertawa menutupi mulutnya sendiri dan berkata,
"Itu adalah rencana teman ku, tapi menurut ku ini cukup baik."
"Tanpa bersusah payah aku bisa sekaligus melenyapkan mereka kedua .."
ucap Fei Yang menjelaskan.
"Baiklah masalah itu paman guru percayakan pada ku..aku pasti akan membantu mengurusnya dengan baik."
ucap Lan Yi penuh keyakinan.
"Terimakasih kakak Lan Yi, kalau begitu aku permisi dulu dari tempat ini ."
"Agar tidak menimbulkan kecurigaan intelijen Baatar yang tersebar di mana-mana."
ucap Fei Yang sambil bangkit berdiri.
,"Paman guru gak mau sekalian makan siang di sini dulu baru pulang.."
tanya Lan Yi.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak usah Lan Yi, terimakasih banyak, aku masih ada urusan lain."
__ADS_1
Lan Yi mengangguk kecil tanpa membantah.
Dia sadar diri, Fei Yang mungkin tidak nyaman berlama lama bersama diri nya berduaan ditempat seperti ini.
Tak lama kemudian Fei Yang sudah meninggalkan paviliun melewati pintu samping yang lebih sepi, dan langsung pergi mencari penginapan untuk menunggu malam tiba.
Fei Yang sengaja mencari penginapan yang tidak terlalu jauh dari Paviliun Bunga Bersemi, agar dia bisa melihat kode yang di lepaskan oleh Yi Lan.
Menjelang malam terlihat seorang pria tinggi besar berkulit gelap dengan mata lebar dan hidung bengkok, turun dari sebuah kereta kuda.
Di halaman samping Paviliun Bunga Bersemi, kereta itu sendiri di kawal ketat oleh puluhan orang berpakaian preman.
Mereka semua terlihat gesit dan cekatan, hal ini menunjukkan mereka semua bukan pengawal biasa.
Si pria tinggi besar yang tak Lain adalah Baatar, tanpa mengenakan seragam kebesarannya, dia lebih mirip seorang saudagar kaya yang sedang berpelesir.
Baatar dengan santai langsung berjalan masuk melewati pintu samping, di belakangnya mengikuti puluhan orang berpakaian preman.
Kelihatannya Baatar sudah tidak asing dengan tempat tersebut, setelah melewati gerbang pintu samping gedung, Baatar pun melangkah masuk kedalam gedung.
Para pengawal yang sudah biasa itu, mereka tidak ikut masuk, hanya berjaga jaga dan bersiaga di halaman samping .
Siapapun yang ingin masuk ataupun keluar lewat halaman samping, pasti akan di cegat dan diarahkan oleh pengawal Baatar agar meninggalkan tempat itu.
Baatar sendiri langsung menuju lantai 3 di mana kamar Lan Yi berada.
Tanpa basa basi Baatar langsung mendorong pintu kamar tersebut, dan masuk kedalam kamar Lan Yi.
Lan Yi yang sedang duduk sambil menyetel senar Yang khim nya, begitu melihat Baatar telah tiba.
Dia pun berkata,
"Silahkan tuan Baa,.. masakan dan minuman sudah siap..menunggu tuan Baa dari tadi.."
"Tumben malam ini agak telat,..?"
tanya Lan Yi dengan lembut.
Baatar tertawa keras dan berkata,
"Tadi ada sedikit laporan yang datangnya sedikit telat, makanya sedikit tertunda.."
"Ayo langsung di mulai saja nona Yi Lan.."
ucap Baatar sambil mulai menjemput masakan di hadapannya, dengan sumpit ditangannya
Baatar mulai makan dan minum dengan lahap, sambil menikmati alunan musik yang di mainkan oleh Lan Yi dengan sangat baik.
Irama lembut yang mendayu Dayu, membuat Baatar yang minum cukup banyak, arak yang telah di campuri obat tidur.
Baatar Tidak sanggup lagi menahan kantuk, dia langsung jatuh tengkurap di atas meja.
__ADS_1