PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PONDOK MISTERIUS


__ADS_3

"Hah...ini sungguh ajaib.."


gumam Nan Thian menghembuskan nafas puas.


Malam sudah berganti pagi, setelah semalam suntuk mengumpulkan hawa sakti Ciu Yang Sen Kung.


Tubuh Nan Thian kini terasa jauh lebih segar, energinya mulai terkumpul seperempat nya.


Ini adalah air surga langit, beberapa sumber mata air di dasar kolam dan di ujung air terjun berasal.


Semuanya berasal dari istana kahyangan yang tadinya semua ini adalah milik kaisar langit


( Yu Ti )


Termasuk buah persik yang tumbuh di sekitar kolam, itu semua adalah pohon yang berasal dari taman ratu langit ( Wang Mu Niang Niang ).


Semua ini di berikan oleh Kaisar dan ratu langit atas jasa pemilik tempat ini, yang memilki kontribusi besar atas penahlukkan Iblis Asura Che You.


Selesai berlatih Jiu Yang Sen Kung, dengan penuh semangat Nan Thian mencoba berlatih Ih Jin Jing.


Tanpa kesulitan Nan Thian berhasil melatih Ih Jin Jing, memperbaiki tulang otot sendi daging darah juga semua pembuluh nadi dan Meridian kecilnya.


Nan Thian berlatih dengan penuh semangat hingga perutnya berulang kali berbunyi keras, minta di sana isi.


Dia baru menghentikan latihannya, membuka kembali sepasang matanya yang tajam mencorong.


Di dalam Dan Tian sana Kim Kim kini juga sudah mulai bisa berenang bebas.


Meski bentuknya kembali ke asal, berbentuk Seekor Naga Emas kecil.


Tidak seperti sebelumnya, di mana setengah badannya telah berubah menjadi manusia.


Melihat keadaan sahabatnya, Nan Thian tersenyum lega, rasa bersalah nya sedikit berkurang.


"Kim Kim bagaimana keadaan mu..?"


tanya Nan Thian memastikan.


"Cukup baik tapi semua hawa kehidupan beberapa musuh yang memiliki hawa tingkat tinggi.."


"Kini semuanya lenyap, aku kembali ke nol lagi, ucap Kim Kim sedikit kecewa."


"Sudahlah tidak apa-apa, lupakan saja, syukuri saja yang ada.."


"Isilah perut mu, buah itu sangat bagus khasiatnya."


ucap Kim Kim mengingatkan Nan Thian.


Nan Thian mengangguk pelan, lalu dia keluar dari dalam kolam.


Berganti pakaian, kemudian berjalan santai menuju pohon buah persik.


Belum juga Nan Thian naik keatas pohon, Harimau Api tiba tiba muncul dari balik pohon sambil memamerkan taringnya kearah Nan Thian.


Nan Thian masih belum ingin meladeni harimau itu.


Dengan satu kali lompatan, Nan Thian sudah menghilang dari hadapan Harimau api.

__ADS_1


Dia melayang keatas, seperti seekor burung besar, mendarat di atas cabang pohon yang cukup tinggi.


Tidak mungkin mampu di jangkau oleh Harimau Api itu.


Dengan tatapan mata kecewa, harimau api mengaum beberapa kali.


"Groowaaarrrrrrr..!"


"Groowaaarrrrrrr..!"


"Groowaaarrrrrrr..!"


Sebelum dia membalikkan badannya dengan kepala tertunduk meninggalkan tempat tersebut.


Nan Thian hanya tersenyum menatap kepergian harimau yang terlihat kecewa itu.


Dia dengan santai mengambil buah buah persik yang tumbuh subur di sana.


Untuk mengisi perutnya yang kosong, setelah makan kenyang perut Nan Thian kembali berkontraksi.


Dari atas pohon Nan Thian melayang langsung ke tepi kolam.


Nan Thian menyusuri tempat itu mencari tempat yang cocok buat dia, menguras kotoran di dalam perutnya.


Akhirnya Nan Thian menemukan sebuah tempat yang sangat cocok.


Sebuah tempat yang terlindung oleh batu batu besar, letaknya juga mendekati air terjun.


Sehingga harimau api tidak mungkin berani mendekat.


Di sana Nan Thian melakukan nya dengan puas, tanpa perlu khawatir ada yang datang mengganggu nya.


"Oekkk,..!"


"Oekkk,..!"


"Oekkk,..!"


Setelah membersihkan diri dan mengenakan kembali celananya.


Nan Thian buru buru mencari asal suara.


Semakin mendekati air terjun, suara samar samar itu terdengar semakin jelas.


Dengan penuh penasaran Nan Thian melanjutkan langkahnya menyusuri bebatuan besar.


Kemudian dia melompat menerobos kebalik air terjun.


Di balik air terjun, Nan Thian menemukan sebuah gua berukuran cukup besar.


Nan Thian menemukan dari dalam gua itulah suara itu berasal.


Nan Thian mencoba melanjutkan langkahnya masuk ke bagian lebih dalam gua.


Mengikuti arah suara tangisan bayi tadi, yang bergema di dalam gua tersebut.


Tapi beberapa saat mengikuti, suara tangisan bayi itu hilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Karena gua itu tidak memilki cabang, Nan Thian tak perlu khawatir kehilangan arah.


Dia tinggal terus menelusuri lorong panjang remang remang, memasuki bagian yang lebih dalam.


Semakin ke dalam Nan Thian menemukan udara yang semakin sejuk dan segar di dalam sana.


Udara itu datang dari arah depan lorong gua yang berbelok tajam.


Nan Thian mempercepat langkahnya menghampiri ujung lorong gua yang menikung itu.


Di bagian tersebut terlihat sedikit lebih terang.


Saat tiba di bagian menikung, Nan Thian melihat di depan sana sehabis menikung ada sebuah mulut gua


Dengan penuh penasaran Nan Thian mencoba menghampiri mulut gua, untuk melihat rahasia apa yang berada di mulut gua itu.


Setelah keluar dari mulut gua, Nan Thian menemukan sebuah tempat yang penuh dengan hawa Chi murni yang sangat pekat.


Hawa udara di tempat itu begitu murni dan segar, membuat tubuh yang menghirupnya merasa segar luar biasa.


"Tempat apa ini, ? hawa kehidupannya begitu nyaman.."


gumam Kim Kim di dalam pikiran Nan Thian.


Nan Thian menjawabnya dengan gelengan kepala nya, karena dia juga tidak tahu.


Di tempat yang tidak begitu luas tapi sangat asri, ada kebun sayuran, kolam ikan, juga ada kandang kandang ternak dan sebuah bangunan pondok sederhana, tidak terlalu besar tapi sangat rapi bangunan nya.


Nan Thian melangkah pelan menghampiri pondok tersebut, dari suasana yang terlihat, Nan Thian yakin tempat ini pasti ada penghuninya.


Kemungkinan besar pemilik tempat ini adalah pemilik yang sama dengan keseluruhan tempat ini.


Alam dimensi ini seluruhnya adalah milik dari orang yang menempati pondok itu.


Duga Nan Thian dalam hati.


Saat Nan Thian memasuki halaman depan pondok, pintu pondok tiba tiba terbuka dari dalam.


"Anak muda kamu siapa ? kenapa bisa sampai kemari..? apa yang kamu inginkan di tempat terpencil jauh dari keramaian ini..?"


Mendengar suara pertanyaan yang keluar dari dalam pondok tersebut.


Nan Thian buru buru memberi hormat dengan membungkukkan badannya.


"Maafkan kedatangan junior yang telah menganggu ketenangan senior di sini.."


"Junior bernama Yue Nan Thian, junior juga tidak tahu mengapa bisa tiba di hamparan rumput luas di luar sana.."


"Junior hanya tahu saat Junior di kejar kejar oleh musuh, Junior dan tunggangan Junior terjatuh dari atas puncak Lian Hua Feng di Gunung Hua San."


"Kemudian di saat kami sedang terjatuh menuju dasar jurang."


"Kami di sapu angin kencang, di terbangkan tanpa arah tujuan."


"Hingga terjatuh kedalam sebuah portal cahaya, yang membawa kami muncul di halaman rumput luas di luar sana.."


"Itulah kejadiannya, junior tidak punya maksud apa-apa, junior hanya tersesat saja sampai kemari.."

__ADS_1


"Mohon maaf sekali lagi.."


ucap Nan Thian sambil kembali menjura membungkukkan badannya memberi hormat.


__ADS_2