PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Begitu tiba di lokasi Nan Thian terbelalak melihat keadaan tengah hutan di hadapan nya.


Hampir dalam radius 2 Li lebih yang terlihat hanya hamparan tanah gosong terbakar.


Dengan bagian tengah melesak kebawah membentuk sebuah kawah.


Di bagian paling dasar terlihat ada sebuah benda mirip mutiara raksasa yang terus menerus mengeluarkan cahaya.


Tertarik oleh benda itu, Nan Thian tanpa memperdulikan keadaan sekitar lokasi yang gosong dan masih mengeluarkan asap panas.


Nan Thian dengan hati hati terus bergerak menuruni kawah itu, dia berusaha mendekati mutiara raksasa, yang terus bersinar mengeluarkan cahaya emas menerangi seluruh lokasi di dekatnya.


Nan Thian saat tiba di hadapan benda itu, sambil melindungi matanya dari cahaya kemilau yang menyilaukan mata, menggunakan telapak tangannya.


Nan Thian mencoba lebih mendekati benda itu, dengan penuh penasaran.


Dia ingin tahu lebih jelas, benda seperti apa yang ada di hadapannya itu.


Benda itu meski menimbulkan kebakaran dan ledakan dahsyat, yang menghancurkan lokasi sekitarnya.


Tapi saat Nan Thian berada di dekatnya, dia malah merasa sangat nyaman, tidak panas tidak dingin sangat enak suhu di sekitar benda tersebut.


Nan Thian mengulurkan tangan kanannya kedepan mencoba untuk menyentuh mutiara raksasa itu.


Saat tersentuh, Nan Thian merasa sedikit kaget, telapak tangannya terasa seperti kesemutan.


Dia seperti merasa tersengat listrik arus lemah.


Mutiara itu ternyata kenyal kenyal empuk mirip silikon.


Nan Thian menekan nekan benda itu.


Tiba-tiba Nan Thian merasa ada sesuatu di dalam sana yang mendorong tangannya mundur kembali.


Saat Nan Thian menarik kembali tangannya, benda yang bergerak di dalam mutiara lembek itu, dan mendorong tangannya mundur kembali.


Kini dia bergerak menyundul kesana kemari, seolah olah sedang mencari jalan keluar.


Semakin lama sundulannya semakin kuat, hingga mutiara lembek itu mulai bergerak gerak dan bergoyang goyang.


Perlahan-lahan mutiara itu mulai retak retak, akhirnya pecah seperti cangkang telur.


Begitu mutiara itu pecah, dari dalam mutiara, melesat keluar seekor Naga emas berukuran sebesar telapak tangan.


Naga emas itu langsung melesat masuk kedalam tubuh Nan Thian, yang sedang berdiri terpana di tempatnya.


Dia tidak menyangka akan ada kejadian seaneh itu.


Begitu naga emas itu masuk menyatu kedalam tubuh Nan Thian.

__ADS_1


Nan Thian langsung merasa tubuhnya sangat nyaman, ada hawa energi kuat, yang menyusup kedalam setiap syaraf dan pembuluh darahnya yang rusak.


Energi itu memulihkan satu persatu syaraf dan pembuluh darah yang rusak.


Di mana pun energi itu bergerak, Nan Thian akan merasa sangat nyaman di bagian tersebut.


Seluruh kerusakan syaraf dan pembuluh darah nya, di perbaiki oleh energi tersebut secara perlahan lahan.


Setelah itu, energi tersebut akan berpindah dari memperbaiki bagian lainnya, begitulah energi tersebut terus mengalir tanpa henti, mengelilingi seluruh tubuh Nan Thian dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


Dia juga masuk kedalam aliran darah Nan Thian, membersihkan darah kotor di tubuh Nan Thian, menjadi darah murni.


Lalu kotoran itu di dorong keluar melalui uap udara dari pernafasan dan lubang pori pori di seluruh kulit Nan Thian.


Setelah membersihkan darah, energi itu kini merasuk kedalam tulang dan sum sum.


Di sana dia juga bekerja memperbaiki kualitas tulang dan sum sum di dalam tubuh Nan Thian.


Terakhir dia baru masuk kedalam Dan Tian, memperbaiki bagian tersebut, yang bocor retak dan mengalami kerusakan parah.


Nan Thian hanya berdiri diam dengan mata terpejam, merilekskan tubuh nya.


Membiarkan energi naga emas itu bergerak bebas di dalam tubuhnya.


Nan Thian bisa merasakan, energi naga emas, yang masuk kedalam tubuhnya.


Tidak membawa dampak buruk, dia justru membawa efek dan dampak yang sangat baik bagi tubuhnya.


Dia juga tidak akan sanggup melawannya.


Beberapa saat kemudian, Nan Thian mulai merasa energi sekitar yang dihirupnya.


Kini mulai bisa dia tampung di dalam Dan Tian nya.


Bahkan Nan Thian, kini merasa Dan Tian nya menjadi jauh lebih luas, bisa menyimpan energi tidak berbatas.


Dulu Dan Tian nya hanya terasa seperti sebuah kolam, kini Dan Tian nya telah berubah menjadi samudra luas tak berbatas.


Selain itu, Nan Thian juga merasa dirinya mampu menarik hawa inti sari langit dan bumi masuk kedalam tubuhnya.


Lalu di olah menjadi Chi murni, yang memilki manfaat lebih banyak dan tenaga jauh lebih dahsyat.


Bila di alirkan kedalam senjata maupun hawa pukulan telapak tangannya.


Nan Thian hanya pernah mendengar, belum pernah merasakannya, kini dia baru mulai bisa merasakannya.


Dia pernah dengar dari ayah dan gurunya, bahwa seseorang bila mencapai tingkat tertinggi dalam pelatihan tenaga dalam.


Dia akan mampu menyerap hawa intisari langit dan bumi yang murni, untuk di ubah menjadi Chi, yang memilki kekuatan tanpa batas.

__ADS_1


Kini dengan ajaib berkat bantuan dari energi Naga emas, dia jadi mampu menyerap hawa itu untuk di jadikan Chi.


"Kakak bila cuma darah tulang dan sum sum yang kotor, itu masih biasa, karena terpengaruh oleh makanan yang masuk kedalam tubuh mu.."


"Tapi mengapa hati dan pikiran kakak ikut jadi kotor..?"


"Aku bantu bersihkan ya ? biar hati dan pikiran kakak menjadi lega..?"


tanya suara seorang gadis dari dalam Dan Tian Nan Thian.


Nan Thian sangat kaget mendengar suara tersebut.


Dia buru-buru membuka matanya, mencoba untuk melihat kesekitarnya.


Nan Thian mengira ada orang, yang sedang berbicara dengan nya.


Tapi setelah celingukan kesana kemari, dengan heran, Nan Thian mendapati di sana tidak ada siapa siapa.


Hanya ada dirinya seorang diri, tidak ada siapapun di sana.


Selagi Nan Thian sedang kebingungan.


Suara itu kembali terdengar, kali ini suara itu menertawakan dirinya sebelum bicara.


"Hi..hi..hi..hi..!"


"Kakak tidak perlu cari lagi.."


"Aku ada di dalam sini, di dalam tubuh kakak.."


ucap suara gadis itu.


Nan Thian dengan kaget menatap kearah perutnya dan berkata,


"Apa kamu adalah energi naga emas, yang memperbaiki seluruh tubuhku yang cacat dan rusak itu..?"


"Siapa kamu sebenarnya ?"


tanya Nan Thian dengan heran.


"Nanti akan ku jelaskan, lebih baik saat ini aku akan membantu mu membersihkan hati dan pikiran mu yang rusak dan terganggu oleh dia."


"Bagaimana bila aku lenyapkan saja semua bayangan tentang dia, jadi kakak tidak perlu mengingat dan menderita karenanya lagi..?"


"Tidak terimakasih, biarkan saja bayangan itu di sana, jangan menganggunya.."


"Suka dan duka dalam kehidupan adalah normal, bila kamu menghilangkan nya.."


"Itu malah tidak akan normal.."

__ADS_1


"Terimakasih banyak kamu sudah membantu memperbaiki kondisi tubuh ku, sekarang kamu keluar lah dari tubuhku.."


ucap Nan Thian tegas.


__ADS_2