
"Aughh.."
jerit Kian Bu tertahan.
Kian Bu jatuh berlutut di atas tanah di luar kehendak dirinya,.
Sambil meringis menahan rasa sakit.
Kian Bu masih berusaha mencoba berdiri, tapi karena sambungan lututnya terlepas.
Dia kembali jatuh lagi ke posisi berlutut.
Sepasang belati biru datang dengan cepat menyabet kearah lehernya, Kian Bu mengagkat pedang nya untuk menangkis.
Begitu pedang terangkat, kedua belati berubah arah menggores pergelangan tangan Kian Bu yang memegang pedang.
Sabetan pertama berhasil Kian Bu hindari, tapi sabetan kedua, Kian Bu terpaksa melepaskan pedang nya.
Sebuah tendangan di ganggang pedang Kian Bu, membuat pedang nya terpental, jatuh menancap di tiang bendera Naga Biru..
Kian Bu yang sudah kehilangan senjata, dan tidak mampu berdiri.
Dengan wajah terpaksa, dia mengangkat sepasang tangannya menjura kearah Pai Lan Yi.
Dan berkata,
"Lan Yi Se Mei, aku mengaku kalah.."
Lan Yi dengan cepat menyimpan kedua belati nya, dan balas menjura kearah Kian Bu dan berkata,
"Terimakasih Se Siong Kian Bu bersedia mengalah pada ku.."
Kian Bu tidak bisa berkata-kata, dia hanya tersenyum pahit.
Kian Li dan Kian Hok maju untuk memapah kian Bu, meninggalkan arena pertandingan.
Melihat hal ini Du Gu Meng Cu berbisik pada Yi Han Tao Se,
"Musuh sudah di depan mata, apa tidak terlalu berlebihan pertandingan seperti ini diteruskan..?"
"Bila mereka semua pada terluka dan cedera, bagaimana mau menghadapi Hei Mo Pang yang sedang bergerak kemari.?"
Yi Han Tao Se tersenyum pahit dan berkata,
"Ini adalah tradisi tahunan partai kami secara turun temurun."
"Sebelum musuh tiba di kaki gunung, aku tidak berdaya menghentikannya.."
__ADS_1
Setelah berkata.
Yi Han Tao Se menoleh kearah Malini dan berkata,
"Malini kamu tolong bantu obati dan rawat murid murid yang terluka.."
Malini mengangguk memberi hormat, kemudian dia berkelebat pergi memberikan pertolongan kepada murid murid yang terluka.
Di tengah lapangan kini, yang maju berhadapan adalah Kian Li melawan Ye Hong Yi.
Setelah saling memberi hormat, . mereka berdua mulai maju saling serang, suara pedang berbenturan terdengar nyaring, bunga api juga berpijar setiap kali senjata kedua belah pihak berbenturan.
"Tranggg...! Tringgg...! Tranggg...! Tringgg..!"
Ye Hong Yi langsung berubah menjadi bayangan merah mengurung pergerakan Kian Li dengan pedang lenturnya.
Tapi Kian Li yang unggul jauh dalam hal tenaga dan pengalaman tempur, bersikap tenang.
Dia selalu menangkis serangan serangan Ye Hong Yi, yang datang bagaikan hujan badai.
Setiap pedang mereka berbenturan, Ye Hong Yi merasa tangannya yang memegang pedang terasa kesemutan.
Sedangkan telapak tangannya yang memegang gangang pedang, terasa panas dan perih.
Setelah beberapa menit berlalu, kini gulungan sinar merah semakin lama semakin menciut, sebaliknya gulungan sinar putih semakin lama semakin lebar.
Telapak tangannya sudah lecet-lecet dan berdarah, Ye Hong Yi mengigit bibir bawahnya erat-erat dan terus berusaha bertahan sekuat tenaga.
Peluh mulai membasahi wajahnya yang cantik dan dingin.
Fei Yang yang menonton dari luar arena pertarungan, mulai merasa cemas dan khawatir melihat kondisi Ye Hong Yi saat ini.
Dalam satu kesempatan di mana Ye Hong Yi, sedang mundur terhuyung-huyung kebelakang.
Karena tidak kuat menahan benturan pedang nya, dengan pedang Kian Li.
Kian Li melepaskan sebuah Tebasan dari bawah keatas, sehingga lantai batu terbawa terbang melayang kearah Ye Hong Yi.
Melihat bahaya yang datang dari bawah, Ye Hong Yi menjejakkan sepasang kakinya diatas tanah, tubuhnya melayang ringan keatas menghindari serangan tebasan yang ada di bawah kakinya.
Tubuh Ye Hong Yi melayang keatas seperti seekor bangau merah, sambil melayang Ye Hong Yi menggunakan pedangnya membelah batu yang sedang melayang kearah nya.
Saat batu yang menghalangi pandangannya terbelah, ternyata Kian Li sudah melepaskan serangan energi 7 pedang terbang, yang semuanya terarah ke 7 titik berbahaya tubuh Ye Hong Yi.
Ye Hong Yi sangat kaget, dia berhasil menangkis 3 energi pedang, sambil membuang tubuhnya kebelakang sejauh mungkin untuk menghindari serangan energi pedang yang lainnya.
Ye Hong Yi berhasil menghindari sisa energi pedang yang melesat kearahnya, dia pun lalu dengan ringan melayang turun kebawah.
__ADS_1
Sebelum Ye Hong Yi bisa bernafas lega, salah satu energi pedang membalik menyerang Ye Hong Yi dari belakang.
Rupanya energi pedang ini, adalah pedang asli kian Li yang bisa di kontrol lewat jarak jauh, pedang asli ini sengaja di samarkan dalam energi pedang yang dia lepaskan.
"Awas...!!"
terdengar suara teriakan peringatan dari Fei Yang, sambil tubuhnya melesat cepat ke arah bagian punggung Ye Hong Yi.
Ye Hong Yi saat menyadari serangan yang datang dari arah belakang nya, dia tidak lagi sempat menangkis ataupun menghindar.
Gerakan pedang itu terlalu cepat dan sudah sangat dekat dengan dirinya.
Ye Hong Yi hanya sempat membalikkan tubuhnya kebelakang, dan berdiri terbelalak dengan wajah kaget dan pucat.
Saat itu cahaya pedang sudah begitu dekat, Ye Hong Yi hanya bisa memejamkan sepasang matanya, sambil memiringkan wajahnya kesamping.
Siap menerima tusukan pedang yang akan menembus dadanya.
"Crebbb...!"
Darah pun muncrat kemana mana dan sedikit memercik kewajah Ye Hong Yi yang menyamping.
Ye Hong Yi jelas mendengar suara pedang menancap tubuh, wajahnya pun terkena percikan cairan hangat dan asin.
Dia yakin itu pasti darah, tapi anehnya dia tidak merasa kesakitan sama sekali.
Dengan takut takut, Ye Hong Yi membuka sebelah matanya melihat apa yang terjadi.
Ye Hong Yi melihat tidak ada pedang yang menancap di tubuhnya, dirinya baik'baik saja.
Hanya saja di depannya, kini terlihat Fei Yang berdiri didepannya begitu dekat, sambil tersenyum menyeringai menahan sakit.
Sebatang pedang menancap dari punggung hingga menyembul keluar di depan dadanya.
Darah mengucur deras membasahi pakaiannya.
Rupanya tadi karena tidak sempat lagi Berbuat sesuatu, pedang tersebut bergerak sangat cepat.
Fei Yang langsung terbang muncul menahan pedang tersebut dengan punggungnya, alhasil pedang itu langsung menancap dari punggung hingga tembus ke dadanya.
Setelah memberikan senyum menyeringai, Fei Yang pun tumbang kearah Ye Hong Yi.
Ye Hong Yi buru buru menyambut dan memeluk tubuh Fei Yang yang terkulai lemah dalam pelukannya.
Malini dan Yi Han Tao Se dalam sekejap sudah berada di samping Ye Hong Yi.
Yi Han Tao Se mengambil Fei Yang dari pelukan Ye Hong Yi ,.yang terlihat bengong dan Syok tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Yi Han Tao Se membantu Fei Yang duduk bersila, dia menggunakan energi nya, mendorong pedang yang menancap keluar dari tubuh Fei Yang.