
Belum hilang pekik Kim Tiaw, tidak jauh dari halaman pondok, sudah terlihat Kim Tiaw turun mendarat dengan ringan di atas tanah.
Dari balik punggungnya melompat turun Sian Sian, yang di susul dengan Li Cing yang turunnya di bantu oleh Sian Sian.
Li Cing begitu melihat siapa yang hadir di sana, dia segera berjalan dengan terburu buru, lalu menjatuhkan diri berlutut di hadapan Raja Li Yuan Ming, Ratu Sabrina dan Ibu Suri.
Sedangkan Sian Sian sesaat berdiri bengong menatap kearah Fei Yang yang berdiri di sebelah ratu Sabrina.
Tapi sesaat kemudian begitu sadar, dengan gembira, dia berlari maju sambil berteriak,
"Afei,..! Afei,..! kunyuk keparat,.. kamu menyuruh Ping Huo Ta Sia untuk menipu ku..!"
"Ternyata kamu masih hidup..!!
"Rasakan ini...!!
"Berani beraninya kamu menipu ku..!!"
ucap Sian Sian histeris, tanpa memperdulikan yang lain.
Dia hanya fokus dengan gembira menghampiri Afei, lalu hendak menarik telinga nya dengan kuat.
Fei Yang hanya tersenyum canggung, menatap orang tua nya, menanggapi sikap Sian Sian yang agak sedikit brutal dan tidak mengenal aturan.
Fei Yang berusaha menghindar dan berkata,
"Hei,.. hei,.. jadi gadis yang sopan,.. mau apa kamu..!?"
"Hei jangan,.. aduh..!"
teriak Afei sambil melompat mundur dengan kaki sebelah.
Berhubung Afei menepis dan menghindari jeweran telinga,. dari Sian Sian.
Sian Sian yang kesal karena tidak berhasil menarik telinga Afei, dia langsung melayangkan kakinya dengan sepatu yang runcing dan sedikit bengkok, menendang tulang kering Afei.
Sehingga Afei pun berteriak kesakitan dan melompat mundur menjauh dengan kaki sebelah.
Afei menggunakan kedua tangannya memegangi kakinya yang terangkat, sambil menahan rasa sakit di tulang kering tersebut.
Melihat Afei melompat lompat, sambil berjingkrak jingkrak seperti monyet.
Sian Sian pun terlihat tertawa puas, sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
Ratu Sabrina yang melihat putra semata wayangnya, di siksa oleh gadis liar yang tidak jelas asal usulnya itu.
Tentu tidak terima, dia segera menghampiri Sian Sian dan berkata,
"Gadis liar darimana !? berani datang datang mengintimidasi putra ku..!"
Li Cing yang sedang berlutut di depan Raja junjungannya.
__ADS_1
Tentu sangat kaget, saat melihat reaksi pembelaan ratu Sabrina terhadap AFei.
Li Cing dengan buru-buru bangkit berdiri menghampiri Sian Sian, dan memaksa menarik cucunya untuk ikut berlutut dengan nya, di depan ratu Sabrina dan berkata,
"Maafkan hamba dan Cucu hamba yang mulia ratu Sabrina,.."
"Hamba gagal mendidik cucu hamba, itu adalah salah hamba.."
"Sian Sian kamu masih tidak cepat meminta maaf ke yang mulia ratu,.. cepat minta maaf,.. atau kakek akan menghajar mu di sini..!!"
teriak Li Cing kesal.
Sian Sian sendiri sedikit terkejut, dan baru sadar di sana ada Ratu Sabrina, Raja Li Yuan Hao dan bahkan Ibu Suri pun terlihat di sana.
Tadi karena terlalu gembira melihat Afei masih hidup, dia jadi lupa memperhatikan sekitarnya.
Sian Sian meski nakal keras kepala dan manja.
Tapi sebagai bagian dari istana, sedikit banyak dia masih tahu adat.
Tanpa di suruh untuk kedua kalinya, dia sudah berlutut hingga menempelkan dahinya diatas tanah dan berkata,
"Maafkan Sian Sian ratu,.. Sian Sian tahu salah, Sian Sian mohon ampun ratu.."
Ratu Sabrina sedikit terkejut, setelah melihat sikap Li Cing dan mendengar ucapan Sian Sian.
Dia pun buru-buru membungkuk membangunkan Sian Sian dan Li Cing sambil berkata,
"Li Cing jadi ini cucu mu Sian Sian, ternyata sudah besar dan sangat cantik.."
ucap Ratu Sabrina sambil menoleh kearah Li Cing.
"Benar sekali Ratu, maaf karena kedua orang tua nya meninggal cepat, jadi aku terlalu memanjakannya.."
"Sehingga dia kini jadi seperti ini, ini semua salah ku ratu.."
ucap Li Cing dengan kepala tertunduk
Ratu Sabrina tersenyum lembut dan berkata,
"Tidak apa-apa, ini cuma salah paham kecil saja.."
Ratu Sabrina kini menoleh kearah Sian Sian dan berkata,
"Sian Sian kamu sudah tumbuh sebesar ini dan semakin cantik.."
"Sini coba angkat wajah mu, biar aku lihat dengan lebih jelas.."
Sian Sian dengan wajah merah seperti kepiting rebus, perlahan-lahan mengangkat kepalanya dan menatap kearah Ratu Sabrina dengan malu malu.
"Cantik,.. sungguh Cantik,...Ibu lihatlah ini calon cucu mantu mu,.. sungguh cantik bukan..?"
__ADS_1
ucap Ratu Sabrina sambil menoleh kearah Ibu Suri sambil tersenyum gembira.
Ibu Suri melangkah menghampiri Sian Sian,. sambil tersenyum gembira, Ibu Suri membelai kepala Sian Sian dengan lembut dan berkata,
"Sian Sian kamu sudah besar dan sangat cantik, sangat pantas,.. sangat pantas.."
"Fei Yang kenapa kamu masih bengong di sana ?...cepat kemari,..! jangan cuma bengong saja, dasar bodoh..!"
ucap Nenek Fei Yang sambil melambaikan tangannya memanggil Fei Yang mendekat.
Fei Yang sambil tersenyum canggung, dia melangkah mendekati neneknya.
Sian Sian kini sepasang matanya terbelalak lebar tak percaya, menatap kearah Fei Yang.
Dia benar-benar tak menyangka ternyata si nakal yang selalu bertengkar dan menggodanya, adalah tunangannya, Putra mahkota Li Fei Yang yang sudah lama hilang.
Bukan hanya Sian Sian, Li Cing sendiri pun sangat terkejut.
Dia benar-benar tidak pernah menyangka ternyata Afei adalah Fei Yang.
Setelah mendekat, Fei Yang menjura kearah Li Cing dan berkata,
"Maafkan Fei Yang paman, selama ini Fei Yang tak berterus terang dengan paman.."
"Fei Yang melakukan hal ini, ada kesulitan Fei Yang sendiri, Fei Yang harap paman Li bisa memakluminya.."
Li Cing orang cerdas mendengar ucapan Fei Yang, diapun tertawa dan menepuk bahu Fei Yang dengan gembira dan berkata,
"Tidak apa-apa Fei Yang, paman mengerti,.. paman mengerti.. syukurlah akhirnya kita bisa berkumpul kembali semua nya.."
"Fei Yang ada satu hal yang paman kurang mengerti."
"Bila kamu baik baik saja, kenapa tempo hari Ping Huo Ta Sia berbohong pada kami,? bahwa kamu sudah meninggal tertimpa reruntuhan,..."
"Lalu bagaimana kamu tiba-tiba bisa muncul di sini bersama ratu raja dan Ibu Suri.?"
"Kemana perginya Ping Huo Ta Sia sekarang,? setelah menyelamatkan Ratu Raja dan Ibu Suri..?"
tanya Li Cing sambil menatap Fei Yang dengan heran.
"Tunggu tunggu,.. siapa Ping Huo Ta Sia, ? yang menyelamatkan kami bukan lah Ping Huo Ta Sia, justru adalah Fei Yang putra ku sendiri ."
ucap Raja Li Yuan Ming heran.
Fei Yang tersenyum Canggung kearah Li Cing dan juga Xian Xian, lalu dia mengeluarkan sebuah Topeng besi dan mengenakan nya.
Lalu dia berkata,
"Maaf paman Li, .. maaf Sian Sian,.. sebenarnya aku lah Ping Huo Ta Sia.."
"Tiaw Siung ayo kita pergi..!!"
__ADS_1
ucap Fei Yang lalu menghilang dari hadapan mereka semua.