PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENGHADAPI PENGEPUNGAN


__ADS_3

Nan Thian tak menanggapi ancaman Koai Tung San Kai, dia meletakkan dua keping uang perak diatas meja.


Lalu berjalan meninggalkan rumah makan tersebut.


Nan Thian mengambil arah yang sama dengan arah yang di ambil oleh Koai Tung San Kai.


Nan Thian berhasil menyusul, dan mengikuti mereka dari jarak jauh secara diam diam.


Koai Tung San Kai yang saling memapah, berjalan dengan agak terseok seok.


Mereka tidak menyadari, Nan Tarang sedang mengikuti mereka.


Mereka terus berjalan membelah keramaian kota, hingga tiba di gerbang kota sebelah selatan.


Mereka bertiga bergerak keluar dari sana.


Beberapa saat kemudian terlihat Nan Thian dengan langkah santai, ikut keluar dari gerbang tersebut.


Koai Tung San Kai setelah keluar dari dalam kota, mereka terlihat sedikit mempercepat langkah mereka menuju hutan di sebelah selatan kota.


Di pinggir hutan sebelah selatan kota, terlihat sebuah bangunan kelenteng dewa tanah yang tak terurus.


Di sanalah ketiga orang itu membelok masuk kedalam kelenteng.


Beberapa waktu setelah mereka masuk kedalam kelenteng, Nan Thian baru muncul dari tempat persembunyiannya.


Dengan gerakan ringan bagaikan sehelai kapas, Nan Thian terbang melewati tembok yang mengelilingi kelenteng tersebut.


Saat tiba di halaman sebelah dalam kuil, Nan Thian menatap dengan agak takjub dari balik pohon maple besar berdaun lebat.


Di luar jelas adalah sebuah kelenteng bobrok, tapi di bagian sebelah dalam, jelas adalah sebuah taman dan bangunan yang indah dan megah.


Di tengah tengah halaman yang luas terlihat banyak pengemis yang sedang berlatih ilmu beladiri.


Mereka masing-masing memegang tongkat saling serang di antara mereka sendiri.


Jumlahnya mungkin tidak kurang dari 300 orang menurut perhitungan Nan Thian.


Nan Thian benar benar tidak menyangka, ternyata kelompok ini memilki kekuatan yang cukup besar


Nan Thian sempat melihat bayangan punggung ketiga orang itu, sedang berjalan masuk kedalam kuil inti.


Dengan hati hati Nan Thian berkelebat dari satu pohon ke pohon lainnya, yang tubuh subur di sekitar sana.


Kemudian dari pohon terdekat dengan genteng atap bangunan kuil.


Nan Thian langsung melayang ringan hinggap di atas genteng atap bangunan kuil.


Nan Thian dengan langkah ringan seperti sehelai kapas, dia menelusuri atap bangunan itu


Sambil memasang pendengaran, akhirnya dia mendengar dan menemukan posisi Kosi Tung San Kai, yang berada di bawah sana.


Nan Thian dengan hati hati membongkar sebuah atap genteng, agar bisa melihat dan mendengar lebih jelas pembicaraan yang sedang berlangsung di bawah sana.


Di hadapan Koai Tung San Kai yang sedang berlutut memberikan laporan atas kejadian sebelumnya.


Terlihat seorang pria paruh baya yang memilki kumis dan jenggot di cukur dengan sangat rapi dan tertata dengan baik.

__ADS_1


Pakaian yang dia kenakan meski terlihat ada beberapa kain tambalan di sana.


Tapi jelas, baik kain tambalan maupun pakaian, yang di tambal. Semuanya adalah terbuat dari bahan yang baru dan berbahan halus.


Hal ini jelas sangat bertolak belakang, dengan profesi mereka sebagai seorang pengemis.


Terlihat sekali, orang ini menjadi pengemis hanya sebagai kedok, untuk menyembunyikan maksud dan ambisinya.


Dia adalah Kai Sun ketua pimpinan cabang Jing Yi Kai Pang cabang kota Lan Zhou.


Di dunia persilatan, dia terkenal dengan Ilmu tongkat angin dan badai nya, sehingga di beri julukan Feng Pang Sin Kai. ( Pengemis sakti Tongkat badai ).


Di sebelah Kai Sun, duduk dua pria berkepala botak di tengah, tapi di bagian pinggir kiri kanan rambut mereka di kepang.


Mereka berdua mengenakan seragam militer Mongolia.


Di belakang mereka berdiri 4 orang prajurit Mongolia, yang mengenakan seragam militer lengkap dengan helm khas prajurit Mongolia.


Selain kedua perwira Mongolia, masih terlihat seorang pria paruh baya mengenakan baju putih bersih.


Pria itu terlihat santai, duduk diam dengan mata terpejam.


Seolah-olah semua urusan dunia tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Tiba-tiba dia membuka sepasang matanya melihat keatas dan berkata,


"Anak muda bila ingin tahu lebih banyak mengapa tidak turun saja..?"


"Buat apa bersembunyi di atas sana seperti seekor tikus..?"


Genteng langit langit ruangan hancur berhamburan ke bawah.


Diterjang seberkas cahaya putih tak kasat mata yang di lepaskan dari telapak tangan pria paruh baya berpakaian putih itu.


Nan Thian melayang turun kebawah menghindari serangan yang di lepaskan oleh pria paruh baya itu.


"Siapa kamu..!? besar sekali nyali mu mengacau kemari..!?"


bentak Kai Sun pimpinan pengemis Jing Yi Kai Pang cabang Lan Zhou marah.


Nan Thian hanya tersenyum tenang tidak menjawabnya.


Adalah Koai Tung San Kai, Ta Lang yang menunjuk kearah Nan Thian dan berkata,


"Dia ketua,. ! dia Keparat itu,..hati hati ilmunya sangat tinggi..!"


Pria baju putih itu, kini memilih diam saja sebagai penonton.


Begitu pula dengan kedua orang perwira Mongolia itu.


Hanya keempat prajurit di belakang mereka, yang berpindah kedepan, sambil mencabut senjata mereka, bersikap siaga penuh.


Si tongkat badai Kai Sun, mencabut sepasang tongkat yang di selipkan di pingangnya.


Lalu berteriak,


"Pengawal..!"

__ADS_1


"Tangkap dan ringkus penyusup...!"


Lalu dia sendiri dan ketiga wakilnya, masing masing bersiap siap menghadapi segala kemungkinan.


Nan Thian tadi sudah menyaksikan pukulan pria berbaju putih yang sangat berbahaya.


Dia tidak berani berayal, dia pun bersikap siaga penuh dengan Ciu Yang Hu Ti ( Energi pelindung 9 matahari ).


Ruangan itu sebentar saja sudah penuh dengan pengepung anggota pengemis Jing Yi Kai Pang.


Begitu masuk kedalam ruangan, mereka langsung menerjang kearah Nan Thian.


Menggunakan tongkat di tangan mereka menyerang Nan Thian secara bergantian dan sangat teratur dalam formasi mereka.


"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"


"Bakk,..! Bukk,..! Bakk,..! Bukk..!"


"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"


Bakk,..! Bukk,..! Bakk,..! Bukk..!"


"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"


"Bakk,..! Bukk,..! Bakk,..! Bukk..!"


"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"


Bakk,..! Bukk,..! Bakk,..! Bukk..!"


"Ahhhh,..! Aduhh..!. Argghh..!'


Terdengar suara tongkat patah berhamburan dan suara pukulan dan tendangan Nan Thian yang selalu tepat sasaran.


Membuat para pengepungnya menjerit kesakitan, merintih rintih di atas tanah tak sanggup bangun.


Karena anggota tubuh mereka yang terkena pukulan penghancur karang Nan Thian, mengalami patah dan remuk tulangnya.


Semua itu berjalan dengan sangat cepat, dalam sekejab saja, setengah dari para pengepung.


Kini tumbang merintih rintih kesakitan, tidak sanggup bangun.


Melihat situasi tersebut, Kai Sun pimpinan Jing Yi Kai Pang, berteriak,


"Mundur semuanya, ! berjaga jaga saja, jangan sampai dia meloloskan diri.!'


Setelah berkata, dia di ikuti oleh 3 orang wakilnya segera memutar tongkat di tangan mereka.


Lalu bergerak maju menyerang Nan Thian.


"Enam Naga Keluar Dari Sarang..!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


terdengar Auman naga marah, sebelum enam cahaya berbentuk Naga emas.


Bergerak menerjang kearah keempat pimpinan pengemis, yang sedang menyerang Nan Thian.

__ADS_1


__ADS_2