PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
LARANGAN ORANG TUA


__ADS_3

Cahaya 7 warna bersinar cemerlang mengelilingi seluruh tubuh gadis cantik itu.


Aura yang halus lembut terus terpancar menekan kemana mana.


Hung Ping Chi yang merasa sulit bernafas dan sulit bergerak.


Dia buru buru menjatuhkan diri duduk bersila, mencoba mengatasi tekanan yang lembut tapi sangat kuat itu.


Gadis itu mengeluarkan sebatang suling pualam putih dari udara.


Dia membuat tulisan Corat coret di udara, sebelum dia kibaskan suling ditangannya kearah tulisan tersebut.


Sehingga tulisan huruf langit yang memancar cahaya pelangi melesat kearah Qi Lian Lao Koai.


Melihat serangan gadis itu, Qi Lian Lao Koai sedikit terkejut.


Dia tadi sudah merasakan hawa tekanan dari tubuh gadis itu.


Kini setelah menyaksikan jurus serangan menulis huruf di udara, yang sangat aneh dan unik.


Mau tidak mau dia harus percaya gadis di hadapannya ini, bukan lawan yang boleh dia anggap sepele.


Qi Lian Lao Koai langsung mengerahkan kekuatan cakar pengejar arwahnya.


Dua bayangan cakar yang mengeluarkan cahaya hijau, susul menyusul, dia lepaskan untuk menyambut serangan tulisan huruf pelangi yang datang.


"Blaarrrr...!"


Dalam pertemuan pertama itu Qi Lian Lao Koai tergetar mundur selangkah.


Sedangkan gadis itu sudah bergerak memberikan serangan susulan dengan menuliskan huruf tanah diudara.


Tapi sekali ini berbeda dengan tadi, sekali ini gadis itu menghilang dari posisinya tadi.


Saat muncul lagi, dia sudah berada di hadapan Qi Lian Lao Koai dengan ujung suling pualam putihnya.


Memberikan totokan beruntun di seluruh tubuh Qi Lian Lao Koai mengikuti arah gerakan tulisan huruf tanah.


Serangan gadis itu mendatangkan angin pusaran dan kabut awan yang menutupi pandangan lawannya.


Qi Lian Lao Koai di buat panik oleh ilmu gadis itu yang unik tapi mematikan.


Gerakan nya pun begitu cepat sulit di duga.


Qi Lian Lao Koai sampai pontang panting menghindari serangan gadis itu.


Keadaan semakin kacau saat suling pualam di tangan gadis itu saat di gunakan untuk menyerang, terdengar suara irama naik turun yang menganggu konsentrasi.


Sekaligus terus menekan dan membuyarkan tenaga dalam yang sedang di himpun nya.


Qi Lian Lao Koai yang merasa tidak sanggup lagi meneruskan perlawanan.


Sebelum dirinya mengalami situasi yang jauh lebih parah, tiba tiba Qi Lian Lao Koai.


Melakukan serangan beruntun dengan sepasang cakarnya seperti ingin mengadu jiwa.

__ADS_1


Tentu saja gadis cantik itu tidak mau melayani keinginan Qi Lian Lao Koai.


Dia bergerak menghilang kesana kemari sambil terbang mundur menghindari.


Belum sempat dia melepaskan serangan balasan.


Qi Lian Lao Koai melempar sebuah benda bulat sebesar telur angsa ke atas tanah di mana gadis cantik itu berada.


"Blaaaarrr...!!!"


Terjadi ledakan dahsyat yang mengguncang seluruh puncak Hua San.


Asap kabut hijau menutupi seluruh pandangan, bercampur dengan debu pasir batu yang berhamburan kesegala arah.


Jarum jarum bersinar kehijauan sehalus rambut , yang jumlahnya tak terhitung, menyebar kesegala penjuru.


Qi Lian Lao Koai sendiri, memanfaatkan situasi itu, dia sudah menghilang dari tempat itu sambil memondong tubuh muridnya.


Gadis cantik itu sambil memutar suling pualam putih nya, menjadi segulung cahaya putih menangkis apapun yang mendekatinya.


Dia kemudian menghilang dari posisi, saat muncul lagi tubuhnya sudah jauh melayang di udara.


Asap debu dan senjata rahasia semuanya lewat di bawah kakinya, tidak ada satupun yang berhasil menjangkau dirinya.


Saat kabut asap hilang dan semuanya kembali normal.


Zi Zi yang terlihat sedang duduk menangis sambil memangku tubuh Sun Er.


Dia dan Sun Er dalam keadaan baik baik saja, karena terlindung oleh cahaya keemasan yang membentuk sebuah bayangan Genta raksasa.


Situasi mengenaskan justru di alami oleh Siau Yen dan Siu Lian yang bernasib malang.


Batu besar yang menutupi keadaan mereka berdua yang berada di balik batu.


Hancur berantakan oleh ledakan dahsyat itu.


Kedua gadis malang yang sedang tertotok tak berdaya.


Tubuh mereka tersambar oleh jarum jarum halus beracun, dan pernafasan mereka terkontaminasi oleh kabut asap hijau yang sangat beracun itu.


Kedua gadis malang itu langsung tewas dengan seluruh tubuh menghijau.


Begitu pula dengan tubuh ketua Qing Hai Pai, Pai Wang, dia juga tergeletak tak bernyawa dengan tubuh menghijau.


Gadis cantik yang sedang melayang di udara, saat melihat kondisi Siau Yen Siu Lian juga Siau Hei


Sambil menghela nafas prihatin, dia melemparkan tiga lembar kain putih, yang melayang turun dari udara, kemudian menutupi 3 jasad yang sudah membujur kaku itu.


Gadis itu kemudian melayang turun di dekat Zi Zi.


""Anak manis, jangan menangis lagi.."


"Biar bibi periksa keadaan kakak mu..boleh..?"


ucap gadis itu sambil berjongkok di samping Zi Zi, menggunakan tangan nya membelai lembut kepala Zi Zi..

__ADS_1


Zi Zi mengangguk pelan, sambil menghapus sisa airmata dan menahan suara Isak kecilnya.


Zi Zi melepaskan pelukannya dari tubuh kakaknya, membiarkan tubuh Sun Er di periksa oleh gadis itu.


Saat memeriksa keadaan tubuh Sun Er Gadi itu sedikit mengerutkan keningnya yang putih halus.


Dengan heran dia melakukan pemeriksaan ulang sekali lagi, dengan lebih teliti.


Lalu dia menempelkan sepasang telapak tangannya diatas perut dan dada Sun er.


Beberapa waktu kemudian Sun er mulai bisa menggerak gerakan jarinya.


Nafasnya mulai terlihat teratur, kelopak matanya mulai bergerak gerak.


Melihat hal itu gadis itu pun menarik kembali kedua tangannya.


Gadis cantik itu sambil tersenyum menoleh kearah Zi Zi dan berkata,


"Anak manis, kakak mu sudah tidak apa-apa, sebentar lagi akan bangun.."


"Kalau bibi boleh tahu, siapa nama mu ? mengapa kalian bisa ada di sini..?"


Zi Zi menatap gadis cantik itu dan berkata,


"Nama ku Li Zi Zi, dia kakak misan ku Li Sun.."


"Boleh tidak aku panggil kakak cantik saja, karena kakak sangat cantik dan belum tua .."


ucap Zi Zi polos.


Gadis cantik itu tersenyum lembut dan kembali membelai kepala Zi Zi.


"Terserah Zi Zi saja, bila Zi Zi suka memanggil seperti itu."


"Tapi satu hal Zi Zi harus tahu kakak ini sudah tidak muda lagi.."


"Mungkin usia kakak dengan ayah ibu Zi Zi tidak lah beda jauh.."


ucap Gadis cantik itu dengan suaranya yang lembut.


Zi Zi menatap wajah gadis cantik dengan tatapan mata polos dan berkata,


"Tapi bagaimana Zi Zi lihat, kakak paling berusia 20 tahun.."


"Sedangkan ayah ibu Zi Zi itu sudah berusia 40 an.."


Gadis cantik itu menanggapi ucapan Zi Zi dengan senyum lembut, tidak membantahnya lagi.


"Zi Zi bolehkah kakak tahu, siapa nama kedua orang tua mu..?"


ucap Gadis cantik itu penuh perhatian.


"Ayah ibu melarang ku menyebutkan nama mereka di depan orang asing yang baru ku kenal.."


ucap Zi Zi polos.

__ADS_1


__ADS_2